
"M-Maaf... sepertinya aku salah dengar?" Tanya Ard dengan canggung.
"Tidak. Karena ada alasan yang menarikmu kemari." Balas ketua.
"Alasan?" Tanya Ard kembali semakin bingung.
"Kami melihatmu di akuarium milik Tyxa. Kau melakukan hal yang orang banyak tak lakukan. Bahkan kau bisa berteman dan menjinakkan sepenuhnya." Ujar ketua.
"Begitu... ehehehe. Aku hanya mencoba memahaminya bermodal perasaan. Mungkin ini terdengar sedikit menggelikan, ehehehe..." Balas Ard dengan malu.
"Sama sekali tak memalukan. Kau justru mengagumkan dapat mengerti mereka. Dimana sebelumnya kau berada?" Balas tanya ketua dengan antusias.
"Ah, sebelumnya aku bekerja di Pelabuhan Transport Gal-Alya dan Perikanan Laut Axeru. Tapi, aku harus diberhentikan dari sana karena suatu insiden." Ujar Ard sembari tertunduk.
"Begitu. Aku tak akan heran jika selama ini kau lama di laut. Laut adalah duniamu, kan?" Balas ketua sembari lanjut bertanya.
"Ah, benar. Begitulah. Maka dari itu aku sangat terkejut karena tiba-tiba ditawari tempat yang sangat mengagumkan untukku." Ujar Ard dengan senyum tipisnya.
"Lalu, kau mau menerimanya? Kau bisa bergabung dengan seluruhnya disini. Termasuk Miko dan Mika. Mereka membutuhkan orang sepertimu." Balas ketua meyakinkan Ard.
"Jika begitu... aku menerimanya dengan senang hati. Terima kasih banyak!" Ujar Ard sembari bangun dan menunduk hormat.
"Baiklah. Selamat Datang di Gal Aquarium World, Ard. Temani mereka dengan segenap perasaanmu. Mereka adalah hewan lembut yang memiliki kehidupan keras." Lanjut ketua mengulurkan tangannya untuk berjabat.
"Tentu! Terima kasih banyak!" Seru Ard menerima jabatannya.
"Kau bisa mulai sekarang sebagai sambutan jika tak keberatan. Kau mau?" Balas tanya ketua.
"Tentu! Aku ingin melihat seluruhnya!" Seru Ard dengan semangat.
"Semangat yang bagus. Jika begitu, kita langsung saja." Ujar ketua sembari membukakan pintu.
Ketua dan Ard berjalan bersama ke setiap bagian dan berniat memperkenalkan Ard keseluruhan hewan di akuarium. Seusainya, Ketua mengajak Ard menuju belakang panggung dan memperkenalkannya pada kru yang bertugas dalam Atraksi Lumba-Lumba.
"Ketua?! Ah, siapa dia?" Tanya gadis muda berambut cokelat dengan kucir belakang.
"Bisa kau panggilkan yang lainnya, Zenka? Pria ini akan menjadi sahabat baru di akuarium ini dan juga kalian." Balas ketua sembari menepuk bahu kanan Ard.
"Heh?! Kawan baru?!" Balas tanya Zenka sembari mengeluarkan siulannya sebagai tanda.
Mereka yang ada di beberapa tempat berbeda, berkumpul menemui Zenka karena memanggil dari ruang tengah. Mereka yang melihatnya, merasa heran dengan apa yang terjadi.
"Baiklah, kalian semua sudah disini. Aku ingin mengenalkan kalian pada kawan baru yang akan bergabung sekaligus bersahabat dengan mereka di akuarium ini." Ujar ketua.
"Namaku Ard, 21 tahun. Asal ku dari Alya dan sebelumnya bekerja di Gal, tepatnya Pelabuhan Transport Gal-Alya dan Perikanan Laut Axeru. Mohon kerjasamanya!" Seru Ard dengan semangat.
"Ketua! Boleh kutanya sesuatu?" Tanya pria rambut hitam tipis.
"Apa, Kyrell?" Balas tanya ketua.
"Bagaimana dia bisa bergabung disini?" Tanya Kyrell.
