
Hiruma menyuruh mereka untuk berkumpul di Villa Bukit Thyfaro, terkecuali Ard yang sedang mendapati masalahnya. Mereka menerima pesan Hiruma dan telah berada di perjalanannya masing-masing.
Sementara itu, laboratorium Hiruma diserbu oleh banyak warga karena informasi dari Fherlagar. Mereka yang melihatnya terbakar emosi tanpa mengetahui hal sebenarnya. Mereka mulai memasuki bagian dalam dan melihat para peneliti dibuat tertutup oleh Hiruma.
Hal itu justru semakin meyakinkan mereka akan kabar angin sebelumnya. Beberapa dari mereka bertemu dengan kerabat yang bekerja ditempat Hiruma dan memiliki setengah kesadarannya.
"Jadi... selama ini... Tuan Hiruma yang melakukan hal keji ini?!" Gumam warga pria dengan kesalnya.
"Aku tak menyangka dengan niatnya seperti ini. Kukira ia bisa kita percaya sebagai pemimpin." Ujar warga wanita dengan kecewanya.
"Kita harus menjatuhkannya! Untuk jiwa kakakku!" Seru warga pria yang lain.
"Nenek... kuharap kau bisa tenang disana..." Gumam pemuda dengan doanya.
Mereka yang berada di dalam, membawa keluar seluruh peneliti sembari membabi buta menghancurkan laboratorium. Di lain tempat, Hiruma tiba di Villa Bukit Thyfaro dengan Karu, Risu, Miccha dan Aziru lebih dulu.
Saat mereka sudah masuk kedalam, Hiruma yang berada di luar pintu, mendengar deruan CyMotoBike hingga terlihat Xion dan Gant telah tiba. Gant berjalan dengan terburu-buru melewati Hiruma.
"Jangan lupakan hal sekecil apapun." Ujar Gant dengan nada kecil dan seriusnya.
"Dimana Ard?" Tanya Xion.
"Tampaknya terhalang." Balas Hiruma.
"Begitu. Sudahlah. Ayo, Hiruma." Lanjut Xion dengan bujukkannya.
Seusainya, mereka terdiam di ruang tengah sembari duduk dan menunggu Hiruma memberikan segala penjelasannya. Hiruma melangsungkan pembicaraan untuk menceritakannya.
Ia memulai dengan kabar Ard yang mengejutkannya. Sebuah temuan dengan tingkat keberuntungan tertinggi, ditemukan oleh teman Ard yang di rahasiakan identitasnya.
Hiruma melanjutkan alasannya menutup hal tersebut dan hal sebelumnya pada mereka. Hiruma kala itu, memilih mengurus segalanya seorang diri agar mereka tidak terlibat. Dengan hanya mengandalkan Ard, hal itu justru membawa petaka pada Hiruma akan kelalaiannya yang menyebabkan petaka.
Tuduhan Fherlagar, tentunya hal palsu untuk tidak mereka percayai. Hal sederhana yang ingin di sampaikan Hiruma ialah ia ingin menyelesaikan seluruh masalahnya tanpa melibatkan mereka. Mereka pun mendengar seluruhnya, hingga
Xion berdiri dan mendekati Hiruma. Xion dengan seketika melayangkan pukulannya pada sisi kiri pipi Hiruma dengan tangan kanannya. Hiruma yang menerima hal tersebut, terjatuh seketika karena kerasnya pukulan Xion dan mengejutkan mereka.
"Kau menyembunyikan seluruhnya seorang diri?! Kau anggap apa seluruh sahabatmu disini?! Yang bisa kau lakukan adalah membaginya! Kau adalah manusia sosial!" Seru Xion mencengkeram kerah Hiruma.
"Xion. Sudah cukup. Kita sudah mendengar seluruhnya. Hiruma tak sepenuhnya bersalah." Sanggah Gant menahan tangan Xion.
"Aku iri denganmu bisa tenang seperti dirinya. Setidaknya kesabaranku bisa kulampiaskan pada Tuan Jenius ini." Balas Xion sembari berdiri dan kembali duduk.
"Kau bisa berdiri?" Tanya Gant mengulurkan tangannya.
Hiruma dengan segera dibantu Gant sembari menerimanya dan berdiri. Karu, Risu, Miccha dan Aziru masih tertunduk setelah mendengar penjelasan Hiruma.
