From Grey To Red

From Grey To Red
BAB 37 : Kristal Altrofya dan Iblis Dunia Maya



"Aaaa~ aku iri denganmu, Ard. Kurasa aku harus memojokkan Gant." Ujar Miccha sembari memainkan caturnya.


"Dia seharusnya sudah melakukan itu padamu. Yah, bisa kupahami dengan keadaaan sekarang." Balas Ard sembari mengambil posisi duduk dengan Vicchy yang masih merangkul.


"Begitulah. Ini pun demi masa depan kita semua. Jika kularang, itu hanya akan menghancurkan kami." Lanjut Miccha sembari merenung sesaat.


"Benar. Baiklah, Vicchy. Lepaskan aku untuk saat ini, karena aku memiliki tugas." Pinta Ard.


"Jika begitu, aku ikut." Balas Vicchy menghentikan rangkulnya sembari menatap Ard.


"Oi. Kau bukan gorila, kan?" Tanya Ard dengan heran.


"Siapa yang kau sebut gorila, setan alas?!" Seru Vicchy dengan kesal sembari menyikut leher belakang Ard.


"Sakit! Oi!" Pinta Ard.


Akibat keributan dari Vicchy dan Ard, Willy dan Jay terbangun dari tidurnya. Mereka terkejut karena tertidur secara tak sadar dan memeriksa keadaan. Keadaan yang sudah membaik, melegakan mereka untuk kembali. Ard yang merasa tak enak hati karena merepotkan mereka, dibantah dengan segera.


"Jika begitu, kunantikan pernikahanmu." Ujar Willy berjalan bersama di koridor.


"Jangan keseringan membuatnya menangis, Ard. Aku bahkan tak ingat berapa kali dengan perbuatanmu." Sanggah Jay.


"Mohon maafkan dia. Dia memang orang bodoh." Sanggah Vicchy sembari memejamkan mata sesaat.


"Tapi, aku kagum kau bisa mencintainya, Vicchy." Ujar Miccha sembari tertawa kecil.


"Entahlah. Mungkin dia menggunakan ilmu hitam atau semacamnya?" Balas tanya Vicchy sembari tersenyum sinis pada Ard.


"Berhati-hatilah, Vicchy. Bisa saja dia menyerangmu di malam hari." Ujar Risu ikut bergurau.


"Aku tak paham! Tak adakah pembelaku disini?!" Bantah Ard dengan kesal.


"Jangan harap!" Seru mereka bersamaan.


Seusai berpisah jalur, Ard dan Vicchy bergegas menuju Gal Aquarium World. Ard kembali mengendarai CyHover dengan membonceng Vicchy.


Sesampainya di sana, Goura dan Argy yang berada di ruang tengah karyawan pada bagian Akrobat Miko dan Mika, mendapati kehadiran Ard yang mengejutkan mereka.


"Ard! Darimana saja kau?! Kau membuatku panik!" Seru Goura.


"Ahahahaha~ maaf. Banyak yang terjadi." Balas Ard sembari tersenyum canggung dan memegang belakang kepala dengan tangan kanan.


"Dan dia …" Ujar Argy memastikan.


"Vicchy--" Ujar Ard terpotong.


"Salam kenal. Aku Vicchy, calon istrinya." Sanggah Vicchy dengan lembut sembari tersenyum lebar.


Seketika Zenka, Hyoki, Cyrell dan Lycca yang kebetulan menghampiri terkejut dengan terdiam kaku.


"Ada apa ini? Ard? Siapa itu?" Tanya Kyrell yang baru masuk dari kolam akrobat.


"Ini … Vicchy. Calon istriku, ehehe …" Balas Ard dengan canggung.


"AAAAAAAA!!!" Seru mereka bersamaan karna terkejut.


"Reaksi kalian lambat, sialan! Kenapa hari ini aku merasa sial mendadak?!" Bantah Ard dengan kesal.


"Begitu. Selamat menempuh hidup baru, Ard." Ujar Ketua dengan tiba-tiba dari belakang.


"Heh?! Ketua?!" Seru Ard sembari terkejut berbalik


"Ah, permisi. Boleh kutanyakan sesuatu?" Tanya Vicchy pada Ketua.


"Begitu. Ayo. Ard, kau juga." Balas Ketua mengajak Ard dan Vicchy.


