
Ard dan Xion pergi menuju Kota Gal untuk menghampiri beberapa tempat akan ajakan Xion. Mulai dari Bar, Game Arcade, Toko DVD, Cafe dan berbagai tempat lainnya.
Dikala mereka sedang berjalan mencari tempat lain, mereka berpapasan dengan seorang gadis berambut cokelat panjang mengenakan syal abu-abu. Gadis tersebut terdiam beberapa saat dan membuat mereka bingung dengan apa yang diinginkannya.
“Ard, kau mengenalnya?” Tanya Xion sembari melirik Ard.
“Tidak. Maaf, Ada yang bisa kubantu?” Balas tanya Ard pada gadis tersebut.
Gadis tersebut seketika menarik Ard dan kabur meninggalkan Xion. Ard yang ditariknya tampak bingung dan hanya meminta Xion untuk pergi lebih dulu. Dia berlanjut mendorong Ard ke dalam CyBus Exgalya secara paksa.
Ard yang mendapatinya, semakin bingung dengan tingkah laku gadis tersebut. Seusai perjalanan singkat, CyBus berhenti di sebrang Mall Exgalya Centre. Gadis itu kembali menarik Ard dan masuk kedalam Mall Exgalya.
Sesampainya di dalam, dia melanjutkan langkah menuju bagian pakaian dan berbelanja beberapa untuk dirinya sendiri. Ard tak mempunyai pilihan untuk menunggunya menjelaskan apa yang diinginkan gadis tersebut. Selang lima menit, dia selesai mengganti pakaian sembari membelinya dan merasa lebih baik.
Setelan yang dia kenakan kali ini ialah jaket mini berwarna magenta dengan kemeja putih, serta jeans bertipe hotpants seukuran pahanya. Seusai membeli, dia mulai mengeluarkan kalimatnya.
“Kau sungguh tak mengingatku? Jahatnya. Aku kecewa denganmu, Ard.” Ujar gadis tersebut.
“Setelah kau menculikku seenakmu, kau menuduhku seperti kriminal? Aku baru tahu ada gadis seburuk ini.” Bantah Ard dengan kesal.
“Seburuk ini katamu?! Perhatikan jika kau bicara, dasar bodoh!” Seru gadis tersebut dengan kesal.
“Perhatikan? Justru kaulah yang memulainya. Lagipula kau ini siapa yang melibatkanku secara tiba-tiba?!” Balas tanya Ard dengan kesal.
“Iiiiiiih! Vicchy! Sebodoh apa kau hingga melupakanku seburuk ini?!” Seru Vicchy dengan kesal.
“Vicchy? Dimana kau menculik yang asli? Vicchy tak seperti ini. Katakan sebelum kulaporkan pada polisi.” Ancam Ard dengan kesalnya.
Vicchy yang sudah geram dengan Ard, langsung melayangkan tepakkan tangan pada belakang leher Ard dengan keras. Ard yang mendapati hal tersebut seketika mengubah sisinya.
Ard menyatakan guraunya perihal dia tak mengenal Vicchy. Vicchy yang mendengar hal tersebut terkulai lemas karena tak menduga bahwa Ard bergurau. Ard yang melihatnya, justru semakin bergurau pada Vicchy
“Selamat datang, Vicchy. Pertama kalinya, ya?” Ujar Ard sembari tersenyum lebar.
“Ard Bodoh! Kau yang terburuk! Itulah kenapa kau tak pernah mendapatkan seorang gadis!” Seru Vicchy dengan kesal.
“Perhatikan kalimatmu jika berbicara.” Gumam Ard dengan kesal.
“Masa Bodoh! Temani aku sekarang! Sehari penuh!” Seru Vicchy masih berbalut kesal.
Ard yang usai bertikai kecil dengan Vicchy, langsung mengajaknya bermain dan berkeliling. Ketika ia sedang berjalan bersama Vicchy di dalam Mall, Ard mendapati getaran pada ponselnya. Panggilan tersebut berasal dari Xion dan Ard pun langsung menjawabnya.
“Ard! Dimana kau sekarang?!” Tanya Xion dengan nada tinggi.
“Aku sedang bersama teman lama. Dia yang tadi menculikku secara paksa.” Balas Ard menyindir Vicchy.
“Heh? Ahh... Aku mengerti. Ngomong-ngomong, kau ingin ikut acara kita semua?” Tanya Xion.
“Semua? Mungkinkah?!” Balas Ard sembari menduganya.
“Kita akan pergi berenang. Exgalya Water World Palace.” Ujar Xion.
“Begitu. Ini sungguh berita bagus. Baiklah, kami akan kesana.” Balas Ard dengan senangnya.