"Jika begitu, Kalian ingin membantuku? Jika kalian berkenan." Tanya Hiruma.
"Kami tak keberatan membantumu, Hiruma. Namun, langkah yang harus kita ambil untuk mendapatkan kepercayaan merekalah yang menjadi kesulitannya." Balas Karu sembari menatap Hiruma.
"Aku tak akan memaksa jika kalian tak bisa melakukannya. Aku berterima kasih jika kalian ingin membantu. Tapi, ini adalah masalahku sekarang." Balas Hiruma menghargai Karu.
"Jika begitu biarkan kami melakukan hal lain. Kepercayaan adalah hal yang mahal." Sanggah Xion dengan tegas.
"Bagaimana denganmu, Hiruma?" Tanya Aziru.
"Aku akan mengatakannya terang-terangan pada petinggi. Aku tak akan menyangkal apapun." Balas Hiruma.
"Tidak hanya itu. Kurasa kau sulit kemanapun, Hiruma. Termasuk menemui mereka." Sanggah Jay sembari menopang pelipisnya.
"Tak perlu khawatir. Mereka bisa kuurus." Balas Hiruma sembari membersihkan luka di pipi dekat mulutnya.
"Dan bagaimana dengan tempat favoritmu? Hal itu pasti sudah rata dengan tanah." Lanjut Gant.
"Lupakan itu. Kebenaran dan kepercayaanlah yang harus diutamakan. Terlebih mengeluarkan doktrinnya dari otak mereka sekaligus." Bantah Hiruma.
"Aku siap melakukannya jika akan ditandai oleh mereka. Hal terpenting adalah kita harus meyakinkannya dengan tidak terlihat meragukan. Karena kemungkinan terburuk yang kubenci adalah mereka justru menuduhmu tanpa otak, Hiruma." Ujar Xion dengan kesal.
"Tidak. Jangan terburu-buru. Mereka sangat menentang keras akan keberadaan serpihan ini. Aku pun ragu mereka akan percaya semudah itu pada ucapanku. Aku akan memberitahu langkah kecil untuk kalian jika berminat." Bantah Hiruma.
"Jadi, apa yang cocok untuk kami, Hiruma?" Tanya Miccha.
"Xion. Jika situasi sudah membaik, pergilah ke Fherlagar dengan segera. Kau mengerti alasanku, bukan?" Pinta Hiruma.
"Aku mengerti. Jika dia menghilangkan jejaknya itu akan lebih repot." Balas Xion.
"Miccha. Kurasa aku akan memintamu mendukung Xion. Bisa kau beri pelacak padanya untuk berjaga-jaga?" Lanjut pinta Hiruma.
"Tentu." Balas Miccha dengan angguknya sembari mengeluarkan alat dan bahan dari CyBag dan CyShop nya.
"Sisanya, tetap bermain aman. Aku hanya akan memberitahu informasi ini sebagai kebenarannya. Jika kalian tidak aman karena salah langkah, itu sia-sia untukku." Lanjut Hiruma.
"Baiklah. Kami mengerti. Bagaimana dengan Ard ?" Tanya Jay.
"Dia lebih paham dengan situasinya, jadi tak masalah." Balas Hiruma.
"Kuharap, langkah selanjutnya kau mengizinkanku membereskannya." Ujar Xion menyilangkan lengan.
"Jika bukti sudah kumiliki, kau bisa melakukannya. Ini adalah pertarungan orang berkuasa. Aku pun tak mengira di kota seperti ini masih ada tikus got yang mengotorinya." Ujar Hiruma menahan kesalnya.
"Kau bilang, kau menaruh serpihan itu di sana. Berarti, ada data yang sudah kau dapatkan, bukan?" Tanya Aziru sembari menduganya.
"Benar. Untungnya, data itu sudah kusalin disini. Namun tak cukup hanya dengan CyNotebook. Aku membutuhkan piranti lain dan lebih tangguh seperti sebelumnya." Balas Hiruma sembari mengeluarkan CyDisknya.
"Sialan. Itu membuatku lega." Gumam Xion sembari bersandar pada sofa.
"Tentunya, dengan data ini tetap beresiko. Di satu sisi ini hanya pagarnya, di lain sisi mereka tak akan mudah percaya. Dan kemungkinan beberapa mengincar hal ini untuk tutup mulut." Lanjut Hiruma menyilangkan lengan.
