
Nara pun Mengayunkan kaki nya pelan-pelan masuk ke dalam ruangan pesta, jantungnya berdebar keras. Apa yang harus dia lakukan setelah memasuki ruangan ini, begitu pikirnya. Bagaimana memasang mimik muka nya, tersenyum? tapi senyum yang bagaimana? pusing sekali dia memikirkannya.
cahaya ruangan pesta pun langsung menyilaukan mata Nara, membuatnya mengerjap berkali-kali untuk menyesuaikan dengan cahaya tersebut. menggema alunan jeong-ak atau musik yang pantas, istilah yang diberikan untuk musik istana di dalam seluruh ruangan, suara orang-orang yang sedang tertawa dan berbincang-bincang serta suara gelas gelas yang saling beradu. raja dan ratu serta para pejabat Hanya duduk menikmati jeongjae atau tarian istana.
Nara terpaku di tempatnya, Baru kali ini dia merasakan suasana aneh sekaligus membingungkan. Dia mungkin pernah menghadiri pesta ulang tahun di dunianya sendiri, namun pesta kerajaan, dia yakin, pasti ada norma-norma atau aturan-aturan yang harus dia lakukan, kalau dia tidak mau mempermalukan dirinya sendiri.
ada beberapa pasang mata yang sempat melirik ke arah dirinya, tapi tidak seperti yang ada di buku cerita, mereka tidak terpesona, mereka memandangnya hanya biasa saja, menoleh sekilas kemudian memalingkan wajah mereka lagi seolah tidak ada siapapun yang datang. Nara sempat mati gaya dan bingung harus melakukan apa. sampai tiba-tiba dia kaget oleh bunyi Gong, dan seorang moderator istana pun mengumum kan sesuatu. ternyata adalah jeong-jae dari penampilan berikutnya. jeongjae disini bukan hanya berarti tarian istana, namun juga bisa diartikan sebagai pertunjukan bakat, di mana Sang Penari memperlihatkan kesenian dan bakatnya kepada seseorang yang berkedudukan lebih tinggi. dan ini berarti adalah kepada keluarga Raja, kepada pangeran.
saat itu juga, Nara tahu kalau dia harus mengikuti jeongjae ini. beruntung Walaupun dia sering membolos, namun Mama selalu memaksanya untuk les balet dan piano. memanggil salah seorang pelayan dan bertanya Bagaimana caranya untuk mengikuti jeongjae. dan ternyata karena pasta ini didedikasikan untuk mencari calon istri bagi sang pangeran, setiap tamu yang hadir memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk melakukan jeongjae.
alunan musik kembali bergema di dalam ruangan. seluruh tamu dia memperhatikan pertunjukan bakat dan tarian yang dipertunjukkan oleh seorang wanita muda yang terlihat sangat atletis dan berpengalaman. tidak membutuhkan waktu lama, hanya selang 3 orang gadis, akhirnya tiba giliran Nara untuk melakukan jeongjae.
Nara berdiri di tengah ruangan dan mulai memasang gerakan awal. tidak lupa Dia memegang sebuah kerincing yang akan menjadi musik pendamping tariannya. setelah menarik nafas dalam-dalam, dia pun mulai menari, melakukan gerakan gerakan balet yang dikuasainya. sebelumnya Dia pernah memerankan tokoh ini, odelle dan odette, 2 tokoh utama dalam drama swan lake. namun yang Nara lakukan hanyalah adegan pada saat odelle, sang angsa hitam, sedang gembira karena berhasil memperdaya Pangeran. gerakan tarian yang melambangkan kemenangannya. gerakan tarian yang begitu Anggun, lembut namun juga dinamis dan kuat, dengan lompatan lompatan tinggi yang memukau, dan ditutup dengan gerakan fouttes sebanyak 32 putaran. terakhir, Nara membungkuk sebagai lambang penghormatan untuk keluarga raja.
namun sampai lama, tidak terdengar suara apapun, tidak juga tepuk tangan. merasa heran, Nara mengangkat kepalanya dan memandang ke tempat duduk keluarga kerajaan. ternyata mereka semua sedang terbengong-bengong. beberapa bahkan ada yang menahan nafasnya. merasa gugup dan tidak tahu harus melakukan apa, Nara membungkuk untuk yang terakhir kalinya dan mengundurkan diri.
Nara memutuskan untuk keluar dari aula pesta. dia tahu pasti dia telah melakukan kesalahan. ini adalah dunia-mungkin-di masa tiga kerajaan, pasti gerakan tarian Seperti seperti yang baru diperlihatkannya merupakan gerakan yang sangat aneh dan asing. apa yang harus dilakukannya.
akhirnya dia sampai di sebuah Paviliun yang terletak di tengah-tengah pulau buatan di atas kolam besar berbentuk persegi panjang. duduk di dalamnya, dengan menarik nafas panjang dan merasa putus asa. Kalau seperti ini, pupus sudah kesempatan nya untuk menarik perhatian pangeran.
"maaf, Nona, Tidak sepantasnya wanita secantik nona sendirian di tempat seperti ini." tiba-tiba ada seorang pria yang masuk ke dalam Paviliun dan mengagetkan Nara.
Entah mengapa mendengar bentakan Nara, pria tersebut malah tertawa geli " kau lucu sekali ya. " lanjutnya.
Nara merasa tersinggung mendengar ejekan tersebut, "mau Apa kamu?"
" tidak apa-apa. aku hanya penasaran, kenapa wanita secantik nona ada di dalam sini hanya sendirian setelah menari dengan begitu indah di hadapan seluruh tamu."
"ah, kau melihat tarian ku?" tanya Nara merasa lega karena bukan orang jahat sepertinya. lagipula kalau dilihat dari penampilannya, pria ini sepertinya salah satu anggota kerajaan atau keluarga bangsawan terlihat dari Hanbok pria yang dikenakannya sangat mewah, terbuat dari kain sutra terbaik. Namun topeng yang dikenakannya membuat Nara tidak bisa mengenali wajahnya.
" tentu saja."
" tapi kupikir tarianku buruk sekali, karena tidak ada yang bertepuk tangan atau berkomentar sedikitpun."
" Tidak usah kau pikirkan. tapi tadi luar biasa sekali. sejak tadi, aku hanya melihat pertunjukan tarian yang serasa sangat membosankan dengan gerakan lambat dan diam, atau kalaupun tidak menari, mereka melakukan akrobat. benar-benar membosankan. dan kemudian kau muncul dengan tarian yang memberikan nafas baru. apa itu namanya?" puji pria itu tulus.
" terima kasih. itu tadi balet, karena aku hanya bisa melakukan itu." jawab Nara senang mendengar pujian tersebut.
" sepertinya aku mengenal tarian itu. Bisa kau tunjukkan lagi gerakan tadi? " pinta pria tersebut.
" tentu saja" Jawab Nara bersemangat dan dia pun menunjukkan nya kembali. tidak lupa mengajak pria tersebut untuk mengikuti gerakan tariannya. dan untuk beberapa saat mereka berdua pun terhanyut dalam keasyikan menari bersama.