Galatean: The Lost Archer

Galatean: The Lost Archer
Portal Dimensi



Ilena merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Berkat Javier, apartemennya yang kacau balau kini sudah kembali seperti semula. Ilena akhirnya bisa beristirahat dengan nyaman setelah berhari-hari melakukan aktivitas fisik melelahkan. Ia sudah mandi dan membersihkan diri. Kakak kembarnya bahkan mengiriminya makanan antar kesukaan Ilena. Javier memang sangat peduli padanya meskipun terkadang sedikit cerewet.


Ilena berniat untuk tidur sebentar agar tenaganya pulih besok pagi. Namun sebelum tidur, ia ingin mencoba fitur chat room party yang ada di sistem. Jika memang fitur ini sangat privat, Ilena bisa menggunakannya untuk mengobrol dengan anggota timnya di masa depan daripada harus menggunakan ponsel. Percakapan mereka tidak perlu terdeteksi oleh siapa pun.


“Cleo, buka room chat party,” perintah Ilena pada sistem.


Hologram transparan muncul di hadapan Ilena, menampilkan ruang obrolan yang berisi dirina dan Hector.


“Bagaimana caraku menuliskan pesannya?” gumam Ilena pelan.


Mendadak kata-kata Ilena tersebut muncul di layar hologram tanpa bisa dia kendalikan. Ilena tersentak pelan dan buru-buru mengoreksi.


“Bukan, bukan itu yang mau kukatakan. Cleo tolong hapus ini,” ujar Ilena kembali memberi perintah. Tulisan tadi pun menghilang begitu saja.


Gadis itu lantas mencoba memikirkan kata-kata yang ingin dia sampaikan pada Hector, dan akhirnya usahanya berhasil.


 


“Hector, ini aku Ilena. Apa kau sudah menemukan keluargamu?” tulis Ilena dengan pikirannya.


“Ternyata mudah,” gumamnya pelan.


Tiba-tiba bunyi ting pelan terdengar dan jawaban dari Hector muncul di bawah tulisan Ilena.


“Sudah. Terima kasih untuk kakakmu, juga untukmu, karena sudah membantuku menemukan mereka. Ayah, ibu dan adikku baik-baik saja. Tapi rumah kami rusak parah. Rachel bilang perusahaan kalian akan membantu merenovasinya. Sekarang kami ada di apartemen perusahaanmu. Kakakmu memberiku akses untuk tinggal di sini selama rumah kami diperbaiki. Bagaimana keadaanmu?” tanya Hector membalas pesan Ilena.


Ilena mengangguk puas. Javier memang paling bisa diandalkan.


“Aku baik-baik saja. Sekarang aku sedang beristirahat di apartemenku. Kurasa kita berada di gedung yang sama. Aku ada di lantai teratas. Kalau kau ingin menemuiku, datang saja di unit 1087. Tapi kurasa aku ingin tidur dulu sekarang. Kita bisa bertemu besok untuk membahas tentang quest. Ngomong-ngomong aku sudah mengurus soal June Park. Besok kita bicarakan lagi,” ketik Ilena memberikan balasannya.


“Baiklah kalau begitu beristirahatlah. Sampai jumpa besok,” kata Hector menutup percakapan.


Ilena tidak membalas lagi. Gadis itu lantas menyuruh Cleo menutup sistem hologramnya, lantas pergi tidur. Sungguh hari yang melelahkan.


 


 


Besoknya Ilena baru bangun pukul 12 siang. Tidurnya begitu nyenyak karena tubuhnya yang kelelahan. Ia terbangun karena suara notifikasi sistem yang tak henti-hentinya berbunyi. Ditambah ponselnya yang terus bordering.


Sambil mengerjapkan matanya yang pedih, Ilena pun memilih untuk mengangkat teleponnya lebih dulu. Ternyata Javier. Kakaknya itu menyuruh Ilena untuk segera ke kantor karena ada keadaan mendesak. Portaldungeon mendadak terbuka di dekat kota Burca. Ilena sontak bangkit dari tempat tidurnya dan bergegas untuk menyegarkan diri.


Setelah Javier menutup teleponnya, Ilena pun membuka notifikasi sistem yang ternyata merupakan pesan dari Hector melaluiparty room chat. Isinya sama, tentang potal dungeon yang muncul di dekat Burca. Javier rupanya juga menghubungi Hector di waktu yang sama.


Ilena terpaksa melewatkan sarapannya dan hanya menggigit selapis roti tawar sebelum melesat menuju kantornya. Ia tidak bertemu Hector selama perjalanannya dan mengira bahwa pria itu pasti sudah berada bersama Javier. Akhirnya setelah memarkir mobilnya dibasement, Ilena pun melesat menuju ruangan kakaknya.


