GEEKY GIRL

GEEKY GIRL
Bersama Mami



Sementara Nesya saat ini sedang mengobrol bersama Mami. Terlihat Mami begitu welcome pada Nesya. Bahkan sejak awal membuka pembicaraan, Mami tak pernah melunturkan senyuman di bibirnya.


"Sejak kapan kamu sama Nicko menjalin hubungan Sayang?" tanya Mami yang memang dari awal terlihat menyukai Nesya.


Tak peduli dengan wajah dan penampilan wanita yang menjadi kekasih putranya itu. Karena bagi mereka yang terpenting adalah attitude dan etika. Jadi bagaimanapun Nesya, asalkan baik dan sopan. Mereka akan setuju.


Dan yang terpenting Nicko mencintai wanita yang menjadi pilihannya sendiri. Karena saat dipilihkan nyatanya, Nicko sama sekali tak bisa menerima Karnia. Hingga membuat Karnia mencari pelarian ke pria lain.


"Emm kira-kira sejak sebulan yang lalu Mi." Jawab Nesya mengarang cerita.


Nicko juga tak mengatakan apa saja yang harus dikarang olehnya. Karena Nicko pikir Maminya tak akan mengajak Nesya untuk mengobrol terpisah seperti ini dengan dirinya. Padahal Nicko sudah mempersiapkan segala jawaban yang sekiranya akan ditanyakan oleh sang Mami.


"Benarkah? Berarti kalian belum lama kenal Sayang?" tanya Mami lagi pada Nesya.


"Emm iya Mi, mungkin baru kenal sekitar enam bulanan Mi." Tutur Nesya menjawab pertanyaan Mami.


Nesya benar-benar mengarangnya dengan bebas. Tak ada persiapan sama sekali, sehingga apa yang sekiranya terlintas dalam pikirannya Ia keluarkan.


Padahal sebulan yang lalu saja, dirinya masih berada di luar negeri. Apalagi enam bulan yang lalu.


Eh tapi bukankah dirinya bertemu Nicko sudah sekitar empat tahun yang lalu. Lalu mengapa tak Ia katakan itu saja tadi.


Tunggu, tapi saat mereka bertemu kan saat dirinya menjadi Nesya yang asli. Berarti benar jika dirinya tak menjawab sekitar empat tahun yang lalu.


Kemudian pembicaraan mereka masih berlanjut sampai Mami menanyakan semua yang ingin dirinya ketahui dari wanita yang dicintai putranya itu.


"Maafkan Mami karena masih sering memaksa Nicko untuk menerima Karnia. Karena Mami tidak tahu Nicko sudah ada kamu nak." Ujar Mami merasa menyesal yang mungkin telah membuat Nesya merasa tidak nyaman selama ini.


"Iya Mi, tidak masalah." Tutur Nesya dengan tersenyum.


"Apa kamu mau tahu bagaimana Mami bisa melakukan hal itu? Tapi kamu harus tahu, Nicko dari awal memang tak pernah menerima Karnia. Jadi kamu jangan marah atau cemburu ya." Jelas Mami yang takut Nesya akan tidak nyaman bila membahas tentang Karnia.


Tapi bagi Mami Nesya juga harus tahu. Supaya Nesya tak akan merasa cemburu jika sewaktu-waktu Karnia masih menganggu Nicko.


Karena dapat dipastikan olehnya, Nicko selama ini tak bisa menerima Karnia. Juga tak memiliki perasaan apapun pada wanita itu.


"Iya Mi, Nesya tidak cemburu. Karena Nesya tahu Nicko hanya mencintai Nesya seorang." Ujar Nesya mencoba meyakinkan Mami bahwa mereka memang sepasang kekasih yang saling mencintai.


"Emm baiklah kalau begitu." Jawab Mami dengan tersenyum.


Kemudian Mami menceritakan dari awal mula dirinya mengenal Karnia. Wanita yang pernah menolong dirinya, kemudian sampai mendekatkan Karnia dengan putranya.


Hingga Karnia selalu mendapatkan penolakan dari putranya itu. Namun Karnia tetap tak menyerah dan tetap berusaha meluluhkan hati Nicko.


Lalu di mana Mami memergoki Karnia yang tengah berselingkuh dengan pria lain. Yang membuat Mami kecewa dan memutuskan untuk memikirkan kebahagiaan Nicko.


