From Grey To Red

From Grey To Red
BAB 14 : Petaka Ganda



Ard yang menyuruh Vicchy beristirahat, meninggalkannya sementara waktu untuk membeli makanan. Empat menit berlalu, Ard membawakan makanan untuk dirinya dan Vicchy berupa sup daging sapi hangat dengan jus limun dingin, hingga membangkitkan energi Vicchy.


"Akhirnya mempan, hahahaha." Ujar Ard dengan lega.


"Kau sungguh menjengkelkan. Membalas seperti itu padaku." Balas Vicchy dengan kesal sembari memegang mangkuknya.


"Aku hanya tak menduga, itu diluar ekspektasiku. Kau menyerah?" Lanjut tanya Ard sembari menunjuknya.


"Aku menyerah. Jangan buat aku seperti itu lagi." Pinta Vicchy sembari mulai makan.


"Roooooger." Balas Ard dengan senyum tipisnya.


Dikala mereka mulai mengisi perut dan berbincang, mereka melakukan langkah selanjutnya untuk menikmati wahana lain. Dikala baru berjalan beberapa meter dari kedai, mereka berpapasan dengan dua orang yang Ard dan Vicchy kenal.


Hal itu membuat mereka terdiam dan saling terkejut. Karu dan Hikky tampak bersama dan bergandengan tangan. Ard yang melihatnya, kembali melakukan tindakannya.


"Yo. Tak kusangka kalian disini." Sapa Ard dengan senyum bersahabatnya.


"Ard? Kau juga disini? Dan dia?" Balas tanya Hikky melihat Vicchy.


"Sedang menikmati waktu luang. Teman lamaku, Vicchy. Kau sudah mendapatkan Karu? Luar biasa. Jaga dia baik-baik, kawan." Lanjut Ard dengan ramah.


"Uhm. Begitulah. Kukira kalian sedang kencan." Ujar Hikky.


"Hahahahaha! Tidak. Jika itu terjadi, aku akan memberitahumu." Balas Ard.


"Hikky. Bisa kita menikmati yang lainnya?" Pinta Karu memberi kode pada Hikky.


"Eh... Karu?" Gumam Hikky sembari menengoknya.


"Lakukanlah, Hikky. Nikmati waktu kalian. See Ya." Balas Ard sembari berpisah dengan Karu dan Hikky.


"Ard..." Panggil Vicchy sembari berjalan.


"Jangan pikirkan, Vicchy. Bukan perihal besar. Target kita disini masih banyak, ayo!" Balas Ard menarik Vicchy.


Ard dan Vicchy menikmati waktu mereka di setiap wahana seperti halnya Arung Jeram, Dunia Air, Skylift, Bomb Bomb Car, Gim Arkade dan cemilan lainnya.


Dikala mereka berada di Kincir Ria untuk bersantai, Vicchy menatap Ard beberapa lama ketika Ard melihat pemandangan luar. Dengan seketika, Ard menyadari sesuatu akan tatapan Vicchy dan membuat Vicchy berpindah ke sebelah Ard.


"Oi. Kenapa? Kau mual?" Tanya Ard dengan heran.


"Tidak." Balas Vicchy sembari menaruh kepalanya pada bahu kiri Ard.


"Lagi?" Gumam Ard.


"Kau keberatan?" Tanya Vicchy dengan mata terpejam dan senyum tipisnya.


"Tidak. Hanya heran." Balas Ard sembari melihat keluar.


"Tenanglah. Tak ada yang terjadi kali ini." Balas Vicchy membujuk Ard.


Seusai wahana yang terakhir, Vicchy terpikirkan akan sesuatu dan menarik Ard dengan tiba-tiba. Vicchy langsung menuju kotak Photobooth. Vicchy dengan langsung memasukkan D-cashnya dan menekan berbagai tombol


bergantian tanpa menggubris Ard.


Ard yang bingung dan Vicchy siap dengan rencananya. Ia melakukan foto pertama bersamanya. Ard yang tak siap dengan ekspresinya, Foto pun tercetak dan tepat dengan dugaan Ard bahwa itu buruk untuknya.


Ard berencana merebut foto tersebut, namun justru membuat berbagai potretan lainnya hingga tercetak beberapa kali. Foto yang tak diharapkan, justru membuat Vicchy senang dengan rencananya.


"Kumohon, berikan aib itu." Pinta Ard menahan kesal.


"Kau ingin ini? Lakukan yang kuminta kali ini." Baas Vicchy sembari menyilangkan lengan.


"Baiklah. Apa itu?" Tanya Ard dengan datar.


