
Namun meskipun begitu Mami tak menyalahkan Karnia sepenuhnya. Bahkan dirinya juga hanya diam tak mengungkap atau menegur pada Karnia. Karena menurutnya, Nicko juga andil dalam kesalahan yang Karnia perbuat.
Karena selama ini, Nicko tak pernah memberikan perhatian atau kasih sayang pada Karnia. Wajar kekasih putranya itu bermain di belakang mereka.
Walaupun memaklumi perbuatan Karnia, namun Mami merasa tak rela jika Nicko dan Karnia pada akhirnya akan bersatu. Hingga kini dirinya membuat keputusan untuk membuat Nicko bahagia dengan wanita pilihannya.
Meski menurutnya Karnia baik, namun rupanya bukanlah pasangan yang baik untuk putranya. Mami akan tetap menganggap Karnia seperti putrinya sendiri, karena bagaimana pun wanita itu pernah menolong dirinya.
Hanya saja, mami tak akan lagi memaksa Nicko untuk menerima Karnia lagi. Karena bagaimanapun dirinya ingin yang terbaik untuk putra sulungnya.
Ketika asik memikirkan tentang putra sulungnya, Valen dikejutkan dengan suara cempreng putra bungsunya. Pria tampan itu berjalan mendekati sang ibu dengan wajah cerianya. Nathan Brown.
Sedangkan putra keduanya saat ini tengah berada di luar negeri, melanjutkan kuliah S2 nya. Noah Brown, bersedia jauh dari keluarganya demi menuntut ilmu dan pengalaman.
"Mami muach" panggil pria itu dengan tersenyum manis kemudian mendaratkan kecupan di pipi sang mami.
"Ada apa lagi? Baru dapat pacar baru?" tanya Mami yang sudah hapal dengan tabiat putra-putranya.
Kebiasaan Nathan jika sedang jatuh cinta atau baru saja jadian, pasti akan manis seperti ini terhadapnya. Supaya dirinya ikut serta mendukung, hingga suaminya tak akan mengusik kisah percintaan putranya itu.
"Yes Mam, please jangan biarkan Papi ganggu hubungan Nathan lagi." Pinta Nathan dengan memelas.
Karena selama ini Nathan selalu diusik oleh sang ayah terkait hubungan percintaannya. Karena menurut Tuan Brown, putra bungsunya itu masih terlalu muda untuk merajut cinta-cintaan.
Berbeda dengan kedua putranya yang sudah dewasa dan layak untuk mencari pasangan ataupun pendamping. Seperti Noah, yang saat ini juga tengah menjalin hubungan dengan seseorang. Juga Nicko yang menjalin hubungan dengan Karnia.
"Papi mu itu benar Nathan. Usiamu belum pantas untuk bermain-main dengan cinta." Jelas Mami pada putranya.
Usia Nathan saat ini masih menginjak umur 18 tahun. Bahkan lelaki itu juga masih duduk di bangku SMA. Jadi wajar jika kedua orangtuanya melarang untuk memikirkan percintaan. Karena kelak meraka bertiga yang diharapkan dapat meneruskan dan mengembangkan bisnis keluarga.
Nathan yang tidak terima dengan perkataan maminya, mendekati sang maminya itu. Kemudian memeluknya dengan erat. "Mi, please pacar Nathan yang ini gadis baik-baik. Tak akan memberikan dampak buruk apapun oke." Jelas Nathan merayu Maminya.
"Sudahlah Nat, jangan membuat Mami bertengkar dengan Papi mu. Lebih baik turuti saja apa yang Papi katakan." Ujar Mami yang tak ingin ambil pusing dengan rengekan putra bungsunya itu.
"Mami menyebalkan." Ketus Nathan berlalu pergi meninggalkan sang mami yang hanya dapat mengurut keningnya pelan, merasa frustasi.
Belum selesai masalah tentang Nicko, sekarang Nathan hendak berulah lagi. Kebiasaan putra bungsunya itu selalu membuat dirinya akan bertengkar dengan suaminya, Tuan Brown.
Tak lama setelah berlalunya Nathan, terlihat Karnia yang berjalan masuk menghampiri Mami yang sedang sibuk mengurut keningnya.
"Mami ..." sapa Karnia dan langsung memeluk calon mertuanya itu.