"Kuyakin ini akan mengejutkan kalian sedikit. Dia, berhasil bersahabat dengan Tyxa." Balas ketua.
"Huh?!" Gumam Kyrell dengan terkejut.
"Tyxa?! Bagaimana bisa?!" Tanya pria besar berambut hitam lebat.
"Kalian bisa melihatnya sendiri bagaimana dia bekerja. Jika begitu, aku akan kembali. Ah, aku lupa, Ard. Kau ingin mulai tinggal disini sekaligus mengurus tempat ini? Semenjak melihatmu, aku semakin yakin." Ujar ketua kembali menawarkan.
"Tentu! Aku tak keberatan." Balas Ard dengan semangatnya.
"Jika begitu, akan kubantu dengan pakaian gantinya. Kalian bisa mulai berbincang." Lanjut ketua sembari beranjak pergi.
"Baiklah! Selamat Datang di Dunia Air, Ard!" Seru pria besar sembari mengunci kepala Ard dengan lengannya.
"A-A-Ah! Tentu! Tentu! Aku menyerah!" Seru Ard meminta pria besar tersebut melepas kunciannya.
"Baiklah. Kak Goura, bagaimana jika kita memperkenalkan diri masing-masing?" Tanya wanita dewasa berambut cokelat panjang dan berkacamata dengan ramah.
"Benar juga. Oke! Namaku, Goura. 25 tahun, Alya. Salah satu kesayanganku adalah berang-berang besar bernama Fyugo. Salam kenal!" Seru pria besar dengan rambut cokelat mohawk.
"Aku Hyoki, 23 tahun, Gal. Selalu berlaku ramah, Ard." Ujar gadis berambut cokelat panjang. dengan nada lemah lembutnya.
"Aku Zenka, 22 tahun, Alya. Selamat Datang, Ard." Ujar gadis berambut cokelat dengan kucir belakang.
"Aku Kyrell, 21 tahun, Gal. Aku menantikan kerjasamamu, Ard." Ujar pria berambut hitam tipis sembari menjabat tangan Ard.
"Ah, tentu!" Balas Ard dengan semangat.
"Baiklah. Aku Cyrell, 20 tahun, Gal. Kyrell adalah kakakku. Jika dia macam-macam silahkan lapor padaku, Kak Ard. Aku akan membunuhnya." Ujar gadis berambut hitam dengan kucir kiri sembari tersenyum ramah akan gurauannya.
"Tentu!" Balas Ard dengan percaya diri.
"Cyrell..." Gumam Kyrell dengan canggung.
"Aku... Lycca... 20 tahun, Alya. Salam kenal." Ujar gadis berambut pirang panjang dengan malu-malunya.
"Aku Argy, 21 tahun, Alya. Salam kenal. Tolong tunjukkan padaku tentang Tyxa, Ard. Aku menantikannya." Ujar pria rambut hitam berkacamata.
"Pasti!" Seru Ard.
"Baiklah, sudah semuanya. Kuharap kau menghafal kami dengan baik, Ard. Kau ingin berkenalan dengan hewan kesayangan kami?" Tanya Hyoki dengan senyum ramahnya.
"Tentu! Miko! Mika!" Seru Ard sembari berlari menuju kolam.
"Dia sangat aktif." Ujar Hyoki.
"Masa Muda! Masa Muda!" Seru Goura.
Mereka yang usai akan sambutan, melanjutkan aktifitas mereka. Vicchy yang berada di kamar Ard, terbangun setelah tidur cukup lama hingga hari telah senja. Vicchy melihat sekitar dan tak mendapati Ard di kamar. Ia melakukan gerakan kakinya dengan berpindah menuruni kasur dan duduk di pinggir.
"Ard... belum pulang. Dia sangat tertekan... kah...?" Gumam Vicchy dengan cemas.
Ketika Vicchy sedang duduk di dalam kamar Ard, pintu kamar terketuk beberapa kali oleh seseorang. Vicchy yang mendengarnya, memeriksa keadaan di luar dengan melakukan monitor. Ketika terlihat, Hiruma berada di luar kamar dan membuat Vicchy membukakan pintu. Vicchy pun mempersilahkan masuk dan mengakibatkan situasi yang membeku dengan Hiruma.
