Cinderella

Cinderella
23



tanpa banyak bicara, Nara turun dari tempat tidur, memakai sandal kamarnya dan berjalan menuju wastafel di samping kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi. tak lama dia pun mengganti pakaiannya dengan kaos putih bergambar bola basket di salah satu sisi bajunya, memakai jaket wol berwarna biru muda yang lumayan tebal untuk menghalau angin, memakai topi kupluk dengan motif garis-garis berwarna biru, merah, kuning dan hijau untuk menghangatkan kepalanya karena Nara tidak kuat Angin Malam, memakai kaos kakinya yang berwarna putih polos kemudian memakai sepatu kets kesayangannya. Nara sendiri tidak tahu pasti, bagaimana barang-barang itu bisa ada di dalam lemarinya, Nara hanya berpikir mungkin Ibu atau ayahnya yang membawakannya tapi menitipkannya kepada Sister Hani untuk disimpan di dalam lemari, karena Sampai detik ini, dia belum pernah bertemu dengan ayah maupun ibu nya barang Sedetik pun.


Nara dan Bae Woo berjalan keluar kamar, menyusuri koridor rumah sakit yang sangat sunyi, sepi dan agak sedikit mencekam. Nara menggandeng tangan Bae Woo dengan kuat.


tak lama akhirnya mereka sampai juga di tempat parkir Timur Rumah Sakit. Nara agak sedikit lega karena tadinya Dia mengira akan sulit untuk keluar dari rumah sakit tapi ternyata tidak. Entah mengapa pintu keluar yang tadi dilewati oleh Nya tidak sedang dijaga oleh satpam atau siapapun yang biasa menjaganya. selama tadi dia keluar, dia sama sekali tidak melihat atau menemui seorang pun. kalau pun ada sesuatu yang ditangkap oleh mata nya adalah bayangan gerakan orang yang ada di salah satu kamar, dan kamar itu merupakan kamar yang tidak akan pernah dikunjungi oleh Nya, yaitu kamar mayat.


Nara melihat Yoo Ran dan Sung Hyun yang sedang menunggu di dalam sebuah mobil van bercak hitam. Nara seperti mengenali mobil ini, tapi dia lupa di mana Dia pernah melihatnya. Yoo Ran membukakan pintu, sedangkan Sung Hyun siap di belakang kemudi. Nara dan Bae Woo segera masuk ke dalam mobil setelah mereka yakin bahwa tak ada siapapun yang melihat ataupun mengikuti mereka.


" Nara!" tiba-tiba Terdengar teriakan seorang tak jauh dari mobil.


tentu saja Nara langsung kaget, dan di matanya dia melihat Yonghuu yang sedang berdiri di depan van. namun Entah mengapa, sepertinya Sung Hyun tidak melihat Itu, karena dia tetap menjalankan van Dan Hampir saja menabrak Yonghuu kalau Nara tidak membelokkan kemudi dengan mendadak. mobil pun oleng ke arah kiri dan hampir menabrak pagar.


tapi Nara tidak menjawab, melainkan dia keluar dari dalam van dan menghampiri Yonghuu yang masih berdiri di tengah jalan. tentu saja Sung Hyun, Yoo Ran dan Bae Woo protes, "Tunggu aku sebentar, ada yang harus aku lakukan." dan mereka bertiga pun tetap menunggu di dalam mobil.


"Yonghuu!" teriak Nara berlari menghampiri, "Apa yang kamu lakukan di luar malam-malam begini seorang diri? ini berbahaya, kamu tahu itu?" omelnya.


"aku mau ikut," pinta Yonghuu tanpa basa-basi.


Nara kaget mendengar kata-kata Yonghuu, "ini bukan mau piknik, Ini masalah serius, kamu kembali ke kamar kamu, Atau aku akan mengadu ke suster kalau kamu keluar kamar malam-malam dengan diam-diam!"


" Coba saja kamu adukan, itu juga kalau kamu bisa bertemu dengan suster." balas Yonghuu keras kepala membuat Nara tidak tahu harus berbuat apa lagi.