Destiny (The Wonders Of Allah SWT)

Destiny (The Wonders Of Allah SWT)
Esktra Part 3



Flasback


Reihan POV


Sudah hampir 4 tahun putri sulungku kuliah di Jerman, meski tahun kemarin ia pulang tapi berbeda dengan kali ini. Kami sekeluarga akan berangkat kesana, karena Mecca akan diwisuda pada tanggal 31 Juli 2018. Ada kebanggaan tersendiri melihatnya ia berhasil dalam menggapai impian, menjadi seorang dokter seperti ibu sambungnya. Sebagai orang ayah, aku ingin memberikan fasilitas yang terbaik untuk semua anak-anakku walau terkadang Mecca sulit diatur karena tak ingin mendapatkan itu semua. Awalnya memang berat melepaskan Mecca menimba ilmu di negeri nan jauh disana, tapi lagi-lagi aku bersyukur kepada Allah SWT karena diberikan seorang istri yang luar biasa. Sehingga kekhawatiran ku yang terkadang tak beralasan ini bisa dikikisnya, aku titipkan Mecca pada paman William yang tak lain ia adalah adik dari ayah mertuaku.


"Pah, ayo kita berangkat nanti ketinggalan pesawat loh" nah liatkan siapa yang paling antusias? Syila putri bungsuku, perpaduan wajahku dan Meira tapi sifatnya gak jauh dengan sang kaka Mecca.


"Sabar nduk, ya kalau ketinggalan pesawat tinggal pake penerbangan selanjutnya aja gitu aja repot"ujarku santai.


"Dasar CEO aneh emang" ledek Meira.


"Iya deh, berangkat sekarang" ucapku. Dan kami sekarang berangkat menuju Bandara Internasional Djuanda, transit di Seokarno Hatta kemudian melanjutkan perjalanan ke Jerman tepatnya di Bandara Internasional Berlin.


Hampir satu hari perjalanan kami tempuh dan berakhir di Bandara Internasional Berlin pagi ini sekitar 9 waktu Jerman dan jemputan keluarga Alexssnder telah menanti.


"Pah, Mah..." nahkan ada yang berteriak ke arah kami, siapa lagi kalau bukan sisulungku.


"Mbaaa" teriak sibungsu yang tak mau kalah.


"Finally, welcome to germany my family" ucap Mecca yang memang sudah menanti kedatangan kami semua.


"Apa sih yang engga buat Mba, Papa Mama pasti dateng" ujar Reihan sambil berjalan menuju parkiran bandara serta diikuti yang lainnya.


"Mba betah ditinggal disini?" tanya Meira.


"Alhamdulillah Mah betah kok, tapi tetap nyaman di kota kelahiran sendiri" ujarnya.


"Setelah wisuda mau pulang atau mau lanjut kuliah lagi? gimana tentang perjodohan kalian?" tanyaku pada Mecca.


"Hmm gimana ya Pah, kalau kuliah mau dilanjut sih. Urusan perjodohan itu belum aku pikirkan, Kak Andre juga belum tentu mau dijodohkan dengan ku" ujar Mecca.


Flasback Off


Author POV


Mecca tak pernah tau, jika Andre selalu mengawasi segala gerak geriknya di Jerman begitupun dengan Meira, hanya Reihan saja yang mengetahuinya. Reihan paham betul, bahwa Andre memang sangat menyayangi putrinya mesti tak banyak berbicara. Terkadang aku bingung dengan sikap Mecca yang selalu menampakan permusuhan dengan Andre, padahal aku tau betul jika mereka saling menyayangi satu sama lain. Jujur tanpa perjodohan pun, Andre memang sudah meminang Mecca secara pribadi menemuiku di ruangan kerja. Jawabanku, tentu menerima lamaran tersebut.


Andre Janji akan menunggu Mecca sampai menyelesaikan pendidikannya, lagian ia tak ingin buru-buru karena memang sekarang sedang disibukkan dengan kegiatan Abdi Negeranya. Tak ada yang bisa ku percaya selain Andre untuk menjaga Mecca, sebagai orang tua ingin memberikan yang terbaik untuknya. Seharusnya, tahun ini Mecca pulang tapi akibat pandemic covid-19 ia tak bisa pulang. Tentu Mecca sudah menerima lamaran Andre, bukan karena terpaksa tapi itulah hasil jawaban dari shalat istikharahnya.


Mecca Call's


"Assalamualikum Mba, apa kabar?" tanya Meira, tentu ia sering menelpon mamanya dibandingkan aku.


"Walaikumsalam Mah, Alhamdulillah sehat. Mama Papa Rizmi Syila apa kabar?" tanya Mecca yang tau kalau pandemic juga terjadi di Indonesia, apalagi Surabaya juga banyak yang positif covid-19.


"Alhamdulillah sehat Mba, pandemic di Jerman gimana? dan hasil shalat istikharahnya gimana Mba?" tanya Meira, sedangkan Reihan hanya mengamati obrolan mereka dari samping Meira.


"Alhamdulillah Mecca menerima lamaran Kak Andre Mah, tapi karena pandemic ga bisa pulang dulu. Pandemic disini mulai bisa diatasi Mah, semoga segera berkahir" ucap Mecca.


"Syukur Alhamdulillah, Mama tau kok kalau Mba akan menerima lamaran Andre. Hati ga bisa berbohong Mba" papar Meira, nah kan bisa kalian lihat kalau istriku ini memang memahami betul putri sulungku. Dari hal kecil sampe hal yang seperti ini, tak salahkan jika 2 tahun lalu aku nemerina lamaran Andre.


"Salam buat Papa dan adek-adek, aku harus balik dulu ke ruangan pemeriksaan Mah. Assalamualikum" pamit Mecca.


"Waalaikumsalam" balas Meira.


Karen sedang dalam masa pandemic, Meira sibuk sekali dan tak jarang ia tidak pulang ke rumah. Reihan sudah melarangnya, tapi jiwa sosial sebagai seorang dokter lebih kuat dibandingkan apapun. Setelah bekerja, ia selalu melakukan isolasi mandiri di apartemennya dan baru kali ini ia berani pulang ke rumah. Jika kalian bertanya apakah aku rindu pada perempuan ibu dari anak-anaku tentu saja jawabannya rindu sekali.


Tolong hargailah garda terdepan team medis dalam menangani covid-19, jauhi kerumunan. Tolong jangan egois untuk mudik, berbelanja di mall. Kami pun ingin pandemic ini segera berakhir, bukan hanya kalian saja. Tolong disiplin dengan aturan, jika kalian memang masih sayang nyawa kalian beserta keluarga.