
Hiruma dan Gant yang mendapati jackpot, tak henti berpikir akan ambisi mereka. Mereka berniat kembali ke Villa Bukit Thyfaro untuk melanjutkannya.
Sesampainya di sana, mereka mendapati hal lain yang mengganggu. Ketika dilihat, Hiruma mendapat panggilan akan tugasnya. Hiruma kembali menghela nafas dan terpaksa melakukan rem akan projeknya.
Gant yang melihat Hiruma, mencoba akan inisiatifnya untuk membantu Hiruma. Hiruma yang mendengarnya, langsung membantah Gant. Hiruma meminta Gant untuk mundur lebih dulu karena mereka memiliki rintangan masing-masing yang tidak hanya berupa projek tersebut.
Gant yang ingin membantah, justru kehilangan kalimat akan kenyataan dari mulut Hiruma. Hiruma pun masuk terlebih dulu menuju lab untuk menaruh berkas, dengan Gant yang menunggu di CyMobile.
Seusai dari lab dan berjalan keluar, Hiruma kembali memasuki CyMobile untuk mengantar Gant sembari menuju panggilan tugas. Gant yang duduk di sebelah Hiruma, memulai kalimat akan keraguannya.
"Tidak hanya hal ini. Kita bahkan belum menyelesaikan hutan itu, Hiruma." Ujar Gant akan rasa cemasnya.
"Benar. Hal yang sangat mengganggu dikala kita memiliki banyak urusan. Maka dari itu aku menolak keras mereka yang ikut kedalam ini." Ujar Hiruma sembari menyetir.
"Aku mengerti dengan niatmu. Hingga aku berpikir, apa yang bisa kita lakukan sebagai manusia biasa melawan makhluk jenius ini? Kita tak bisa selamanya bergantung pada keberuntungan." Lanjut Gant melihat keluar jendela.
"Ngomong-ngomong, Kau sudah melihat Ard?" Tanya Hiruma mengalihkan pembicaraannya.
"Tidak. Kudengar dia sudah seminggu tidak terlihat. Insiden itu membunuhnya." Balas Gant akan cemasnya.
"Sejujurnya aku kesal karena dia lari dari permasalahan. Namun, aku justru membutuhkan orang bodoh seperti dirinya." Lanjut Hiruma.
"Karena dia bisa melakukan apapun, begitu? Dia benar-benar liar, namun juga bisa diandalkan untuk hal gila." Ujar Gant akan senyum tipisnya sembari melirik Hiruma.
"Begitulah. Walau dia orang bodoh yang tak mengerti hal rumit, dia bisa menyatukan pemikirannya seolah tahu apa itu. Dan justru yang sebenarnya rumit adalah dirinya sendiri." Ujar Hiruma melakukan rem akan lampu merah di depan.
"Hahahaha. Memang benar. Aku bahkan tidak bisa menebak dengan apa yang seringkali dilakukannya. Namun, yang kuketahui hanyalah 1 hal." Balas Gant akan pendapatnya.
"Hmm?" Gumam Hiruma sedikit melirik Gant.
"Senyum lebarnya adalah masalah terbesar, Hiruma." Lanjut Gant dengan senyum tipis dan nada tajamnya.
"Ya. Aku juga menyadarinya. Bahkan masalahnya lebih besar dibanding kita semua." Balas Hiruma sembari menarik nafas dan melanjutkan perjalanan.
Malam dingin menusuk pori-pori hingga tulang, usai dengan panjangnya. Fajar yang tiba menyisakan sisa-sisa dingin seolah musim salju tiba.
Dipagi hari, Willy yang sedang mengurus pekerjaan, menjeda sesaat dan mengetikkan hal lain di Website. Ketika ia selesai, Willy menaruh senyum yang berisi harapan akan senjata yang dimaksudnya.
Beralih pada Tengah Kota Gal, dengan warga sedang ramai akan aktifitas berlalu lalang. Sebagian besar yang sedang memainkan CyPhonenya, mereka melakukan ekspresi yang sama di tempat yang berbeda.