Seusai mendengar kalimat Ard yang menyetrum mereka, Ard dan Vicchy mendadak ikut dengan Ketua sebelum memberikan penjelasan yang membuat mereka penasaran.


Ketua mengajak mereka ke ruang komunikasi, seperti saat Ard dibawa olehnya. Sesampainya di sana, Ketua mempersilahkan mereka duduk dan melangsungkan perbincangan.


"Maaf untuk sebelumnya. Karena aku tiba-tiba datang mengganggu." Ujar Vicchy.


"Yah, ini tak terduga. Jadi kau tak bisa disalahkan juga. Jadi, kau ingin bekerja disini?" Tanya Ketua.


"Eh?! Padahal aku belum mengatakannya." Balas Vicchy dengan heran.


"Hahahaha! Kau memberikan jawabannya sendiri di wajahmu. Terlebih Ard membawamu kemari dengan wajah canggungnya yang tak biasa." Balas Ketua.


"Wajahku memang sedari dulu seperti ini, Ketua." Gumam Ard sembari tersenyum canggung.


"Benar. Aku ingin bisa bergabung. Bagaimana Ard bisa disini?" Angguk Vicchy kembali penasaran.


"Itu hal yang kompleks untuk dijabarkan. Singkatnya, dia memahami hewan-hewan air disini." Balas Ketua.


"Heh?! Kau pawang hewan?! Padahal wajahmu meragukan, Ard." Bantah Vicchy dengan sinis.


"Kau ingin berkelahi, kah?" Tanya Ard dengan kesal.


"Lalu, apa yang menjadi spesialisasimu, Vicchy?" Lanjut tanya Ketua.


"E-Eh?? Itu …" Gumam Vicchy dengan khawatir.


"Begitu." Gumam Ketua.


"Boleh kusarankan sesuatu, Ketua?" Tanya Ard.


"Tentu." Balas Ketua.


"Pembersih. Atau Perawat. Bagaimana?" Lanjut Tanya Ard.


"Benar juga. Vicchy. Kau mau posisi yang mana? Untuk Pembersih, kau melakukan pekerjaan merawat kandang dan luar akuarium. Untuk Perawat, kau memberi makan dengan rutin sembari berhadapan dengan hewan-hewan yang mungkin tak pernah kau sentuh, dengan memeriksa kesehatannya." Ujar Ketua.


"Aku …" Gumam Vicchy dengan bingung.


". . ." Hening Ard dan Ketua menunggu jawaban.


"Perawat. Aku ingin mendapatkan dunia baru, seperti anak ini." Balas Vicchy dengan yakin.


"Kau bisa berenang? Jika tenggelam, aku akan menjadikanmu pangan Tyxa." Sanggah Ard sembari tersenyum tipis.


Seusai Vicchy yakin dengan keputusannya, Ketua menyambut Vicchy dengan segera dibawah tanggung jawab Ard. Vicchy yang mendengarnya, dengan antusias menyalakan semangatnya. Ketua pun meminta pembimbing di luar ruangan sementara waktu untuk mengajak Vicchy berkeliling, karena memiliki sedikit perbincangan dengan Ard. Seusai mereka berpisah, Ketua melangsungkan kalimatnya.


"Aku turut berduka, Ard." Ujar Ketua.


"Terima kasih. Dibanding merenungi, nyalakan semangatmu untuk kami, Ketua." Balas Ard sembari tersenyum tipis.


"Aku tak menyangka bahwa dia memiliki sifat buas didalamnya. Kepercayaan adalah hal yang mengerikan." Lanjut Ketua.


"Kalimat ayahku memang jitu. Aku bangga padanya." Ujar Ard.


"Aku terkesan kau mengambil tanggung jawab itu, Ard. Bagaimana dengan miliknya?" Lanjut tanya Ketua.


"Kosong. Sebenarnya aku tak tega mengatakan ini padamu. Itulah yang terjadi." Balas Ard.


"Dia gadis terkuat di muka bumi. Aku berterima kasih kau hadir untuknya, Ard." Ujar Ketua sembari menghela nafas.


Seusai berbincang, Ard pamit keluar untuk bersiap akan gilirannya dalam waktu dekat. Vicchy yang berada di Ruang Kru, Akrobat Miko dan Mika, berbincang hangat dengan mereka.


