
"Nara, jangan bersedih. kami akan membantumu." ucap Yoo Ran tiba-tiba mengagetkan Bae Woo.
demi mendengar ucapan Yoo Ran, tentu saja Nara senang sekali. Tapi sebaliknya dengan Bae Woo, dia pun langsung mengajak Yoo Ran menjauh dari Nara.
"Apakah kamu gila? kalau hal itu terjadi, apa kamu tidak berpikir kalau kita akan musnah?" omel Bae Woo
Yoo Ran tersenyum dan menggeleng pada Bae Woo, "aku tahu. tapi kupikir memberikan semua akhir cerita Happy Ending setidaknya memberikan kita harapan akhir yang bahagia. Apa kamu tidak ingat kalau orang tua Nara sudah bercerai? aku yakin, dalam dunia yang diketahuinya kedua orang tuanya masih rukun-rukun saja. dalam dunia yang diketahuinya, aku memiliki empat orang adik. dan kamu tahu apa artinya itu? aku memiliki kehidupan keluarga yang ramai, menyenangkan dan hidup bersama dengan orang tua kandungku sendiri. bukan kesepian dan penolakan yang selalu aku alami sekarang ini. sehingga membuat ku tenggelam dalam dunia narkoba dan kehidupan malam yang membuat hidupku hancur, sampai akhirnya aku bertemu dengan kalian berdua. Dan Terakhir, kau masih hidup bersama nenekmu. bukankah itu yang selalu kau inginkan selama ini? kau tidak membuat nenekmu mengalami kecelakaan mengenaskan itu. kau tidak membakar rumahmusendiri."
Bae Woo terdiam mendengar ucapan Yoo Ran. Bae Woo merupakan murid yang jenius, namun untuk hal ini, Yoo Ran lebih paham daripada dirinya. ucapan Yoo Ran ada benarnya, dia sudah capek hidup di dunia yang dipenuhi rasa keputus-asaan seperti ini terus.
Bae Woo berjalan mendekat lagi kepada Nara dan berkata, " kami akan menolongmu memperbaiki semuanya."
mendengar ucapan kedua sahabatnya, tentu saja membuat Nara sangat terharu. "Terima kasih, teman-teman."
" hanya masalahnya, Bagaimana caranya bagimu untuk kembali ke dunia itu?" ucap Bae Woo lebih kepada dirinya sendiri.
Nara dan Yoo Ran pun menyetujui. Bagaimana caranya?
akhirnya mereka bertiga pun saling diam dan sibuk memikirkan jalan keluarnya. sampai tiba-tiba Bae Woo menoleh kepada Yoo Ran, dia seperti baru teringat akan sesuatu hal yang sangat penting. Yoo Ran yang merasa dirinya sedang memperhatikan pun menjadi Bingung, sedangkan Nara Hanya berbaring lemah diatas tempat tidurnya sambil membolak-balik halaman buku yang menjadi pokok permasalahan mereka.
"Yoo Ran, apakah kamu tidak menyadari sesuatu?" Bisik Bae Woo.
"sadar akan apa?" tanya Yoo Ran masih bingung.
" kita sedang berada di mana?" ucap Bae Woo lebih ke arah mengingatkan, sambil meletakkan jari telunjuk di atas bibir sebagai syarat agar Yoo Ran memelankan volume suaranya.
"tentu saja kita berada di rumah sakit." bisik Yoo Ran juga, "Terus kenapa kita harus berbicara berbisik seperti ini?"
"nggak harus berbisik, tapi pelan dan usahakan sebisa mungkin, nanti Nara curiga." jawab Bae Woo agak kesal dengan kelemotan Yoo Ran yang tidak mengerti juga.
" Kalian sedang apa?" tanya Nara tiba-tiba karena melihat gelagat aneh dari kedua sahabatnya.
" Nggak apa-apa, kok! kamu istirahat saja dulu, biar kami yang berusaha memikirkan jalan keluarnya." senyum Bae Woo sambil berjalan kembali menikmati Nara dan menyelimutinya sampai sebatas dada.
" benar juga. Baiklah, aku memang sangat kelelahan, mungkin lebih baik aku tidur dulu ya. Oh iya, Yoo Ran, Bae Woo, terima kasih kalian telah menyempatkan diri untuk datang menjengukku dan mendengar kisah puyang emang agak konyol dan tidak masuk akal." ucap Nara dengan mata yang sudah hampir tertutup seluruhnya.
"nggak masalah, kok! kau kan sahabat kami, tentu saja Sesibuk apapun, pasti kami akan selalu menyempatkan diri untuk datang menjenguk kamu. istirahat saja dulu." kata Yoo Ran yang sekarang juga sudah berada didekat tempat tidur Nara.