"Sepatu Casanova Mark 2 Edisi Terbatas?! Untuk menemukan orang ini?!" Tanya Pemuda yang sedang duduk di Kursi Taman Gal Park.
"Heh?! Serius?! Orang ini kan..." Gumam gadis berambut cokelat dengan kuncir samping kanan.
"Temannya? Dia... sepertinya pernah kulihat di suatu tempat... ah!" Gumam pria yang duduk di kantor sembari berpikir dan terkejut.
Dikala menunggu, Willy mendapati beberapa pesan masuk pada Website dari pengunjung dan pelanggannya. Willy yang mendapati informasi, menghela nafas seolah merasa lega dan melanjutkan rencana.
"Sudah kuduga. Seharusnya kugunakan senjata ini. Saking sibuknya aku tak sempat melakukannya." Ujar Willy beranjak dari tempatnya dan keluar ruangan.
Ketika Willy berjalan di koridor, ia memulai panggilan pada seseorang. Di lain tempat, Gedung Musik dan Hiburan Exgalya 0. Fhay yang berada di sana, berbincang-bincang dengan kelompoknya.
Ketika Fhay menyadari getaran pada CyPhone di atas meja, ia mengambilnya dan mengambil jarak untuk urusan pribadi dari teman-temannya. Fhay pun keluar ruangan dan berdiri di sudut ruangan yang sepi.
"Willy? Tumben sekali kau menelepon. Ada apa?" Tanya Fhay sembari tersenyum tipis.
"Maaf jika aku mengganggu kegiatanmu. Kau senggang?" Balas tanya Willy.
"Uhm. Kami baru selesai dengan konsernya." Lanjut Fhay dengan angguknya.
"Begitu. Syukurlah. Ada hal yang ingin kuminta darimu berupa bantuan." Ujar Willy.
"Oke. Bantuan apa?" Lanjut tanya Fhay semakin penasaran.
"Kunjungi Ard di Gal Aquarium World. Ajak dia bicara. Kau bisa?" Pinta Willy.
"Eh?! Ard sudah ketemu?! Ah! Oke-oke!" Balas Fhay akan kejutnya sembari mengangguk.
"Terima kasih. Jika ada yang kau perlukan sebagai imbalan, cukup beritahu. Aku tertolong." Ujar Willy.
"Ahahaha~ aku mengerti. Syukurlah jika dia ditemukan. Bagaimana dengan yang lain?" Lanjut tanya Fhay dengan heran.
"Kita akan membahasnya ketika tahu situasi darimu. Sebenarnya bisa saja aku kesana. Namun, urusanku disini belum selesai." Balas Willy sembari berbincang dengan karyawannya.
"Ah~ begitu~ baiklah. Serahkan padaku. Sudah, ya? Bye." Ujar Fhay akan konfirmasinya sembari menutup panggilan.
Willy yang sudah menyusun rencana, melanjutkan projeknya. Fhay yang senggang, berpamitan lebih dulu dengan kelompoknya untuk mengunjungi Ard.Fhay mulai dalam perjalanan dengan CyMobile pribadinya dan merasa lega akan Ard.
Sesampainya di Wonderfull Gal Park, Fhay langsung masuk dan mencari wahana Dunia Air, Gal Aquarium World. Sembari melihat sekeliling dengan memfokuskan pandangan, Fhay mendapati hal ke arah kanan, akan besarnya tempat tersebut dari kejauhan.
Fhay pun langsung bergegas menuju, melewati kerumunan pengunjung yang ramai di taman wisata tersebut. Dengan penampilan tertutup agar tak menarik perhatian publik, Fhay berhati-hati karena tingkat tenarnya yang tinggi. Ia mulai memasuki wahana Gal Aquarium World sembari melanjutkan langkah ke bagian Akrobat Lumba-Lumba Miko&Mika.
Ketika Fhay menaiki tangga dan mengambil tempat duduk, ia melihat dengan fokus akan maksud dari Willy. Ketika terlihat, Fhay terkejut akan Ard yang menjadi mentor lumba-lumba dan melakukan akrobatik yang mengejutkannya. Dan ketika Fhay datang, waktu tersebut ialah sesi akhir dari acara akrobatik lumba-lumba.
