
Setelah selesai menghubungi Javier, Ilena lantas beralih pada chat party yang ada di sistem. Ia harus menghubungi June, dan cara yang paling cepat adalah melalui chat party. Hologram notifikasi akan langsung muncul di hadapan player, sehingga June pasti mau tidak mau membaca notifikasi tersebut. Cara itu jauh lebih efektif daripada menggunakan ponsel.
“June, apa kau sibuk hari ini?” tulis Ilena di pesan chat party.
“Kau mengirim pesan party?” tanya Hector yang juga mendapat notifikasi hologram sistem.
“Lebih cepat begitu, kan,” sahut Ilena cepat.
Dan benar saja. Tak lama kemudian balasan dari June muncul.
“Aku baru saja menyelesaikan jadwalku. Sekarang aku ada di rumah,” jawab June dalam pesan grup.
“Apa kau lelah? Kami berencana masuk ke dungeon hari ini. Tapi kalau kau lelah kita bisa masuk besok.” Ilena menuliskan balasannya dengan pikiran.
“Tidak. Lakukan sekarang saja tidak apa-apa. Apa ini berkaitan dengan quest mencari rekan baru? Apa kalian menemukannya?” balas June.
“Ya. Kami sudah menemukan Rafael Angelo. Masalahnya sedikit sulit membuatnya percaya pada kata-kata kami,” kata Ilena.
“Begitukah. Kalau memang perlu masuk dungeon, aku siap sekarang. Hmm … kalau besok, jadwalku sedikit padat.” June kembali membalas.
“Bagaimana?” tanya Ilena beralih pada Hector yang ada di hadapannya.
“Yak kau cek dulu kabar dari Javier,” sahut Hector sembari mengangguk pada ponsel Ilena.
Benar saja, Javier sudah mengirimkan pesan singkat berisi lokasi dimana dungeon break terjadi di area itu. Ilena membukanya dan mendapati bahwa tempat itu rupanya tidak terlalu jauh dari apartemen tempat mereka berada sekarang. Dungeon itu juga masih baru terbuka, kurang lebih satu jam yang lalu.
“Kalau begitu biar aku coba membujuk Rafael. Kau selesaikan pembicaraanmu dengan June,” kata Hector sembari masuk ke dalam kamar apartemen lagi.
“Oke, June. Kita akan masuk ke dungeon sebentar lagi. Sebagai informasi, kami ada di Bryxton. Dungeon break ada di dekat sini dan sudah terbuka selama satu jam terakhir,” tulis Ilena dalam pesan sistem.
June mengetik selama beberapa saat sebelum akhirnya membalas. “Bryxton? Bukannya Negara itu tertutup untuk umum? Bagaimana kalian bisa masuk? Wah, luar biasa memang perusahaan kalian.”
Ilena mendengkus singkat. Andai June tahu bagaimana cara mereka masuk ke Bryxton. Ilena mempertimbangkan sejenak, apakah perlu memberi tahu June tentang kondisi mereka sekarang. Akan tetapi Ilena akhirnya memutuskan untuk memberitahunya, mengingat June juga mungkin akan kesulitan setelah keluar dari dungeon nanti.
“Ceritanya panjang, June, dan sepertinya sedikit berberda dengan bayanganmu. Kami tidak masuk secara legal, jadi aku tidak menjamin kita bisa keluar baik-baik dari Bryxton,” balas Ilena menjelaskan situasi.
Sekali lagi membutuhkan waktu bagi June untuk membalas. Beberapa menit kemudian, balasan June pun masuk. “Apa kau yakin tidak masalah melakukannya? Kau tahu kan, pekerjaanku sedikit sulit jika harus terlibat skandal,” balas June jelas terlihat khawatir.
Ilena menarik napas panjang sembari berpikir. “Aku hanya bisa menjanjikan kalau kabar ini tidak akan tersebar. Perusahaan akan menutupinya,” kata Ilena kemudian.
“Wah, Javier pasti harus mengeluarkan banyak uang.” Sebuah komentar baru dari Hector mendadak muncul.
“Hei, Hector, bagaimana dengan Rafael? Kenapa kau malah ikut campur di diskusiku dengan June?” protes Ilena sembari melipat tangan.
“Percakapan kalian muncul di hadapanku begitu saja. Aku tidak bisa berpura-pura tidak melihat kan. Dan sebenarnya aku tidak bermaksud mengirim komentar itu. Sistem ini terlalu sensitive, padahal aku hanya berpikir untuk diriku sendiri,” kilah Hector kemudian.
Ilena menghela napas lelah. “Terserahlah. Kau fokus saja pada Rafael, Hector,” perintah Ilena kemudian. “Jadi bagaimana June? Aku juga butuh keputusanmu.”
“Baiklah kalau begitu,” balas June.