Xion dan Vicchy yang mendengar ucapan Ard, terkejut bersamaan akan kalimat terakhir dalam panggilannya. Vicchy pun langsung membantah maksud dari ajakan Ard untuk bergabung bersama mereka.
Ard memilih tak menggubris permintaan Vicchy agar segera menuju tempat yang dimaksud Xion. Ard kembali membujuk Vicchy untuk ikut hingga Vicchy menghentikan bantahannya. Ard pun kembali menawarkan, jika Vicchy ikut maka dia akan menuruti permintaan sebagai gantinya.
Vicchy yang mendengar hal tersebut berpikir sejenak akan tawaran menarik dari Ard. Vicchy mulai menuruti Ard dengan memegang janjinya. Sebelum mereka berangkat, Vicchy memilih lebih dulu untuk pakaian renang.
Ard langsung memperingati Vicchy agar pakaian yang ia kenakan tidak terlalu terbuka. Selang lima menit, Vicchy selesai dengan urusannya. Mereka pun bergegas menuju Exgalya Water World Palace menaiki CyBus Exgalya.
Sesampainya di sana, Ard dan Vicchy mencari mereka yang diduganya telah tiba lebih dulu. Disaat yang bersamaan, ponsel Ard bergetar mendapati pesan masuk bahwa mereka sudah di dalam.
“State X5 Nomor 13? Roger.” Gumam Ard mendapati informasi dari Xion.
“Kau yakin mereka memperbolehkanku? Aku khawatir karena sebagai orang luar secara tiba-tiba.” Ujar Vicchy akan keraguannya.
“Mereka bukan setan. Kau akan menyukainya dan bisa beradaptasi.” Balas Ard membujuk Vicchy.
“Kupegang kata-katamu.” Balas Vicchy.
Ard dan Vicchy langsung masuk menemui mereka sembari mencari tempat yang dimaksud. Seusai mereka menemukannya, mereka terkejut dengan Vicchy yang Ard bawa secara tak terduga. Xion sendiri mengira itu adalah lelucon Ard, namun ekspektasi tersebut justru kenyataan.
“Yoo~ Ternyata kalian disini.” Sapa Ard dengan Vicchy di belakangnya.
“Ard. Gadis mana lagi yang kau bawa?” Tanya Risu dengan sinis.
“Sudah kuduga kau memang seekor serigala.” Ujar Gant sembari memejamkan mata.
“Jadi, ingin kau apakan Karu sekarang, Ard?” Tanya Gurau Miccha.
“Tunggu sebentar dan hentikan segala tuduhanmu. Dia bukan sembarang orang yang kuculik kemari.” Bantah Ard membela diri dan Vicchy.
“Bukan yang kau culik? tapi dia terlihat merasa terculik oleh mu!” Bantah Xion dengan kesal.
“Kau memang terbaik, Hiruma. Langsung saja, dia teman lamaku dan baru kutemui secara langsung hari ini. Vicchy.” Ujar Ard sembari mengajak Vicchy tampak lebih jelas.
“Salam kenal. Maaf, karena sudah tiba-tiba dan mengacau.” Ujar Vicchy dengan rasa canggung dan malunya.
“Hooo~ jadi dia teman jauhmu? Aku mengerti. Yah, agar dia tak canggung, kuharap kau bisa membuatnya rileks, Ard.” Pinta Xion sembari menunjuknya.
“Roooger. Lebih baik kita langsung saja menikmati tempat ini. Risu, Miccha, Fhay, Karu. Bisa kalian berteman dengan Vicchy sebagai sesama wanita?” Tanya Ard sembari memintanya.
“Tentu. Ayo, Vicchy. Kita bersenang-senang sebagai teman baru hari ini.” Balas Miccha sembari menggandeng Vicchy bersamaan dengan yang lain.
“Terima kasih. Aku berhutang pada kalian.” Ujar Ard.
Mereka pun mulai menikmati waktu senggangnya dengan berenang dan menyegarkan diri. Gant bersantai bersama Miccha, Fhay berenang bersama Willy dan Hiruma.
Sedangkan Xion, Karu, Risu, Ard dan Vicchy melakukan sumo air. Selanjutnya, Xion, Hiruma dan Ard melakukan balap renang.
Kemudian, Risu bermain lempar tangkap dengan Vicchy menggunakan bola besar dan berbincang akrab.
“Jadi, darimana asalmu, Vicchy ?” Tanya Risu sembari mengoper bola.
“Alya. Namun, aku dibesarkan di Gal dengan paman dan bibiku.” Balas Vicchy saling mengoper.
“Hooo~ dan kau bilang ini pertama kalinya bertemu Ard secara langsung? Bagaimana kalian bisa terbentuk?” Tanya Risu menangkap bola sementara waktu dan mendekati Vicchy.
