
Nara menyangka begitu dia sudah diakui sebagai pewaris resmi dan bertunangan dengan pangeran, dia akan segera terbangun dan kembali ke dunia nya sendiri. namun semua itu salah. dia masih tetap berada di sana dengan perasaan bingung yang semakin besar. dia tidak habis pikir, apa yang harus dilakukannya agar dia bisa kembali ke dunia nya lagi?
sesuai dengan tradisi di Korea, seharusnya pernikahan dilaksanakan di rumah mempelai wanita atau halaman yang cukup luas. namun berhubung Nara akan menjadi menantu raja dan ratu, tentu saja acara bahagia ini akan di saksikan oleh seluruh rakyat yang datang dengan berbondong-bondong memakai Hanbok mereka yang terbaik. karena nara sudah merasakan yang namanya tidak memiliki hanbok yang cukup baik untuk dipakai ke pesta, maka dia pun berinisiatif untuk memberikan Hanbok gratis bagi rakyat miskin. tentu saja rencana ini disambut baik oleh seluruh rakyat dan juga keluarga Raja.
saat ini nara sedang dirias untuk memakai pakaian pengantin di salah satu pavilion yang jauh dari jangkauan pangeran, Karena kedua mempelai dilarang untuk saling bertemu sebelum prosesi pernikahan dilangsungkan.
pakaian pengantin nara berwarna merah dengan sulaman yang melambangkan simbol kerajaan. rambutnya dikepang dan digelung di samping kiri dan kanan kepalanya. di atas kepala dibentuk cepol kecil dan disematkan mahkota. dari mahkota menyambung sebuah kain panjang berwarna merah seperti topi menutupi kepalanya sepanjang Hanbok yang dipakainya. wajahnya dipoles dengan make up tebal dan di kedua pipinya dilukis sebuah lingkaran kecil berwarna merah.
acara merias pun selesai, nara harus menunggu di kamarnya sampai kemudian dia akan dijemput dan berjalan menuju ruang Aula besar.
sewaktu menunggu inilah, datang seseorang yang tidak diinginkan oleh Nara, Ok jihwa, Kakak tirinya yang pendiam dan juga ok sangmin, kakak sulungnya yang sangat genit dan pesolek.
" kakak, Ada apakah gerangan datang berkunjung?" sambut Nara tetap berusaha bersikap sopan.
"sebelumnya, Selamat atas pernikahanmu." ucap sangmin.
"Terima kasih."
" namun, sebaiknya kau jangan senang dulu." tambah jihwa, " kami mengenal ibu kami, dan kami tahu kalau beliau tidak akan tinggal diam."
Nara terdiam mendengar peringatan kakaknya. benar apa yang diucapkan oleh Jihwa. dia masih tetap harus waspada. karena kebaikan hati Nara, kedua Kakaknya masih diperbolehkan tinggal di rumah besar. namun tentu saja dengan pengawasan ketat dari istana.
" Terima kasih, atas peringatan kalian berdua. sekarang, Tolong biarkan aku sendiri. pengawal!" ucap Nara akhirnya.
sangmin dan jihwa pun tidak memberontak, dengan menurut mereka mengikuti pengawal keluar dari dalam kamar.
nara langsung menjatuhkan dirinya di atas bangku. Ya Tuhan, apakah ini jawaban atas keheranannya Kenapa dia belum juga kembali ke dunia nya? karena urusannya dengan Nyonya ok belum selesai. kalau begitu, Apapun yang terjadi saat pernikahan nanti, Nara harus siap menuntaskan semuanya.
upacara pernikahan pun akan segera dimulai. semua tamu yang hadir di dalam ruangan yang kebanyakan merupakan para pejabat istana dan keluarga keluarga kaya, sedangkan rakyat biasa menunggu di halaman istana, menunggu dengan khusyu prosesi pernikahan. Tidak ada satu pun di antara mereka yang berani bersuara.
