GEEKY GIRL

GEEKY GIRL
Sejak Kapan?



Mami Valen seketika melepaskan pelukannya dari Karnia. Matanya melotot tajam menatap Nathan. "Nathan, jika berani selangkah pergi dari rumah. Mami akan hubungi Papi supaya menghukum mu." Ancam Mami dengan serius.


"Mi, kenapa kalian begitu tidak adil? Nathan dapat memastikan kalau pacar Nathan gadis baik-baik. Sedangkan Mami jelas-jelas juga tahu calon menantu Mami ini sudah berselingkuh di belakang Kak Nicko. Tapi Mami tetap diam saja." Ujar Nathan mengutarakan keluhannya.


Mendengar perkataan Nathan, baik Mami Valen maupun Karnia tersentak begitu terkejut. Mami merasa Nathan tak tepat mengatakannya di depan Karnia.


Sedangkan Karnia merasa tertangkap basah. Namun sedetik kemudian Ia berhasil menguasai dirinya, dan merubah rasa terkejutnya.


"Apa maksud mu Nathan? Siapa yang berselingkuh? Jangan mengada-ada, Kak Karnia setia pada kakakmu." Tutur Karnia yang takut jika Mami Valen akan percaya dengan perkataan Nathan.


"Ck dasar Drama Queen." Ketus Nathan berlalu pergi meninggalkan mereka.


Tentu perkataan itu membuat Karnia merasa geram. Namun dirinya tetap harus berusaha bersikap tenang saat bersama alon mertuanya.


"Nathan! Mau kemana kamu?!" Teriak Mami yang tak ditanggapi oleh Nathan.


"Anak itu benar-benar." Ujar Mami merasa sebal.


Akhirnya Mami menghubungi suaminya untuk meminta orang membawa Nathan kembali ke rumah. Jangan sampai putra bungsunya itu keluyuran dan menemui pacarnya.


Sebenarnya tak masalah Nathan berpacaran. Tapi bagi mereka untuk saat ini belum waktunya. Apalagi suaminya begitu khawatir dengan lingkungan pergaulan Nathan yang begitu mengkhawatirkan.


Mereka takut Nathan bisa-bisa akan menghamili anak orang. Apalagi saat terakhir Mami melihat kalau gadis yang dipacari Nathan bukanlah gadis baik-baik. Sehingga mereka segera meminta Nathan putus dengan pacarnya itu.


Tapi hari ini, putranya itu katanya sudah memiliki pacar baru lagi. Bagaimana dirinya tak akan pusing dengan kelakukan putranya yang satu itu.


Berbeda sekali dengan Nicko dan Noah saat masih remaja dulu. Mereka lebih penurut dan tak berani menentang aturan yang telah mereka tetapkan untuk putra-putranya itu.


"Mami tak percaya bukan dengan perkataan Nathan?" Tanya Karnia merasa khawatir.


Mami Valen menghembuskan nafasnya lelah. "Sayang sebaiknya kamu pulang dulu ya. Mami akan menyusul Nathan, takut anak itu berbuat nekat." Tutur Mami mengusir Karnia secara halus.


"Ya udah Mi, Karnia pamit." Ucap Karnia kemudian memeluk calon mertuanya dan berlalu pergi.


...*******...


Sementara di perusahaan Brown Company. Nesya yang diminta Nicko untuk mengambil berkas pada Teira, saat ini tengah berjalan menuju ruangan wanita itu.


"Ra, aku diminta mengambil berkas yang harus segera dicek Tuan Nicko." Ujar Nesya mendudukkan diri di kursi yang ada di depan Teira.


"Kau sudah kembali? Aku terkejut saat tahu kau diajak makan siang oleh Tuan Nicko." Tutur Teira yang malah mengajak Nesya mengobrol.


"Ya, aku juga tak menduganya." Jawab Nesya tampak tak peduli. Karena dirinya juga tak mengharapkan hal semacam itu.


"Apa kau tahu? Baru kali ini Tuan Nicko bersedia makan siang bersama pegawainya. Sepertinya kau beruntung. Tapi sepertinya kau akan terkena masalah dengan Nona Karnia." Ujar Teira yang awalnya salut.


Namun teringat saat kekasih atasannya itu yang mencari keberadaan Tuannya untuk diajak makan siang bersama.


