Cinderella

Cinderella
32



Setelah semua keranjang masuk ke dalam kios, Bibi Jung mulai menyusun buah-buahan dari dalam keranjang ke atas meja dengan sangat terampil. setelah beberapa saat memperhatikan, Nara memutuskan untuk membantu dan membereskan sayur-mayur, menyusunnya di atas meja. tak lamabanyak orang berdatangan Ke kios untuk berbelanja buah-buahan dan sayur-mayur. rata-rata mereka berbincang-bincang terlebih dahulu dengan Nara. Untung saja Nara tipe yang periang dan gampang bergaul, jadi walaupun Terkadang ada pembicaraan yang aneh dan membuat bingung mereka semua, Nara bisa langsung menutupinya dengan cerita yang lain.


Nara merasa sangat gembira dan bebas sekarang ini. tapi ternyata kebahagiaannya hanya cukup sampai disini saja. tidak lama datang seorang wanita cantik yang hampir kios, Ia adalah sangMin, dia datang ke kios untuk meminta uang kepada adik tirinya, Nara, untuk mempercantik dirinya sendiri di salon.


SangimIn tidak begitu disukai oleh para pedagang di pasar, kalaupun ada yang menegurnya, paling hanya orang iseng dan tentu saja tidak akan diladeni oleh Nya. begitu sangmin datang, suasana langsung sunyi.


" Nara Cinderella, aku mau ke salon, minta duit!" kata SangMin dengan nada tinggi.


" oh, baiklah, berapa yang kau perlukan?" tanya Nara Entah mengapa dia tidak merasa keberatan.


" aku butuh 5 keping. Karena setelah ini aku mau beli gaun baru untuk kupakai di pesta minum teh dengan baginda ratu Nanti sore." jawab Sangmin agak mengencangkan suaranya agar orang-orang di sekelilingnya dapat mendengar kalau dia ada janji dengan Paduka Ratu.


" 5 keping perunggu?" tanya Nara membuka kotak uang dan menghitung 5 buah keping yang terbuat dari perunggu dan memberikannya pada sangMin.


" apa ini? 5 perunggu mana cukup untuk ke salon maupun beli gaun! 5 Keping perak!" teriak sangmin merasa kesal dan membanting uang itu ke lantai.


mendengar suara sangmin yang sudah meninggi, otomatis membuat pedagang dan pengunjung di sebelah kias langsung tegang.


melihat sikap kakak tirinya yang benar-benar keterlaluan bahkan sampai membuang uang yang sudah dia cari dengan susah payah, tentu saja membuat marah Nara terpancing emosinya.


"pungut uang-uang itu, atau tidak ada uang sama sekali untukmu! " ucap Nara tegas sambil melipat kedua tangan didepan dada nya.


awalnya sangMin kaget dengan perlawanan yang diberikan oleh Nara, karena biasanya adik tiri yang selalu ditekan oleh Nya hanya bisa diam dan menurut. tentu saja yang kaget bukan hanya sangmin pedagang dan pengunjung lain yang kebetulan mengenal anak kandung dari bangsawan Kim sejak kecil juga terheran-heran.


sangmin pun berang Dan Hampir saja dia melayangkan tangannya kepipi Nara. tapi hal itu tidak terjadi, karena tiba-tiba ada sebuah batu yang melukai tangannya.


"aww...! " teriak sangMin langsung melihat telapak tangannya yang merah. " Apa yang kamu lakukan? apakah kamu melakukan sihir?" tanya Sangmin Curiga.


" aku tidak melakukan apapun." jawab Nara santai.


melihat sikap Nara yang seperti mengejeknya, sangmin kembali ingin menAmpar. tapi lagi-lagi tangannya kesakitan terkena batu. akhirnya dia memutuskan untuk mencari Siapa yang sudah mengusilinya. saat itulah dia melihat seekor kuda dalam jarak 10 meter yang sedang ditunggangi oleh seorang pria yang sangat dihormati di kerajaan ini. rakyat tidak mengenalinya karena Pangeran sedang menyamar. namun mata yang tajam bisa mengenali dari lambang kuda yang tersemat di lehernya. tidak mau terlihat memalukan, sangmin buru-buru pergi meninggalkan kios.


awalnya Nara tidak mengerti kenapa kamu ingin pergi begitu saja, sampai akhirnya kuda tersebut sudah berdiri didepan kiosnya. Nara mendongak untuk melihat Siapa yang sudah menghalangi kiosnya.


"Yonghuu Apa yang kamu lakukan di dalam kelas itu? Keluarlah, kau merepotkan wanita-wanita cantik penjaga kios ini." ucap pangeran yang tidak mengenal Nara.


mendengar nama yonghuu disebut, nara langsung menoleh ke arah pandangan pangeran. dan benar saja, anak itu ternyata sedang jongkok di pojokan kios, nyaris tersembunyi dibalik tumpukan sayur mayur. menyadari kalau dirinya sudah dikenali, Yonghuu pun berdiri dengan sendirinya jahil menempel di wajahnya.