Dikala mereka sedang berbincang, Ard datang dengan tiba-tiba menggunakan CyHover dan mengejutkan mereka. Ard langsung memberitahu keadaan kota karena menjadi kacau.
Mereka marah pada Hiruma dan melakukan demo di segala tempat. Mereka menginginkan Hiruma agar turun dari posisinya dan bertanggung jawab atas hal yang mereka duga telah terkuak. Hiruma pun sudah mengerti dan meminta Ard untuk kembali bersama mereka.
"Kurasa tempat ini bisa menenangkanmu. Jangan melakukan hal gila lagi tanpa kami." Pinta Gant didalam pintu keluar.
"Aku mengerti. Berhati-hatilah. Jangan sampai identitas kalian terancam." Balas Hiruma memperingati.
Mereka berpamitan dengan Hiruma yang memilih tinggal sementara waktu di Villa Thyfaro. Seiring berjalannya waktu hingga tiba esok hari. Hiruma mempertemukan diri pada Dewan Petinggi Exgalya.
Mereka yang melihat kehadiran Hiruma menaruh harap dan pertanyaan. Enam Dewan Petinggi Exgalya telah berkumpul dengan duduk melingkar.
"Kuyakin, kau telah siap dengan penjelasanmu, Tuan Hiruma." Ujar Dewan 2 Zyroxa.
"Seperti niatku kemari. Untuk menyelesaikan kesalahpahaman ini." Balas Hiruma.
"Kesalahpahaman? Setelah segala bukti yang ada kau masih mengelak?!" Bantah Dewan 4 Erzoga sembari berdiri dari duduknya.
"Kuharap anda mau mendengarnya terlebih dulu, Tuan Erzoga." Pinta Hiruma sembari memojokkan Dewan Erzoga.
"Tuan Erzoga. Duduk dan jangan mempermalukan dirimu." Ujar Dewan 5 Syxera.
"Aku tak ingin ada emosi di rapat ini. Termasuk tingkahmu, Tuan Erzoga." Sanggah Dewan 1 Galya.
"Jika begitu, langsung saja dengan penjelasanmu, Tuan Hiruma." Ujar Dewan Galya.
Hiruma langsung memberikan penjelasannya mengenai keterkaitan Summer Sparking yang ia temukan hingga menyebabkan kekacauan. Temuannya dari pihak lain, membuatnya memiliki serpihan tersebut secara kebetulan.
Hiruma yang tak ingin diganggu akan penelitiannya, justru membawa petaka untuk dirinya sendiri. Seusai seluruh penjelasan Hiruma, para dewan mendapatkan kesimpulan untuk segera mengakhiri kesalahpahaman Hiruma.
"Jika begitu, aku mengerti. Tuan Hiruma memang tak bersalah. Hanya saja caranya keliru dan menyebabkan kekacauan sesaat." Ujar Dewan 1 Galya.
"Aku harap, kau bisa memikirkan hal lebih jauh dari langkah ini, Tuan Hiruma." Ujar Dewan 2 Zyroxa.
"Karena masalahnya sederhana. Aku tak ingin memperpanjang masalah ini. Aku akan membersihkan kesalahan Hiruma. Dengan syarat, kau tak menutupnya dari kami." Lanjut Dewan 3 Urtora.
"Dengan ini, rapat dicukupkan. Jika di perpanjang, maka masalah akan bertambah rumit. Hiruma, sisanya kuserahkan padamu." Ujar Dewan 5 Syxera sembari berdiri dan beranjak pergi.
"Baik. Terima kasih banyak." Balas Hiruma sembari berdiri dan membungkuk hormat.
"Jangan lakukan hal konyol lagi, Hiruma." Ujar Dewan 6 Artora mengikuti Dewan Syxera.
Para dewan telah beranjak pergi, terkecuali Dewan Satu Galya dan Hiruma masih berada di ruang rapat.
"Apa yang membuat sifatmu membekas seperti ini, Hiruma?" Tanya Dewan Galya.
"Hanya bawaan. Maaf jika tak sesuai harapan anda." Balas Hiruma membelakangi Dewan Galya.
"Sesungguhnya kau memenuhi harapan kami semua. Namun, jangan memikul seluruhnya seorang diri. Sebagai makhluk sosial sudah seharusnya kau berbagi. Bukan masalah pahit dan manis. Bukan perihal perasaan dan ambisi. Manusia yang kau tahu, tak akan semudah itu meruntuhkan perasaan mereka sendiri." Ujar Dewan Galya berjalan perlahan melewati Hiruma dengan kedua tangan di belakang.