Seusainya, para pengunjung merasa puas akan acara tersebut dan beranjak dari kursi sembari berjalan keluar, terkecuali Fhay yang masih duduk di tempat menunggu sepi. Begitu tiba waktu yang tepat, Fhay turun dan berteriak di dekat pembatas.
"ARD!" Seru Fhay memanggil Ard.
Ard yang sedang bermain dengan Miko dan Mika, terkejut akan suara tersebut dan menoleh. Ard yang melihatnya, semakin terkejut akan Fhay yang datang.
"Fhay?! Kenapa--" Ujar Ard dengan kalimatnya yang terpotong.
"Lupakan itu! Jadi... selama ini kau disini? Kenapa kau tak kembali, Ard?" Tanya Fhay dengan cemas.
"Fhay. Maaf. Kurasa sulit kujelaskan jika tanpa mereka disini. Dan, aku tak bermaksud lari dari kenyataan. Hanya saja, takdir lain memanggilku dengan tiba-tiba hingga aku berada disini. Duniaku." Balas Ard dengan senyum tipisnya.
"Jika kau tidak lari... setidaknya beritahu mereka! Kami--" Seru Fhay dengan terpotong.
"Ard? Dia temanmu?" Tanya Goura dengan tiba-tiba dari belakang Ard.
"Ah, begitulah. Fhay, salah satu teman dekatku." Balas Ard sembari kembali menatap Fhay.
Fhay yang mendengar Ard, langsung membungkuk hormat dengan hangat. Seusai berbincang dengan Ard, Fhay kembali ke Gedung Perusahaan dengan perasaan bimbang.
Sesampainya disana, Fhay menguatkan ekspresi agar tidak mengganggu pekerjaan sembari kembali bertemu teman-temannya. Hari yang sibuk, berlalu menjadi gelap dan dingin. Ard yang tinggal seorang diri di akuarium, merasa puas akan pekerjaan di dunianya.
"Akhirnya aku bisa memukul anak laut itu sekarang." Ujar Xion sembari bersandar di sisi kanan CyMobile.
"Kau ingin memukulnya dengan keadaanmu sekarang? Kau memang sudah gila." Sanggah Gant.
"Berisik! Setidaknya tangan kiri bisa kupakai sebagai gantinya." Bantah Xion sembari mengangkat tangan kiri dan mengepal dengan erat.
"Kurasa lebih baik kau tahan dulu, Xion. Kita benar-benar lega jika Ard ada disana. Walau kita merasakan kekecewaan yang sama." Sanggah Jay sembari tertunduk.
"Aku akan membiarkan Xion melakukannya, Jay. Yang jadi permasalahan adalah masalah kita sudah cukup banyak ketika Ard menambahkannya ke daftar kita." Sanggah Gant.
"Kalian tampak sangat bersemangat ketika berhasil menemukannya. Sudahlah, ayo. Aku ingin memberi sedikit kejutan untuknya." Ujar Willy sembari memasuki CyMobile lebih dulu.
Mereka yang melihat Willy, ikut masuk dan mulai beranjak pergi menuju Ard. Sesampainya di taman wisata digelap malam, mereka berhenti di seberang jalan dan turun dari CyMobile.
Ketika mereka mendekati gerbang masuk, langkah mereka dihentikan akan kunci dan petugas keamanan yang menanyakan mereka. Mereka yang diminta akan konfirmasi identitas, mengeluarkan segalanya dan meminjam akses Hiruma agar urusan lebih mudah.
Petugas yang menerimanya, melakukan pemeriksaan dan konfirmasi identitas mereka sebagai pengecualian. Mereka yang sudah mendapat akses masuk, bergegas menuju tempat Ard berada dan ditemani oleh petugas keamanan.
Suasana taman wisata tersebut tampak gelap dan hanya diterangi lampu taman di sisi jalan. Ketika tiba di depan Gal Aquarium World, mereka terkejut bahwa Ard sudah ada di depan pintu masuk seolah tahu akan kedatangan mereka.
