Cinderella

Cinderella
40



terdengar kicauan burung menyambut mentari pagi. mesin pendeteksi denyut jantung tidak menunjukkan tanda-tanda apapun yang mengkhawatirkan. suster Hani masuk dan membuka tirai jendela sehingga sinar mentari bisa menyinari seluruh ruangan. kemudian dia mengecek grafik yang muncul di mesin pendeteksi jantung, mengecek kabel kabel yang terpasang, mengecek infus, dan tabung oksigen.


kemudian dia membangunkan dua sosok yang sedang tertidur di sekeliling tempat tidur, " nona, bangun, hari sudah pagi, sebaiknya kembali ke dalam kamar, kalau tidak, bukannya sembuh kalian malah akan bertambah sakit." kata suster hani dengan lembut.


mereka berdua pun terbangun, menguap dan mengucek-ucek mata mereka. " Makasih, suster, tapi kami kami mau di sini saja. bisa suater tolong bawakan makanan kami kemari?"


" kalau memang seperti itu, Baiklah nona bae woo dan yoo ran. Tapi tolong jangan memaksakan diri." kata suster hani yang sudah selesai mengecek seluruh data perkembangan kesehatan si pasien yang masih tertidur dengan pulas.


" Terimakasih, Suster," senyum yoo ran.


sudah seminggu lebih sejak kejadian yoo ran dan bae woo mengantarkan nara untuk kembali ke dunia Cinderella dan tak sekalipun mereka berdua absen menjaga sahabat mereka itu. untungnya sekolah sedang memasuki liburan musim panas, Jadi mereka sama sekali tidak perlu membolos sekolah.


beberapa kali memang detak jantung nara bergerak dengan sangat cepat, atau bahkan hampir tidak bergerak sama sekali, namun sejauh ini kelihatannya baik-baik saja.


hari ini pun tidak banyak orang orang yang datang menjenguk, hanya kedua orang tua Nara yang senantiasa setiap saat selalu menelpon ke rumah sakit menanyakan kabar Putri kesayangan Mereka.


kondisi sung hyun pun belum menunjukkan tanda-tanda akan siuman. sung hyun masih saja tidak sadarkan diri, namun detak jantungnya Masih normal. beberapa hari yang lalu, jantung sung hyun sempat Berhenti Berdetak dan itu membuat dokter dan seluruh perawat kerepotan. namun ajaib, setelah dokter menyerah, jantung itu berdetak kembali dengan sendirinya.


yoo ran dan bae woo bergantian menjaga Nara dan sung hyun. Untung saja letak kamar mereka bersebelahan, jadi lebih mudah untuk di pantau.


sekarang, nyonya kim sedang menjenguk dan duduk di sebelah tempat tidur. tidak bosan-bosannya dia mengelus lembut rambut Nara dan sesekali mencium keningnya.


yoo ran dan bae woo pun duduk menemani di dalam kamar. sampai tiba-tiba omma merasakan jemari Nara bergerak. omma agak tidak percaya, tapi jemari itu kembali bergerak.


" dia, bergerak!" seru omma pelan tapi masih bisa terdengar oleh yoovran dan bae woo, "jemarinya bergerak!" ulangnya agak lebih kencang, yoo ran dan bae woo langsung mendekat.


"Benarkah?" tanya yoo ran dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


sedangkan bae woo melihat adanya harapan, langsung menelepon ruang untuk memberitahukan hal ini.


sekarang omma, yoo ran dan bae woo sedang mengelilingi tempat tidur nara, menunggu dengan penuh harap saat-saat di mana matanya akan terbuka kembali. kelopak mata nara berkedut kedut, kemudian dengan perlahan sekali, Dia pun membuka matanya. dan orang pertama yang dilihat olehnya adalah Omma kemudian yoo ran dan bae woo.