"Yes Mi. Apa Mami sudah menegur Nicko? Padahal Karnia sudah begitu lama menunggunya tapi ternyata dia malah makan siang bersama sekretarisnya. Dan lebih parahnya Mi, Nicko mengusir Karnia untuk segera pergi." Jelas Karnia menggebu-gebu.
Seperti biasanya, Karnia akan selalu mengadukan segala perlakuan buruk Nicko pada dirinya. Memang tadi sudah Ia adukan lewat sambungan seluler pada calon mertuanya itu. Namun rasanya kurang puas kalau belum bertemu langsung dan mengadukan semuanya.
Mami menghela nafasnya, mendengar aduan dari Karnia. Baru saja dipikirkan permasalahan mereka. Kini biangnya sudah muncul dihadapan.
"Sayang, Nicko anak Mami. Mami pastinya ingin yang terbaik untuknya, tapi Mami juga tak bisa untuk terus memaksa perasaan nya. Jadi mulai saat ini, kita biarkan Nicko memilih apa yang disukai. Mami harap kamu dan Mami bisa memaklumi apa yang Nicko inginkan." Tutur Mami berbicara sehalus mungkin.
Karnia terkejut bukan main mendengar perkataan calon mertuanya itu. Mengapa sekarang Mami seolah tak lagi mendukungnya, tak lagi berada dipijaknya. Karena biasanya mami akan selalu mendukung dirinya, untuk membuatnya Nicko supaya bisa menerima dirinya.
"Mami sudah tak mendukung Karnia lagi sekarang?" tanya Karnia menatap kecewa calon mertuanya itu.
"Bukan begitu sayang, tapi Nicko juga berhak menentukan kebahagiaannya. Mami lihat selama lima tahun ini, Nicko masih juga belum bisa menerima kamu. Mungkin Nicko sudah memiliki orang lain yang dicintai." Ujar Mami menjelaskan.
Karnia berkaca-kaca mendengar penuturan jawaban yang mami berikan. Kemudian terdengar isak tangisnya yang menusuk gendang telinga Mami. Tentu saja Karnia hanya bersandiwara, supaya wanita paruh baya di depannya iba. Dan mau mendukung hubungannya kembali.
"Sayang, jangan menangis. Mami harap kamu juga akan mendapatkan pria yang lebih baik dari putra Mami." Tutur Mami memeluk Karnia untuk menenangkan wanita itu.
"Enggak Mi, hanya Nicko yang Nia inginkan. Hanya Nicko yang ada di hati Nia." Ucap Karnia masih terisak.
"Mengapa kau tega masih membohongi ku. Padahal jika mau jujur, mungkin aku masih bisa mempertahankan mu Karnia." Ucap Mami hanya di dalam hati.
Sementara di sudut ruangan, Nathan menyaksikan semua apa yang terjadi sejak tadi. "Ck wanita itu tak tau malu sekali." Kesalnya melihat Karnia yang selalu mencari muka di depan Maminya.
Nathan segera mengambil gambar mereka, kemudian mengirimkannya ke Nicko. Dengan teks "Calon istrimu sedang drama lagi." Dan hanya di baca oleh Nicko, tanpa ada balasan apapun. Membuat Nathan kembali berdecak kesal.
Nathan kembali menatap pada Mami dan Karnia. "Padahal Mami mengetahui kebusukannya, tapi tetap saja diterima. Lalu bagaimana dengan pacar-pacar ku, bahkan mereka tak seburuk ratu drama itu." Gerutu Nathan yang tak terima.
Selain Mami, rupanya Nathan juga mengetahui pengkhianatan yang telah dilakukan Karnia dengan kekasih gelapnya. Karena Nathan juga ikut andil dalam misi menyelidiki pengkhianatan Karnia. Tentunya karena dipaksa oleh sang Mami.
Hingga pada akhirnya mereka menemukan jawaban atas pengkhianatan yang Karnia lakukan. Namun sepertinya Nicko tak akan pernah merasa dikhianati, karena pria itu pun tak pernah menganggap kehadiran Karnia.
Hanya sang Mami yang sepertinya merasa dibohongi oleh Karnia. Karena wanita itu begitu menampakkan diri seperti wanita baik-baik yang memang hanya mencintai Nicko. Namun rupanya lain saat di belakang mereka.
"Mi, aku mau pergi menemui pacarku." Pamit Nathan sengaja mengganggu momen mereka.
Membuat Karnia berdecak sebal dalam hati. Sedangkan Maminya melotot ke arahnya. Dan menatap tajam dirinya.
Next .......