"Yo. Kalian tampak sehat." Sapa Ard dengan akrabnya.
"Terima kasih. Urusan kami mulai dari sini." Ujar Gant pada petugas.
"Baiklah. Tolong jangan membuat keributan. Permisi." Ujar Petugas Keamanan sembari beranjak pergi.
"Disini saja, Ard?" Tanya Jay.
"Jelas tidak. Miko dan Mika menunggu di dalam. Ayo." Balas Ard sembari berjalan masuk mengajak mereka.
Ard berniat mengajak mereka ke area akrobatik lumba-lumba sebagai tempat perbincangan.
Sesampainya di bagian tempat duduk pengunjung, mereka melihat kolam besar dengan Miko dan Mika yang berenang kesana kemari. Xion dan Gant duduk di salah satu kursi penonton, sedangkan Jay dan Willy berdiri di belakang Ard.
"Baiklah. Silahkan jelaskan pada kami, kenapa kau tak kembali, Ard? Karena dia?" Tanya Jay dengan senyum tipisnya bercampur cemas.
"Mungkin. Tapi tidak hanya itu." Balas Ard berbalik sembari bersandar pada besi pembatas.
"Kau ini, memang suka membuat orang pusing dengan kalimatmu, ya? Tak heran Xion sangat kesal denganmu. Hahahahaha." Sanggah Willy sembari maju beberapa langkah.
Ard mulai menjelaskan perihalnya yang tak kembali karena masalah di beberapa waktu sebelumnya. Dia yang kala itu mendapati hilang kepercayaan dari mereka, tenggelam dalam pusaran lautan yang berputar tiada henti layaknya segitiga bermuda.
Ard pun kebingungan akan langkah yang harus diambil agar keluar dari pusaran tersebut dengan kondisi seadanya. Namun, berkali-kali yang ia lakukan hanyalah anggapan lari dari masalah. Ia merasa gagal tak bisa melindungi Vicchy, hingga ia bertanya-tanya dengan jati dirinya sebagai seorang pria.
Ketika ia mulai tenggelam dalam pusaran tersebut, dengan tiba-tiba ia mendapati kail yang sangat kuat mengaitnya, hingga Ard bisa selamat tanpa disadari. Namun, hal yang menyelamatkannya justru tetap membuatnya rumit. Akan apakah ia harus tetap di tempat yang menyelematkannya atau meminta untuk ke pulau asal yang ia pikir telah membuangnya.
Ard yang mencoba berpikir untuk kembali ke pulau asal, tetap merasakan keraguan karena akankah dia tetap diterima karena ketidakpantasannya. Mereka yang mendengarnya kala itu, terkejut bahwa mereka bisa melihat sisi negatif dari Ard untuk pertama kali.
"Sekian lama aku melihatmu sebagai orang bodoh yang tak suka berpikir panjang, kau justru berpikir sedalam itu? Kau benar-benar orang yang rumit, Ard." Ujar Gant sembari bangun dari duduknya.
"Begitukah? Hahahaha. Maaf." Balas Ard akan guraunya.
"Jika begitu, aku akan mengatakan hal ini. Kembalilah, Ard. Hiruma membutuhkanmu. Kami sudah membawa perahu untukmu. Dan kami jamin tidak akan ada kebocoran di dalamnya." Lanjut Gant.
"Atau kau lebih suka disini dan memikirkan duniamu sendiri, Ard? Sebenarnya juga aku tak mau memaksamu, karena itu hak milikmu. Tapi, bagaimana dengan Vicchy yang menjadi alasanmu untuk tetap hidup?" Tanya Willy sedikit memojokkan Ard.
"Mungkin kami terlihat seperti memojokkanmu, Ard. Tapi, Xion dan Paman yang begitu dekat denganmu, kuyakin berbanding terbalik dengan anggapan negatifmu." Ujar Jay sembari melirik Xion dibelakangnya.
