
"Ratu, apa kau benar-benar akan membunuh Nona Yi?" Lian Shen bertanya pada Xiulin.
Xiulin tampak menghela napas panjang, "Entahlah, aku sudah berjanji pada Yu'er untuk menjodohkan Yu'er dengan gadis itu. Tapi membunuhnya tidak ada salahnya juga."
"Menurutku, kau tidak perlu terlalu memercayai bandit kecil itu, Yang Mulia." Lian Shen mengajukan sarannya.
"Aku sudah membuat rencana. Aku menyuruh anak buahku yang lain untuk menjalankan misi hari ini. Jika tetap gagal, aku akan meneken kontrak dengan adik gadis itu. Membunuh Yi Ze untuk membunuh Xiao Yuan. Mudah sekali. Ternyata tumbuhan racunku benar-benar ada gunanya."
⚔️⚔️⚔️
Yuhang berdiri di depan rumahnya, dia memperhatikan tamunya duduk di halaman rumah dengan pakaian tipis saja, Yi Ze berdiri di sampingnya, "Dia Putra Mahkota, Paman. Belakangan dia sering ditimpa musibah, banyak orang yang mengharapkan dia meninggal, menyusupkan racun, bahkan mengirim pembunuh. Aku berusaha menyelamatkannya dari sebuah racun aneh yang sangat dingin, Tuan Song bilang kalau Bunga Rumput Merah adalah satu-satunya obat yang bisa mengusir hawa dingin, tapi efek samping mengonsumsi Bunga Rumput Merah ini juga tidak bisa diabaikan. Aku harus mencari jalan keluarnya, takutnya Putra Mahkota tidak bisa melewati musim berikutnya dengan normal. Dia tidak bisa hidup dengan suhu tubuh yang begitu tinggi," Yi Ze menjelaskannya pada Yuhang.
"Aku juga pernah mendengar tentang rumput itu, dia adalah salah satu racun panas di dunia. Keberadaannya mengkhawatirkan meski tidak membunuh. Kudengar Lembah Chi bahkan belum menemukan penawarnya hingga lembah itu dikosongkan. Banyak warga mereka yang menderita penyakit panas karena racun itu," Yuhang menceritakan hal yang dia tahu.
"Lalu, bagaimana kabar warga yang terkena racun itu?" Yi Ze bertanya, mungkin ini bisa menjadi sebuah petunjuk untuk menyembuhkan racun Putra Mahkota.
"Sebagian kecil meninggal karena tubuhnya tidak kuat panas. Sebagian lagi hidup seperti itu, dalam gelap," jawaban yang diberikan Yuhang cukup mengerikan.
"Lalu, Paman. Bagaimana kau akan menyembuhkannya?" Yi Ze bertanya lagi.
Yuhang menunjuk matahari di atas sana, "Matahari bisa menyembuhkannya," ucapnya tanpa ragu.
Yi Ze mendongak, matanya menyipit karena cahaya matahari yang sangat terang. Dia tidak berpikir bagaimana matahari bisa menyembuhkan seseorang yang tidak boleh berhubungan dengannya.
"Racun Bunga Rumput Merah adalah racun panas. Sesuatu yang panas bisa memicu racun itu terbangun lagi, begitu terbangun, penderitanya akan mengalami rasa sakit terbakar yang luar biasa, tergantung seberapa panas lingkungan sekitarnya. Tapi metode ini juga bisa memaksa racun itu keluar," Yuhang memberikan penjelasan.
Dia menatap Yi Ze yang terdiam kaku, "Tapi metode ini termasuk metode penyembuhan paling kejam dan menyakitkan, tergantung seberapa kuat saudara itu bisa menahan rasa sakitnya, jika tidak, nyawanya mungkin menjadi taruhan."
Yi Ze refleks mengalihkan pandangannya pada Yuhang, "Tidak bisa! Dia tidak boleh mati, dia adalah penerus kerajaan, dia tidak boleh mati!" Yi Ze menggeleng kuat sambil berseru.
"Heh, aku belum selesai bicara," Yuhang menutup mulut Yi Ze karena kesal, "Kita harus mencobanya, karena benar-benar tidak ada cara lain lagi, silakan jika kamu mau menyiksa diri mencari penawarnya," Yuhang menyilangkan lengan di depan dada, memalingkan wajah dari Yi Ze yang masih menatapnya begitu putus asa.
"Hanya saja ..." Yuhang membalikkan badannya lagi, "Jika dia benar-benar tidak mampu menahannya, kita bisa menyudahi pengobatannya, risikonya adalah dia tidak akan bisa sembuh dan tidak bisa disembuhkan dengan metode yang sama."
Yi Ze menyeka air matanya, "Benarkah? Dia tidak akan mati, kan?"
