Galatean: The Lost Archer

Galatean: The Lost Archer
Perbatasan



Dua hari kemudian, Ilena dan Hector akhirnya sampai di perbatasan Bryxton. Hector memilih jalan memutar untuk menyusup ke dalam kota. Akan tetapi sesuai perkiraan, seluruh perbatasan dijaga oleh polisi militer yang terlihat seram.


“Kita tetap harus meninggalkan mobil barumu, Hector. Biarkan Javier mengirim orang untuk mengurusnya,” saran Ilena kemudian.


Hector tampak berat hati. Akan tetapi ia juga tidak punya jalan keluar lainnya. Para penjaga perbatasan itu tidak bisa diajak bernegosiasi. Akhirnya Hector pun menuruti saran Ilena. Ia memarkirkan mobilnya di sebuah penginapan yang dekat dengan perbatasan. Setelah memastikan kalau Javier akan mengirim orang untuk mengurus mobil baru Hector, mereka berdua pun akhirnya memulai rencana penyusupan.


Perbatasan kota Bryxton berupa wilayah bukit dengan sebuah sungai. Beberapa pos polisi militer didirikan di sekitar bukit dan para penjaga berkeliling setiap beberapa menit sekali. Ilena hanya punya waktu melewati para penjaga itu ketika mereka sedang berganti shift.


Keduanya pun mengintai di dekat salah satu pos jaga. Beruntung mereka datang tepat saat waktunya pergantian shift. Empat orang penjaga tampak sedang melakukan serah terima pekerjaan. Ilena dan Hector memanfaatkan keadaan itu untuk masuk melewati jembatan gantung yang membelah sungai. Keduanya mengenakan penutup wajah untuk menyamarkan identitas mereka.


Separuh perjalanan mereka berjalan lancar. Sayangnya, belum sampai Ilena dan Hector mencapai seberang, salah seorang penjaga menyadari keberadaan mereka yang mengendap-endap. Sontak empat polisi militer itu pun mengejar Ilena dengan sepucuk pistol di tangan mereka masing-masing. Tampaknya keempat penjaga itu sangat serius melindungi wilayah Bryxton.


Ilena dan Hector berlari secepat mungkin untuk bisa mencapai seberang. Akan tetapi keempat orang itu sudah menghadang mereka di ujung jembatan, bersama pistol yang teracung.


“Kalian dilarang melewati perbatasan tanpa izin! Silakan kembali!” teriak salah satu penjaga yang sepertinya punya jabatan tertinggi.


“Sekarang, Hector!” pekik Ilena sembari melompat ke atas pegangan jembatan.


Hector mengeluarkan pedang besarnya dan berlari menyongsong para penjaga. Keempat polisi militer itu sangat terkejut. Mereka segera memberondongkan tembakan ke arah Ilena dan Hector. Ilena yang memiliki kelincahan dan tingkat hindaran yang tinggi bisa berkelit dari semua serangan tersebut. Hector, sementara itu, menangkis semua peluru yang ditujukan padanya dengan pedang besar.


Tak butuh waktu lama sampai mereka berdua akhirnya sudah berada di hadapan para polisi militer itu. Hector dan Ilena meringkus keduanya dalam waktu singkat dan membuat mereka pingsan begitu saja.


“Apa yang harus kita lakukan pada mereka. Kalau markas mereka mengetahui penyerangan ini, kita bisa-bisa menjadi buronan penyusup yang dikerjar-kejar oleh pemerintah kota Bryxton,” keluh Hector sembari memandangi tubuh keempat orang itu.


“Kalau begitu kita harus bisa menemukan target dengan cepat, lalu membawanya keluar dari Bryxton,” kata Ilena berpikir praktis.


“Bagaimana kalau anak itu tidak bisa atau tidak mau ikut dengan kita? Memangnya kau mau menculik anak di bawah umur dari keluarganya. Dia masih kecil,” ucap Hector kembali memperingatkan.


“Kita pikirkan lagi setelah melihat situasinya, Hector. Saat ini, prioritas kita adalah menyelesaikan quest. Sebaiknya kita lekas pergi sebelum mereka bangun,” usul Ilena sembari menggotong salah satu tubuh polisi militer itu ke tempat yang lebih nyaman.