Cinderella

Cinderella
25



Entah mengapa tiba-tiba Sung Hyun menjadi sangat panik. ia langsung berlari mendekati Nara dan menariknya ke dalam pelukannya. sehingga genggaman tangan Nara terlepas dari Yonghuu. Sung Hyun memandang tajam kearah Yonghuu namun tidak mengatakan apapun.


" ada apa, Sung?" tanya Nara kaget karena tiba-tiba dipeluk oleh Sung Hyun. dengan pelan, dia berusaha untuk melepaskan pelukannya. tapi Sung Hyun hanya membeku, terpaku memandang kearah Yonghuu yang juga sedang menatapnya sambil tersenyum tipis.


"Sung Hyun, Ada apa? kamu tidak apa-apa?" tanya Nara mengibaskan tangannya di depan wajah Sung Hyun.


Sung Hyun tersadar dari lamunannya, " tidak, kok!" namun tetap tidak mengendurkan pelukannya.


" aku baru tahu, loh, kalau suasana malam itu seperti ini, sepi, sunyi, tenang,. Kalau bosan, enak juga ya kalau keluar jalan-jalan begini." ucap Nara mengalihkan perhatian dan masih berusaha melepaskan Pelukan Sung Hyun.


mendengar itu, Sung Hyun hanya bisa tersenyum. saat ini Entah mengapa, sesaat tadi, dia merasa panik dan takut, seolah-olah anak kecil ini akan membawa pergi Nara ke tempat yang sangat jauh yang Bahkan dia sendiripun tidak akan pernah bisa mendatanginya.


" Siapa anak ini?" tanya Sung Hyun akhirnya.


" Oh, ini Yonghuu, kamarnya tepat berada di sebelah kamarku. nomor 13."


Sung Hyun mengerutkan alisnya. kamar nomor 13? kamar itu kan.....!


mendadak Sung Hyun menyadari sesuatu, Ia pun langsung menoleh menatap Yonghuu dengan alis yang berkerut. tapi Yonghuu hanya membalasnya dengan senyuman polos. namun setelah beberapa saat, Sung Hyun memutuskan untuk diam saja. mungkin tidak akan berbahaya. begitu pikirnya saat ini.


" Apa tidak sebaiknya kau istirahat saja dulu di dalam mobil sementara Bae Woo memecahkan rumusnya?" tanya Sung Hyun berharap agar Nara menurut dan mau kembali ke dalam mobil.


" kenapa? aku baik-baik saja, kok, aku sudah sehat kembali. Kamu jangan terlalu mengkhawatirkan aku. lagi pula ada Yonghuu, Kok!" senyum Nara.


Sung Hyun balas tersenyum dengan agak dipaksakan. mau tak mau, Akhirnya dia pun ikut menemani Nara menyusuri Jalan Raya. Entah mengapa dia seperti tidak rela sekali kalau harus membiarkan Nara berjalan berduaan saja dengan Yonghuu, walaupun Yonghuu baru berumur 11 tahun sekali pun.


" Hei, Nara, di mana tempatnya kamu baru tersadar dari kecelakaan itu?" tanya y


Yonghuu memecah keheningan.


"ng, di mana, ya....., agak sedikit lupa, karena saat itu ada banyak orang yang mengerubungi aku." gumam Nara berusaha mengingat-ingat.


"di sini tempatnya kamu tergeletak waktu itu." kata Sung Hyun ikut nimbrung.


" Eh, iya, ada saksi mata nya, nih." cengir Nara kepada Yonghuu. Nara pun melihat posisinya Dulu ketika tertabrak mobil dan menyadari sesuatu, " Sung Hyun, kalau dilihat dari posisinya, Bukankah letaknya sangat jauh sekali dengan halte tempat aku menunggu bus?" tanya Nara merasa ngeri tanpa mementingkan wajahnya sedikit pun dari halte bus dan posisi tempat kecelakaan itu.


" benar...., ada sekitar 10 meteran lebih. dan itu juga yang membuatmu, sangat lama." gumam Sung Hyun dengan sedih.


"koma? Benarkah?' tanya Nara kaget memandang Sung Hyun.


Nara mengerutkan alisnya dan memalingkan wajahnya. menatap kembali posisi dia kecelakaan saat itu dan memikirkan sesuatu.


sementara itu, Bae Woo masih sibuk di dalam mobil ditemani oleh Yoo Ran. sampai tiba-tiba, angin berhembus sangat kuat yang mampu menerbangkan apapun yang ada di dekatnya membuat semuanya menjadi kaget dan berusaha mencari pijakan atau apapun yang bisa dijadikan pegangan agar tidak terbawa oleh pusaran angin.