"Dia masih belum berani?" Tanya Hiruma sembari menatap keluar jendela.
"Belum. Tentu ini sangat memukulnya." Balas Vicchy sembari duduk di pinggir kasur.
"Ada satu kabar buruk yang kurasa belum kau dengar dari Xion." Ujar Hiruma tak menoleh.
"Apa itu?" Tanya Vicchy melirik Hiruma.
"Ard... sudah diberhentikan dari Pelabuhan maupun Axeru." Balas Hiruma.
"Heh?! Tunggu. Tak ada yang memberitahuku tentang ini sama sekali. Kenapa?! Hiruma!" Seru Vicchy sembari mengeluarkan air matanya yang perlahan terjun bebas.
"Kau berpikir Xion memiliki keberanian? Sayangnya tidak terlalu. Atau lebih jelasnya, tidak tepat." Lanjut Hiruma menoleh Vicchy.
"Katakan dari awal! Pertama, dia menanggung resiko yang tak kuketahui. Kedua, dia menjadi pelanggar. Dan sekarang... kemana dia akan melangkah?! Ard bodoh!" Seru Vicchy tersungkur lemas sembari menutup wajah dengan kedua tangannya.
"Tidak hanya itu... Aku tak memiliki jejak dari masalah yang kuhasilkan. Kecerobohanku justru membunuhnya!" Lanjut Vicchy menahan emosinya.
"Yang ceroboh hanyalah Ard, Vicchy. Situasi dia melepaskanmu dengan lalai, hal inilah yang menyebabkannya terjadi. Dan ngomong-ngomong, kenapa kau bisa berpisah dengan Ard?" Bantah Hiruma dan kembali bertanya.
"Aku... aku... hanya ingin lebih berguna untuknya. Karena dia tampak meremehkanku seolah tak bisa melakukan sesuatu. Dengan berharap menemukan sesuatu lebih cepat karena aku begitu yakin. Tapi, yang terjadi justru diluar dugaanku. Dan lebih buruknya lagi, aku tak tahu apa yang terjadi selanjutnya." Balas Vicchy memeluk kedua kakinya dan membenamkan wajahnya.
"Inisiatifmu memang bagus, Vicchy. Tapi, yang dia lakukan bukanlah meremehkanmu. Dia hanya peduli padamu karena kita tidak tahu dengan apa isi di dalam hutan." Ujar Hiruma.
"Kumohon... salahkan aku sepenuhnya... Hiruma..." Pinta Vicchy dalam tangisnya.
"Aku menolak. Kau meminta pada orang yang salah, Vicchy. Jika kau masih belum bisa mengingatnya, lupakanlah. Hal itu akan datang ketika tidak diminta. Jaga dirimu dan jangan larut terlalu dalam." Balas Hiruma sembari beranjak keluar.
"Ard... bodoh..." Gumam Vicchy sembari menahan tangisnya.
Hiruma keluar dari halaman apartemen dan memasuki CyMobilenya, sembari terdiam dan bersandar sesaat.
"Kurasa aku akan mempercayakan lagi padanya. Untuk saat ini aku harus fokus pada masalah utama ini. Lekaslah kembali, Ard. Kau tak bisa terus lari untuk menyelesaikan masalahmu." Ujar Hiruma dalam hati dan beranjak pergi.
Ard yang berada di akuarium melakukan tugasnya dalam perawatan sembari bermain dengan hewan lain.
"Jika begitu, Ard. Kami percayakan tempat ini dan mereka padamu. Jaga dirimu juga." Ujar Hyoki sembari berpamitan.
"Dan jika kau bisa memuaskanku, kita makan daging semalaman, Ard! See You!" Seru Goura keluar dari akuarium.
"Tentu! Hati-hati!" Balas seru Ard sembari melambai.
Ketika Ard berniat iseng bersih-bersih, ia melihat Lycca yang belum pulang dan tampak mencari sesuatu.
"Lycca?" Panggil Ard dengan tiba-tiba.