"Berfoto. Tunjukkan dirimu yang asli. Seperti biasa." Balas Vicchy dengan senyum tipisnya.


Ard yang mendengarnya, mengerti dengan maksud Vicchy dan menuruti permintaannya. Ard memasang persiapan untuk foto terakhir dan menunjukkan senyumnya bersama Vicchy. Foto tercetak dua buah masing-masing untuk mereka.


"Jadi... ini yang kau mau ?" Tanya Ard sembari keluar Photobooth.


"Memangnya apa lagi? Jangan berpikir liar, mengerti?" Balas Vicchy memperingati Ard.


"Itu kau sendiri, bodoh." Bantah Ard sembari kembali berjalan.


Hari telah senja dan mereka bergegas pulang. Sesampainya di apartemen, masing-masing dari mereka beristirahat di kamarnya.


Ard yang kelelahan, memilih langsung tidur memulihkan diri. Vicchy merebahkan dirinya di kasur dengan posisi miring ke kanan, melihat foto-foto yang ia dapat dengan Ard.


"Jadi, begini ya ekspresi dari orang bodoh? Lugu sekali." Guman Vicchy dengan senyum tipisnya.


Setibanya malam hari, ketika Ard sedang tidur dikejutkan oleh getaran CyPhonennya. Ia pun terbangun dengan heran dengan apa yang masuk pada CyPhonennya.


"Pukul sebelas? Kau pasti sudah gila." Gumam Ard dengan kesal sembari mengangkat panggilannya.


"Aku senang bisa menghancurkan mimpi indahmu." Ujar Hiruma dalam panggilannya.


"Kali ini apa?" Tanya Ard dalam kantuknya.


"Mimpi buruk untuk kita berdua. Serpihan mungil itu dicuri." Balas Hiruma merubah nada bicaranya.


"Ha?! Oi, oi! Maksudmu itu petaka ganda untuk kita?! Jika seperti ini, bisa menimbulkan keributan publik." Balas Ard akan rasa paniknya.


"Langkah baiknya tetaplah tenang. Kurasa ini salah satu dari mereka." Bantah Hiruma menenangkan Ard.


"Maksudmu milik kita telah bocor? ...Oh, begitu." Gumam Ard akan firasatnya.


"Jangan membuatku bingung. Katakan." Bantah Hiruma akan penasarannya.


"Hiruma. Kau lengah. Kau memiliki satu atau dua di tempatmu karena tak kau sadari." Balas Ard dengan senyum tipisnya.


"Jika itu benar terjadi, aku tak peduli dengan orangnya. Yang berbahaya ialah ketika hal itu menyentuh publik dan menjadikannya senjata berupa kambing hitam. Terlebih, senjata satu ini bumerang tajam." Ujar Hiruma.


"Kau bodoh atau apa?! Jelas saja orang yang mengambilnya adalah hal penting untuk lokasinya. Kaulah yang justru tak tenang disini." Bantah Ard akan ujaran Hiruma.


"...Baiklah. Aku mengerti." Gumam Hiruma.


"Petaka Ganda, kah? Ini memang berbahaya jika sudah terjadi." Gumam Hiruma sembari bersandar pada kursinya.


Kabar buruk melanda mereka berdua akan hilangnya salah satu Summer Sparkle. Fajar yang tiba ketika Ard terbangun, ia mengusahakan diri untuk memfokuskan pikirannya semenjak mendapati kabar dari Hiruma. Ard tiba di Pelabuhan Gal-Alya lebih dulu dan ditemani Paman Zaunt.


"Wajahmu tampak kering. Kau belum disiram oleh lautan, ya?" Tanya Paman Zaunt dengan guraunya.


"Kering? Hahahahaha. Mungkin saja. Sudah lama aku tak menikmati air duniaku sendiri." Balas Ard dengan alibinya sembari mencatat barang yang di sortir.


"Ketika di Axeru, tenggelamkan sedikit wajahmu. Itu akan membuatmu lebih baik. Lanjutkanlah." Ujar Paman Zaunt sembari berpindah ke tempat lain.


"Guraumu memang terbaik, Paman." Sanggah Ard dengan senyum tipisnya.


Dikala Ard sedang mengecek barang, CyPhonennya kembali bergetar pada saku celananya. Terlihat pesan dari Hiruma, berlanjut mengkhawatirkan Ard.


Xion yang tiba, membantu Ard dengan segera.


Di lain tempat, sebuah Fherlagar Tunnel Corporation. Perusahaan yang bergerak di Minyak dan Pertambangan, terdapat dua orang berbicara secara empat mata di lantai tiga belas dalam sebuah ruangan.


