
Ard yang masih mengenakan Scuba Suitnya, dipaksa berbincang dengan mereka karena rasa penasaran yang besar.
"Oi, Ard! Bagaimana kau melakukannya?! Ayo, ayo, hal apa yang kalian rencanakan?" Tanya Goura menggoda Ard.
"Hahahahaha. Yah, rencana kecil. Karena, yang memberiku ide adalah Mika. Aku tak tahu apa yang dia pikirkan untuk mengangkatku sebelumnya. Setelah itu aku mendapat ide gila." Balas Ard dengan canggung.
"Yang lebih mengejutkan lagi, mereka sangat cepat beradaptasi denganmu. Kukira mereka akan memberontak." Ujar Hyoki sembari berdiri dan bersandar.
"Yah, itu salah satu yang kupikirkan. Hanya saja, tentunya ini berkat pelatihan kalian semua hingga mereka bisa menjadi anak baik. Terima kasih." Ujar Ard sembari berdiri dan membungkuk hormat.
"Hoi, Ard. Hahahaha! Kau terlalu formal. Kami bersyukur kau bisa bergabung dengan mereka. Kuharap kau akan terus menyukai tempat ini, Ard." Ujar Goura berdiri di belakang Ard dan mengelus kepalanya.
Dikala itu, mereka berniat mengadakan pesta kecil untuk merayakan keberhasilan Ard pertama kali. Hari demi hari berlalu, hingga Gal Aquarium World menjadi salah satu wahana trending minggu ini.
Di lain tempat, Universitas El Vee. Karu, Miccha dan Risu kembali mengerjakan tugas bersama-sama. Risu yang sedang mengerjakan tugas pada laptopnya, terpaku seketika pada Karu yang duduk di depannya.
"Karu. Karu." Ujar Risu memanggilnya.
"Eh? Risu? Ada apa?" Tanya Karu.
"Kau masih memikirkannya?" Balas Risu memastikannya.
"Uhm. Sudah seminggu dia menghilang. Tak mudah untukku mengacuhkannya." Ujar Karu dengan murung.
"Kau sangat jujur kali ini, Karu. Tapi, jika kau mencoba mencarinya, dia tentu akan memarahimu. Walau aku tak pernah melihatnya marah sekalipun." Ujar Risu dengan senyum tipisnya.
"Tapi, jika kau ingin bersikap keras kepala, carilah waktu terbaikmu untuk bisa menemuinya. Ard pasti akan berkata 'Aku tak berani menemui seseorang yang melakukan hal sejauh itu untukku', begitulah." Sanggah Miccha sembari menengok Karu dengan senyum tipisnya.
"Dibandingkan dengan Ard, aku lebih khawatir dengan Vicchy. Bagaimana menurutmu, Miccha?" Lanjut Risu sembari menopang pipi kanannya.
"Sudah jelas. Tapi saat ini aku merasakan dilema karena kita sedang fokus dengan masalah kita sendiri, Risu. Dan Karu, yang bisa kuberitahu adalah jangan menyiksa dirimu dan yakinlah pada Ard." Ujar Miccha sembari berdiri mengemas barang-barangnya.
"Miccha..." Gumam Karu.
"Kita semua tentu khawatir padanya bahkan tanpa kabar sedikitpun. Tapi, kita tak bisa melakukan lebih lanjut terlebih dulu. Tentu kau tahu dengan apa yang kita punya sekarang. Jaga dirimu, Karu. Aku ingin mengurus milikku." Lanjut Miccha menyemangati Karu dan beranjak pergi.
"Jika kau menemuinya, titipkan pukulanku untuknya, ya! See You!" Ujar Risu menyusul Miccha.
Karu tinggal seorang diri dan berpisah dengan mereka karena melanjutkan tugasnya. Di lain tempat, Taman Bermain Exgalya, Wonderfull Tyxa, Hiruma sedang berurusan dengan proyeknya, mendapati panggilan pada CyPhone.
"Gant? Ada apa?" Tanya Hiruma sembari menjauh dari kerumunan sementara waktu.
"Ada yang ingin kubahas denganmu malam ini. Summer Sparking dan Fherlagar." Ujar Gant.
