GEEKY GIRL

GEEKY GIRL
Mulai Bekerja



Nesya yang mendapat tugas dari atasannya, mengerutkan keningnya dengan heran. Mencari keberadaan seseorang tentu aja bukanlah tugas seorang sekretaris.


Lalu atasannya barunya ini dengan seenak jidat memerintahkan hal tak masuk akal seperti ini. Hingga membuat Nesya yang semula menuduh menghindari tatapan atasannya. Mendongak dengan segera, dan bersiap untuk protes.


"Maaf Tuan, sepertinya tugas yang Tuan perintahkan sama sekali tidak ada hubungannya dengan pekerjaan saya." Tutur Nesya berusaha untuk sopan.


Nicko yang mendengar protes yang dilakukan Nesya merasa terkejut. Baru ini ada seseorang yang berani menentang perintahnya. Terlebih, wanita culun di depannya ini pegawai baru di sini.


Nicko terlihat menyeringai, seolah menemukan lawan tanding untuknya. Wanita di depannya ini rupanya tak selemah penampilannya, cukup tangguh. Dan sepertinya sulit diintimidasi.


"Kau berani menentang atasanmu? Apa kau mau dipecat di hari pertama bekerja?" tanya Nicko menatap tajam sekretaris barunya tu.


Nesya yang mendapat ancaman seperti itu dari atasannya sama sekali tak takut. Terlebih pria di depannya ini, Nesya sudah biasa menghadapi para pria sombong yang angkuh sepertinya.


"Saya tidak takut karena sama sekali tidak melakukan kesalahan. Karena di sini Tuan yang kurang profesional dalam bekerja. Yang baru saja Tuan perintahkan merupakan masalah pribadi, tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan." Jelas Nesya dengan berani.


Nicko tersenyum tipis, bahkan Nesya pun tak menyadarinya. "Baiklah, sepertinya kau cukup berkompeten untuk menjadi sekretarisku."


Nicko mengakui kecakapan pegawai barunya itu dalam berpikir secara logis dan masuk akal. Tidak mudah terpengaruh dan terintimidasi. Pria itu mengakui menyukai skill wanita itu.


"Baiklah kita akan mulai bekerja, duduk dan perhatikan. Aku akan menjelaskan tugas-tugasmu." Tegas Nicko pada Nesya.


"Siapa namamu?" tanya pria itu yang seja tadi belum mengetahui nama pegawai barunya.


Nicko juga tak ingin susah payah membaca cv wanita itu. Karena dirinya berpikir sekretaris barunya itu juga akan sama dengan yang dulu-dulu. Tidak kompeten dan memiliki kemampuan.


Namun melihat pegawai barunya itu dengan keberanian menolak perintahnya, yang dirasa tidak masuk akal. Nicko menjadi mempertimbangkan untuk menjadikan wanita itu sekretarisnya sungguhan.


Namun Nicko masih juga belum berniat untuk melihat data-data sekretaris barunya itu.


"Nesya Maharani Tuan." Jawab Nesya atas pertanyaan atasannya.


Nesya masih menggunakan nama depannya, namun meminta sang papa untuk mengganti bagian belakangnya. Karena jelas tercantum nama keluarga besar di sana, yang berpotensi menggagalkan penyamarannya.


"Hmm namamu mirip dengan wanitaku." Gumam Nicko pelan, namun Nesya masih dapat mendengar.


Nesya bertanya-tanya dalam hati. Bagian mananya yang mirip dengan wanita pria itu. Karnia dan Nesya, apakah terlihat mirip? Nesya tak habis pikir dengan pria di depannya.


Sepertinya pria ini sulit sekali untuk dimengerti jalan pikirannya. Entahlah, Nesya tak mau ambil pusing tentang atasannya itu.


Nicko pun membimbing dan mengajari Nesya, serta menjelaskan tugas-tugas apa saja yang harus Nesya lakukan.


Sebenarnya, yang harus melakukan tanggung jawab ini adalah Teira sebagai sekretaris lama untuk mengajari Nesya. Namun, Teira yang adalah pilihan Karnia benar-benar tak memiliki kemampuan di bidang sekretaris.


HIngga selama ini, Nicko mengerjakan semua pekerjaannya sendiri, karena Teira sama sekali tak bisa membantu. Ingin NIcko rasanya mengumpat Karnia, namun apalah daya. Rasa sayangnya pada sang mama, mengalahkan segalanya.