"Ah! A-Ard?!" Balas Lycca dengan terkejut sembari berbalik
"Ada apa?" Tanya Ard memastikan.
"Tidak... tak apa..." Balas Lycca dengan canggung.
"Begitu. Baiklah, permisi." Ujar Ard sembari menaruh ember dan lap pel.
Ard melihat ke arah leher Lycca karena tahu dengan apa yang dicarinya. Ard pun mencoba mencari di halaman samping sembari memeriksa rumput dan sekitar. Setelah empat menit fokus, Ard melihat sesuatu yang menarik mata di dekat drum dan kotak. Ard yang melihatnya, mengambil dan memastikan bahwa itu adalah kalung milik Lycca. Kalung berbentuk lumba-lumba perak kembar, dibawa oleh Ard dan mencucinya di wastafel. Seusainya, Ard kembali menemui Lycca.
"Lycca." Panggil Ard.
"Ard? Ada apa?" Tanya Lycca.
"Miko dan Mika." Balas Ard mengulurkan tangan memberikan kalungnya.
"Heh?! Dimana kau menemukannya?" Tanya Lycca sembari terkejut.
"Rumput halaman samping. Jika sudah aku ingin kembali bersenang-senang." Balas Ard sembari menunjuk dengan ibu jarinya.
"Uhm... Terima kasih... permisi!" Ujar Lycca sembari berlari meninggalkan Ard.
"Hati-hati!" Seru Ard sembari melambai.
Seusainya, Ard kembali ke dalam untuk bersih-bersih sembari bermain dengan Miko dan Mika. Ard yang tak memiliki kegiatan lain seusai mandi, mengenakan Scuba Suitnya dan masuk ke kolam sembari mengapungkan diri.
"Tempat ini... membuatku tak bisa berkata-kata. Bagaimana denganmu, Miko? Mika?" Ujar Ard sembari menoleh ke kiri.
Miko yang berada di samping Ard, mendongakkan kepala dan mengeluarkan lengkingan beberapa kali.
"Begitu. Aku bersyukur kau menyukai mereka. Mereka berhasil mendapatkan hatimu juga. Sayangnya, tidak untuk Tyxa. Mereka mundur terlalu awal sebelum dia ingin menaruh kepercayaan pada mereka. Bagaimana menurutmu dengan Tyxa, Miko?" Ujar Ard kembali bertanya.
Miko yang ditanya, seketika menyelam ke bawah dan tak mau menjawab Ard. Ard yang melihatnya mengerti dengan hubungan Miko dan Tyxa. Disaat yang sama, Mika mendekati Ard dan menaruh mulutnya di atas perut Ard.
"Mika? Tentu. Aku yakin Miko memiliki maksud sendiri. Kau meyakini bahwa Tyxa sama baiknya dengan kalian, kan?" Lanjut Ard bertanya.
Mika yang menaruh mulutnya di atas perut Ard, menjawabnya dengan lengkingan dan menyipitkan matanya beberapa detik. Ketika usai menaruh mulutnya pada perut Ard, Mika menyelam dan mendorong punggung Ard dengan tubuhnya hingga terangkat cukup tinggi.
"Mika?! Dia... kuat!" Seru Ard dalam hati.
"Apa mungkin, Miko juga? Miko! Bisa kuminta kau melakukan hal yang sama seperti Mika?!" Seru Ard mengganti posisinya menjadi berdiri.
Miko muncul ke permukaan dan memahami permintaan Ard sembari mulai menyelam. Miko pun mengeluarkan kemampuan dengan tenaganya untuk mengangkat Ard dengan punggungnya. Ard yang melihat Miko, terkejut bahwa mereka mampu melakukannya.
Seketika, Ard duduk di pinggiran kolam dan berpikir sejenak. Tak lama kemudian, Ard mendapat berbagai ide dan merancangnya sembari bergantung pada Miko dan Mika. Ard yang ingin mengujinya, meminta Miko dan Mika untuk melakukan kombinasi sesuai arahan Ard.
Ard pun menyelam ke kolam dan memfokuskan kaki pada punggung Miko dan Mika. Seusai merasa yakin, Ard menepuk punggung Miko dan Mika untuk berenang ke permukaan.
