GEEKY GIRL

GEEKY GIRL
Kepergian



Dengan tegas Nesya menjawab. "Tidak, tentu saja tidak. Pria sepertinya tak layak masih ada dalam hati ku."


Nesya berujar tampak menggebu-gebu. Meski tujuan nya untuk membuat Nicko ilfil padanya, namun juga tak sampai hal konyol seperti itu. Nesya masih menjunjung tinggi rasa gengsi nya jika harus berbohong bahwa masih memiliki perasaan kepada Vero.


"Lalu? mengapa kau gugup saat menjawab pertanyaan ku?" tanya Nicko dengan tatapan mengintimidasi.


Nesya dibuat kelabakan oleh tatapan dan pertanyaan yang Nicko utarakan. Bingung juga akan menjawab apa untuk mengatasi pria di depan nya itu.


Diam nya Nesya membuat Nicko akhirnya berhenti untuk bertanya. Biarlah nanti dirinya akan mencari jawaban nya sendiri jika Nesya tak mampu menjawab pertanyaan itu.


"Lusa kita akan menikah." Tutur Nicko dengan tegas. Tak ingin mendengar apapun kalimat penolakan yang mungkin akan Nesya sampaikan.


Nesya membulatkan matanya seketika. Gila! Benar benar gila. Bagaimana mungkin Nicko dengan entengnya berujar seperti itu. Jelas saja Nesya akan menolak dengan tegas.


"Aku belum menyetujui nya, lagipula kedua orangtua ku belum tentu langsung memberimu izin." Kilah Nesya menatap Nicko balik dengan tajam.


Nicko terkekeh pelan dengan ucapan yang Nesya utarakan. Benar tebakan nya, Nesya tentu akan mengutarakan sebuah penolakan berupa kalimat yang menunjukkan ketidak setujuan.


"Orangtua mu sudah memberikan izin, bahkan besok memintaku untuk membawa serta kedua orangtua ku. Hanya kau saja yang tak setuju akan hal ini? tak akan merubah keputusan apapun." Ujar Nicko berujar dengan menyeringai.


Nesya mulai berpikir, sekarang menjadi paham. Jadi pembicaraan yang Nicko katakan penting bersama orangtua nya adalah pembicaraan terkait ini. Oh no, Nesya tak siap sama sekali. Dirinya harus merencanakan sesuatu supaya ini bisa gagal.


"Baiklah terserah kau saja. Aku ingin ke rumah Teira sekarang. Jadi kau pulanglah dan persiapkan semuanya sesukamu." Ujar Nesya berujar dengan ketus.


Nesya berusaha menunjukkan sikap seolah dirinya pasrah dengan keputusan yang Nicko buat. Karena tentu saja dirinya memiliki sebuah rencana nantinya. Maka jangan sampai Nicko atau siapapun curiga dengan dirinya.


Nicko menatap Nesya dengan heran. Merasa tak percaya dengan respon yang wanita nya tunjukkan. Apa Nesya memang sudah mulai menerima nya jadi pasrah begitu. Atau wanita di hadapan nya itu sedang menyusun dan menyiapkan sebuah rencana.


"Apa kau merencanakan sesuatu, Girl?" tanya Nicko menatap Nesya dengan lekat.


Nesya menghela nafasnya dengan lelah, kan sulit sekali mengelabuhi pria obsesif di hadapan nya itu. Namun baiklah, jangan menyerah dulu. Ini demi masa depan yang baik Nesya.


"Apa kau ingin aku menolak mu lagi? Jika begitu baiklah, aku tidak ingin menikah dengan mu lusa." Jawab Nesya dengan ketus nya.


"Ya, baiklah-baiklah aku percaya. Kau mau ke rumah teman mu itu? Baiklah aku antarkan." Tawar Nicko memaksa.


Nesya hanya bisa pasrah menuruti Nicko. Daripada nantinya pria itu akan menggagalkan rencananya. Lagipula tak ada salahnya juga jika Nicko yang mengantarnya ke tempat Teira.


Akhirnya Nesya pergi ke rumah Teira setelah berpamitan pada Mama dan Papa, bersama Nicko pastinya. Dalam perjalanan mereka hanya saling diam, hanya sesekali mereka berbicara.


Kala Nicko yang memulai, namun Nesya menjawab dengan kalimat yang harus membuat obrolan mereka berakhir. Begitulah seterusnya sampai mereka banyak terdiam pada akhirnya.


