
Nara merasa seperti sedang melayang-layang seperti bulu yang diterbangkan oleh angin yang sangat kencang. tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa mengikuti kemana arus ini akan membawanya.
sekelilingnya sangat gelap, Dia tidak bisa melihat, mendengar atau merasakan apapun, serasa telah menjadi buta dan tuli. hatinya sangat takut dan putus asa. bisakah dia melalui semua ini?
sejenak dia melupakan keinginannya untuk kembali ke dunia Cinderella. walaupun hanya sekilas berpikiran seperti itu, entah mengapa sanggup mempengaruhi perjalanan nya dalam menyusuri lubang hitam. tiba-tiba saja dia merasakan guncangan keras berkali-kali dan ada kilat yang menyambar-nyambar, dan seperti potongan-potongan film, terlihat kilatan potongan gambar-gambar yang merupakan bagian dari ingatannya, dan Hal itu membuat kepala Nara menjadi sangat sakit, seperti sedang dipukul-pukul oleh sebuah palu yang sangat besar dan menyakitkan. Nara meremas keningnya, dan kalau saja suaranya bisa keluar, dia pasti sudah berteriak dengan sangat kencang Karena rasa sakit yang dideritanya.
tiba-tiba seperti ada yang membimbingnya, Nara teringat akan pesan Bae Woo tentang perjalanannya ini.
"seberapa besar keinginan untuk kembali ke dunia Cinderella untuk memperbaiki kisahnya yang telah kamu buat berantakan? "
" sekarang Yang aku minta adalah kamu fokuskan pikiranmu pada Cinderella, kamu pikirkan saja kalau kamu memang benar-benar mau bertemu dengannya, dan.... Oh iya, kondisi terakhir yang kamu ingat pada saat kamu berada di sana, karena itu akan menuntunmu kembali ke posisi terakhir kamu saat itu, kalau tidak, lubang itu akan membawamu ke posisi yang sama sekali berbeda dan mungkin akan membuat tambah kacau masalah ini.....,"
Nara pun langsung memusatkan Pikirannya pada kondisi terakhir dia menghilang, di dalam kereta kuda, menuju istana, memakai hanbok biru yang sangat indah dan jipsin yang terbuat dari kaca.
rasa sakitnya berkurang, Nara merasa lega. namun mendadak dia mengingat sesuatu. ingatan terakhir dari buku yang dia baca di kamar rumah sakit.
Cinderella segera turun dari keretanya, buru-buru dia pergi, mengangkat bagian bawah gaun untuk memudahkan dia berlari, masuk ke dalam hutan dan menghilang di kegelapan malam.
dan saat itulah perjalanannya kembali tidak mulus. tiba-tiba saja seperti ada potongan film yang bergerak sangat cepat di sekeliling Nara, dia melihat adegan ketika ibu tiri memperkenalkan kedua putrinya pada pangeran, dan Pangeran mengajak berdansa kakak pertama, kemudian mereka jatuh cinta dan menikah. sedangkan Cinderella sendiri terdampar dalam hutan, dengan pakaian yang compang-camping dan luka disekujur tubuhnya. Cinderella tidak berani keluar dari dalam hutan selamanya.
Tidaaaakkkk! teriak Nara. jangan bagian itu! kumohon jangan sampai bagian itu! teriaknya sekuat tenaga sampai badannya membungkuk di tengah kegelapan seperti sebuah janin yang sedang berkembang di dalam rahim sang Ibu.
Setelah beberapa lama, muncul segaris Sinar dimata Nara. Nara pun mengangkat wajahnya untuk melihat lebih jelas. sinar itu makin bertambah, makin lama makin berkumpul yang akhirnya membentuk sebuah pemandangan yang pernah dilihatnya sebelumnya.
Nara sedang duduk terpaku di dalam sebuah kereta. guncangan kereta itu menyadarkannya. diluar dia bisa mendengar suara Hakgoo yang sedang menghela kuda dan Mengayunkan beberapa kali cambuknya. Nara memandang berkeliling, matanya mengerjap beberapa kali untuk meyakinkan dirinya bahwa dia telah berada di tempat yang tepat. kemudian dia memandang dirinya. langsung saja senyum lebar menghiasi wajahnya. dia telah kembali ke dunia Putri Cinderella. hanbok, jipsin, semuanya!
" nona....nona...., kita sudah tiba."
Nara membuka matanya separuh, "sudah sampai? memangnya kita mau kemana? tanya nya antara sadar dan tidak sadar.
" tentu saja ke istana, nona."
" apa?" refleks Nara langsung terbangun, kemudian dia melongokkan kepalanya melalui pintu yang sudah terbuka, di mana Hakgoo sudah menunggu. Nara memberikan tangannya kepada pemuda itu untuk menyentuhnya keluar dari kereta.
"anda tidak apa-apa, nona?" tanya Hakgoo agar khawatir melihat Nara, karena dia merasakan jemari Nona mudanya bergetar pelan.
i-iya, hanya sedikit gugup." jawab Nara sambil merapikan dengan cara membuatnya yang sama sekali belum berubah dari kondisinya semula. "Oh iya, Hakgoo, bagaimana kalau kamu ikut masuk bersamaku ke dalam?" ajak Nara penuh harap.
Hakgoo kaget mendengarnya, " itu tidak mungkin, nona, karena saya hanyalah seorang kusir kereta kuda di pesta ini, tempat saya pasti di kandang kuda. lagi pula Nanti juga ada pengawal istana yang akan mengantar nona. nona melihat pria berseragam itu? merekalah yang akan mengantar Nona. jadi jangan takut, bersikap biasa saja. saya akan menunggu sampai jam 12 Nanti, nona jangan sampai lupa, sebelum jam 12 harus sudah keluar, karena waktunya hanya cukup sampai jam segitu." kata Hakgoo panjang lebar membuat kuping Nara panas karena tidak mungkin dia bisa mengingat semuanya dia bukan Bae Woo yang mempunyai otak jenius.
" iya, sebelum jam 12, kan? saya juga tahu. tapi masalahnya, dari mana saya bisa tahu kalau hari sudah menunjukkan pukul 12 apa belum?"
" Oh, itu mudah, di setiap ruangan istana, bahkan di tempat pesan nanti sekalipun pasti tersedia jam. Oke, untuk mudahnya Saya beritahu Sekarang sudah pukul 9.45." terang Hakgoo.
Nara mengangguk, ternyata walaupun terdampar di dunia tanpa listrik, jam sudah ada dunia ini. sekarang Anggap saja sudah pukul 10, berarti dia hanya punya waktu 2 jam untuk memikat hati pangeran dan kemudian pergi sambil berkata, "lepaskan saya, saya harus pergi, maaf! " kemudian berlari sambil dikejar Pangeran, Lalu pada saat di tengah-tengah tangga, meninggalkan satu sepatu kacanya. Nara mengangkat bahunya, sepertinya mudah.
Nara menaiki tangga istana seorang diri, sedangkan Hakgoo menghela kereta kudanya Kembali menuju istal kuda tak jauh dari sana. benar Apa kata Hakgoo, begitu Nara sudah sampai di pintu masuk istana, Salah satu pengaruh berseragam langsung menyambutnya dan membimbingnya masuk ke dalam, melewati taman dan jembatan, sampai akhirnya tiba di Aula istana.
" maaf, membuat nona harus berjalan jauh, silahkan masuk ke ruangan ini dan selamat bersenang-senang." kata pengawal itu mempersilahkan Nara untuk masuk sesudah dia membukakan pintunya.