Cinderella

Cinderella
16



Yonghuu sudah kembali ke dalam kamar dan sekarang dia sedang tidur. Nara tadi mengantarnya karena Yonghuu yang memintanya. Sepanjang jalan dari taman menuju kamar, Yonghuu menggandeng tangan Nara. Nara agak bingung melihat sikapnya yang seperti itu. Nara merasa kalau Yonghuu seperti orang yang takut kehilangan, karena tadi tangannya begitu kuat menggenggam tangannya.


Kalau diperhatikan, walaupun Yonghuumemiliki wajah yang agak sombong, belagu dan menyebalkan, tapi matanya terlihat polos dan jujur. Dia selalu memandang tajam ke arah Nara, pandangan yang terkadang terlihat aneh di matanya. Sampai-sampai Nara berpikir kalau Yonghuu sama sekali tidak mengenal orang luar selain dirinya dan Nenek tadi. Oleh karena itulah, sesebal bagaimanapun Nara pada Yonghuu dia tidak akan pernah bisa membenci anak itu. Nara merasa kalau, seperti halnya dirinya, Yonghuu merasa kesepian.


Nara mengambil nampan yang ada di meja, membuka plastik penutup makanan dan mulai memakannya. Tiba-tiba matanya menangkap tumpukan buku yang entah Sejak kapan ada disana.


Nara meletakkan nampan, kemudian dia berjalan mendekati meja dan mengambil buku dongeng yang diletakkan di tempat paling atas. Tangannya agak bergetar ketika meraih buku setebal hampir 500 halaman itu. Pikirannya mulai bergumul dengan dongeng yang tadi dibacakan oleh Nenek. Apakah benar ending Cinderella bukan Happily Ever After, apakah benar sudah berubah? hal itu terus yang dipikirkannya berulang-ulang.


Sampai akhirnya tangannya berhasil meraih buku itu, Membuka halaman pertama, yang bertuliskan "Buku Kumpulan Dongeng Dunia Anak-anak", halaman ke dunia yang berisi ilustrasi gambar, halaman ketiga merupakan ucapan terima kasih dan kata pengantar sampai 3 halaman, halaman sesudahnya merupakan halaman daftar isi sampai beberapa halaman di belakangnya, baru setelah itu, sebuah judul dengan tulisan indah besar-besar, dan gambar ilustrasi cantik dibawahnya.


"Nara!!!" tiba-tiba ada seseorang yang berteriak memanggilnya dan kemudian memeluknya dengan erat.


Nara kaget setengah mati karena tadi dia sedang duduk diatas tempat tidurnya sambil membenamkan kepalanya di dalam tangannya.


"Yoo Ran?" tanya Nara terbata-bata masih agak syok.


"Kami datang lagi....!" ucap Yoo Ran riang.


Nara tidak menjawab, Dia masih terlalu lelah untuk bereaksi. tapi kemudian masuklah Bae Woo ke dalam kamar.


" kami bilang akan secepatnya datang, kan?" senyum Bae Woo.


Nara mengangguk, dan tiba-tiba saja air matanya sudah meleleh membasahi kedua pipinya.


"Nara, kenapa nangis?"


" Iya, maaf, seharusnya ini jam istirahat kamu, tapi kita malah bikin ribut." sambung Yoo Ran.


Nara menggelengkan kepalanya kuat-kuat sambil mengusap air matanya.


"bukan aku justru senang, kok, melihat Kalian berdua lagi. kemarilah!" kata Nara sambil memeluk mereka berdua dengan erat.


cukup lama Nara memeluk mereka berdua, dadanya terasa panas, dia tidak dapat mengendalikan perasaannya lagi, air mata pun Kembali keluar tak terbendung, membuncah keluar, Nara menangis sejadi-jadinya, membuat Yoo Ran dan Bae Woo merasa terharu dan ikut menangis.


cukup lama mereka bertiga dalam keadaan seperti itu. Nara melepaskan pelukannya. mengusap air matanya, dadanya turun naik karena menangis tadi. tapi dia sudah merasa sangat lega. begitupun dengan Yoo Ran dan Bae Woo mereka pun mengusap air mata mereka. mereka ikut menangis walaupun sebenarnya mereka tidak mengerti untuk apa mereka menangis, tapi mereka sangat memahami perasaan mereka masing-masing, perasaan kangen yang sangat besar pada teman yang tidak mereka temui sangat lama.


"kamu sudah tidak apa-apa?" tanya Bae Woo sambil mengusap-usap punggung Nara lembut.


"Bae Woo, Yoo Ran, Aku sedang stress"


" itu kami sudah tahu. masalahnya kami kami kami nggak tahu apa penyebabnya." kata Bae Woo.


"aku telah mengacaukan dongeng yang sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. aku telah merubahnya, Aku...," oceh Nara tanpa henti.


Yoo Ran dan Bae Woo saling pandang, bingung tak mengerti apa yang dibicarakan oleh Nara.


"tunggu-tunggu," potong Bae Woo. "ceritakan dari awal, ya!"


Nara menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian dia memandang Yoo Ran dan Bae Woo bergantian. "aku tahu kalian pasti tak percaya dengan ceritaku, tapi mau kah kalian membaca buku dongeng ini terlebih dahulu, tapi cukup baca cinderella saja," kata Nara memberikan mereka berdua buku itu sedangkan dia sendiri langsung berbaring lagi, karena badannya sudah sangat lelah.