Wajar saja selama ini, Nicko tak pernah menunjukkan sikap sebagai seorang kekasih pada Karnia. Karena Nicko memang tak memiliki perasaan kepada wanita itu. Hanya Karnia yang begitu menginginkan Nicko.


Nesya teringat saat berulang kali Nicko mengatakan tak mencintai Karnia. Awalnya Ia tak begitu yakin dengan perkataan pria itu. Tapi setelah mendengar semua penjelasan Mami, kini Nesya menjadi mengerti.


"Apa yang membuat kamu bisa menerima putra Mami sayang?" tanya Mami setelah selesai menceritakan bagaimana kisah Nicko dan Karnia.


Nesya yang mendapat pertanyaan itu menjadi bingung dibuatnya. Bagaimana bisa menjawab, kalau sebenarnya mereka saja tidak benar-benar saling mencintai. Apa yang membuat dirinya menerima Nicko, karena sedang menjalankan tugas dari atasannya itu.


"Emm karena perjuangan Nicko yang membuat Nesya menjadi tersentuh Mi." Tutur Nesya menjawab ragu-ragu.


"Benarkah? Bagaimana perjuangan yang putra Mami lakukan? Mami ingin tahu bagaimana putra Mami meluluhkan hati kamu." Tanya Mami yang merasa penasaran.


Nesya semakin dibuat panik mendengar perkataan Mami Nicko. Bagaimana dirinya akan menjelaskan? sepertinya dirinya telah salah bicara dengan mengatakan hal itu. Perjuangan apa yang harus dirinya katakan.


Hingga kebingungannya tergantikan dengan kelegaan saat mendengar suara Nicko yang memanggil namanya.


"Kalian di sini rupanya." ujar Nicko mendekati mereka.


"Mi, Nesya harus segera mengantarkan Nesya pulang. Ini sudah malam, takut kemalaman." Tutur Nicko menghentikan segala interogasi yang Maminya lakukan pada sekretarisnya itu.


"Huh padahal Mami belum selesai bercerita dengan Nesya. Mami menyukainya Nick. Jika kalian sudah siap, lebih baik segera menikah saja." Ujar Mami yang merasa cocok dengan Nesya.


Menurutnya Nesya begitu berbeda dengan Karnia. Nesya lebih membuat nyaman bila diajak mengobrol olehnya. Sedangkan Karnia kebiasaannya hanya sering mengajaknya belanja bersama. Jarang mengobrol, kalaupun mengobrol mungkin hanya sesekali dan seperlunya.


Nesya dan Nicko seketika terkejut mendengar perkataan Mami. Bagaimana tidak? hubungan mereka ini hanya sandiwara semata. Jadi mana mungkin bisa kejenjang yang serius seperti itu.


"Mi, Nesya masih pengen fokus ke karirnya dulu. Jadi Mami jangan membahas pernikahan dulu." Tutur Nicko demi menghindari ungkapan konyol maminya.


"Benarkah sayang? bukankah Nicko sudah banyak uangnya. Jadi untuk apa lagi kamu harus bekerja. Baurkan Nicko saja yang lelah h bekerja, kamu cukup diam di rumah bersama Mami." Rayu Mami supaya Nesya mau segera menikah dengan putranya.


Mami sebenarnya merasa sedih dengan keadaan Nicko saat ini. Usianya sudah hampir menginjak angka tiga puluh. Tapi tak kunjung membangun kehidupan rumah tangga. Dirinya juga ingin menimang cucu dari putra-putranya.


Mendengar perkataan Mami membuat Nesya dan Nicko menjadi kikuk. Bingung dengan apa yang harus mereka jawab. Hingga akhirnya, Nesya kembali membuka suara.


"Iya Mi, nanti kalau Nesya sudah siap ya. Karena sekarang Nesya juga ingin menjadi wanita karir yang keren. Ingin membuat kedua orang tua Nesya bangga Mi." Jawab Nesya mencoba meredakan keinginan Mami Nicko.


Hingga akhirnya Mami mengerti dengan apa yang Nesya sampaikan. "Baiklah jika begitu. Kalian jangan sampai berakhir oke." Ujar Mami yang entah sama sekali tak rela Nesya pergi dari kehidupan putranya.


"Nesya pulang ya Mi." Pamitnya pada Mami, dengan memeluk Mami Nicko.


Dan mereka pun pergi meninggalkan kediaman Brown.


Next .......