GEEKY GIRL

GEEKY GIRL
Kedatangan



Nesya yang tengah asik dengan teman kuliahnya, terkejut kala mendapati tangan nya tiba-tiba tertarik oleh sesuatu. Saat mendongak, Nesya dibuat terkejut dengan kehadiran pria itu di hadapannya.


Dia adalah Vero, si mantan kekasih nya yang telah menyakiti nya dulu.


"Nesya, aku selama ini mencari mu kemana-mana. Aku ingin bertemu dengan mu dan menebus semua kesalahan yang pernah ku lakukan dulu." Rentetan ungkapan Vero ungkapkan sebelum Nesya merespon kehadiran dirinya yang tiba-tiba.


Sontak rasa terkejut yang Nesya rasakan berubah menjadi sebuah tawa yang begitu nyaring. Merasa lucu kala mendengar perkataan yang Vero ucapkan. Setelah sekian lama, lalu datang dengan tiba-tiba dan berujar omong kosong seperti itu.


"Apa kau bercanda? Aku tak memiliki waktu untuk menanggapi candaan tak masuk akal mu." Tegas Nesya menatap Vero dengan datar.


"Kenapa? Apa karena pria ini?" Tanya Vero menunjuk pria bernama Aaron itu. Pria yang sejak tadi menemani mantan kekasih nya itu.


"Itu bukan urusan mu." Jawab Nesya dengan datar.


Belum usai menyelesaikan permasalahan nya dengan Nicko. Sekarang malah ada masalah baru yang datang bersama mantan kekasih nya.


Pada akhirnya Aaron ang mulai paham dengan keadaan yang tengah terjadi pun segera membantu Nesya. Dengan menjauhkan pria yang kehadiran nya tak terduga itu dari sahabat nya.


Meski awalnya Vero memberontak, namun karena dari postur lebih unggul Aaron. Jadilah dapat dengan mudah Aaron menghentikan pemberontakan pria itu.


"Nesya, aku hanya ingin berbicara sebentar dengan mu." Pinta Vero yang merasa tak lagi dapat memberontak dari cekalan pria yang entah siapa, dirinya tak tahu.


Nesya memutar bola mata-nya malas. Karena Nesya tahu itu hanyalah akal-akalan pria itu. "Bicaralah sekarang, aku tak memilki banyak waktu." Ujar Nesya dengan datar.


"Aku ingin berbicara empat mata saja." Ujar Vero memperjelas keinginan nya.


Nesya tampak berpikir sejenak, sepertinya tak ada salahnya juga untuk melakukan ini. Apalagi ini bisa menjadi salah satu caranya supaya Nicko semakin ilfil dengan nya.


Sebenarnya Nesya juga penasaran dengan apa yang akan Vero sampaikan. Bagaimana pria itu akan mencoba merayunya kembali.


"Baiklah." Putus Nesya akhirnya.


Mereka akhirnya berpindah ke tempat yang lebih privasi, untuk membicarakan sesuatu yang ingin Vero katakan. Meninggalkan Aaron yang tampak tak menyangka dengan keputusan yang Nesya buat.


Hingga selang beberapa menit, kedatangan seseorang mengalihkan atensi pria itu. Teman wanita nya yang sebenarnya memang ikut berlibur ke negara ini. Siapa lagi jika bukan, Sidy.


"Kau lama sekali." Tuturnya pada wanita itu.


"Yeah, aku mengisi perut ku sejenak." Jawab wanita itu tersenyum tanpa dosa.


Padahal telah banyak kejadian yang sudah wanita itu lewatkan. Jika kedatangan mantan kekasih Nesya tadi ada Sidy. Pastilah pria itu tak akan berani membawa kabur sahabat nya seperti ini.


"Nesya di mana?" tanya Sidy celingukan mencari Nesya.


Aaron memutar bola matanya malas. "Kau terlambat, dia dibawa kabur oleh mantan kekasihnya." Jawab Aaron dengan ketus.


Sidy membulatkan mata nya dengan sempurna. "What?! Mengapa bisa?" tanya nya tak mengerti.