Di lain tempat, Kawah Voltyra, Ujung Utara Kota Exgalya. Pekerja tambang sibuk menggali proyek mereka. Ketika mobil keruk sedang mengeruk bagian dinding, terjadi getaran dan nampak akan longsor. Pekerja yang berada di dekatnya, dengan segera menjauh demi keamanan.


Seketika, longsor pun terjadi dan mengejutkan mereka beberapa saat kemudian karena melihat sesuatu tak asing. Sebuah kristal berwarna ungu dengan ukuran beragam.


"Ini?! Bohong, kan?!" Gumam pekerja pria gemuk.


"Apa ini?" Tanya seorang pria sembari mendekat ke kristal.


"Oi! Jangan!" Seru pria gemuk di barisan belakang.


Ketika dia menyentuh jaraknya, pria tersebut meronta kesakitan sembari memegang kepala dengan kedua tangannya. Ia pun seketika menggila beberapa saat dan jatuh terbaring tak sadarkan diri.


Mereka yang ingin menolongnya, justru takut sembari menjauh dan kebingungan dengan langkah mereka. Di lain tempat, Villa Bukit Thyfaro. Hiruma yang sedang mengolah data Hyper Gun di lab, dikejutkan oleh suatu pesan pada laptopnya.


Ketika dilihat, ia terkejut hebat akan penemuan yang dikabarkan. Dengan segera, ia beranjak keluar dari lab. Ketika baru setengah langkah, Hiruma terhenti dan menoleh ke belakang karena teringat sesuatu.


Hiruma yang berubah pikiran, kembali ke lab, dengan berniat membawa Hyper Gun karena instingnya. Ia segera mengemas Hyper Gun tersebut dan mulai bergegas. Ketika ia mengendarai mobilnya, ia melakukan panggilan di dalam mobil.


"Tutup data ini dari publik." Pinta Hiruma.


"Dimengerti." Balas suara pria dalam panggil dan menutupnya.


Kembali pada Kawah Voltyra. Mereka terpaksa menunda pekerjaannya, dengan menunggu bantuan. Sosok pekerja pria muda berkacamata, duduk sembari melihat pekerja yang tak sadarkan diri dari kejauhan.


Mereka yang melihatnya, justru mencoba mengabaikannya karena tak dapat melakukan apapun.


"Sebenarnya, apa ini?" Tanya pekerja pria gemuk yang lain.


"Kau belum tahu?! Ini Kristal Altrofya 300 tahun lalu!" Balas pria berpostur ideal dengan nada membisiknya.


"Hei, hentikan! Dia orang baru. Tidak semuanya tahu akan informasi ini." Sanggah pekerja pria berpostur agak pendek.


"Ah, maaf." Balas pekerja pria berpostur ideal.


Terdengar desas-desus akan kristal tersebut. Hiruma yang tiba di area kawah, turun dengan segera menggunakan CyLift. Ketika mereka melihatnya, mereka menghampiri Hiruma berbondong-bondong.


"Apa yang terjadi?" Tanya Hiruma.


"Tuan Hiruma, kami kebetulan menemukan kristal itu. Dan salah satu dari kami yang tak mengetahui informasinya, menjadi sekarat dan seperti itu." Ujar pekerja pria gemuk.


"Sepertinya, dia terkena radiasinya. Aku tak menyangka, bahwa itu masih aktif setelah 300 tahun." Sanggah pekerja pria berpostur ideal.


"Untuk sekarang, kalian cukupkan penambangan ini. Aku tak ingin ada korban lain sementara waktu. Terlebih jika sebanyak itu di dalam sana, jangkauannya pasti luas." Ujar Hiruma.


"Begitu. Berarti kami diliburkan, Tuan Hiruma?" tanya pria di barisan belakang.


"Jika kalian memiliki proyek lain, lakukanlah terlebih dulu. Aku hanya meminta untuk meliburkan satu ini. Kalian bisa mulai pergi dan berhati-hati untuk menjaga informasi ini, mengerti?" Pinta Hiruma.


"Baik!" Seru mereka bersamaan dan segera pulang.


Ketika mereka sudah pergi, Pimpinan Proyek datang karena mendengar kabar tersebut.


"Apa yang terjadi?!" Seru pria gemuk berjas ungu dari atas kawah.


