GEEKY GIRL

GEEKY GIRL
Bertemu Teman Lama



Keesokan harinya, seperti biasa Nesya akan berangkat bekerja bersama Teira. Namun penampilan Nesya kali ini berbeda. Karena wanita itu memutuskan untuk mengakhiri penyamarannya.


"Sepertinya mereka akan bertanya-tanya siapa kau. Mereka pasti berpikir sekretaris Tuan Nicko sudah ganti lagi." Tutur Teira saat Nesya memutuskan untuk membuka penyamaran nya.


"Itu pasti, tapi biarlah. Toh itu perkataan orang, tak perlu didengar." Ujar Nesya dengan penuh percaya diri.


Akhirnya mereka sampai di parkiran motor perusahaan Brown. Nesya berjalan beriringan dengan Teira. Membuat semua orang bertanya-tanya mengapa keturunan Nicholas datang ke perusahaan mereka.


Nesya dan Teira akhirnya sampai di meja kerja masing-masing. Namun Nesya masih belum melihat batang hidung atasannya itu. Namun baguslah, karena Nesya akan menjalankan rencananya.


Nesya tampak menghubungi seseorang, siapa lagi jika bukan temannya saat kuliah di LN. Namun Nesya menghubungi satu diantaranya, seorang pria. Untuk membuat Nicko setidaknya merasa sedikit ilfil dengannya.


"Hai, benarkah kau sedang liburan ke negaraku?" tanya Nesya dan dibenarkan oleh orang tersebut.


Hingga mereka tampak mengobrol banyak, sampai pada kesepakatan dan rencana yang Nesya buat. Tepat saat Nesya mengucapkan "miss you too" Nicko terlihat memasuki ruangan mereka.


Tentu Nicko mendengar ucapan wanita nya itu. Hingga bibirnya tak segan bertanya. "Siapa?" tanya Nicko yang penasaran dengan nada posesif.


"Teman kuliah ku dulu. Dan dia sedang liburan ke sini, jadi aku akan izin pulang lebih awal nanti. Aku akan menemuinya." Jawab Nesya memulai aksinya.


"Pria atau wanita?" tanya Nicko lagi.


Dan dengan semangatnya Nesya menjawab pria. Membuat rahang pria itu seketika mengeras. "Aku tak memberimu izin. Setelah kau kabur seharian kemarin, kini kau akan pergi bersama seorang pria?" tanya Nicko dengan penuh penekanan.


Netra tajamnya menatap Nesya dengan lekat dan tajam. Seolah memberikan sebuah perintah untuk Nesya diam dan tak banyak tingkah. Namun ini kan salah satu upaya Nesya untuk membuat pria itu menyerah memaksanya untuk menikah. Jadi harus tetap dilanjutkan.


"Kau tak berhak mengaturku. Lagipula aku juga akan resign dari perusahaan ini. Jadi terserah jika kau akan memecat ku." Ujar Nesya dengan pongahnya.


Sontak hal itu membuat Nicko semakin mengetatkan rahangnya, bahkan tangannya terkepal di samping tubuhnya. Untung pria itu dapat mengontrol emosinya, jika tidak bisa saja Nesya akan ketakutan dan semakin lari darinya.


"Baiklah aku izinkan, dan untuk resign mu harus melalui proses terlebih dahulu." Ujar Nicko berusaha untuk tetap tenang dan profesional.


Semalam Maminya memberikan wejangan-wejangan untuk membuat Nesya luluh padanya. Karena Nicko secara terbuka mengatakan isi hatinya pada sang Mami.


Hingga diarahkan lah pria itu oleh ibunya untuk jangan terlalu memaksa Nesya. Nesya juga butuh kebebasan untuk sementara waktu. Toh dalam waktu sebulan saja, wanita itu akan menjadi miliknya.


Itulah sebabnya Nicko tampak berusaha tak memaksa Nesya lagi untuk tetap menuruti keinginannya. Benar perkataan sang Mami, hanya dalam waktu sebulan saja dirinya perlu bersabar. Karena Nesya akan menjadi miliknya di bulan depan.


Nesya menjadi sedikit bingung dengan respon Nicko. Kemarin seolah memaksa sekali, namun hari ini mengapa tampak tenang begitu. Apa memang begitu sifat asli seorang Nicko. Entahlah Nesya tak mau pusing memikirkannya.