"Maksud anda, aku harus menaruh kepercayaan pada mereka sepenuhnya?" Tanya Hiruma dengan ragu.
"Tak perlu sepenuhnya. Kau hanya meragukan bahwa mereka adalah makhluk yang mudah tergores. Jika kau mengatakan sebuah kebenaran, luka yang di dapat memang menyakitkan. Namun, apa yang terjadi jika kau menunda kebenaran itu semakin lama? Mereka tak akan mempercayaimu dikemudian hari." Lanjut Dewan Galya.
"Jika begitu, tak masa--" Ujar Hiruma di potong oleh Dewan Galya.
"Hiruma. Dengar. Apa yang kau abaikan seolah kau bisa menanggung semuanya, kau tak akan bisa bertahan ketika putus asa. Kau bisa memegang kata-kataku jika perlu." Bantah Dewan Galya berjalan pergi meninggalkan Hiruma.
"Aku mengerti. Terima kasih." Balas Hiruma kembali membungkuk hormat.
Siang yang cerah memeluk kota-kota besar, termasuk Exgalya. Mereka yang sibuk dengan segala aktifitasnya, disambut oleh berita mendadak secara massal.
Dewan Galya dan Dewan Urtora menyiarkan diri untuk memberitahu sesuatu yang membuat mereka kembali bertanya-tanya.
"Selamat siang, Warga Exgalya. Di siang ini, aku akan memberitahu hal penting untuk seisi, bahkan di luar Kota Exgalya. Walikota Exgalya Hiruma, tidaklah bersalah perihal berita yang tersebar mengenai Summer Sparking." Ujar Dewan Urtora.
"Tidak bersalah?! Apa maksudnya ini?!" Gumam pemuda yang menggenggam CyPhone.
"Kalian tentu bertanya-tanya akan perihal tersebut. Serpihan yang ditunjukkan oleh Tuan Fherlagar, ialah doktrin untuk meruntuhkan Hiruma sebagai kepentingan pribadinya. Dengan mengandalkan aksi massa melalui kalian semua. Kenapa? Tuan Fherlagar telah kalah sebelumnya sebagai Kandidat Kota Exgalya dan memilih menyerang kepercayaan warga pada Hiruma." Lanjut Dewan Galya.
"Jadi... karena itu?!" Gumam pemuda berjaket kulit hitam dengan kejutnya.
"Jika yang berbicara adalah Tuan Galya, aku tak bisa meragukan ini." Ujar pemuda dengan keyakinannya.
"Kurasa hal itu masuk akal. Tidak. Benar-benar masuk akal." Duga seorang ibu-ibu muda menggendong anaknya.
"Dan maksud Hiruma menyembunyikan serpihan tersebut dari kita semua ialah sebenarnya maksud baik. Dia hanya tak ingin kalian kembali melihat, bahkan mengingat tragedi saat itu. Dia khawatir akan menggores perasaan para korban yang telah ditinggalkan. Para kerabat di laboratorium secara tertutup ialah untuk menjaga keamanan data-data, agar tidak dibocorkan pada bagian luar yang berniat menyalahgunakannya." Ujar Dewan Galya.
"Tuan Hiruma?! Jadi..." Ujar remaja terbujur lemas akan kebenaran dari Dewan Galya.
"Dia hanya berniat menjaga perasaan kita. Kurasa aku akan mempercayai Tuan Hiruma kali ini, ibu." Gumam gadis dengan doanya.
"Yang terakhir, aku hanya ingin meminta pada kalian semua. Jangan mudah terpedaya oleh doktrin yang dapat menyebabkan kerusuhan dalam kota yang sangat kita cintai seluruhnya. Jika kalian meragukan hal itu, carilah kebenaran terlebih dahulu agar kalian tahu apa tujuannya. Dan dengan ini, aku menyatakan untuk menangkap Tuan Fherlagar sebagai pembuat kekacauan beserta doktrin negatifnya. Sekian." Ujar Dewan Galya menutup siarannya.
"Cih. Para dewan sialan!" Gumam Fherlagar dengan kesal sembari mematikan TV nya.
Seusai Fherlagar mengetahui situasinya, ia merasa panik untuk apa yang akan dilakukan selanjutnya. Satu-satunya ide, datang pada Fherlagar untuk menghancurkan serpihan Summer Sparking dengan segera.