Akhirnya mereka hanya dapat duduk tenang menunggu Nesya dan mantan kekasih nya selesai berbicara. Walaupun mereka tak tahu kapan akan selesai nya.


***


Sementara Nicko yang sedang dalam perjalanan menyusul ke tempat Nesya harus terhenti sejenak. Karena klien nya yang datang dari LN memajukan meeting mereka. Karena klien nya itu harus segera pulang sore ini.


Hingga kini akhirnya meeting itu telah selesai. Tanpa menunda lagi, Nicko segera melajukan kendaraan nya menuju lokasi Nesya. Nicko juga sudah mendapat kabar bahwa Nesya menemui pria lain lagi. Yang ternyata setelah di cari tahu adalah mantan kekasih wanita nya.


"Kau semakin menjadi, Girl" Gumam Nicko semakin geram, setelah mengetahui pria kedua yang Nesya temui. Nicko benar benar terbakar cemburu kali ini.


Nicko akhirnya sampai di mana lokasi Nesya berada. Pria itu segera melangkahkan kakinya untuk menuju tempat Nesya berada. Dengan wajah yang tampak menahan segala kecemburuan dan emosi.


"Di mana Nesya?" tanya Nicko tanpa basa-basi, pada Aaron dan Sidy.


Membuat mereka berdua merasa terkejut dengan suara Nicko yang tiba-tiba. Ditambah lagi dengan kedatangan pria itu bertanya terkait Nesya.


Aaron menatap pria itu biasa saja, sementara Sidy menatap nya dengan mata membulat sempurna. Betapa tidak, pria yang menabrak dirinya tadi adalah pria di depan nya saat ini. Betapa sempit dunia.


"Di sana. Kau calon suami nya kan? Bawalah Nesya pulang sebelum dia kabur." Tutur Aaron yang memang mengetahui bahwa Nicko adalah pria yang akan menikahi Nesya.


Tentu saja Nicko setuju jika Nicko akan menikahi sahabat nya itu. Karena dilihat dari sisi manapun, Nicko tampak pria yang pantas untuk menjaga dan melindungi Nesya.


Sedangkan Sidy semakin dibuat menganga tak menyangka, rupanya pria yang menjadi calon incaran nya itu adalah calon suami sahabat nya. Dunia benar benar senang mempermainkan dirinya.


Padahal selama ini Aaron memendam perasaan pada nya. Namun Sidy tak menyadari dan mengabaikan hal itu. Hanya Aaron yang senantiasa peduli dan terus memendam perasaan nya. Untuk mengungkapkan pun, Aaron merasa belum berani.


Nicko yang mendapatkan petunjuk keberadaan wanita nya pun segera berlalu dari hadapan mereka. Menyisakan Aaron dan Sidy yang masih tampak syok.


"Kau kenapa?" tanya Aaron yang tak mengerti dengan respon yang wanita itu tunjukkan.


"It's ok. Hanya terkejut sedikit." Jawab Sidy teramat malu untuk jujur.


Biarlah Ia pendam sendiri supaya tak malu. Sidy juga tak akan mungkin mau merebut Nicko dari Nesya. Lagi pula Nicko nya juga pasti tak akan mau dengan dirinya. Sidy cukup tahu itu, terlihat sekali dari rasa cemburu yang Nicko tunjukkan pada Nesya.


Nicko yang telah sampai di tempat Nesya, seketika mengepalkan tangan nya. Kala melihat tangan Vero dengan lancangnya menggenggam tangan Nesya. Yang lebih membuat nya geram, Nesya tak menolak perlakukan itu.


"Brengsek!" umpat Nicko sembari melayangkan bogem mentah pada pria itu.


Membuat kedua insan yang tengah fokus berbicara itu terkejut bukan main. "Nicko?" Ujar Nesya terkejut. Meski tahu ada seseorang yang di minta mengawasi dirinya oleh Nicko. Namun tak menyangka bila pria itu sendiri yang akan datang menyusul nya.


"Pulang sekarang!" tegas Nicko menarik lengan Nesya dengan erat dan tergesa-gesa. Meninggalkan Vero yang tampak masih terkapar di lantai.


Next .......