"omma..., yoo ran..., bae woo...," bisiknya masih sangat lemah.


melihat Nara Sudah tersadar, bahkan langsung mengenali mereka semua, tentu saja langsung membuncah keluar air mata semuanya. tidak terkecuali dokter dan suster Hani yang ada di dalam kamar. Omma pun langsung memeluk nara dengan lembut. disusul oleh yoo ran dan bae woo yang merasa sangat bersyukur kembali karena sahabat mereka akhirnya bisa tersadar kembali.


walaupun Nara sudah sadar sepenuhnya, namun kesehatannya belum juga kunjung membaik. terlalu lama berbaring membuat fisiknya melemah. Oleh sebab itu dia harus segera mengikuti fisioterapi, salah satunya adalah terapi untuk berjalan kembali.


dan tentu saja, tak lama setelahnya nara tersadar, hal kedua yang ditanyakan adalah mengenai kondisi Sung hyun. dengan wajah muram, dokter pun mengatakan kalau belum ada tanda-tanda dari sung hyun akan segera tersadar dalam waktu dekat ini. dan tiba-tiba saja Nara menangis, walaupun tidak histeris, namun air matanya deras mengalir, nafasnya pun menjdi sesak. dengan sigap suster segera memberikan oksigen padanya. setelah beberapa saat, setelah merasa tenang, nara pun berkata.


" Tolong antarkan saya untuk melihatnya." pinta nara dengan wajah yang sangat memelas. bahkan walaupun dilarang, nara tetap memaksa dan tidak mau tenang. akhirnya dokter mengijinkannya untuk melihat .


nara pun dibawa bersama tempat tidurnya menuju kamar sebelah. begitu masuk ke dalamnya, dia masih belum menunjukkan reaksi apapun. Sampai akhirnya tempat tidurnya benar-benar berada di sebelah tempat tidur sung hyun, dan dia bisa melihatnya dengan jelas. nara memandang sung hyun dalam diam, dengan perasaan yang tidak menentu. namun tidak ada teriakan, ataupun amukan. dia hanya diam dan menangis. kemudian setelah beberapa saat, dia minta untuk kembali ke kamarnya.


beberapa hari kedepan nya, sung hyun belum juga tersadar. namun kondisinya sangat baik. dan tubuh Nara perlahan semakin kuat, sehingga dia sudah bisa berjalan walaupun sangat pelan.


dan seperti hari-hari sebelumnya, dengan ditemani oleh yoo ran dan bae woo, nara datang berkunjung ke kamar sung hyun. kali ini karena nara sudah bisa berjalan sendiri, dia pun berdiri di sisi tempat tidur, menggenggam erat tangan Sung hyun dan memandanginya dengan penuh kasih dan ucapan terima kasih. tiba-tiba saja, ada dorongan keinginan untuk memeluknya. maka nara pun memeluk Sung hyun dengan lembut dan mencium kedua pipinya. tanpa sadar air matanya pun ikut menetes membasahi pipi sung hyun.


saat itulah, Hal paling luar biasa dan ajaib terjadi. mendadak kedua kelopak mata Sung hyun terbuka dan dengan jantung yang berdetak cepat, tubuhnya Pun bangun, membuat kaget Nara, yoo ran dan bae woo.


"sung-aung hyun." gumam nara terbata-bata dengan rasa bahagia yang begitu besar. Begitu pun dengan yoo ran dan bae woo.


aung hyun segera menyadari kalau ada orang lain di dalam kamarnya, "yoo ran, bae woo? aku di mana?" tanya sung hyun.


mendengar pertanyaan sung hyun, tentu saja membuat mereka berdua langsung merasa lega.


" kau di rumah sakit. syukurlah kau sudah tersadar kembali." senyum yoo ran, sedangkan bae woo segera memanggil suster dan dokter untuk menyampaikan kabar bahagia ini.


" aku, di rumah sakit? apa yang terjadi? apakah aku mengalami kecelakaan?" tanya Sung hyun masih belum mengerti.


yoo ran tersenyum geli, menurutnya wajar kalau sung hyun agak linglung sedikit. "kau tidak ingat? kau baru saja menolong Putri cantik nara Cinderella." cekikik yoo ran dan langsung menggandeng lengan nara yang sedari tadi hanya diam di belakang tubuh yoo ran.


nara akhirnya berdiri di hadapan sung hyun, dengan kepala yang tertunduk dalam. melihat sosok Nara yang mungil dan masih berbalut pakaian pasien Rumah Sakit, tentu saja membuat Sung hyun mengerutkan alisnya.