kedua mempelai, Nara dan sung hyun berdiri saling berhadapan di antara sebuah meja pernikahan yang dipenuhi beragam benda yang melambangkan harapan akan sebuah pernikahan yang langgeng, mulai dari benang berwarna merah dan biru, lilin, kacang merah, beras, hingga sepasang bebek Mandarin. kemudian mereka saling bertukar salam dengan saling membungkuk atau gyobaerye. prosesi ini melambangkan janji dan komitmen kedua mempelai untuk menjalani bahtera rumah tangga bersama-sama. upacara kemudian dilanjutkan pada tahap hapgeunrye dimana keduanya minum dari sebuah cangkir yang sama, melambangkan bahwa masing-masing merupakan separuh dari yang lain dan harus saling melengkapi untuk membentuk satu bagian yang utuh. setelah itu keduanya disandingkan untuk kemudian membungkuk hormat secara bersama-sama sebanyak 3 kali, satu untuk kedua pasangan orang tua - di mana dalam hal ini nara diwakilkan oleh Bibi Jung dan Tuan Han - 1 untuk para leluhur dan 1 kali untuk para tamu.
Setelah semuanya selesai mereka lakukan, para tamu yang hadir pun bertepuk tangan dengan penuh rasa haru. namun, saat itulah kejadian yang paling tidak diharapkan oleh Nara terjadi. kedatangan sang ibu tiri, Nyonya ok goo Jeong.
nyonya ok muncul seperti saat dia menghilang saat itu. dengan bom asap yang membuatnya muncul secara tiba-tiba dan menakuti seluruh tamu yang hadir.
" selamat..., selamat...., akhirnya kau menjadi Putri juga, Nara Cinderella." ucap nyonya Ok bertepuk tangan pelan.
nara dan Pangeran pun segera menoleh memandang kedatangannya. semua pengawal otomatis langsung maju untuk menghalau kedatangan nyonya ok. namun mendadak seluruh pengawal langsung terjatuh lemas karena terkena kutukan yang dilemparkan olehnya.
" tapi cukup sampai disini kebahagiaan yang akan kau dapat." teriaknya dan langsung melancarkan kutukan. terlihat kilatan cahaya berwarna hijau dari ujung jemari nyonya ok dan langsung menyambar ke arah Nara.
melihat bahaya mengancam kekasihnya, Pangeran pun tidak tinggal diam. Ia pun segera berdiri di depan nara untuk menghalau kutukan tersebut. akibatnya tentu saja Pangeran langsung terjatuh tak sadarkan diri.
"sung hyun!" teriak nara, air mata pun mengalir dari kedua bola matanya.
melihat kalau sasarannya gagal, nyonya ok segera mengumpulkan tenaga untuk melancarkan serangan berikutnya. hanya butuh beberapa detik baginya untuk dapat merapalkan mantra kembali dan menyerang Nara.
tapi kali ini Nara tidak tinggal Diam. dia pun langsung mengambil perisai dari salah satu pengawal yang jatuh. alhasil kutukan itu terpantul kembali dan malah menyerang nyonya ok.
sebuah cahaya berwarna hijau melumatkan tubuh nyonya ok, mulai dari ujung kakinya, merambat ke tubuh bagian atas hanya dalam hitungan detik.
BLAARR!
terdengar ledakan yang merupakan akhir dari hidup nyonya ok.
seluruh tamu yang hadir terbengong-bengong. namun setelah beberapa saat, rasa takut pun sirna dan mereka segera berteriak gembira. namun kegembiraan mereka tidak berlangsung lama, ketika menyadari kondisi putra mahkota.
nara masih memeluk tubuh sung hyun dengan erat. air matanya mengalir deras membasahi kedua pipinya. dia tidak bisa mempercayai apa yang baru saja terjadi. apakah ini akhir dari semuanya? tetap no happy ending?
raja dan ratu pun segera menghampiri. mereka berdua juga tidak mempercayai apa yang sudah menimpa Putra tunggal mereka.