Yonghuu menggenggam lengan Nara kuat-kuat. Nara sendiri pun berusaha untuk memeluk Yonghuu, sedangkan Sung Hyun langsung merangkul untuk Nara untuk menghalau angin bahwa mereka bertiga kedalam halte bus. sedangkan Bae Woo dan Yoo Ran masih serius Menatap layar laptop di dalam mobil, sampai akhirnya ada sebuah kaleng bekas minuman yang menghantam kaca mobil dengan sangat keras.


Bae Woo dan Yoo Ran langsung menoleh untuk melihat apa yang terjadi. namun yang mereka lihat hanya pusaran angin. Yoo Ran membuka jendela mobil lebar-lebar dan mengeluarkan kepalanya. matanya terbuka lebar mencari-cari Di manakah Nara dan Sung Hyun berada, hatinya diliputi rasa takut.


Yoo Ran memutuskan untuk keluar dari dalam mobil dan memaksa Bae Woo untuk ikut mencari. Bae Woo menurut, karena dia juga merasa khawatir dan tidak bisa bekerja dalam tekanan seperti ini.


Yoo Ran dan Bae Woo membuka pintu mobil dan langsung berlari menyebrangi jalan menuju tempat yang dilihat paling aman. namun ketika mereka berdua membalikkan badan, tiba-tiba terdengar suara benturan keras yang membuatnya terhenyak, kaget dan takut. setelah mereka menyadari apa yang terjadi, ternyata pusaran angin itu baru saja menerbangkan mobil di mana beberapa detik yang lalu mereka berada di dalamnya. Yoo Ran dan Bae Woo melihat pemandangan itu tanpa berkedip sekalipun. mereka langsung lemas dan roboh, duduk bersimpuh di tempat. mereka membayangkan, apa jadinya kalau mereka masih berada di dalam mobil itu, masih sibuk mencari-cari rumus yang tepat, tidak memperdulikan sahabat-sahabatnya yang sedang berjuang terus melawan pusaran angin.


"Bae Woo, Yoo Ran!"


mereka berdua masih syok dan tidak menjawab panggilan itu.


"Bae Woo, Yoo Ran, di mana kalian?" sayup-sayup terdengar suara Sung Hyun dan Nara yang berteriak bergantian memanggil nama mereka.


sampai akhirnya Bae Woo tersadar lebih dahulu dan bangkit, " aku disini!" balasnya berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan suara. Yoo Ran pun ikut tersadar Setelah itu.


" kami di sini, Nara, Sung Hyun. kalian berdua di mana?" teriak Yoo Ran juga.


tak lama anginpun mulai mereda, samar-samar terdengar suara langkah kaki yang datang mendekat kearah Mereka, seorang kakak yang tidak beraturan dapat diketahui kalau orang tersebut berjalan dengan panik. sampai akhirnya, samar-samar dari balik debu yang masih berterbangan, Bae Woo dan Yoo Ran melihat bayangan Nara dan Sung Hyun. dan...... seorang anak kecil?


" kalian tidak apa-apa?" tanya Nara begitu dekat dengan nafas yang terengah-engah. " tadi aku sempat panik dan ketakutan begitu mendengar suara yang sangat keras. aku takut terjadi apa-apa pada kalian.'


" ya, kami tidak apa-apa. tapi mobilnya terbang dibawa angin." jawab Yoo Ran menunjuk dengan kedua matanya.


Nara dan Sung Hyun yang mendengarnya pun sama-sama kaget dan bertambah ngeri. namun sekaligus lega karena Yoo Ran dan Bae Woo sudah keluar dari dalam mobil.


lain halnya dengan Yoo Ran yang tidak merasa terganggu dengan kehadiran Yonghuu, Bae Woo diam saja sambil mencuri-curi pandang pada Yonghuu. dia merasa mengenali wajah orang itu. tapi dimana?


Nara pun menyadari sikap Bae Woo dan memperkenalkannya Yonghuu kepada mereka berdua, "Yoo Ran, Bae Woo, kenalkan ini Yonghuu, pasien sepertiku dan kamarnya tepat di sebelah kamarku. nomor 13."


mendengar penjelasan Nara, Bae Woo langsung kaget, matanya langsung melotot. tetapi seperti halnya Sung Hyun yang hanya diam, Bae Woo pun memutuskan untuk diam. lain halnya dengan Yoo Ran yang hanya menjawab dengan "Oh", lebih karena dia tidak ingat nomor kamar Nara dan kamar nomor 13 itu ada atau tidak.