
..."Kalau memang aku adalah masa lalu kelam mu, tapi izinkan aku untuk memastikan kamu tak akan mengalami hal yang sama di masa depan."...
...-Raka Alfareza-...
...🌼🌼🌼...
Seperti janjinya pada Alissa, Gibran berhasil membawa Naura selamat sampai tujuan. Meskipun tanpa perintah dari Alissa, Gibran pasti akan membawa Naura pulang dengan selamat kok. Karena memang dirinya tak akan membiarkan gadis yang ia cintai terluka, entah karena apapun itu.
"Sayang makasih yaa..." Kata Naura sembari memeluk singkat Gibran yang sudah turun dari motornya.
"Sama-sama sayang.." balas Gibran dengan senyum manisnya sembari mengelus pelan puncak kepala Naura.
"Kamu ga mampir dulu?"
Gibran menggeleng. "Engga dulu deh Ra, titip salam buat bunda sama abang kamu ya.."
"Oke siyapp nanti aku sampein ke mereka kalo pacar ganteng aku titip salam sayang." Naura terkekeh sendiri karena ucapannya.
"Ih gemesin banget deh pacar aku!!" Kata Gibran sembari mengacak pelan rambut Naura.
"Yaudah ya, aku pulang dulu." Gibran kembali menaiki motornya.
"Hati-hati sayang!! Jan ngebut-ngebut!!" Seru Naura sembari melambaikan tangannya melepas kepergian Gibran.
Setelah Gibran membunyikan klakson motornya, lelaki itu langsung memacu motor hitam miliknya. Dan akhirnya bayangan Gibran hilang di ujung jalan, ditelan oleh keramaian jalanan.
Ditengah jalan, motor Gibran dipepet oleh seorang pengendara motor merah. Dari balik helm full face yang lelaki itu gunakan, ia dapat mengenali siapa lelaki yang hendak menghadangnya itu. Oleh karena itu, Gibran memutuskan untuk menepikan motornya yang tentu saja diikuti oleh lelaki tersebut.
Keduanya turun dari masing-masing motor mereka. Gibran pun melemparkan tatapan tak bersahabat kearah Raka.
"Apa lo kurang puas setelah menjadikan Naura sebagai bahan taruhan?!" Tanya Raka to the point.
Gibran tertawa, "Tau apa lo hah?!! Mending kalo ga tau apa-apa mending lo diem!!"
"Gue tau, gue tau semuanya!! Tak terkecuali apa yang telah lo perbuat sampai membuat Naura nangis tempo hari!!"
"Lo siapanya Naura sih?" Raka terdiam dengan masih menatap tajam kearah Gibran yang tersenyum remeh kearahnya.
"Bukan siapa-siapa nya kan?!"
"Yaudah gausah urusin hidup Naura!! Karena lo gaada hak!!" Gibran mendorong pelan dada bidang Raka.
"Karena gue suka sama Naura!!" Seketika Gibran langsung terdiam.
"Apa gue salah kalo ga pengen cewek yang gue cintai nangis??"
"Sorry Gib gue ga kayak lo, yang dengan mudahnya gonta-ganti cewek, ga pernah serius sama cewek. Karena cinta gue buat Naura itu tulus, hati gue telah milih dia sejak 4 tahun yang lalu!!"
Mendengar perkataan Raka, seketika emosi Gibran terpancing. Ia menyalurkan seluruh emosinya ke kepalan tangan kanannya. Dan saat itu juga satu bogeman mendarat di pipi Raka.
"ANJ*NGG!!!"
BUGH!!
Raka tersungkur karena pukulan keras yang Gibran berikan. Darah mengalir di ujung bibirnya.
"Gue udah peringatin kalo lo ga tau apa-apa tentang perasaan gue mending gausah banyak bac*t!!"
"Jangan nilai orang cuma dari covernya doang nj*ng!!"
"Karena lo ga berhak mengomentari hidup orang disaat lo gatau apa-apa tentang orang itu!!"
Raka terkekeh, kemudian ia bangkit dan langsung memberi serangan balasan kepada Gibran.
BUGH!!
"Kalo gitu buktiin!! Jangan cuma omong kosong!!"
Gibran yang tersungkur langsung menyeka darah yang perlahan keluar dari sudut bibirnya.
"Oke bakal gue buktiin ke lo kalo gue lebih pantas daripada lo!!"
"Minggu pagi gue tantang tim lo main lawan tim gue!!" Putus Raka.
Gibran tertawa sumbang. "Yakin lo?!"