"Berhenti berpikir berlebihan, kita harus mencobanya, dan tidak boleh biarkan dia mati. Tapi sebelum melakukannya, kita harus meminta persetujuannya dulu. Jika dia tidak bersedia, aku juga tidak bisa apa-apa lagi," Yuhang meninggalkan Yi Ze, kemudian berjalan mendekati rumahnya.
Malam hari, Yi Ze memasuki kamar Xiao Yuan sambil membawa kendi berisi arak, "Bisakah kau keluar sebentar? Temani aku minum," Yi Ze menyeret lengannya.
Mereka duduk di halaman rumah, udara dingin menyergap, terasa menusuk tulang, Yi Ze memeluk dirinya sendiri, menenggak arak itu seteguk demi seteguk.
"Kau tidak mau memberikannya padaku juga?" Xiao Yuan menatap arak yang begitu menggoda itu.
Yi Ze menggeleng tegas, "Arak ini hanya ada sedikit, tidak boleh," ucapnya sambil menjauhkan arak darinya.
"Begini ... apa kau benar-benar ingin sembuh?" Yi Ze bertanya setelah senyap beberapa saat.
"Tentu saja! Kondisi ini begitu menyebalkan, salahmu yang memberi obat tanpa izin yang punya tubuh!" Xiao Yuan menjawab dengan nada kesal.
Hal itu membuat Yi Ze mengurungkan niatnya untuk berbicara serius, "Dasar tidak tahu terima kasih! Kau tidak akan hidup jika aku tidak memberimu obat itu!" serunya kesal.
"Kau menyalahkanku?" Xiao Yuan menatapnya tajam.
Yi Ze membuang muka, "Ya sudah! Kau sendiri yang keras kepala, tidak perlu sembuh juga tidak apa-apa."
Xiao Yuan memperbaiki tatapannya, "Kenapa kau begitu? Tidak boleh! Kau harus menyembuhkanku!" Xiao Yuan mengguncang-guncang bahu Yi Ze dengan kuat, membuat Yi Ze merasa pusing dan kehilangan keseimbangan.
"Hei! Bisakah sopan sedikit?" Yi Ze melotot, menyingkirkan tangan itu dari bahunya.
Mereka mulai membicarakannya dengan serius, duduk dengan tenang, sesekali Yi Ze meneguk araknya, menceritakan hasil diskusinya dengan Yuhang tadi siang.
"Apakah seburuk itu?" Xiao Yuan bergidik saat membayangkannya.
"Apa kau tidak bisa melakukannya? Ini adalah satu-satunya metode penyembuhan untuk penyakitmu, Yang Mulia. Caranya adalah dengan memancing racun itu keluar dan memusatkannya pada suatu tempat dalam tubuhmu, lalu memaksanya keluar saat kau memuntahkan darah," Yi Ze menjelaskan lagi.
Xiao Yuan bergidik, "Itu mengerikan," gumamnya.
"Tentu saja mengerikan, kau harus bertahan, jika tidak, kau tidak akan bisa sembuh selamanya, kecuali aku terus mencari penawarnya seumur hidupku, mungkin sampai buaya bisa terbang pun tidak akan pernah ditemukan. Kau hanya menyiksaku saja selama itu," Yi Ze memutar bola mata kesal.
Xiao Yuan nyengir lebar, tapi kemudian dia mengangguk, "Aku akan mencobanya."
Yi Ze menatapnya tertarik, "Sungguh?"
Bruk!
Belum sempat berbalik, Yi Ze sudah pingsan sambil meracau, "Akhirnya, bocah itu sembuh juga."
Xiao Yuan menepuk dahi, "Sudah kukatakan, bukan? Kau minum terlalu banyak, pada akhirnya aku yang direpotkan!"
⚔️⚔️⚔️
Matahari tepat berada di atas kepala. Yi Ze mengintip apa yang sedang gurunya lakukan di halaman belakang. Dia menyingkirkan semua ranting kering dan berbagai macam gangguan lain, membiarkan tanah itu menjadi kosong, kemudian membuat beberapa api unggun di tepian tanah kosong.
"Apa yang sedang Paman lakukan?" Yi Ze bertanya.
"Menyiapkan tempat untuk pasienku," jawabnya pendek.
Yi Ze bergerak membantu gurunya. Cuaca hari ini panas, tapi udara dingin tetap ada. Yi Ze menyadari kalau cahaya matahari tidak cukup panas untuk memaksa racun itu keluar. Harus ada bahan lain yang sama panasnya dengan matahari di kejauhan itu, untuk mengalahkan udara dingin ini.
"Kita beruntung karena tidak ada salju yang turun siang ini. Semuanya pasti akan berjalan lancar," Yuhang terkekeh senang.
Jingmi mengantar Xiao Yuan menuju halaman belakang itu, Yuhang menyuruhnya duduk di tengah tanah kosong. Juga menyuruhnya memakai pakaian tebal. Xiao Yuan duduk di tengah dengan pakaian tebal.