"Memang mustahil jika membahasnya saat ini. Aku ikut terpikirkan akan kejanggalannya." Balas Hiruma.
"Kuyakin kau menyadarinya. Jauhkan ini dari mereka. Sudah." Ujar Gant sembari menutup panggilannya.
Berganti pada Rex-Zhust Corporation, Perusahaan Sepatu terbesar milik Willy. Willy sedang beristirahat sejenak sehabis mengerjakan karyanya. Ia terpikirkan akan hal mengganggu dibenaknya, sembari memutar kursi menghadap jendela.
"Seminggu... kah? Jika sudah begini, kulakukan saja dengan senjataku." Gumam Willy sembari memainkan CyPen.
Willy yang sedang berpikir, mendapati panggilan pada monitor karena kedatangan tamu. Seusai melihatnya, ia langsung merespon dengan segera menemui tamu. Hari cerah berganti malam.Gant yang memiliki urusan dengan Hiruma, dengan segera menuju Villa Bukit Thyfaro.
Sesampainya di sana, Hiruma sudah menunggu kedatangan Gant dengan duduk di Lab. Hiruma pun membuka akses pintu masuk Lab dan membiarkan Gant masuk.
"Jika kau juga menyadarinya, bisa katakan padaku, Hiruma?" Tanya Gant sembari berdiri di belakangnya.
"Bagaimana caranya Fherlagar menghancurkan serpihan itu, begitu?" Balas tanya Hiruma memastikan.
"Benar. Aku sangat menyayangkan ini begitu terlambat. Di lain hal, kita semua memiliki tembok masing-masing dan tak bisa berbuat banyak." Ujar Gant. Memalingkan wajahnya.
"Begitupun denganku. Tapi, kita tak bisa merenungkan keadaan sulit ini. Tahun ini seluruhnya dipertaruhkan jika terjadi lagi." Ujar Hiruma sembari bangun dari duduknya.
"Kita langsung saja, Hiruma. Dia salah satu harapan terbesar kita disini." Lanjut Gant meneruskan langkahnya keluar Lab.
"Tentu." Balas Hiruma mengikuti keluar Villa.
Hiruma dan Gant yang berada di halaman depan, menaiki CyMobile Hiruma menuju Kepolisian Exgalya digelap malam. Sesampainya disana, Hiruma berbincang dengan pihak kepolisian dan berniat menemui Fherlagar.
Staf Pria yang mendengar permintaan Hiruma, terkejut karena ingin membebaskan Fherlagar. Staf Pria pun tak bisa menolak dan menerimanya dengan tegas. Seusainya, Staf Pria tersebut melakukan konfirmasi dengan rekannya dan menuju Fherlagar.
"Fherlagar! Silahkan keluar. Kau dibebaskan." Ujar Petugas Pria.
"Bebas? Kenapa?" Tanya Fherlagar dengan heran.
"Tuan Hiruma ingin berbicara denganmu. Ayo." Balas Petugas Pria dengan tegasnya.
Fherlagar terkejut ketika mendengar Hiruma datang. Ia hanya menurutinya untuk segera keluar. Ketika ia keluar dari sel, ia menemui Hiruma dan Gant di depannya.
"Tuan Hiruma?" Gumam Fherlagar.
"Aku bersyukur anda sehat, Tuan Fherlagar." Balas Hiruma.
"Kenapa?" Tanya Fherlagar semakin heran.
"Jika begitu, dia kuterima. Terima kasih banyak. Ayo." Ujar Hiruma sembari mengajak Fherlagar untuk bergegas.
Fherlagar yang mendengarnya, lagi-lagi semakin penasaran dengan maksud Hiruma karena tampak bertele-tele. Fherlagar tak memiliki pilihan lain untuk menurutinya sembari menaiki CyMobile dan beranjak pergi. Keadaan dalam mobil tampak hening dan hanya terdengar deruan CyMobile dengan angin dingin yang memeluk mereka.