Pria berambut cokelat dan tinggi dengan setelan jas hitam dan kemeja putih formal layaknya seorang agen, berdiri menghadap atasannya sembari memberikan sesuatu dari dalam CyBag nya. Sebuah serpihan dari Summer Sparkle, berada di dalam tabung kecil yang ia dapatkan dari Hiruma.


"Aku sangat terkesan dengan kerjamu. Dengan ini, aku bisa menghancurkannya." Ujar seorang bos berpostur gemuk dan pendek sembari melihat keseluruhan serpihan tersebut.


"Lakukan janjimu. Lepaskan keluargaku dari kesepakatanmu." Ujar pria berambut cokelat dengan tatapan tegasnya.


"Tentu. Sebagai seorang pria aku akan melakukannya. Dan juga, kau dibebastugaskan dari sini. Mulai hari ini." Balas Bos sembari berdiri dan menunjuknya dengan cerutu.


"Tunggu... kenapa aku di hentikan? Bukankah hanya perihal keluargaku?!" Bantah pria tersebut dengan kesepakatannya.


"Pilihanmu hanya dua. Pergi atau tetap terikat disini hingga petakamu berlanjut?" Lanjut Bos memberi penawaran secara paksa padanya.


Pria tersebut tampak tak bisa melawan kuasanya dan hanya bisa menahan diri akan rasa kesalnya. Pria tersebut berjalan keluar dari ruangan karena mulai diberhentikan oleh bosnya.


"Jika begitu... ini yang terbaik. Yang terpenting mereka aman. Aku harus pergi dari sini." Gumam pria tersebut sembari bergegas pergi.


Dikala seisi kota sedang melakukan aktifitasnya, seorang Bos dari Fherlagar Tunnel Corporation, melakukan persiapannya untuk melakukan siaran keseluruh penjuru. Seluruh alat rekaman telah siap pakai dan ia mulai menunjukkan ujarannya.


"Siang, Warga Exgalya. Aku Fherlagar, pemilik Fherlagar Tunnel Corporation ingin menyampaikan sesuatu yang mungkin bisa membuat kalian berdiri dari sofa empuk kalian." Ujar Fherlagar.


"Berita apa ini?" Tanya seorang warga pria.


"Tuan Fherlagar?" Gumam warga pria yang lain.


Seisi kota terpaku pada Fherlagar yang tampak ingin mengatakan sesuatu hingga membuat mereka merasa tegang dengan apa yang akan terjadi. Terlebih Hiruma dan Ard merasakan firasat buruk akan hal tersebut.


"Langsung saja kukatakan, sekaligus kutunjukkan. Hingga kalian semua mengerti dengan apa yang terjadi di kota tercintai kalian ini." Lanjut Fherlagar dengan senyum keyakinannya.


Fherlagar berjalan beberapa langkah ke mejanya dan mengangkat suatu benda yang tertutupi kain hitam. Hal tersebut semakin membuat seisi kota penasaran dengan Fherlagar.


Tanpa berlama-lama lagi, Fherlagar membuka kain tersebut hingga terlihat jelas dan membuat seisi kota, terdiam membeku. Mata mereka yang melihat hal tersebut seakan tak percaya dengan benda yang ditunjukkan Fherlagar. Seusai Ard melihatnya, ia langsung lari sembari mengeluarkan CyHover dan berniat menuju Vicchy dengan segera.


"Kalian ingin tahu? Benda ini kudapatkan dari selundupan Walikota yang kalian percaya! Benar. Hiruma yang telah menyembunyikan tragedi selama ini! Dia membuat mereka lenyap... karena ambisinya!" Seru Fherlagar memprovokasi Hiruma.


"Tuan Hiruma?!" Gumam warga wanita dengan ketidakpercayaannya.


"Kalian meragukannya? Pergi ke ujung kota Laut Tyxa. Lewati lembah kecil dan lihat dengan apa yang ada di sana sebagai tempat tertutup!" Lanjut Fherlagar dengan seruannya.


Ketika Hiruma melihat berita di TV, ia hanya melihat tanpa ekspresi lebih. Agen yang menemani Hiruma di sebelahnya, tampak cemas dengan langkah Hiruma.


"Tuan Hiruma..." Gumam agen tersebut.


"Aku mengerti, Izeru. Aku akan melakukan langkah selanjutnya. Kau kembalilah seperti biasa." Ujar Hiruma membujuk Izeru sembari bangun dari duduknya dan berjalan keluar.


"Tapi, Tuan Hiruma--?!" Balas Izeru dengan canggung.