***


"Ra, please tolong bantu akau untuk berpikir. Aku benar benar tak siap untuk segera menikah dengan Nicko." Tutur Nesya berujar dengan mengiba pada teman nya itu.


Nesya sudah menceritakan semuanya rencana gila Nicko. Yang akan menikahi dirinya, lusa. Teira merasa maklum dengan apa yang Nicko lakukan, daripada dirinya. Kekasihnya pergi meninggalkan dirinya dengan alasan pekerjaan.


Sepertinya Nesya juga memiliki perasaan yang sama, hanya saja mungkin Nesya tak memiliki kesempatan merealisasikan. Karena Nicko yang lebih banyak berperan dan mendominasi hubungan mereka.


"Apa kau tak memiliki perasaan pada Tuan Nicko?" tanya Teira dengan penasaran.


Nesya terdiam mendengar pertanyaan Teira. Sepertinya ada, karena mustahil Nesya tak memiliki perasaan itu setelah semua kebersamaan dan perjuangan yang Nicko tunjukkan untuknya.


Namun bukan berarti mereka harus menikah secepatnya bukan. Nesya tak siap jika harus segera menikah dengan pria itu. Nesya masih ingin menikmati masa kebebasan, masa single nya dengan suka ria.


"Sepertinya ada, tapi bukan berarti aku mau menikah secepat itu denan nya Ra." Jawab Nesya dengan frustasi.


"Lalu apa mau mu?" tanya Teira lagi.


"Ya jangan menikah dengan terburu-buru. Aku masih ingin menikmati kebebasan ku." Jawab Nesya dengan yakin.


"Mungkin Tuan Nicko memang sudah waktunya untuk menikah. Jika kau tak mau, katakan sejujurnya. Biarkan Tuan Nicko mencari calon istri yang lain, yang memang siap menjadi istri nya dalam waktu segera." Jelas Teira mencoba memanasi wanita keras kepala itu.


Nesya melebarkan matanya, kala mendengar perkataan Teira. Meski menolak menikah dengan Nicko dalam waktu dekat ini, namun Nesya juga tak rela membiarkan Nicko bersama orang lain.


"No. Nicko hanya milikku, tak akan ku biarkan wanita manapun berani mendekatinya." Tegas Nesya dengan menggebu.


"Jika begitu, menikahlah dengan Tuan Nicko. Sebelum pria mu itu memilih wanita lain" Kata Teira.


Nesya tersenyum dengan sinis. "Nicko tak mungkin mau dengan yang lain. Selama ini dia menunggu ku. Jadi tak akan mungkin hatinya berpaling dari ku meski hanya sejenak saja." Ujar Nesya dengan begitu yakin nya.


Membuat Teira menggelengkan kepalanya. Nesya benar-benar keras kepala memang. Sudahlah, dirinya tak akan bisa membuat wanita itu sadar. Kecuali keadaan memang sedang ingin menguji Nesya, pastilah wanita itu akan dasar dengan sendirinya.


"Kalian harus membantu ku." Ujar Nesya tampak menghubungi ked sahabat kuliah nya.


"Beres" Ujar Nesya pada Teira. Bahkan Teira sendiri tak paham dengan apa yang Nesya rencanakan.


***


Keesokan harinya, kedua orangtua Nesya dan Nicko dibuat heboh dengan kepergian Nesya. Nesya yang semalam tidak pulang ke rumah membuat Mama berpikir mungkin sedang menginap di rumah Teira.


Hingga Mama merasa tenang jika benar Nesya di sana. Namun ketika siang nya mereka akan mengadakan pertemuan keluarga. Nesya yang begitu sulit dihubungi akhirnya dicari. Dan setelah ditelusuri rupanya putri nya itu telah terbang ke LN bersama kedua sahabatnya serta.


Hal itu membuat mereka semua merasa kesal dengan kelakuan Nesya itu. Tak berbeda dengan Nicko, bukanlah kemarahan yang pria itu rasakan. Kini hanya tertinggal rasa kecewa nya.


Ternyata benar apa yang dirinya pikirkan kemarin, Nesya memang memilik sebuah rencana untuk menggagalkan acara mereka besok. Dan kini terbukti, Nicko tak pernah menyangka Nesya akan nekad melakukan hal ini.


"Mungkin karena kau tak memiliki perasaan padaku, Girl." Gumam Nicko berucap lirih. "Aku akan melepas mu, jika itu keinginan mu." Lanjutnya berujar. Mungkin dirinya terlalu memaksakan kehendak selama ini.


Next .......