Apalagi saat mengetahui bahwa rupanya kekasihnya sedang makan siang di luar bersama sekretaris barunya. Kekasih atasannya itu terlihat begitu marah, membuat Karnia ngeri sendiri.


"Bukan aku yang mengajak kekasihnya untuk makan siang bersamaku. Aku hanya menjalankan pekerjaan, dan berusaha untuk profesional." Ucap Nesya membela diri.


"Hei Nona, apa makan siang bersama merupakan sebuah pekerjaan? Ck kau ada-ada saja." Tutur Teira dengan terkekeh pelan. Merasa lucu dengan pemikiran temannya itu.


Nesya mencoba mengingat-ingat mengapa dirinya mau untuk diajak makan siang. Nesya mengingat jika awalnya Nicko tak mengatakan mereka akan pergi kemana. Sehingga Ia pikir mereka akan menemui klien. Namun rupanya mereka akan makan siang.


Kemudian dirinya juga ingat dengan tugas mencari seorang wanita yang adalah dirinya sendiri. Sehingga Nesya pasrah saja saat atasannya berlaku seenaknya. Supaya dirinya juga memiliki kesempatan untuk mengetahui alasan Nicko mencari dirinya.


"Sudahlah tak usah membahasnya lagi. Lagipula hanya makan siang saja, tak masalah bukan." Jawab Nesya kembali mengulang perkataan Nicko.


"Ya terserah kau saja. Ini berkasnya." Teira menyerahkan berkas itu. "Nanti jangan menungguku, ingat aku akan kencan." Lanjut Teira saat Nesya hendak membuka knop pintu.


"Ya baiklah" Jawab Nesya yang akan berlalu pergi.


Namun Nesya mengurungkan niatnya, dan kembali menghampiri Teira yang sibuk dengan layar di depannya.


"Ada apa lagi Nona?" Tanya Teira yang merasa diganggu oleh temannya itu.


"Ada yang ingin ku tanyakan." Nesya kembali mendudukkan dirinya di kursi depan Teira lagi.


"Apa?" tanya Teira.


"Hm saat kau menjadi sekretarisnya, apa kau juga diminta mencari keberadaan seseorang?" tanya Nesya penasaran.


"Iya, aku diberikan tugas itu. Tapi tak bisa aku pecahkan, terlalu sulit bukan keahlianku." Jawan Teira jujur.


Nesya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Rupanya Teira juga sempat diperintahkan hal yang sama. Berarti sudah cukup lama pria itu mencari keberadaannya. Apa dari semenjak terakhir kali mereka bertemu di luar negeri waktu itu?


"Wait ... Apa kau juga diberikan tugas yang sama oleh Tuan Nicko?" Dan dijawab anggukan oleh Nesya.


"Wah aku menjadi penasaran dengan wanita itu. Karena Tuan Nicko sepertinya begitu berambisi mencarinya padahal dia sendiri sudah memiliki kekasih." Teira mencoba membayangkan wanita itu begitu sempurna dan membuat Tuannya merasa terpesona.


"Apa kau tak diberitahu wajahnya?" tanya Nesya yang bingung karena Teira merasa penasaran.


"Tentu saja aku tahu wajahnya, bagaimana aku mencarinya jika tak tahu. Tapi aku penasaran melihat aslinya, jika hanya foto apapun bisa dibuat-buat." Jawan Teira menjelaskan.


"Lihat aku jika kau penasaran, karena aku sangat mirip dengannya." Tutur Nesya kemudian berlalu pergi.


"Kau rupanya hobi sekali bercanda ck" tutur Teira saat temannya itu meninggalkan ruangannya. Kali ini benar-benar meninggalkan ruangannya.


Nesya kembali ke ruangan atasannya dan menyerahkan apa yang dirinya bawa dengan sopan.


"Apa ada masalah?" tanya Nicko pada sekretarisnya itu.


"Tidak ada Tuan." Jawab Nesya yang kurang paham dengan maksud atasannya.


"Lalu mengapa hanya meminta berkas saja membutuhkan waktu hampir tiga puluh menit?" sindir NIcko yang bisa menebak jika wanita di depannya ini pasti sempat mengobrol dahulu.


"Maaf Tuan" Ucap Nesya menyesal. Lebih baik meminta maaf dan mengaku salah daripada akan panjang urusannya.


"Hm baiklah, lanjutkan pekerjaanmu." Titah Nicko yang harus segera menyelesaikan banyak pekerjaannya.


Next .......