“Kau sudah sampai,” sapa Javier saat melihat Ilena masuk ke ruangannya.


Sudah ada Hector, Misa, Linda dan Orlo di sana, duduk dalam kegelapan menghadap sebuah layar besar yang menampilkan tayangan livedi sebuah lokasi yang dikenal Ilena. Tayangan tersebut menunjukkan sebuah retakan dimensi berwarna hitam keunguan yang mengeluarkan energi serupa listrik yang menyambar-nyamar. Orang-orang di sekitar tempat itu menyingkir karena ketakutan, sementara beberapa orang yang dikenal Ilena sebagai karyawan perusahaan mereka tampak mengamati celah dimensi tersebut.


“Jadi seperti itu awal kejadiandungeon break?” tanya Ilena sembari duduk di sebelah Linda, sang pimpinan divisi riset.


“Seseorang melaporkannya pagi tadi dan timku sudah berada di lapangan untuk menginvestigasi. Aku sendiri akan pergi ke sana segera setelah rapat ini selesai,” katanya kemudian.


“Kalau dari tadi pagi, bukankah sudah berjam-jam retakan itu tidak terbuka?” tanya Ilena kemudian.


“Karena itu kita mengamatinya. Aku sudah mengirim lima playerberlevel tinggi untuk menanggulangi kekacauan,” sahut Misa sang pimpinan keamanan.


“Kurasa kita harus mencegah agar portal itu tidak terbuka. Apakah ada caranya?” tanya Hector.


“Menurut sistem yang kami ketahui, kemungkinannya kita harus mengirim player untuk masuk ke dalam dan mengalahkan bos monster dungeontersebut sebelum portal dimensinya terbuka. Tapi tidak ada jaminan mereka bisa keluar lagi, karena portal tersebut hanya mengizinkan tujuh player saja yang masuk. Sementara kita tidak tahu monster apa yang ada di dalamdungeon,” desah Lindah putus asa.


Ilena menarik napas panjang sambil meyakinkan hatinya. “Kalau begitu biar aku yang mencoba masuk,” ujarnya kemudian.


Sontak semua orang di ruangan itu menoleh dengan kaget ke arah Ilena. Javier, terutama, langsung bangkit berdiri karena terkejut.


“Bagaimana mungkin kita membiarkanmu masuk ke dalam sana? Kau adalah kunci untuk menyelesaikan bencana ini Ilena. Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu?” sergah Javier.


“Benar, Ilena. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di dalam portal dan bagaimana sistem portal itu muncul dan menghilang,” kata Linda khawatir.


“Sejauh ini aku adalah player dengan level tertiggi. Jadi memang hanya aku yang bisa mengalahkan monster jenis apa pun. Jadi tidak apa-apa. Aku pasti bisa melakukannya,” kata Ilena meyakinkan.


“Kalau begitu aku juga akan masuk,” sahut Hector berpartisipasi.


Javier kembali memijat keningnya sambil berkacak pinggang. “Kalian berdua ini benar-benar … ,” gumamnya terputus.


“Saat ini kalian adalah asset yang paling dilindungi. Tolong lebih memperhatikan diri kalian sendiri,” lanjut Javier dengan kacamata yang berkilat-kilat.


“Percayalah, Jav. Aku bisa melakukannya. Aku bahkan sudah mengalahkan dua bos monster sendirian. Ah, yang pertama dibantu oleh Dean. Nah, sekarang ada Hector. Aku juga mungkin harus meminta bantuan Misa dan Linda untuk masuk ke dalam. Karena tujuh orang, jadi masih ada tiga tempat lagi yang tersisa. Kau bisa memilihkan tiga orang lainnya untuk ikut masuk bersamaku,” ujar Ilena ringan.


“Kau … benar-benar … ,” gumam Javier frustrasi. Meski begitu Javier juga setuju bahwa ucapan Ilena memang benar. Di antara semua player yang ada, adik kembarnya itu adalah yang memiliki kekuatan terbesar. Ilena mungkin satu-satunya player saat ini yang bisa membunuh semua jenis monster dalam sistem Galatean. Meski begitu ia tetap khawatir.


“Ayolah, Jav. Aku benar-benar bisa melakukannya,” bujuk Ilena lagi.


Javier menarik napas berat. “Baiklah kalau begitu. Tapi kau harus pergi dalam tim tujuh orang. Misa, Linda dan Hector akan ikut. Tiga lainnya akan kupersiapkan,” ujarnya mengalah.


Ilena tersenyum lega. “Terima kasih, Jav,” ucap Ilena tulus.


“Tetaplah berhati-hati,” nasehat Javier sembari menatap adik kembarnya dengan cemas.