Tak terasa waktu semakin berjalan. Dari Nicko mengajari dan menjelaskan pekerjaannya. Sampai Nesya memulai beradaptasi dan memahami apa yang harus dirinya kerjakan. Kini waktu sudah terlihat menunjukkan sore hari.


Setelah mereka sempat makan siang dan melanjutkan pekerjaan masing-masing, saat ini terlihat mereka mulai bersiap untuk pulang ke kediaman masing-masing.


Karena mereka juga terlihat sudah siap untuk pulang, dan meninggalkan perusahaan.


Nesya tampak berpikir sejenak. Jika tadi dirinya menolak, karena menurutnya hal itu bukanlah tugasnya. Namun kali ini, dirinya sudah diberikan tugas sesuai porsinya sebagai sekretaris ceo.


Namun atasannya menawari tugas tambahan, lagi pula akan diberikan bonus serta jika dirinya berhasil. Apa harus dirinya terima tugas tambahan itu?


Nesya masih berpikir, hingga akhirnya dirinya menerima. Karena demi melancarkan rencananya, dirinya juga harus terlihat membutuhkan uang-uang tambahan. Supaya terlihat memang berada di kelas ekonomi ke bawah.


"Baiklah Tuan, saya menerima tugas tambahan yang Tuan berikan." Jawab Nesya dengan teguh.


"Bagus" Nicko mengangguk dan berlalu pergi meninggalkan kantornya.


...*******...


Setelah melihat atasannya yang telah meninggalkan ruangan. Nesya juga segera meninggalkan ruangannya untuk segera pulang ke rumah.


"Ra, kau belum selesai?" tanya Nesya yang melihat Terima masih tampak sibuk dengan pekerjaannya.


"Kau Sya, iya hanya tinggal merapikan ini saja. Sebentar lagi juga akan selesai." Tutur Teira menjawab pertanyaan Nesya.


"Baiklah, aku tunggu di sini." Nesya memutuskan untuk mendudukkan diri di kursi depan meja Teira.


Akhirnya Teira selesai juga dengan kegiatannya. Mereka pun meninggalkan area perusahaan dengan menggunakan motor Nesya.


"Bagaimana Sya, apa kau baik-baik saja? Apa Tuan Nicko memberikan pekerjaan yang sulit untukmu?" tanya Teira nampak merasa bersalah.


Karena secara tidak langsung, dirinya lah yang menumbalkan temannya itu. Meski mereka baru mengenal satu sama lain, namun Teira nampak yakin Nesya adalah orang yang baik.


"Tidak, Tuan Nicko lumayan baik. Hanya saja tadi dia sempat memberikan pekerjaan yang kurang tepat untukku. Namun aku langsung menolaknya." Jelas Nesya menjabarkan apa yang terjadi.


"Benarkah? Wah kau berani sekali menentangnya. Karena kemarin aku juga seperti itu, Tuan Nicko juga memberi ki tugas yang cukup tak masuk akal. Dia meminta ku mencari seseorang yang sulit ditemukan keberadaan nya." Ujar Teira.


"Lalu?" tanya Nesya.


"Ya aku mengerjakan nya, namun tak mendapat kan hasil apapun. Karena aku jelas saja tak memiliki keahlian seperti itu. Aku juga tak bisa menolak perintah dia, aku takut dipecat." Tutur Teira dengan jujur.


"Hem ... sudah aku duga memang akan seperti itu bukan? Sepertinya pria itu hanya menuruti keinginan kekasihnya saja. Dan pekerjaan yang dilimpahkan pada Teira hanya untuk membuat Teira memiliki pekerjaan saja." Batin Nesya dalam hati.


Sesampainya di rumah, Nesya segera membersihkan dirinya. Kemudian mengecek ponselnya untuk memeriksa pekerjaan apa yang diberikan Nicko untuk nya. Sepertinya akan sama dengan yang diberikannya pada Teira.


"What?!" Teriak Nesya nampak terkejut.


Setelah mendapatkan email yang dikirim oleh atasannya itu. Di sana dirinya dapat melihat profil wanita yang harus dia cari keberadaan nya. Dan wanita itu, adalah dirinya sendiri.


Next .......