Cinderella

Cinderella
26



mereka semua akhirnya berjalan bersama menuju halte bus tempat tadi Sung Hyun, Nara dan Yonghuu bertahan dari pusaran angin. Bae Woo pun melanjutkan pekerjaannya kembali. dia membawa beberapa alat seperti antena parabola yang disambungkan dengan laptop miliknya.


" bisa kau Jelaskan bagaimana kau bisa memanggil pusaran angin seperti ini?" tanya Sung Hyun pada Bae Woo.


"kau menyadarinya? tentu saja, kau juga memiliki otak yang cerdas. tapi jangan bilang, kalau aku memasang alat di kepala Nara dan menyambungkannya dengan laptop ini. jadi pusaran angin ini tidak lain dan tidak bukan merupakan alam bawah sadar milik Nara yang sedang khawatir. tidak lama lagi, lubang hitam itu akan muncul." Jawab Bae Woo dengan suara pelan agar tidak didengar oleh Nara yang masih saja menggandeng Yonghuu. sedangkan Yoo Ran yang juga mendengar penjelasan itu, Tidak berkomentar.


" Bagaimana, Bae Woo? sudah ketemu?" tanya Yoo Ran akhirnya.


" hampir, Entah mengapa setelah pusaran angin itu, sinyalnya makin kuat. Pukul berapa sekarang?" tanya Bae Woo.


"pukul...., sudah pukul 2.30? lama juga pusaran angin itu, ya!" teriak Yoo Ran histeris membuat semuanya kaget.


"berarti sebentar lagi, ya? posisinya tidak jauh dari sini. Nara, Tolong berdiri di tengah jalan itu. menurut perhitunganku, ke lubang hitam itu akan muncul di sana. tapi.... ini agak sulit, kita membutuhkan sesuatu yang kuat untuk menariknya, dia tidak akan muncul kalau dia merasa tidak ada yang menariknya, karena belum saatnya dia muncul di sana lagi."


Nara pun melepaskan pelukannya dari Yonghuu, tapi Yonghuu tidak mau lepas.


"Yonghuu, Lepas dulu! kamu sama onnie Yoo Ran dan onnie Bae Woo saja dulu." Ragu Nara merasa heran dengan sikap Yonghuu.


"tidak mau, aku ikut!" tegas Yonghuu.


"Kalau begitu, aku juga ikut." ucap Sung Hyun tiba-tiba.


"Sung Hyun!" ucap Bae Woo kaget, "Kamu tahu kan risikonya?"


Sung Hyun mengangguk, "tidak apa-apa. aku sudah siap dengan segala resikonya."


Yoo Ran dan Bae Woo Saling pandang.


" Apa yang harus kita lakukan?" tanya Yoo Ran putus asa.


"aku...., tidak tahu....," ucap Bae Woo lemas. dia sudah merasa sangat lelah.


Yoo Ran pun tahu kalau dia harus mengambil peran, "Sung Hyun, dengar, masalah Nara sudah cukup besar. kami tidak mau mengambil risiko dengan mengorbankan dirimu."


mendengar itu, Sung Hyun tetap teguh pada pendiriannya, " aku tetap ikut."


Nara melihat ada sesuatu yang tidak beres, "Sung Hyun, kamu tidak perlu ikut. aku akhirnya paham dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi."


" apa?" tanya Sung Hyun tidak mengerti menoleh menatap Nara.


" ini dunia yang aku buat di alam bawah sadarku, namun juga dunia yang benar-benar berbeda tempat aku berasal sebelumnya. aku akan pergi sendiri dan aku akan memperbaikinya."


Bae Woo dan Yoo Ran yang mendengar itu pun sama kagetnya.


" Sejak kapan?" tanya Bae Woo.


namun sebenarnya Yonghuu sama sekali tidak mengatakan apapun. Nara sendiri yang menarik kesimpulan dari pengalamannya selama ini. tidak ada seorangpun yang datang menjenguk, namun kerapkali dia menemukan barang baru di atas mejanya setiap dia bangun dari tidurnya. dia tidak pernah melihat seorangpun selain pasien pasien lainnya.


"Baiklah, oleh sebab itulah aku akan tetap ikut." ucap Sung Hyun memecah keheningan.