Hinga menjelang makan siang, Nesya dan Nicko sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Sampai akhirnya, Nesya meminta izin untuk keluar menemui teman pria nya.


"Kau awasi terus mereka, aku tak ingin ada hal-hal tak wajar yang mereka lakukan." Perintah Nicko kepada orang suruhannya untuk mengikuti Nesya.


Meski benar mengizinkan Nesya dan membebaskan wanita nya itu, namun Nicko tetap mengawasi wanita nya itu dari jarak jauh. Meski tanpa sepengetahuan Nesya. Nicko hanya tak ingin mereka melakukan hal-hal yang tak Nicko inginkan terjadi.


"Mereka berpelukan bos" Lapor orang itu lewat sebuah pesan.


"Kau menguji kesabaranku, Girl" Gumamnya dengan suara berat.


Untuk mengalihkan emosinya, Nicko memutuskan untuk segera pergi memulai meeting dengan rekannya. Kali ini akan tampak lebih rumit, karena Nesya yang biasa mendampingi nya sedang pergi.


...***...


"Kau yakin melakukan hal ini?" tanya teman pria Nesya itu dengan ragu-ragu.


Dirinya kenal dengan baik siapa Nicko Brown, bisa-bisa babak belur jika berurusan dengan pria itu. Apalagi Nesya memaksa mereka untuk melakukan adegan yang sebenarnya biasa bagi mereka. Namun pasti tidak untuk seorang Nicko.


"Kau sudah janji untuk membantu ku. Ayolah, kau lihat bukan, Nicko meminta orang-orang nya untuk mengikuti ku. Dia begitu posesif, aku tak mau menikah segera dengan nya." Ujar Nesya mengiba.


Hingga akhirnya teman nya itu pasrah dan membantu Nesya menjalankan rencananya. Dan begitulah akhirnya mereka berpelukan. Sebenarnya tadi sudah sempat, saat kedatangan pria itu.


Yang langsung saja memeluk Nesya begitu saja. Namun mereka yakin orang suruhan Nicko belum melihatnya, apalagi hanya teman nya saja tadi yang berperan.


"Kau harus tanggung jawab jika sampai kekasih mu itu meneror ku." Ujar pria itu yang merasa takut.


"Tenang saja, orang tua ku yang akan membantumu." Jawab Nesya dengan terkekeh.


Mereka melanjutkan obrolan mereka dengan Senda gurau. Dan semua itu tak luput dari pengawasan orang suruhan Nicko. Hingga berbagai senyuman dan tawa Nesya diabadikan melalui gambar dan terkirim ke Nicko.


Yang jelas saja membuat pria keturunan Brown itu merasa semakin panas dan terbakar api cemburu. Hingga membuat Nicko berpikir apa pria itu sebenarnya kekasih wanita nya atau mantan kekasihnya. Karena mereka begitu dekat sekali.


Hingga Nicko memutuskan untuk menyusul wanita nya itu. Tak ingin membiarkan Nesya terus-menerus berbagi senyuman dengan pria lain. Hanya Nicko yang boleh menyaksikan kecantikan senyuman Nesya.


Nicko yang berhati-hati karena tergesa-gesa berjalan, tanpa sengaja menabrak seseorang yang tengah berjalan di depannya.


Bruk


"Aww" Teriak seorang wanita yang nampak terjatuh.


"Sorry, aku tak sengaja." Ucap Nicko kemudian menolong wanita itu.


"It's ok, dan terimakasih sudah menolong ku." Tutur nya dengan tersenyum manis. Nampaknya wanita itu tertarik dengan pesona seorang Nicko.


Namun Nicko sama sekali tak menggubris perkataan wanita itu. Justru segera berlalu untuk melanjutkan tujuan nya untuk menyusul Nesya yang sedang bersama pria.


"Tampan sekali, sepertinya pria negara ini memiliki ketampanan di atas rata-rata. Mengapa aku tak pernah diberi tahu?" Gumam wanita itu yang masih tersenyum tipis. Menatap punggung Nicko yang berjalan semakin menjauh.


"Kau akan menjadi milikku, Boy. Aku harap kau belum memiliki kekasih." Tutur wanita itu dengan penuh percaya diri.


Next .......