Dari jauh, Yi Ze dapat melihat tangan Xiao Yuan yang gemetar karena rasa takut dan cemas. Di sampingnya, Jingmi berbisik, "Nona, gurumu aneh sekali. Sebenarnya apa yang ingin dia lakukan pada Putra Mahkota kita?"
Yi Ze berdecih, "Putra Mahkota kita apanya, dia hanya Putra Mahkota-mu saja, aku tidak!" balasnya.
Kini pandangan mereka mulai berfokus pada Xiao Yuan dan Yuhang di tengah lapangan sana. Yuhang meminta bantuan Yi Ze dan Jingmi untuk menyalakan masing-masing api unggun yang mengitari lapangan kecil.
Yuhang meminta Xiao Yuan untuk berkonsentrasi, dia memukul beberapa titik dalam tubuh Xiao Yuan menggunakan dua jarinya, mata Xiao Yuan menutup, tubuhnya tidak bergerak, itu menandakan Xiao Yuan sudah mulai berkonsentrasi.
Lima menit pertama, tubuh itu masih terkendali. Seperti cahaya matahari dan belasan api unggun itu belum cukup menyakitinya.
Sepuluh menit, Xiao Yuan sedikit meringis, tangannya mengepal, tubuhnya begitu berkeringat, pakaian tebal yang dia kenakan dibasahi keringat hingga menetes ke tanah.
Tiga puluh menit, tubuh Xiao Yuan bergetar hebat, Xiao Yuan mengeratkan rahang, tangannya mengepal hingga berdarah, keringat mengucur lebih banyak, dia mati-matian menahan rasa sakit itu.
Di dekat Xiao Yuan, Yuhang terus berseru bahwa Xiao Yuan harus bisa menahan rasa sakit itu. Dia mengawasi dari dekat, hanya berdiri, belum melakukan apapun.
Xiao Yuan terus menahan rasa sakit itu, terasa amat menyiksa, seperti dibakar habis, lalu ditusuk dengan besi menyala ribuan derajat, setelah itu ditenggelamkan di lautan magma, Xiao Yuan merasa tubuhnya begitu panas hingga terasa akan meledak.
Yuhang menyentuh ujung kepala Xiao Yuan, bergumam, "Racunnya belum berkumpul."
Satu jam berlalu, Xiao Yuan masih duduk di sana dengan tubuh benar-benar dibasahi keringat, penampilannya seperti orang yang baru saja mandi hujan. Di tepi lapangan, Yi Ze menatap begitu khawatir, melihatnya bertahan begitu lama, Yi Ze yakin Xiao Yuan bisa melewati siksaan tiada henti ini.
Bruk!
Tiba-tiba saja tubuh Xiao Yuan ambruk ke depan, tangannya bergetar menopang tubuhnya yang terasa tidak berdaya.
"Kau harus bertahan! Jika tidak, nasibmu mungkin lebih buruk lagi dari sekarang!" Yuhang berseru lagi, menambah beberapa kayu bakar, membuat nyala api semakin tinggi.
Xiao Yuan mengatupkan rahang, tangannya mengepal, dia harus mengatasi ini, dia tidak boleh menyerah.
"Yang Mulia! Ingatlah sesuatu, kau belum memenuhi semua mimpimu! Ingatlah kalau bakpao terlalu enak untuk ditinggalkan! Kau harus tetap hidup! Balaskan semua dendammu pada orang yang berusaha menyakitimu! Buat mereka merasakan juga apa yang kau rasakan saat ini! Yang Mulia! Bertahanlah!" Yi Ze dan Jingmi juga ikut berseru memberi semangat.
Xiao Yuan semakin mengerang kesakitan, wajahnya memerah, dia mencoba untuk kembali duduk tegak, menyelesaikan pertempuran ini.
Tiga puluh menit lagi berlalu, Yuhang memeriksa nadinya lagi, wajahnya berubah menjadi begitu cerah, "Bagus! Dia sudah berkumpul!"
Yi Ze dan Jingmi saling menatap, bersorak dalam hati.
"Rasakan racunnya, Yang Mulia. Mereka berkumpul di dalam perutmu. Ini adalah proses terakhir, kau benar-benar harus bisa menahan yang satu ini. Hanya beberapa detik, tapi rasanya sangat menyiksa, kau harus bisa menahannya. Anggap saja simulasi masuk neraka. Apa kau siap?"
Xiao Yuan mengangguk, Yuhang membuat pemanasan kecil, tangan kanannya mengepalkan sebuah tinju, lalu memukulkan tinjunya ke perut Xiao Yuan.
Xiao Yuan tersentak, lalu memuntahkan darah begitu banyak. Yi Ze menahan napas, menatap Xiao Yuan yang sudah tidak mampu duduk lagi.
"Yi Ze, lihatlah! Tubuhku benar-benar sudah kebal." Gumamnya pelan, kemudian tidak sadarkan diri.
"Dasar bodoh, sudah sekarat masih saja sombong."
⚔️⚔️⚔️
Bersambung