Karena rasa penasaran Risu, Vicchy menceritakan awal mula mereka saling mengenal. Hal tersebut terjadi ketika Ard selalu aktif di dunia maya, terpantau oleh Vicchy yang saat itu sedang mencari anggota tari modernnya.
Pada awalnya, Vicchy hanya mencoba membujuk agar Ard mau bergabung. Namun, Ard menolak dan hal tak terduga terjadi ketika Ard terus menyambung perbincangan dan membuat mereka berteman hingga sekarang. Risu merasa penasaran akan perpindahan Vicchy yang seharusnya tidak di perbolehkan oleh Pemerintah Exgalya.
Vicchy pun tak dapat menjawab rasa heran Risu mengenai perpindahannya, hingga mereka memutuskan untuk tidak membahasnya lebih jauh.
Mereka pun lanjut bermain dengan Risu mengajak Xion, Gant dan Miccha untuk menikmati kolam lain. Ard dan Vicchy yang sedang beristirahat, membuat Vicchy melanjutkan perbincangannya.
“Hei, Ard. Gadis mana yang kau sukai disini?” Tanya Vicchy dengan guraunya.
“Kau meledekku lagi? Sebelum kau kulempar ke kolam.” Balas tanya Ard dengan kesal sembari mengangkat kacamatanya.
“Dikala bertanya serius kau justru mempermainkanku. Yah, meski kuyakini kau tak akan mendapati gadis manapun disini.” Sindir Vicchy semakin jauh.
Ard yang mendengarnya, berdiri menggendong Vicchy dan melompat ke kolam karena rencananya mendadak berubah ketika Vicchy melilitkan kedua tangannya ke leher Ard.
Kemudian, Ard dan Vicchy menghentikan sejenak aktifitas mereka untuk mengisi perut. Seusai bersenang-senang di kolam renang, mereka telah berganti pakaian dan siap untuk pulang. Vicchy yang membisikkan sesuatu pada Ard, membuatnya teringat akan sesuatu.
“Ard! Ada apa?” Tanya Xion sembari berdiri bersama yang lain di Halte CyBus Exgalya.
“Maaf! Kalian lebih dulu! Aku memiliki sedikit urusan!” Seru Ard.
“Urusan? Jika begitu jangan berbuat yang aneh-aneh !” Balas Xion.
"Tak sudi!" Seru Ard dengan kesal.
Ard dan Vicchy mulai berpisah dengan mereka. Vicchy berniat mengajak Ard ke Villa Paman dan Bibi nya untuk pertama kali. Ard yang mendengar hal tersebut, mencoba menurutinya.
Dengan menaiki CyRail, mereka melewati waktu cukup panjang hingga tiba di tempat Vicchy. Sesampainya di sana, terlihat Villa dua lantai dengan warna merah dan abu-abu. Ketika Ard memasukinya, Villa terasa sepi di sekitaran dan seisi rumahnya.
"Kemana yang lain?" Tanya Ard sembari menengok sekitar isi villa.
"Paman dan Bibi tak bisa pulang saat ini. Ayah dan Ibu tinggal di Alya." Balas Vicchy sembari duduk merenung.
"Sesuatu mengganggumu?" Tanya Ard dengan heran.
"Entahlah. Pikiranku hanya sedang campur aduk malam ini." Lanjut Vicchy sembari melihat langit villanya.
"Konyolnya. Kau merasa seperti itu, justru menyeretku kemari." Bantah Ard sembari melihat foto keluarga Vicchy.
"Itu lebih baik daripada berdiam diri disini seorang diri. Terlebih jika aku tak tahu harus melakukan apa. Kau sendiri, bagaimana dengan keadaanmu?" Ujar Vicchy sembari menengoknya.
"Tak ada yang istimewa. Sebelum kau memikirkan temanmu, manjakan lebih dulu permasalahanmu." Balas Ard sembari menepuk kepala Vicchy.
"Boleh kutanyakan sesuatu?" Tanya Vicchy.
"Langsung saja." Balas Ard.
"Kau menyukainya, ya? Gadis itu. Kuperingatkan untuk tidak menyangkalnya." Lanjut Vicchy menduga Karu.
"Darimana dugaanmu datang semudah itu?" Tanya Ard dengan heran.
"Tatapanmu padanya, seperti kakakku. Dan kau pikir aku berbohong?" Lanjut Vicchy tersenyum tipis.
"Bodohnya aku tak mengatur wajah ini." Gumam Ard sembari memegangi wajahnya.
Ard yang didesak oleh Vicchy, mulai menceritakan awal mula Ard perihal Karu. Disamping hal itu, Vicchy mencemaskan sesuatu yang tak bisa ia beritahu pada Ard.