Bagaimana mungkin tim basket Raka menantang mereka duluan? Apakah mereka tidak ingat hasil terakhir yang mereka terima?
"Gausah banyak bacot!! Gue tunggu jam 9, sampe lo ga dateng detik itu juga lo jauhin Naura!!"
"Oke! Seperti kata lo, yang kalah dalam pertandingan ini, lebih baik jaga jarak dari Naura!!"
"Gue tunggu!!" Raka langsung berlalu dari sana meninggalkan Gibran sendirian.
...🌼🌼🌼...
Malam itu, di dalam warkop suasana seketika berubah menjadi senyap sebelum akhirnya Bryan menumpahkan amarahnya.
"Ini nih yang gue takutin sebelumnya!!" Seru Bryan disaat keempat lelaki lainnya terdiam. Tak terkecuali Raka.
"Lo kalah start sama Gibran! Secara ga langsung lo udah kalah sama dia Ka!" Lanjut Bryan.
Tak ada yang berani memarahi Raka habis-habisan seperti ini kecuali Bryan. Bukannya mereka tak berani, hanya saja mereka memiliki cara tersendiri untuk menegur temannya jika ada suatu masalah. Begitu pula Bryan. Cara Bryan memang seperti itu. Keras tapi terkadang juga peyangang.
"I know! Gue tau kalo gue kalah sejak gue tau mereka deket! Gue kalah saat hati Naura sudah tak terbuka untuk nama gue yang telah menyakiti dia 4 tahun lalu!"
"Tapi memang itu konsekuensi cinta sepihak Yan! Gue sebelumnya sudah mewanti-wanti jika suatu saat ini terjadi. Gue bisa terima asal dia bahagia dengan orang yang dia pilih!!"
"Tapi jika tidak, gue akan menghabisi siapapun yang berhasil membuat dia meneteskan air mata. Karena tujuan itu gue nekat nantang Gibran!"
"Emang ya, kalo udah urusan cinta semua orang bisa berubah jadi versi terbodoh dari dirinya." Dika ikut bersuara.
"Its okay kalo itu keputusan lo Ka, tapi gue bener-bener ga tega kalo lo harus menangisi saat melepas cinta pertama lo itu. Janji sama gue kalo lo ga akan galau jika kemungkinan terburuknya terjadi!" Sahut Aldo.
Sore tadi, dengan mata kepalanya sendiri Aldo melihat raut seperti apa yang ia keluarkan saat melihat perempuan yang ia cintai bersama musuh terbesarnya. Dan ia tak ingin hal itu terjadi untuk kdua kalinya.
"Yaudah lah kita juga udah sampe disini. Pilihan terbaik untuk kita, yaitu kita sekuat tenaga harus menang dalam pertandingan nanti! Kita menang, dan Raka bisa membuktikan bahwa dia lebih layak daripada si brengsek Gibran itu!" Timpal Revan yang baru saja menyesap rokoknya.
Emosi Bryan sudah sedikit terkontrol. Akhirnya ia kembali duduk di kursi yang bersebrangan dengan Raka.
"Sebagai sahabat lo, gue akan berusah sekuat tenaga untuk membuat lo menang Ka! Dan dengan itu lo bisa kembali memperjuangkan cinta pertama lo!!" Kata Bryan dengan sepenuh hati.
Keputusan mutlak pun sudah dikeluarkan. Minggu ini akan terjadi pertandingan sengit diantara kedua tim kebanggaan sekolah mereka.
🌼🌼🌼
Minggu pagi. Naura masih melakukan kegiatan hariannya di rumah seperti biasa. Setelah selesai berberes rumah, ia langsung duduk di kursi ruang makan untuk menyantap makanan lezat buatan bundanya.
"Yay Nasi goreng!! Ish bunda tau aja apa yang Naura pengen!!" Kata Naura dengan nada candaan.
"Ya tau dong, bunda kan bisa baca pikiran kamu!!" Balas Claudia.
"Bunda ih ada-ada aja!!"
Mata mereka teralihkan kearah lelaki yang baru menuruni anak tangga. Siapa lagi jika bukan Kenzie?
"Abang pagi-pagi gini mau kemana? Pakaiannya kok rapi gitu!?" Tanya Naura saat Kenzie berjalan mendekat kearah mereka.
"Mau jogging sama temen. Ikut??"
"Jiah!! Jogging kok jam 8 sih bang?! Ga kurang siang??!"
"Biarin lah! Kok kamu yang sewot sih Ra?!"
"Udah-udah, masih pagi kenapa kalian udah berantem sih?"