"Tak apa. Ini bukanlah kebenaran darinya." Lanjut Hiruma meninggalkan Izeru.


"Bukan kebenaran? Itu berarti... kambing hitam?" Gumam Izeru dengan ragu.


Mereka pun terkejut bukan main bahwa salah satu sahabat mereka, Hiruma diduga sebagai pembawa bencana yang mendiami Kota Exgalya. Risu, Miccha, Karu dan Aziru tak bisa mengeluarkan kata-kata karena sulit percaya dengan kebenarannya.


Gant yang berada di Kota Argolya, ikut melihat berita tersebut pada CyNoteBook. Ia mengepalkan tangan kanannya dengan erat seakan kesal dan membutuhkan penjelasan Hiruma.


Seusai provokasi termakan publik, kabar digital mulai menyebar dan mencoba meruntuhkan Hiruma. Rencana Fherlegar tampak sukses mendoktrin seluruh penjuru dan membuat warga-warga yang ada menjadi rusuh seketika untuk ikut meruntuhkan Hiruma.


Ard yang sampai di apartemennya, bergegas menuju kamar Vicchy. Ard langsung mencoba membuka pintu Vicchy. Namun, usahanya sia-sia karena terkunci. Ard membunyikan bel agar Vicchy mau membukanya.


"VICCHY! VICCHY! BUKALAH! KUMOHON!" Seru Ard dengan khawatirnya.


Vicchy yang berada di dalam, kembali menggila dan meringkuk sembari memegangi sisi kanan dan kiri kepalanya. Nafasnya menjadi tak beraturan dikarenakan ia mendapati traumanya lagi.


Ard dengan rasa khawatir memuncak, menuju kamarnya mencari sesuatu untuk mendobrak kamar Vicchy. Ard yang teringat bahwa apartemen mereka memiliki keamanan tak biasa dan tak bisa ditembus dengan mudah dari luar.


Ard pun tak menemukan apapun dan kembali keluar ke koridor. Secara kebetulan, ia melihat android di arah kiri yang mengurusi apartemen. Ard langsung berlari mendekati android tersebut dan menariknya atas reservasi Ard dengan DIGI-IDnya sembari gemetar.


Seusainya, Android mengkonfirmasi permintaan Ard dan langsung menuju kamar Vicchy dan melakukan pembukaan pada kunci kamar. Seusainya, pintu pun terbuka dan Ard langsung berlari kedalam mendekap sembari menenangkan Vicchy.


Vicchy yang didekapnya, mencengkeram lengan kiri dan kanan baju Ard. Vicchy semenjak tadi, mendapati traumanya dan terus menggila. Ard pun tak bisa melakukan hal banyak untuk menenangkannya. Tangisnya yang keras dan tatapan melebar kaku, menenggelamkan bujukan Ard berkali-kali.


Vicchy terus mendapati traumatiknya dan membuat Ard tak bisa melakukan apapun selain membujuknya untuk tenang sembari mendekap Vicchy. Hiruma mencoba tenang akan kekacauan yang mengincarnya. Ia merasa sulit untuk menemukan solusi saat ini. Bukti kuat pun, tak dimiliki olehnya.


"Mengembalikan kepercayaan, kah? Tanpa senjata itu hal yang sia-sia." Ujar Hiruma dalam hati sembari berpikir.


Sosok pria berjubah putih yang mendiami tempat terbengkalai, kembali mendapati rasa kesalnya. Serpihan miliknya, menjadi diperebutkan pihak luar dan membuat situasi semakin rumit.


"Keparat! Jika seperti ini aku harus melepaskannya. Tikus-tikus kota sialan itu justru membuat rencanaku menjadi rumit!" Seru pria tersebut dalam hati dengan mulut yang menunjukkan ekspresi giginya.


"Tidak ada cara lain. Aku harus melakukannya dengan segera sebagai penggantinya." Lanjut pria tersebut sembari menggigit kuku ibu jari kanannya.


Hiruma semakin kebingungan akan solusinya dan memilih menjauh dari rumah untuk sementara waktu. Ia langsung menuju lantai di bawah tanah dengan CyLift sembari mengendarai CyMobile dan berniat menemui mereka.


Kekacauan terus berlanjut, warga telah termakan oleh doktrin Fherlagar. Mereka berniat menjatuhkan Hiruma dan menyerang tempatnya. Hiruma memberi pesan secara massal pada sahabatnya untuk berkumpul dan berniat menjelaskan dengan apa yang terjadi.


Mereka yang mendapati pesan Hiruma, dengan segera menuju tempatnya untuk berkumpul.