
Hector menurut. Perlahan-lahan ia berjalan mendekati permata yang ada di balik batang pohon yang terbelah itu. Hector menjulurkan tangannya lantas cahaya berwarna merah terang melingkupi seluruh area tersebut. Serta merta Ilena pun menutup wajahnya dengan kedua tangan. Detik berikutnya, keempat orang itu sudah kembali berada di atas bukit di pinggir pantai dalam keadaan gelap gulita.
“Apa itu tadi? Apa misinya sudah selesai?” tanya June masih beradaptasi dengan kegelapan.
Ilena pun sama. Matanya yang tiba-tiba dihadapkan pada kegelapan pun harus beradaptasi selama beberapa saat sampai akhirnya samar-samar bisa melihat menara jam yang berdiri di hadapan mereka. Tak lama setelah itu, sebuah hologram notifikasi muncul di hadapannya.
Sub Quest Memory Key: Red Obelisk (Clear)
Player yang terhormat,
Selamat karena tim anda telah berhasil menyelesaikan sub-quest Memory Key: Red obelisk. Kini salah satu anggota Black Dragon telah mendapat ingatannya kembali. Seluruh kemampuannya dipulihkan hingga berada dalam batas maksimal. Permata Red Obelisk telah dipasangkan dalam sistem anatomi Hector Gianni. Kesadarannya telah dipulihkan.
Untuk player lain yang masuk ke dalam dungeon taman gantung Antares, akan diberikan reward berupa Moonstone dengan nominal masing-masing 100.000 Moonstone.
Silakan menerima Memory Key selanjutnya yang akan muncul begitu notifikasi ini menghilang.
Ilena mengetuk layar hologramnya dan sebuah anak kunci besar berwarna ungu tua muncul di hadapannya. Ini adalah Memory Key yang keempat. Sisa tiga lagi hingga seluruh quest berakhir. Namun sebelum membuka memory key tersebut, Ilena lebih dulu memeriksa kondisi Hector yang kini sudah duduk bersimpuh di tanah sembari memasang ekspresi terkejut.
“Hector? Kau baik-baik saja? Apa yang terjadi?” tanya Ilena sembari menepuk bahu Hector dan berlutut di depannya.
“Apa kau terluka? Ada yang perlu kusembuhkan?” Rafael turut bertanya dengan cemas.
Hector menatap berkeliling ke seluruh rekan-rekannya. Wajahnya menyiratkan kesedihan yang amat dalam.
“Aku sudah mengingatnya. Galatean. Itu bukan sekedar sistem. Tempat itu nyata. Itu adalah kehidupan kita sebelum di berada di dunia ini. Aku ingat semuanya,” kata Hector dengan suara penuh kepedihan.
Ilena mengerutkan kedua alisnya. Ia tidak mengerti kenapa Hector tiba-tiba meracau seperti itu. Setelah menatap June dan Rafael dengan bingung, gadis itu pun kembali berbicara pada Hector.
“Katakan pada kami, apa yang terjadi setelah kau mengambil permata itu?” tanya Ilena dengan nada selembut mungkin. Ia merasa kalau sepertinya sistem telah dengan sengaja mengacaukan pikiran Hector, entah dengan alasan apa.
Hector tertunduk sejenak, lantas mengangkat pergelangan tangan kanannya. Tepat di titik nadi pergelangan tangan kanan Hector, kini sebuah permata merah berkilau tertanam di dalam kulitnya. Sontak Ilena, June dan Rafael pun terkejut melihatnya.
“Kenapa batu itu menempel padamu? Apa ini menyakitkan?” sergah Ilena sembari meraih pergelangan tangan Hector. Batu itu benar-benar merasuk dalam daging pria itu. Dingin dan keras, tetapi menyimpan energi luar biasa. Ilena bisa merasakannya.
“Kita perlu operasi untuk mengeluarkannya. Rafa, apa kau bisa melakukan itu dengan kemampuan priestmu?” June menimpali dengan khawatir.
Rafael tak kalah panik. Pemuda itu hanya menoleh ke arah tangan Hector dan wajah June beberapa kali sembari merintih pelan. “E, entahlah. Aku belum pernah mencoba melakukan tinakan seberbahaya itu pada manusia,” gumamnya tergagap. Kebiasaan buruk Rafael setiap kali merasa panik.
Hector menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri di tengah kepanikan rekan-rekannya. Padahal sebenarnya dialah yang mengalami hal yang paling mengejutkan. Beruntung Hector adalah seorang polisi. Setidaknya ia terbiasa mengatasi situasi yang paling genting sekalipun dengan pikiran yang tenang.
“Aku baik-baik saja. Dan Kristal ini memang sudah berada di tempat yang benar,” kata Hector sembari menarik tangannya dari genggaman Ilena.