Dengan segera, ia menuruni kawah menggunakan CyLift dan menghampiri Hiruma. Pimpinan tersebut berbincang dengan Hiruma. Seusainya, sosok pekerja pria muda berkacamata yang baru akan pergi, dihampiri oleh pimpinannya dan berbincang secara pribadi.


Hari yang terik, berganti senja. Hiruma berjaga di Kawah Voltyra dengan empat agen dan empat Cydroid Guardian Type A. Hiruma melakukan uji coba menembak dengan Hyper Gun dan menggunakan perantara salah satu CyDroid Guardian Type A. Ketika ditembak dari jarak aman, terlihat kerusakan yang dihasilkan cukup besar.


"Aku tak tahu ada berapa banyak di dalam sana. Terlebih aku khawatir dengan amunisi ini." Gumam Hiruma menghentikan tembakan.


"Belum lagi, bagaimana untuk mengamankan benda terkutuk ini? Hal terbaik adalah hanya menghancurkannya. Kurasa aku akan mencoba cara lain." Lanjut Hiruma memberi Komando pada CyDroid Guardian Type A.


[Komando diterima. Pemusnahan : Level Maksimum.]


[Penekanan tenaga laser : Level 10. Tembak.]


Seketika, CyDroid Guardian melepaskan tembakan laser berwarna biru di kedua tangan dan tengah dadanya dengan maksimal. Dengan ketebalan laser berdiameter satu meter karena dikombinasikan, Hiruma berharap hal tersebut membuahkan hasil.


Seusai CyDroid Guardian Type A mendapati Overheat dan menghentikan tembakan, Hiruma melihat hasilnya. Ia sudah menduga bahwa hal itu tak akan mudah, karena efek dari tembakan laser biasa pada Kristal Altrofya tak menggoresnya sama sekali. CyDroid yang sudah mengeluarkan tenaga maksimal, menjadi tak berdaya dengan tersungkur bertekuk lutut.


"Maaf, kawan. Kau melakukannya dengan baik. Terima kasih." Guman Hiruma pada CyDroid.


Ketika hari sudah gelap, agen yang berada di sekitar Hiruma terus berjaga. Hiruma yang berada di dalam tenda, mulai memikirkan hal mengenai amunisi untuk Hyper Gun, karena menjadi harapan satu-satunya untuk memusnahkan Kristal Altrofya. Pikiran Hiruma kembali beradu dengan tidak ingin terlalu mengandalkan Hyper Gun dan kembali mencari solusi pengganti, sembari fokus membuat datanya.


Agen yang terus berjaga sembari sedikit berkeliling terpisah, terus waspada jika terjadi penyusupan. Tanpa terduga, satu persatu dari mereka ditumbangkan oleh orang tak dikenal menggunakan pembius yang menancap sekitaran lehernya.


Sosok tersebut bersembunyi di balik kegelapan tanpa sepengetahuan Hiruma maupun sensor CyDroid Guardian. Dengan menggunakan senapan laras panjang, dia kembali melakukan persiapan tembakan akan sasarannya pada ketiga CyDroid Guardian.


Amunisi yang ia gunakan, bukanlah peluru, melainkan Chip berukuran mikro. Ia dengan tenang dan berhati-hati membidik CyDroid tersebut. Kemudian, ia melakukan tembakannya pada masing-masing rangka leher, dengan menempelkan Chip tersebut.


Seusai sukses dengan rencananya, ia mengeluarkan piranti berupa laptop untuk meretasnya.


"Sebenarnya, aku sudah berjanji tak ingin kembali menjadi 'Iblis Dunia May' itu. Aku tak memiliki pilihan lain. Maafkan aku, Tuan Hiruma." Ujar sosok pria misterius dalam hati.


Dengan pemogramannya, ia langsung meretas ketiga CyDroid itu sekaligus dengan melakukan komando untuk membuatnya malfungsi. Ketiga CyDroid langsung mengaktifkan pedang lasernya, dan melesat dengan menghancurkan satu sama lain.


Hiruma yang sedang fokus, terkejut akan suara ledakan dari luar. Ketika ia keluar tenda, ia mendapati lengahnya karena tiba-tiba merasa lemas dan mati rasa. Hiruma yang terkena tembakan bius dari sosok misterius tersebut, tumbang tak sadarkan diri.


Seusai seluruhnya berjalan sesuai rencana, sosok misterius berjubah hitam tersebut, melanjutkan tahap terakhir untuk Kristal Altrofya yang ditargetkannya.