"Maafkan adikku, nona yang cantik. Apakah dia sudah menyusahkan Anda?" tanya Pangeran lagi.


Nara tidak langsung menjawab, Dia masih terheran-heran karena sung hyun tidak mengenalinya. namun setelah beberapa saat, ia pun tersenyum. "Ah, tidak masalah, kok!"


"yonghuu, minta maaf kepada kakak ini." perintah sung hyun.


" Iya Abang, Kakak Nara maafkan aku karena sudah bersembunyi di kiosmu." ucap yonghuu sambil membungkuk.


" kau mengenaliku?" tanya Nara sedikit merasa senang.


" Ya, tentu saja." senyum yonghuu.


" anu..., Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya pangeran tiba-tiba.


" tapi..., mungkin hanya khayalanku saja. yonghuu, Ayo kita pulang." ajak pangeran.


yonghuu punmenurut, "Sudah ya aku harus kembali ke istana. nanti aku mampir ke rumahmu."


Nara sedang berbaring di rerumputan di kebun belakang hanok seorang diri selepas dari pasar. nyaman sekali tiduran seperti ini. tapi tiba-tiba dia dikejutkan oleh kedatangan yonghuu Yang diam-diam.


"yonghuu, kau tahu di mana aku tinggal." ucap Nara antara gembira dan khawatir kehadiran Yonghuu akan diketahui oleh ibu dan saudara saudara tirinya.


"ya, tentu saja. aku mengetahui semuanya." senyum yonghuu.


Nara tersenyum, " jadi Ceritakan padaku, apa yang terjadi pada sung hyun, Kenapa dia tidak bisa mengenali ku?"


" karena otaknya tidak cukup kuat untuk melawan arus gelombang dari milikmu sendiri. Oleh sebab itu, Chip memori yang ditanamkan oleh temanmu itu pecah dalam perjalanan dan dia dalam terdampar ke dalam Salah satu tokoh ciptaanmu itu, sang pangeran." jelas yonghuu.


"jadi ini semua gara-gara aku?" gumam Nara merasa sangat bersalah, " tapi kenapa hal itu tidak berpengaruh pada mu?"


yonghuu menyeringai, "tentu saja karena aku masih anak-anak. anak-anak memiliki daya khayalnya sendiri. lagipula sebaiknya kau lebih memikirkan Bagaimana caranya agar bisa menikah dengan pangeran."


"ah, Iya benar."


" Untung saja Tadi malam Kau meninggalkan sepatu itu."


" benarkah?"


" kau tidak ingat?"


Nara menggelengkan kepalanya, tapi kalau begitu, gawat sekali ya. sepatu itu kan warisan dari mendiang ibunya Cinderella. dan hanya dalam waktu semalam, Nara telah menghilangkannya. mendadak dia merasa sangat lemas.


" Pangeran bermaksud mencari wanita pemilik pasangan sepatu itu. raja dan ratu memberinya kesempatan itu." lanjut Jyonghuu.


" oh, itu mudah, aku tinggal datang ke hadapannya dan menyerahkan pasangannya."


yonghuu menggeleng, " diam-diam ibunda Ratu memiliki rencananya sendiri. dia mengundang putri putri bangsawan yang ada di kerajaan untuk minum teh bersama dirinya. ibunda Ratu mempunyai caranya sendiri untuk mencari menantu."


Nara kembali merasa lemas. " kalau begitu, aku tidak memiliki kesempatan."


"Hei, apakah kau tidak tahu kalau kau merupakan keturunan bangsawan kim dan bukannya kakak beradik itu? nama mereka adalah Ok sangmin dan ok jihwa. mereka hanya rakyat biasa. Jadi sebenarnya kau yang lebih pantas menjadi calon istri dari Abang sung hyun." lanjut yonghuu lebih jauh, bermaksud mengembalikan semangat Nara.


" dari mana kau mengetahui itu semua?"


" aku membacanya dalam pikiranmu." ucap yonghuu memhetul-etuk pelipis kirinya sendiri.


nara masih mengerutkan alisnya, " Jadi apa yang harus aku lakukan? apakah aku datang saja ke sana dan mengatakan yang sebenarnya?"


yonghuu menggeleng, " kau harus menemukan surat wasiat yang ditulis oleh almarhum bangsawan Kim terlebih dahulu. karena di situlah tertulis siapa pewaris kastil yang sah."


" begitu..., tapi, di mana aku bisa menemukannya?"


" di mana lagi? cari tahulah sendiri. "jawab yonghuu enteng. " Sudah ya, aku sibuk, harus kembali ke istana." pamit yonghuu dan dia segera pergi menghilang dari hadapan Nara yang masih berpikir keras bagaimana menemukan surat wasiat itu.