Mereka pun sampai di Kedai Daging Gal untuk makan malam. Hiruma melakukan reservasi dan memilih Meja VIP karena dapat menutup mereka. Seusainya, segala jamuan telah disiapkan, dan Hiruma mempersilahkan Fherlagar untuk menikmatinya. Fherlagar tenggelam dalam penasaran kembali memilih mengikuti alur.
"Baiklah. Jika anda sudah siap, aku akan langsung pada intinya sekarang. Tuan Fherlagar, kami butuh bantuanmu." Ujar Hiruma.
"Huh?! Kenapa?" Gumam Fherlagar dengan sedikit tegang.
"Ini mengenai serpihan yang kita ributkan sebelumnya. Hal yang mengganggu kami adalah anda menghancurkan serpihan itu. Bagaimana anda melakukannya? Kumohon, ini bukan untukku. Tapi seisi Exgalya, bahkan di luarnya." Pinta Hiruma dengan hangat.
"Sialan. Kukira apa. Tak kusangka hingga serepot ini. Jika anda seserius itu, aku akan menceritakannya sedikit." Ujar Fherlagar sembari melemaskan rasa tegang.
"Terima kasih banyak." Ujar Hiruma.
Fherlagar mulai menceritakan penyebabnya. Ketika ia memiliki masalah dengan Hiruma, dia mendapati situasi tidak bagus dan hanya bertindak dengan asal. Fherlagar merasa kesal diujung tanduk sembari mencoba menghancurkan serpihan itu agar Hiruma tak memilikinya lagi maupun pihak lain.
Segala hal ia coba untuk menghancurkannya namun tidak berhasil. Hingga ia teringat akan sebuah koleksi berharga miliknya yaitu Hyper Plasma Gun berupa pistol dengan daya rusak luar biasa.
Dengan menahan pelatuknya beberapa lama, ia melepaskannya sembari mengarahkannya pada serpihan tersebut hingga hancur.
"Sangat membantu. Jika begitu, kita langsung menuju perusahaanmu, Tuan Fherlagar." Ujar Gant.
"Perihal pistol itu? Semenjak aku tertangkap, perusahaan dan seisinya sudah hancur. Barang-barang yang ada sudah jelas terpencar karena disita." Bantah Fherlagar.
"Tak perlu khawatir. Serahkan padaku untuk hal itu." Balas Gant sembari mengeluarkan CyNotebook nya.
"Lalu, darimana anda mendapatkannya? Barang ini bahkan aku tak pernah melihatnya di muka publik." Tanya Hiruma.
"Sudah pasti. Aku mendapatkannya secara cuma-cuma dan khusus dari client yang berbisnis denganku. Aku tidak tahu apa yang dipikirkannya, karena kupikir dia hanya ingin memberiku oleh-oleh. Tapi, tak bisa dipungkiri bahwa aku menyukai hal futuristik dan menjadikannya barang koleksi." Balas Fherlagar.
"Beritahu perihal orang itu. Aku mengharapkan datanya juga." Pinta Hiruma.
"Jika yang anda maksud adalah catatan bisnisku, maka itu ada di meja singgasanaku. Atau bahkan anda akan mencarinya juga?" Balas tanya Fherlagar.
"Bukan masalah, lebih dari cukup. Anda ingat nama dan wajahnya sebagai hal yang ringkas?" Lanjut tanya Hiruma.
"Tentu. Namanya adalah Korgaro. Untuk fisiknya, dia berambut hitam dengan poni pendek, berkacamata dan mengenakan jas besar. Dari yang kudengar dia bekerja sebagai ilmuwan." Balas Fherlagar.
"Aku tertolong oleh nama, tapi tidak terlalu untuk fisik. Ada hal lain yang menonjol darinya? Apapun itu." Lanjut tanya Hiruma.
"Hal menonjol, kah? Satu-satunya yang menarik mata ku hanyalah semacam luka sayatan di kanan bawah lehernya. Luka seperti itu agak aneh untuk kupikirkan." Ujar Fherlagar.
"Terima kasih. Itu lebih dari cukup. Bagaimana, Gant?" Tanya Hiruma sembari melirik Gant.