"Kalian benar-benar orang hebat yang membuat bebanku bertambah. Kalian yang sudah begit baik hingga sejauh ini, membuatku sulit untuk bernafas." Balas Ard sembari memejamkan matanya sesaat.
"Sudah cukup, sialan!" Seru Xion dengan tiba-tiba mengejutkan mereka.
"Xion?!" Gumam Jay sembari berbalik.
"Kau sudah bercerita panjang lebar. Dan kau belum mengatakan tekadmu! Katakan dengan jelas! Kau ingin kembali atau tidak?!" Seru Xion sembari memastikan Ard.
"Oi, Xion. Tenangkan dirimu sedikit lebih lama." Sanggah Gant.
"Bagaimana aku bisa tenang?! Kau membuat panik semua orang. Walau aku tahu kau tidak menganggap dirimu sepenting ini. Tapi, seolah kau ingin dikejar oleh kami. Kau seolah membuang semuanya dan tetap tersenyum seperti orang bodoh!" Seru Xion.
"Xion. Ini tak seperti dirimu--" Sanggah Jay terpotong.
"Ya! Inilah aku yang sebenarnya! Aku hanya frustasi akan orang bodoh ini yang selalu bertindak seenaknya! Ard... Karu sudah baik untukmu, lalu bagaimana dengan Vicchy? Kau mau membuangnya juga?!" Seru Xion sembari memojokkan Ard.
Dengan seketika, Ard melesat dan memukul Xion tepat di pipi kirinya sembari mendorong hingga Xion terjatuh dan tertindih oleh Ard. Mereka yang melihatnya sangat tak menyangka akan hal yang terjadi.
Ard pun terlibat perkelahian dengan Xion dan berakhir adu pukul akan suasana yang terbakar. Mereka pun mencoba melerai Ard dan Xion. Hanya berlangsung dua menit, mereka berhasil menahan Ard dan Xion yang saling memar dan beroleskan sedikit darah.
"Sudah kuduga. Kau masih membutuhkan mereka." Ujar Xion sembari ditahan oleh Gant dan Jay.
"Kawan. Mereka tak terlibat disini. Itulah alasan tanganku ada di wajahmu. Aku sedikit terkejut kau menggunakan itu." Balas Ard sembari tersenyum tipis dan ditahan oleh Willy.
"Dan? Bagaimana dengan tanganku? Cukup kuat untuk menyadarkanmu? Atau bahkan bisa membawamu kembali?" Lanjut tanya Xion yang mulai mendinginkan diri.
"Tidak." Balas Ard mengikuti Xion.
"Ugh..." Gumam Jay akan tatapn cemasnya.
"Aku tidak akan kembali. Tapi aku akan menyelesaikan seluruh masalah ini. Bahkan 2 kali lipat jika perlu?" Lanjut Ard akan percaya dirinya sembari mengusap luka dengan ibu jari kanannya.
"Hmph. Aku benci dengan orang sombong. Tapi jika itu tekadmu, aku mendukung sepenuhnya. Mereka membutuhkanmu, Ard. Tidak. Kami." Balas Xion sembari tersenyum tipis.
"Ampun. Aku merasa seperti bintang film disini. Bahkan aku tak mengerti kenapa kalian membutuhkan orang sepertiku. Katakan pada mereka 'Aku Pulang'." Lanjut Ard akan jawabannya.
"Pulang yang kau maksud sungguh kikir. Padahal kami mengharapkan seluruhnya. Selamat Datang, Ard." Ujar Willy.
"Hahahaha! Maaf. Jika begitu kalian bisa beristirahat dan tidur nyenyak malam ini. Jangan memaksakan diri akan masalah kita. Sampaikan itu pada Mata Empat Sialan, Xion." Ujar Ard akan rasa bangganya.
"Tentu. Aku akan memukulnya lagi jika terjadi." Balas Xion sembari mengajak mereka untuk pulang.
Mereka usai akan masalah internal tersebut dan merasa lebih lega ketika meninggalkan akuarium. Ard yang sudah memberikan jawaban, harus mempersiapkan diri untuk membersihkan noda dan membereskan masalahnya.