"nara? Maaf, tapi siapa dia?" tanya sung hyun dengan ekspresi wajah yang benar-benar terheran-heran.


"sung hyun, jangan bercanda. kan sudah dengan gagah berani terjun ke dalam dunia lain hanya demi menolong Pujaan Hatimu itu." tawa yoo ran masih menganggap kalau sung hyun bercanda.


tapi sung hyun hanya diam masih tidak mengerti. dan akhirnya tawa yoo ran pun terhenti. saat itulah bae woo, dokter dan suster perawat datang.


" dia tidak bohong, yoo ran. terjadi sesuatu di saat akhir, sehingga dia harus kehilangan ingatannya." ucap nara walaupun pelan, namun cukup terdengar oleh semua yang ada di dalam kamar tersebut.


" apa?" teriak yoo ran dan bae woo tidak percaya.


hari-hari berlalu, Nara sudah semakin sehat dan kuat. dan akhirnya, dia sudah boleh pulang ke rumahnya kembali. Dia dijemput oleh Omma dan tentu saja bersama Oppa. namun saat inilah, terjadi perubahan, yang awalnya Dia pikir Hanya sung hyun saja yang akan berubah. kehidupan yoo ran dan bae woo persis sama seperti saat pertama kali Nara tinggalkan. Namun ternyata dari perjalanannya kali ini mempengaruhi kehidupannya yang lain, yaitu keluarganya.


"barangku sudah semua, omma?"


"Ya, tentu saja." senyum omma menutup resleting tas travel yang berisi seluruh perlengkapan milik nara.


" apakah omma sendirian ke sini?" tanya nara.


"Tentu saja tidak, omma bersama appa dan juga adikmu."


"oh," gumam nara namun setelah beberapa saat, dia baru menyadari sesuatu. " Adik?" tanyanya tidak percaya.


"ya." senyum omma biasa saja.


"tapi..., aku aku tidak punya adik." gumam nara terheran-heran.


" Apa maksudmu? omma tahu kalau kau sering bertengkar dengan adikmu, tapi kau sangat menyayanginya. adikmu pun sangat menyayangimu. Bahkan dia sampai mimpi tentang kamu segala."


nara tidak bisa berkata apapun. tapi setelah beberapa saat, dia pun bertanya, " Berapa umurnya..., namanya?"


Omma tersenyum geli mendengar pertanyaan Nara, " masa kau lupa. nama adikmu Yonghuu dan umurnya 10 tahun."


serasa disamber geledek begitu dia mendengar nama itu. namun nara pun segera menyadari sesuatu. 7 tahun yang lalu, memang omma pernah melahirkan seorang adik laki-laki, Namun karena gangguan jantung, adik laki-lakinya meninggal dunia hanya berumur 3 hari. bahkan omma belum memberinya nama. atau mungkin omma sudah memberinya nama dan dia tidak mengingat sama sekali.


tidak aneh, kalau dia merasa mempunyai hubungan spesial dengan yonghuu. Entah, haruskah dia mensyukuri atau menyesalinya. Namun, karena Kejadian ini, dia tersadar ke dunia di mana Omma tidak pernah depresi karena kehilangan satu orang anak laki-lakinya. sebaliknya, dia terbangun di dunia yang lebih baik lagi.


