GEEKY GIRL

GEEKY GIRL
Kabar Kedekatan



Sementara Nesya menikmati waktu bebasnya di LN. Negara tempat dirinya dulu menimba ilmu. Menikmati waktu bersama keempat sahabatnya. Ya, Nesya membawa Teira turut serta.


Supaya Teira bisa melupakan perasaan galaunya dan terselip ide menjodohkan Teira dengan Justin. Karena setahunya, sahabat pria nya itu masih jomblo sampai saat ini.


Meski Aaron juga jomblo, namun Nesya tahu bahwa pria itu sebarnya menyukai Sidy. Hanya saja wanita galak itu tak sadar dengan perasaan pria yang senantiasa berada di dekatnya itu.


Jika dihitung-hitung, kurang lebih sudah sekitar satu bulan Nesya melarikan diri ke negara ini. Meskipun niatnya kabur, namun Nesya tetap selalu mengabari kedua orangtuanya terkait kabarnya.


Dan selama sebulan ini pun, tak ada gangguan sama sekali yang Nesya rasakan dari Nicko. Memang perasaannya menjadi tenang dan lega. Namun ada satu hal yang mengganjal.


Hampa, Nesya merasakan kehampaan dalam hatinya. Sepertinya dirinya merindukan Nicko. Pria dengan penuh obsesi padanya itu tumben sekali tidak menyusulnya untuk dipaksa menikah.


Dan setiap Nesya bertukar kabar dengan kedua orangtuanya. Mereka juga sama sekali tak pernah membahas Nicko sedikitpun. Hal itu sebenarnya membuat Nesya bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Namun terlalu gengsi, Nesya untuk bertanya.


"Lihatlah, mereka semakin dekat saja." Tutur Sidy saat melihat bagaimana Justin berusaha mengambil hati Teira.


"Iya, sepertinya mereka akan benar-benar menjadi pasangan sungguhan." Jawab Nesya ikut tersenyum menyaksikan kedekatan kedua sahabatnya itu.


"Aaron kemana?" Tanya Nesya pada Sidy.


"Sedang menelpon" jawan Sidy dengan tak bersemangat.


"Siapa?" Tanya Nesya penasaran. Pasalnya Aaron tak pernah memperdulikan urusan pekerjaan jika sedang bersama-sama seperti ini. Jadi siapa gerangan yang sedang Aaron hubungi.


"Mungkin kekasihnya. Aku mendengar suara seorang wanita dan memanggilnya dengan honey." Tutur Sidy tampak lesu.


Nesya menangkap sinyal kecemburuan itu pada perkataan Sidy. "Kau cemburu?" tanya Nesya. Rasanya tak mungkin jika Aaron memiliki kekasih, sementara Sisy yang selama ini berada dalam hati nya.


"Enak saja. Aku hanya takut waktu Aaron akan lebih banyak untuk kekasihnya dibandingkan bersama kita." Tutur Sidy mengelak tuduhan Nesya bahwa dirinya cemburu.


"Bukankah itu haknya? Nanti kita juga akan seperti itu bukan? Ketika aku telah menikah, aku juga akan sibuk dengan urusan rumah tanggaku. Hingga akan jarang memiliki waktu bersama kalian." Tutur Nesya berujar dengan jujur.


Sidy terdiam mendengar perkataan Nesya. Memang benar apa yang Nesya katakan. Namun entah mengapa rasanya tetap tak rela Aaron bersama dengan wanita lain. Benarkah dirinya cemburu?


Saat mereka tengah asik mengobrol, tiba-tiba teriakan Teira mengalihkan atensi mereka. Wanita yang sedang pendekatan dengan Justin itu berlari sembari berteriak ke arah mereka.


"Ada apa Ra?" tanya Nesya yang tampak keheranan dengan teman nya yang satu itu.


"Lihat ini!" Titah Teira pada Nesya.


Nesya pun menurut dan melihat apa yang Teira tunjukkan. Apa yang dirinya lihat itu membuat jantungnya terasa berhenti berdetak sejenak. Nesya tampak syok sekaligus terkejut.


Di layar itu tertera jelas sebuah tulisan yang mampu membuat darah Nesya mendidih. Di sana tertulis bahwa putra keturunan Brown, tengah menjalin hubungan dekat dengan salah satu rekan bisnisnya. Stella William .