Bae Woo dan Yoo Ran tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. mereka sudah cukup stress dengan apa yang sedang terjadi. sedangkan Sung Hyun menggenggam jemari Nara dan tersenyum padanya Nara terpana melihat senyuman itu.


tapi tiba-tiba angin kembali berhembus dengan sangat kencang. Sung Hyun langsung meraih Nara dalam pelukannya. Bae Woo dan Yoo Ran pun berteriak histeris. peluh mereka bercucuran, nafas mereka pendek-pendek, mereka kesulitan bernafas. tapi ternyata bukan hanya Bae Woo dan Yoo Ran yang mengalaminya. begitupun dengan Sung Hyun.


"Sung Hyun, kamu...," ucap Nara bermaksud melepaskan pelukan Sung Hyun.


tentu saja. ini bukan dunia mereka bertiga. mereka pasti kesulitan untuk bernafas di sini.


"aku tidak apa-apa. aku akan terus bersamamu. karena..... aku tidak memiliki siapapun lagi selain dirimu." bisik Sung Hyun ditelinga Nara.


mendengar ucapan Sung Hyun yang begitu bersungguh-sungguh, membuat air mata Nara langsung lumer. dia pun menangis terisak-isak. melihat itu, Sung Hyun pun menghapus air mata dari pipi Nara. "jangan menangis. kau harus kuat." senyum Sung Hyun.


Nara pun mengangguk dan tersenyum. apapun yang terjadi nanti, dia akan membawa mereka semua kembali dengan selamat. tiba-tiba Yonghuu menarik-narik baju Nara dan menunjuk ke arah Bae Woo dan Yoo Ran. Nara dan Sung Hyun menoleh untuk melihat apa yang terjadi. ternyata Bae Woo sedang memberi isyarat kalau lubangnya sudah mulai kelihatan.


mengerti apa yang harus mereka lakukan, Nara, Yonghuu dan Sung Hyun berjalan mendekati setitik noda hitam di udara yang masih ukuran 0,01mm. namun lubang sekecil itu sudah memiliki daya hisap yang kuat.


Nara pun menoleh kepada Bae Woo dan Yoo Ran dan berteriak, "kalian berdua, berpeganglah pada sesuatu!"


Bae Woo dan Yoo Ran paham, Mereka pun menekan sesuatu yang menempel di kening mereka. itulah alat pembaca gelombang otak yang ditempel di kepala Yoo Ran dan Bae Woo, agar mereka tidak ikut terhisap dalam frekuensi gelombang otak milik Nara dan tetap pada kesadaran mereka masing-masing. sehingga setiap saat, mereka berdua bisa terbangun di dunia nyata dengan selamat di saat yang tepat.


JDEERRR!!!


tiba-tiba geledek menyambar dengan keras dan menghaguskan pohon yang berada tak jauh dari posisi mereka. mereka semua langsung berteriak dengan keras. tak lama hujan pun mulai turun, mulai dari gerimis sampai akhirnya hujan turun dengan derasnya.


"Bae Woo, bagaimana ini? Nara!" teriak Yoo Ran penuh rasa takut.


tapi Bae Woo tidak menjawab. dia sudah pasrah, yang bisa dia lakukan hanyalah terus berusaha membuka lubang itu, dengan memancing emosi alam bawah sadar Nara.


tiba-tiba kilat menyambar, sejenak suasana terlihat sangat terang, mereka semua Akhirnya bisa melihat satu sama lain. Nara, Sung Hyun dan Yonghuu sedang duduk saling berangkulan, menunggu dengan pasrah apapun yang akan terjadi nanti.


Bae Woo dan Yoo Ran memandang kedua temannya dengan pasrah. Nara dan Sung Hyun pun balas memandang mereka, dan tersenyum. dengan isyarat, Nara berkata, "sampai jumpa lagi nanti."


tak lama kemudian, dengan kecepatan yang luar biasa, lubang terbuka semakin lebar sampai akhirnya mampu mengisap apapun yang ada disekitarnya.


Nara dan Sung Hyun saling berangkulan. Sung Hyun mengangguk pada Nara sebagai syarat agar mereka berdua segera lompat ke dalam lubang. namun sebelum Nara melakukan itu, dia menoleh untuk terakhir kalinya, kepada Bae Woo dan Yoo Ran. dia menghafal wajah mereka berdua di dalam otaknya. dua orang sahabat yang begitu peduli pada dirinya bahkan sampai rela mengorbankan jiwa mereka.


dan dalam hitungan detik, Nara melompat ke dalam lubang dan hilang ditelan kegelapan.