"omma, onnie, sudah selesai siap-siapnya? appa sudah tidak sabar menunggu di dalam mobil." tiba-tiba masuklah seorang anak kecil berumur 10 tahun.


nara pun langsung menoleh ke arah pintu dan melihat sosoknya. seketika itu juga air matanya langsung menetes. Ya Tuhan, wajahnya memang Mirip sekali. Dia pun menghampiri adiknya kini dan memeluknya dengan erat. yonghuu yang tidak tahu apa-apa hanya terheran-heran. tapi dia juga membalas pelukan kakaknya ini.


nara pun sudah kembali bersekolah. teman-teman menyambutnya dengan penuh rasa Haru dan tidak percaya. Mereka banyak bertanya apa yang dialaminya kalau dalam keadaan koma. nara dengan senang hati malah mengarang bebas semuanya. tidak mungkin juga dia menceritakan yang sesungguhnya kan?


bulan sudah memasuki musim dingin, Nara berangkat sekolah seperti biasanya. dia mengeratkan jaket tebal yang dipakai khusus untuk musim dingin. setelah menunggu beberapa saat, bus datang dan dia segera masuk.


bus melaju kembali, menyusuri jalan jalan yang licin dengan perlahan-lahan. akibat cuaca yang dingin, jalan jalan agak sedikit membeku dan berlapis es. namun untungnya Ada petugas jalan yang memang bertugas untuk menyingkirkan es-es tersebut.


Setiap pagi, bus selalu penuh, oleh sebab itu jarang sekali ada kemungkinan nara bisa mendapatkan tempat duduk. dia pun berdiri sambil bergelantungan dan memandang keluar jendela. pikirannya sibuk memikirkan rencana untuk menyambut acara tahun baru nanti bersama sahabat-sahabatnya.


tiba-tiba bus berhenti mendadak, membuat beberapa orang oleng dan terjatuh. tak terkecuali nara. tubuhnya yang kurus, seketika terjatuh menimpa sosok di sebelahnya. sang supir meminta maaf berkali-kali. dan Bus pun berjalan kembali.


" anu...., Maafkan saya. saya kurang kuat berpegangan." ucap nara menundukkan kepalanya berkali-kali.


"Tidak apa-apa, kok!"


nara langsung terpaku begitu mendengar suara itu. dia pun langsung mengangkat wajahnya dan melihat senyum itu.


"Hai, kau satu sekolah bukan denganku?" tanya cowok itu lagi.


"be-benar." jawab nara terbata-bata.


" kau juga yang ada di rumah sakit. temannya yoo ran dan bae woo ya. Siapa namamu?na-ra?"


"i-Iya, kim Nara." ucap nara memperkenalkan dirinya, tanpa sadar dia menyodorkan telapak tangan kanannya.


" aku Choi Sung hyun, senang berkenalan denganmu." ucap Sung hyun membalas uluran tangan nara


nara termenung, tangannya selalu terasa hangat dan menyenangkan. tidak, dia tidak boleh menangis sekarang.


" Aku juga, senang berkenalan denganmu." balasnya tersenyum tipis.


" di sekolah beberapa kali aku melihatmu. kau itu ekskul sepeda bukan? pilihan yang aneh, tapi menarik juga. kalau aku ikut di tim basket." ucap sung hyun lagi.


ya, Aku tahu kok. batin Nara merasa pedih, namun dia terus menahan rasa sakit itu.


" sebenarnya, sewaktu di rumah sakit, aku sempat merasa tidak enak padamu karena sudah bersikap tidak sopan. Oleh sebab itu, aku ingin meminta maaf. lalu, Bagaimana kalau kita mulai berteman?" lanjut sung hyun lagi.


Nara kaget mendengar ucapan sung hyun, namun dia pun merasa sangat terharu. " tentu saja. kita bisa berteman dulu." Balas nara tiba-tiba seperti merasa ada harapan bagi dirinya.


benar, walaupun lupa, Buatlah dia untuk mencintai mu kembali. dan nara bertekad untuk melakukannya. setidaknya Hanya itu yang bisa dilakukannya saat ini, untuk mendapatkan kembali orang yang paling dia cintai Dan yang telah menyelamatkan hidupnya. karena pengorbanan sung hyun lah, dia bisa kembali ke dunia ini dalam keadaan utuh, bahkan mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik lagi.


Terima kasih, sung hyun, Kau pasti akan selalu menjadi pangeran di dalam hatiku.


🦋🦋🦋🦋🦋🦋 TAMAT 🦋🦋🦋🦋🦋🦋