Ketika mencapai di permukaan air, Ard melatih keseimbangannya untuk tidak jatuh. Ard yang berhasil berdiri di atas punggung Miko dan Mika meminta mereka berenang bersamaan.
Miko dan Mika pun berenang secara sinkron dan perlahan hingga membuat Ard seolah berjalan di atas air berkat mereka. Ard yang berhasil akan idenya, melompat ke air dan memeluk Miko dan Mika.
"Miko! Mika! Kalian siap menjadi partnerku?! Aku membutuhkan kekuatan kalian. Kalian keberatan?" Tanya Ard dengan semangatnya.
Miko yang melihat Ard, mendongakkan kepala dan melakukan lengkingan. Sedangkan Mika, menyusul dengan tepukan kedua sirip sembari melengking seperti Miko.
"Aaaaahhh! Aku mencintai kalian! Terima kasih banyak! Baiklah! Setelah aku meminta kalian, saatnya makan malam!" Seru Ard naik ke tepian kolam.
Malam panjang berganti fajar hangat. Ard merasa bersemangat dan bangun diawal pagi sembari memberi makan Miko dan Mika, beserta hewan air lainnya. Seusai perawatan rutin, Ard kembali memaksimalkan latihan.
Lima jam berlalu dan kru lain tiba dan bersiap untuk pentas. Ard ditunjuk oleh Zenka dan Goura untuk melakukan pentas bersama Miko dan Mika. Ard merasa siap dan bersemangat untuk menyambut para penonton yang sudah ramai.
Berbagai atraksi Ard tampilkan seperti yang diajarkan. Ard pun tiba pada klimaks pertunjukkan untuk mengejutkan mereka semua.
"MIKO! MIKA! KITA LAKUKAN! DUAL DOLPHY DASH! AYO!" Seru Ard dengan semangatnya.
"Dual Dolphy Dash? Apa itu?" Tanya salah seorang pemuda yang menonton.
"Mungkin atraksi baru." Balas teman gadis pemuda di sebelahnya.
"Ard? Apa yang dia lakukan?" Tanya Hyoki dari balik pintu.
"Dual Dolphy Dash? Kita tak punya akrobat itu." Sanggah Argy sembari melihat jadwal.
Ard pun menyelam hingga ke dasar kolam sembari diikuti Miko dan Mika. Penonton dan kru yang melihatnya ikut penasaran. Ketika Ard sudah siap, Ard menepuk punggung Miko dan Mika untuk berenang dengan cepat menembus permukaan dan menyebabkan cipratan kuat.
Mereka yang melihatnya terkejut bukan main bahwa Ard berdiri di atas punggung Miko dan Mika sembari berenang dan berputar seolah Ard mengenakan sepatu roda. Ard berlanjut melakukan dukungan dari sinkron Miko dan Mika dalam berbagai atraksi hingga terdengar sorakan hebat.
Seusainya, Ard menyalakan musik dan mengajak Miko dan Mika menari sembari berdiri di permukaan mengikuti gerakan Ard. Klimaks yang tak terduga membuat penonton bersorak dan membuat kru terdiam kaku. Atraksi dari berbagai hewan laut pun berlalu.
Goura yang memeriksa Website Miko dan Mika mendapati respon positif karena membanjiri kolom komentar. Ard yang baru beristirahat merebahkan diri dengan telentang di pinggir kolam, seketika diangkat Goura dan kawan-kawan sembari melemparkan Ard ke udara beberapa kali merayakan keberhasilannya.
Mereka yang menduga dengan Ard, mengajak Ard berbincang. Hyoki yang melihat Miko dan Mika, menghampirinya dan berbincang.
"Luar biasa, Miko, Mika. Kalian menikmatinya?" Tanya Hyoki sembari jongkok di pinggir kolam.
Miko dan Mika melakukan lengkingan dan tepuk siripnya beberapa kali. Ketika Hyoki menduganya, ia merasa lega sembari memeluk Miko dan Mika. Seusai Hyoki memberi makan sebagai hadiah, Hyoki ikutbmenemui mereka yang sedang berbincang di ruang kru.