Keduanya terdiam dengan masih saling melemparkan tatapan tajam.
"Mending kamu ikut sarapan sama kita dulu Ken, ya?!"
Kenzie menggeleng pelan. "Enggak bun, Kenzie mau sarapan di luar aja nanti habis jogging."
"Oh gitu. Yaudah, hati-hati ya!!"
"Waalaikumsalam." Balas keduanya.
Setelah selesai, Naura langsung kembali ke kamarnya. Menikmati sisa week day nya sebelum besok otaknya kembali di peras.
Ting! Ting! Ting!
Pesan beruntun membuat ponsel Naura bergetar sejak ia baru memasuki kamarnya.
Karena penasaran, Naura pun langsung membuka aplikasi WhatsApp nya untuk mengecek siapakah si pengirim pesan.
Dan ternyata, pesan dari grupnya lah yang membuat hp nya berbunyi sejak tadi.
Dengan duduk di balkon Naura menyecroll pesan-pesan di grup yang berisi tiga sahabatnya itu.
...Bestai💋...
Alissaaa
Guys!! Ada hot news!!
Serinda
Apaan?
Reina
Jan bikin heboh pagi-pagi deh!!
Alissaaa
Haish ini berita lagi rame banget di sosmed sekolah!!
Serinda
Iya apaan Lis buruan elahh!!
Alissaaa
Jam 9 ini tim basket SMA Xavier ngelawan tim basket SMA Nusa!! Dan kabar2nya Naura yang jadi pemicunya😩
Serinda
What?? Seriusan lo?
Alissaaa
Iya elah! Masa gue boong sih!
Alissaaa
@Nauraa lo ga dikasih tau sama cowok lo?
Reina
@Nauraa what happen with u??
Serinda
@Nauraa dari tadi masih off
Alissaaa
Ini gmn? Kita gas liat oke?
Serinda
Gaskeun!!
Reina
2in
Naura yang sedang membaca pesan tersebut menyerngitkan dahinya. Apa semua itu benar? Kenapa sejak kemarin Gibran tak membritahunya apapun? Dan untuk apa mereka melakukan semua itu?!
Alissaaa
Tuh orangnya online
Serinda
@Nauraa gimana?
Dengan cepat Naura mengetikkan pesan balasan.
^^^Nauraa^^^
^^^Serius gue ga di kasih tau apa2 sama Gibran!^^^
Serinda
Wah parah dong cowok lo!! Gimana dia ga ngasih tau lo sedangkan se sekolah sedang membicarakan lo sebagai pemicu kejadian ini😤
^^^Nauraa^^^
^^^Gue kesana sekarang mau mastiin. Kalian nyusul oke?^^^
Alissaaa
Oke siyapp!
Serinda
2in
Reina
3in
Tepat setelah Naura membaca pesan balasan keiga perempuan itu, ia langsung bergegas mengganti baju. Untung saja pagi tadi ia sudah mandi, sehingga saat ini ia hanya perlu mengganti baju dan merapikan rambut serta melapisu edikit bedak kewajahnya.
"Gibran, gue harap lo ga melakukan hal aneh-aneh!!"
...🌼🌼🌼...
Dengan menumpang Claudia yang hendak berangkat ke butik, akhirnya Naura bisa sampai di GOR dalam waktu 25 menit.
Setelah berpamitan kepada bundanya, Naura langsung berlari memasuki area GOR, mencari keberadaan Gibran, ataupun Raka yang Naura yakin menjadi lawan main pacarnya itu.
Seperti kata Alissa tadi, bahwa berita pertandingan dadakan kedua lelaki itu menggemparkan kedua sekolah. Alhasil GOR sudah dipenuhi oleh banyak orang yang memang kepo sekaligus ingin menyaksikan live jalan dari pertandingan tersebut.
Setelah mengelilingi area gedung tersebut, akhirnya Naura dapat menemukan keberadaan Gibran. Dan beruntungnya lagi disana juga sudah ada Raka beserta pasukannya.
"GIBRAN!! RAKA!!"
Seruan Naura itu berhasil membuat kedua lelaki itu menoleh. Ah ralat. Tak hanya keduanya, tetapi beberapa orang disana juga menoleh kearah Naura yang sedang berlari kecil menghampiri mereka.
...🌼🌼🌼...
...Hai temen2🤗...
...Semoga kalian suka ya sama part ini xixi...
...Btw jan lupa follow akun Instagram khusus kepenulisan punya akuu...
...🌼@kata.author🌼...
...Oke kalo gitu sampai ketemu di part selanjutnya❤️...
...To Be Continued...