Destiny (The Wonders Of Allah SWT)

Destiny (The Wonders Of Allah SWT)
Alexssander Family



Dalam dunia bisnis, tak ada satupun yang tak mengenal Alexssander group. Alexssander group dibangun oleh William Alexssander, beliau seorang pria keturunan Indo-Inggris-Jerman dengan memililiki segudang kecerdasan, tampan dan berwibawa dalam mengelola bisnisnya. Sehingga membuat para kolegan dan rival bisnisnya segan terhadap beliau. Beliau menikah dengan Rere Amelia Danubrata yang tak lain putri dari Bima Danubrata pemiliki perusaha tambang. William dan Rere memiliki tiga orang anak, yang pertama Holand Alexssander sedangkan yang kedua Justin Alexssander dan sibungsu Pramita Anandita Alexssander. Kini tuan William beserta istri dan anak kedua mereka tinggal di Inggris untuk melanjutkan usaha keluarga besar Alexssander yang merupakan warisan dari kakek William Alexssander.


Sedangkan perusaha Alexssander group Indonesia yang ia bangun dengan susah payah diserahkan semuanya pada putra sulung dan putri bungsunya. Berkat ke gigihan Holand Dan Mita perusahaan itu menjadi berkembang pesat dan menguasi pasar Asia bahkan Eropa kecakapan dalam berbisnis memang tak bisa dipungkiri bahwa mereka seorang Alexssander. Semua orang yang berada di dalam ruangan Meira terkejut dengan kedatangan William Alexssander atau tuan Alex "Assalamualaikum" gumam Alex


"Waalaikumsalam, Papaaaa" jawab serempak, hanya saja Holand kaget dengan kedatangan papanya


"Sejak kapan Papa ada disini?" tanya Holand


"Papa berangkat kemarin dari London" jawab Mr. Alex


"Papa sendirian kesini?" tanya Holand lagi


"Iya sendirian, papa pake pesawat pribadi. Mama dan adekmu gak bisa ikut, lagi sibuk" jelas Mr. Alex


"Sini Pa, liat Meira" Holand menggandeng tangan papanya dengan tongkat khas seorang opa dan berjalan menuju arah ranjang Meira


"Astagfirullah cucu kesayangan opa yang cantik, kok bisa kaya gini sih" gumam Mr. Alex


"Biar cucu mantu papa yang menjelaskannya" jawab Holand


Untuk pertama kalinya ia bertemu dengan Mr. Alex sang kakek dari istrinya tersebut. Sebagai orang yang menekuni bidang bisnis, jelas ia memang mengenal sosok Mr. Alex. Sang pionir dalam panutan berbisnis selain papanya tentu ia juga mengagumi sosok Mr. Alex yang memiliki jiwa bisnis kuat sesuai dengan ajaran dianutnya


"Opaa" sapa Reihan


"Oh ini toh suaminya cucuku paling cantik" gumam Mr. Alex


"Iya opa, ini Reihan" balas Reihan


"Cukup mengagumkan, pemuda tanpa berparas Indonesia baget serta jago berbisnis"


"Biasa aja opa, belum sehebat opa" Reihan hanya bisa menunduk akibat mendapatkan pujian dari opa Alex


"Jangan pikir opa ga tau tentang kamu ya Rei. Kenapa bisa kecelakaan seperti ini?" tanya Mr. Alex


"Kecelakaan ini memang terjadi secara mendakak opa dan Reihan belum sempat menghindar" jelas Reihan


Mr. Alex duduk disofa yang tak jauh dari Meira cucunya tersebut. Reihan berpikir bahwa Mr. Alex akan memarahinya karena telah membuat cucu kesayangannya celaka. Dugaan Reihan salah, Mr. Alex itu sosok yang ramah dan penyayang. Dibalik sikapnya yang ramah dan penyayang, ia akan menjadi singa kelaparan yang menakutkan kala ada yang mengusik keluarganya. Dalam dunia bisnis ini memang kejam, terkadang banyak ancaman yang membahaykan keluarga. Kebanyak orang berbisnis dengan melakukan segala hal yang terlarang dengan kecurangan, tidak jujur serta ilegal. Mecca menghampiri pria tua tersebut


"Mecca Rizmi sini salam dulu sama opa buyut kalian" Reihan beserta anak-anaknya mendekeati Mr. Alex


"Opa buyut, kenalin aku Mecca dan ini adiku Rizmi" sambil bersalaman


"Cicit opa cantik dan ganteng ya" gumam Mr. Alex


"Apa lagi siganteng Rizmi, mirip sekali dengan Meira dengan setengah blasterannya" sambung Mr. Alex sambil mencium cicitnya tersebut.


"Rei, inget kamu harus selalu menjaga keluargamu. Dibalik bisnismu yang maju, selalu ada yang ingin menjatuhkanmu" jelas Mr. Alex


"Iya opa, Reihan janji akan menjaga mereka dengan baik" gumam Reihan


"Bagus, jangan pernah sungkan untuk meminta bantuaku" sambil mengelus rambut mantu cucu.


..................


Holand dan sarah pergi membawa Mr. Alex untuk pulang ke rumah mereka. Yang akan menjaga Meira sudah ada suami serta kedua kakaknya, Reihan sedang kedatangan Bayu untuk memberikan semua berkas yang harus ia tandatangani sedangkan kedua anaknya dibawa pulang oleh mama dan papanya, karena tidak memungkin untuk mereka berada di rumah sakit.


"Assalamualikum Mas Rei.." sautan Bayu sembari mengetuk pintu


"Walaikumsalam Bay, masuk aja" saut Reihan


"Maaf Mas Rei, ini berkasnya dan tandatangan sekarang ya" ucap Bayu sambil menyodorkan beberapa berkas


"Okey Bay" tak membutuhkan waktu yang begitu lama, semua berkas sudah ia tandatangani. Sedangkan Bayu sedang melihat kondisi kaka iparnya tersebut "Sungguh pilu nasibmu Mba, cepat sadar. Kasian keluarga kecilmu Mba" batin Bayu


"Bay, udah beres nih" gumam Reihan


"Okey Mas Rei, aku pulang dulu. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Sepertinya besok Reihan harus pergi ke kantor hanya sekadar untuk meeting, ia engga lepas tangan atas semua usaha yang dibangunnya. Dengan kondisi Meira yang sekarang memang membuatnya khawatir dan enggan meninggalkan istrinya, tapi ia harus berusaha seprofesional mungkin dalam menjalan bisnis.