"Sung hyun!" teriak ibunda Ratu histeris dan juga memeluk tubuh Sung hyun yang masih tidak bernafas. sedangkan Raja hanya tertunduk sedih dan lemah tidak bersemangat.
tiba-tiba yonghuu menyentuh lengan nara dengan lembut. Nara yang masih menangis pun menoleh. dilihatnya senyum yonghuu tersungging menatapnya.
" jangan bersedih. Pangeran tidak meninggal. Dia akan terbangun kembali oleh ciuman cinta sejatinya, yaitu kau. namun tentu saja ada imbalannya. kau harus siap, ketika Pangeran terbangun kembali, Dia akan mengingat ayahnya, ibunya, kerajaan rakyat yang dicintainya. tapi dia tidak akan mengingat dirimu. Apakah kau siap menanggung itu semua? dilupakan olehnya?" ucap yonghuu.
" akan kulakukan. Aku akan melakukan apapun agar sung hyun bisa tersadar kembali." jawab Nara dengan suara yang sengau karena tangis, namun terdengar kesungguhan di sana, Dan juga tanpa nara sadari, ucapan tersebut merupakan mantra baginya.
maka tanpa menunda waktu, Nara mendekatkan wajahnya ke sung hyun. dan dengan penuh rasa cinta dan harapan yang besar, nara mendaratkan bibirnya ke atas bibir sung hyun dengan lembut. 3 tetes air mata ikut terjatuh mengenai pipi sung hyun. Nara menarik bibirnya Dan meletakkan kepala sung hyun di lantai. kemudian sambil memeluk ibunda Ratu dia menunggu Apa yang akan terjadi selanjutnya.
tak lama, sebuah sinar yang berasal dari air mata nara membesar dan semakin bersinar terang, membungkus seluruh tubuh pangeran sung hyun. setelah itu sirna, tak Berapa lama terbukalah kelopak mata Pangeran.
melihat hal itu, tentu saja raja dan ratu langsung tertawa bahagia, Begitu pun dengan tamu yang hadir. tanpa malu-malu, Raja langsung memeluk putra putra tunggalnya ini dengan penuh kasih sayang.
" syukurlah, kau kembali lagi." ucap Raja.
ibunda Ratu pun ikut memeluk Pangeran dengan penuh rasa haru. Pangeran Sung hyun membalas pelukan kedua ibu bapak nya. kemudian dia bangkit dari tidurnya dan berdiri kembali di atas kedua kakinya, di hadapan seluruh rakyat yang dicintai dan juga mencintainya. semuanya pun langsung menunduk sebagai bentuk penghormatan.
sementara Pangeran sibuk dengan urusannya, Nara hanya berdiri di belakang. dia merasa lega dan bahagia karena sung hyun bisa kembali lagi. tapi, renungannya terganggu mata manakala Ratu menuntun pangeran sung hyun datang menemuinya.
" ini istrimu." ucap ibunda Ratu.
dan seperti apa yang diucapkan oleh Yonghuu, Pangeran sama sekali tidak bisa mengingat nara. dia memandang nara dengan pandangan yang aneh. memang bukan pandangan jijik atau meremehkan, namun pandangan asing.
pangeran sung hyun menoleh menatap ibunda Ratu, " maaf, ibunda, tapi... aku tidak bisa mengenalinya."
nara bisa menerima kenyataan itu. dia pun hanya menunduk sambil tersenyum tipis. setitik air mata menetes kembali membasahi pipinya.
"ah, kau menangis, Putri." ucap Pangeran Sung Hyun dan dengan lembut menghapus air mata tersebut.
nara mendongak dan memandang wajah sung hyun. kemudian dia merasakan sentuhan Yonghuu dijemarinya.
"Onnie, kita kembali sekarang." senyum yonghuu.
benar, inilah saatnya. walaupun ingatan itu hilang, namun mereka tetap bersama. Seiring dengan berjalannya waktu, cinta pun pasti akan dipupuk kembali dan mekar dengan jauh lebih indah lagi.