"Pistol ini memang tak ada di pasaran. Tapi terlihat 1 tempat dan kuakui sebagai pasar gelap untuk menjualnya. Untuk meja itu, lebih mudah kucari. Tapi tidak menjamin dengan datanya." Balas Gant seusai mendapatkan pencariannya.
"Aku lega. Jika begitu kita tunda terlebih dulu disini. Ayo." Ujar Hiruma mengajak mereka keluar dari kedai.
Seusai mengurusi urusannya, Fherlagar menghentikan langkah sesaat.
"Jadi, apa yang harus kulakukan setelah ini?" Tanya Fherlagar dengan ragu.
"Lanjutkan hidupmu, Tuan Fherlagar. Mungkin akan lebih keras dari sebelumnya. Tapi itu akan membantumu menjadi lebih baik. Tak ada alasan untukmu berhenti disini. Karena kita adalah makhluk sosial." Balas Hiruma sembari menaiki CyMobile dengan Gant.
Fherlagar yang mendengarnya, melanjutkan langkah dan mendekati kaca CyMobile Hiruma.
"Bisa beritahu aku dimana untuk memulainya?" Lanjut tanya Fherlagar.
"Pasar Gal, Desa Alya, Laut Axeru. Kota ini tak terbatas untuk kau coba, Tuan Fherlagar. Ayo." Balas Hiruma sembari tersenyum tipis.
"Kau memang orang yang menjengkelkan." Ujar Fherlagar membalas senyumnya dan menaiki CyMobile.
Seusai meyakinkan diri, Fherlagar meminta pada Hiruma untuk diantarkan menuju CyRail Station. Gant yang merasa ragu ketika di sana, memastikan Fherlagar akan suatu hal.
"Tuan Fherlagar, maaf jika aku lancang akan hal ini. Anda memiliki sisanya?" Tanya Gant.
"Huh? Tentu tak cukup. Tapi akan kucoba sebisa mungkin." Balas Fherlagar akan percaya dirinya.
"Aku tak mengenal Tuan Fherlagar yang begitu percaya diri ketika mendapati masa suramnya saat ini." Sanggah Hiruma sembari turun dari CyMobilenya.
Gant dan Fherlagar memasuki bagian dalam stasiun dan Hiruma berbincang dengan petugas di sana. Hiruma pun melakukan inisiatif dengan membayar tiket CyRail untuk Fherlagar.
Fherlagar yang melihatnya, tak bisa mengeluarkan bantahan dan hanya memberikan senyum tipis. Seusainya, Hiruma mempersilahkan Fherlagar untuk pergi.
"Aku lega anda memiliki tempat kembali. Kuharap anda bisa segera pulih." Ujar Hiruma.
"Aku tak akan mengabaikannya. Setelah semua kejadian mendadak ini, aku hanya memiliki 1 kesimpulan dan 1 permintaan terakhir." Balas Fherlagar sembari menaruh tangan kiri pinggangnya.
"Silahkan." Ujar Hiruma.
"Kau memiliki ambisi luar biasa untuk kota ini. Dan permintaanku adalah... selamatkan semuanya. Aku yakin kau bisa melakukannya setelah melihatmu memiliki taring di setiap gigimu." Ujar Fherlagar.
"Anda berlebihan, Tuan Fherlagar." Balas Hiruma sembari memejamkan mata sesaat.
"Hahahahaha! Yah, percaya dirilah. Jika begitu, aku permisi. Terima kasih, Tuan Hiruma." Lanjut Fherlagar sembari berpamitan dengan mereka.
"Apakah ini, keberuntungan untuk kita, Hiruma?" Tanya Gant.
"Aku tidak yakin, Gant. Keberuntungan ini terlalu besar. Atau bisa kita sebut sebagai... Jackpot." Balas Hiruma sembari kembali menaiki CyMobile.
Gant dan Hiruma sudah mendapati hal yang melebihi ekspektasinya. Ketika mereka mendapatkan kunci lain dari kebenaran Summer Sparking, mereka memilih menginjak pedal gas lebih dalam sembari mengabaikan penghalang di depan. Mereka pun semakin bertanya-tanya dengan apa yang Korgaro inginkan dari insiden tersebut.