Nesya terdiam membisu menyaksikan video yang tertera di bawah judul tebal itu. Tampak sekali kedekatan mereka begitu akrab. Bahkan Nicko dapat tersenyum dengan manisnya kala saling bertatapan dengan wanita itu.


Tanpa terasa lelehan air dari mata Nesya nampa k membasahi pipi mulus wanita cantik itu.


"It's ok, belum tentu itu benar. Pasti itu hanyalah rumor yang mereka buat-buat." Ujar Sidy menenangkan Nesya.


Sementara Teira dan Justin mencoba mencari tahu kebenaran dari berita yang beredar itu. Teira juga tak segan mencari informasi dari teman-teman nya yang berada di negara yang sama dengan Nicko.


Ditengah-tengah kesedihan mereka, Aaron kemudian datang dan bergabung bersama mereka. Tentu saja Aaron dengan wajah bertanya-tanya menatap Sidy kala mendapati Nesya tengah menangis di pelukan wanita itu.


"Ada apa?" tanya Aaron pada mereka.


Kemudian Justin menunjukkan apa yang Nesya lihat tadi. Dengan menghela nafas berat, Aaron berujar. "Aku juga baru menghubungi sepupu ku yang ada di sana. Dan berita itu memang benar."


Hal itu membuat mereka semakin lemas. Dan Nesya semakin menangis terisak. Tega sekali Nicko melakukan itu padanya. Kan Nesya kabur bukan karena melepas Nicko, tapi hanya untuk menunda pernikahan saja.


"Sebaiknya kita antar Nesya pulang." Ujarnya pada mereka. "Nesya, kau harus menyelesaikan masalah ini jika tak ingin kehilangan pria itu." Ujar Aaron dengan tegas.


Kali ini sikapnya memang harus tegas pada Nesya yang super keras kepala itu. Aaron paham dengan karakter yang Nicko miliki. Jadi Aaron ingin Nesya pulang dan memperbaiki semuanya. Nicko adalah pria yang layak untuk wanita itu.


"Baiklah, aku akan menyelesaikan nya. Perkataan cintanya hanya omong kosong selama ini. Maka aku akan memberinya pelajaran karena telah membuatku jatuh cinta." Tegas Nesya.


Mereka hanya menggelengkan kepala mendengar perkataan wanita satu itu. Kan Nesya yang salah karena kabur, tak memberi kepastian lagi. Dan kini malah menyalahkan Nicko. Dasar Nesya tak tahu malu sekali.


Akhirnya mereka bersiap-siap dan berangkat ke negara kelahiran Nesya.


...***...


"Selamat atas kerjasama ini, saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik." Tutur Stella pada Nicko dengan tersenyum.


"Tentu saja. Dan selamat datang di keluarga Brown. Kau akan segera menjadi bagian dari kami." Jawab Nicko membalas senyuman Stella dengan tersenyum pula.


Setelahnya mereka saling merayakan keberhasilan proyek yang baru mereka dapatkan. Di sana juga turut serta kedua orangtua Nicko, kedua orang tua Nesya, serta kedua saudara Nicko. Ya, Noah juga pulang ke tanah air untuk sebuah urusan.


"Kau masih menunggu nya nak?" tanya Tuan Nicholas pada Nicko.


Sebenarnya Tuan Nicholas merasa tak tega dengan Nicko. Nesya seolah sedang tarik ulur dengan perasaan pria tampan satu ini. Apa kurangnya, sehingga Nesya nekad kabur demi menghindari pernikahan mereka. Dirinya tak habis pikir.


"Entahlah, aku juga tak mengerti apa dia mengharapkan aku menunggu atau tidak sama sekali." Jawab Nicko tampak pasrah.


"Kau pasti akan menemukan yang lebih baik daru putriku jika kau ingin. Aku juga tak mau membuat seorang pria harus tersiksa karena ulah putri semata wayangku itu." Tutur Tuan Nicholas.


"Biarlah waktu yang akan menjawabnya Tuan Nicholas." Jawab Nicko melemparkan senyumannya.


Mereka melanjutkan perayaan itu dengan suka cita. Sebenarnya bukan sekedar perayaan semata, ada satu acara yang membuat para rekan bisnis Brown harus menghadiri acara meriah ini.


Next .......