Ia melakukan segala cara untuk menghancurkannya, namun tak membuahkan hasil.
"Dengan begini, Aku bisa memukulnya, kan?!" Seru Xion akan rasa kesalnya.
"Xion, apa yang kau ocehkan?" Tanya Paman Zaunt.
"Ah, tidak. Tidak ada." Balas Xion dengan malu sembari melanjutkan pekerjaannya.
"Kurasa kau sangat bersemangat hari ini." Lanjut Paman Zaunt sembari menjalankan CyForkliftnya kembali.
"Ah, sial! Aku ingin memburunya! Tapi justru sibuk seperti ini!" Seru Xion dalam hati menahan kesalnya.
"Begitu. Aku lupa kalian tidak bisa berkeliaran disaat seperti ini. Kurasa akan butuh waktu untuk memburunya." Ujar Hiruma dalam panggilan dengan Ard.
"Begitulah. Untuk saat ini, biarkan warga dan aparatmu yang memburunya. Namun, jika dia lolos, aku merasa kasihan dengan Miccha." Balas Ard akan guraunya.
"Aku turut berduka padanya jika itu terjadi." Ujar Hiruma dengan rasa menyesal.
"Aku sudah membuat ini! Jangan biarkan ini sia-sia! Hiruma!" Seru Miccha dalam panggilan grup ketika mengetahui keadaannya.
"Kurasa lebih baik kau simpan itu untuk lain waktu, Miccha. Usahamu tak akan kubuang dengan sia-sia. Aku janji." Balas Hiruma.
"Namun, kuyakin dia tak bisa pergi dari kota ini. Mau bagaimana lagi, hahahaha." Ujar Ard.
"Benar. Aku akan menghubungimu lain kali. Sudah." Lanjut Hiruma mengakhiri panggilan grupnya.
Fherlagar yang kabur dari kejaran warga, dengan segera menaiki mobil pribadinya sembari tancap gas merusak lalu lintas. Dirinya mendapati kesialan begitu tahu telah diburu aparat dan Warga Exgalya.
Pelarian Fherlagar pun tak berjalan mulus karena perjalanannya diblokir oleh aparat yang sudah mengantisipasinya. Ia tak memiliki pilihan selain menyerahkan diri begitu sudah terkepung. Warga yang menyerbu Perusahaan milik Fherlagar, dibubarkan oleh aparat dengan lembut agar tak berlanjut ricuh.
Fherlagar dibawa menggunakan CyVa dengan segera untuk ditindak hukum yang berlaku. Mereka pun merasa lega masalahnya tak berlangsung lama.
Setibanya sore hari, Ard dan Xion mulai memasuki ruangannya untuk mendapatkan kembali serpihan yang dicuri oleh Fherlagar. Mereka tak tahu akan lantai ruangannya memilih mencari ke setiap lantai.
Gedung tersebut memiliki tiga belas lantai dan dijarah oleh mereka satu persatu.
"Sialan. Si Muka Tegang itu seberapa kaya hingga membuat sebanyak ini?!" Seru Xion sembari bertanya-tanya.
"Kurasa ini pilihan yang bagus untuknya menurunkan kalori." Balas Ard dengan gurau kotornya.
"Leluconmu terdengar jahat, Ard." Sanggah Xion dengan sinis.
Setibanya di lantai ketigabelas, mereka menemukan ruangan yang tampak berbeda dan meyakini itu milik Fherlagar. Mereka kembali menjarah dan berharap serpihan itu aman seperti semula.
Ketika Ard melihat sesuatu di bawah meja Fherlagar, Ard menarik meja tersebut ke sisi depan dan dibantu oleh Xion. Serpihan tersebut tampak sudah dihancurkan oleh Fherlagar.
Ard yang mengetahuinya, memilih membawa pecahan serpihan tersebut.
"Ingin kau apakan benda ini?" Tanya Xion dengan heran.
"Jawabannya ada pada Mata Empat Sialan itu. Kau akan mengetahuinya. Ayo." Balas Ard sembari beranjak pergi membawa serpihan dengan toplesnya.
Kekacauan telah berakhir, namun sepenuhnya karena masalah yang tersisa dari serpihan tersebut. Ard dan Xion mengamankannya dan berniat mencari tahu dengan apa yang dimiliki serpihan tersebut.