Cinderella

Cinderella
37



dengan mengerahkan seluruh tenaganya, pangeran sung hyun segera bersiap-siap kembali untuk menghadap Paduka raja dan ratu. namun Sung hyun tahu, panggilan itu tidak lain merupakan tanda kalau pengumuman akan segera dimulai.


"Papa, Mama, kalian berdua memanggilku?" tanya Sung hyun begitu dia sampai di dalam ruang kerja raja yang Terletak tidak jauh dari Aula kerajaan di mana dalam waktu 10 menit lagi, acara pengumuman akan segera dimulai.


"ya, masuk lah, nak." jawab Paduka Raja. seorang pria berperawakan besar dengan janggut lebat dan sudah beruban, dan kepala yang memakai sebuah mahkota tinggi berwarna hitam. sedangkan pada hati Ratu yang terlihat masih begitu mudah dan cantik, rambut hitam yang panjang dan mengkilat dikepang dan dililit membentuk sebuah sanggul besar yang melingkar di sisi kepalanya dan mahkota berwarna emas disematkan di puncak kepalanya. mereka berdua memakai Hanbok kerajaan berwarna merah dengan sulaman benang emas.


Pangeran Sung hyun masuk ke dalam dan memberi hormat. kemudian dia duduk di hadapan mereka berdua dengan sikap takjim yang sudah terlatih.


"Jadi bagaimana? Apakah kau sudah membuat keputusan gadis mana yang akan kau pilih?" tanya ibunda Ratu tanpa basa-basi.


"Mama, ku mohon jangan paksa aku sekarang." Jawab sung hyun dengan agak memelas.


ibunda Ratu terlihat kecewa dengan jawaban putranya. " tidak bisa. kita sudah menjanjikan pada rakyat kalau sekaranglah saatnya! sebagai keluarga Raja, kita harus memenuhi semua janji kita kepada rakyat!" ucap ibunda ratu agak marah.


" maaf kan aku, mama." ucap sung hyun sambil membungkuk berkali-kali.


" kalau kau belum juga menemukan gadis yang sudah merebut perhatian mu itu, Mama sendiri yang akan menunjuk calon Untukmu."


" Mama ku mohon....," sung hyun memasang wajah memelas. Entah mengapa dia sangat lemas sekali, tenaganya seperti terisap oleh sesuatu yang tidak nyata.


"sudahlah, istriku, jangan terlalu ditekan putra kita. sebaiknya kita segera menuju Aula dan biarkan sung hyun yang memutuskan sendiri. lagipula ini merupakan masa depannya. kita tidak bisa memaksakan kehendak kita."


" tapi saya tidak mau calon menantu dengan silsilah keluarga yang tidak jelas."


" Mama...., kalau memang itu kehendak Mama ,kenapa Mama mengadakan pesta dansa tersebut dan meminta seluruh anak perempuan dari golongan manapun untuk hadir?" tanya sung hyun tidak percaya dengan telinganya sendiri.


namun Ibunda ratu tidak menjawab. ia hanya duduk kemabali. akhirnya paduka raja memutuskan kalau mereka harus segera berangkat menuju Aula sekarang juga.


nyonya ok dan kedua Putrinya sudah tidak sabar untuk mendengarkan pengumuman dari sang ratu. mereka bertiga sudah mendapat tempat duduk terbaik dekat dengan panggung yang akan diisi oleh keluarga Raja beserta para pejabat.


"Mama, Apakah aku sudah cantik?" ribut sangmin sambil membenarkan posisi Tusuk Konde berbentuk burung merak yang tersemat di rambutnya.


" Kamu cantik sekali, sayangku." Puji nyonya ok tulus, "jihwa, Tutup buku itu. kau membuat mataku sakit." omel nyonya ok begitu melihat jihwa yang hanya duduk diam sambil membaca buku. " lagipula Apa yang sebenarnya sedang kau baca?"


" curse." jawab jihwa singkat tidak mendengarkan omelan nyonya ok dan terus saja membaca.


nyonya ok bergidik mendengar jawaban Putrinya, "untuk Apa membaca itu? kembalikan padaku!" rebutnya dengan wajah yang memerah karena marah.


" oh, mama pelit. kamu mempunyai kemampuan Untuk memanipulasi orang lain, Kenapa tidak diajarkan kepada putrimu sendiri?" proses jihwa.


" dengar anak ingusan! jangan sekali-kali mengacak-acak barang milik Mama. kalau kau melakukannya lagi, kau akan sangat menyesal!" ancam nyonya ok.


Jihwa tidak menjawab, Dia hanya mengerutkan alisnya tidak percaya kalau mama yang sudah membesarkan dan melahirkannya bisa mengancam nya seperti itu.


Tak lama kemudian terdengarlah suara genderang tanda upacara akan segera dimulai. disusul oleh musik militer atau chwita yang dimainkan ketika gerbang dibuka untuk menyambut Raja ataupun tamu asing atau pakmwai militer. musik chwita dimainkan dengan berbagai alat musik.


kemudian terdengar teriakan pemimpin musik sambil mengangkat tongkat nya, "myonggeum-iha...daechwita!" dan pertunjukan musik pun dimulai.


setelah musik selesai, anggota kerajaan masuk ke dalam aula besar. seluruh hadirin membungkuk untuk memberi hormat. dan mereka baru bisa bangkit kembali begitu sudah mendapatkan izin dari Paduka raja.


setelah beberapa saat, paduka raja memberi isyarat kepada perdana menteri yang merupakan pembawa acara agar semua hadirin bangkit kembali. kemudian acara dilanjutkan dengan sebuah pidato.


" Selamat datang, rakyatku semuanya yang sangat aku sayangi. semoga Tanah ini senantiasa selalu diberikan berkah yang melimpah dengan banyaknya hasil panen, ternak, tambang dan air yang melimpah ruah." ucap raja membuka pidatonya.


semua hadirin tidak ada yang berani bicara. mereka menanggalkan Segala ucapan Raja dengan penuh khidmat.


"hari ini merupakan hari yang paling ditunggu-tunggu karena Pangeran akan mengumumkan wanita pilihannya, sebagai pendamping hidupnya kelak ketika memerintah kerajaan ini."


terdengar nafas tertahan di tengah para hadirin.


sementara raja mengumumkan pidatonya dan semua tamu yang hadir terpaku perhatiannya pada pidato raja, nyonya ok memiliki rencana yang lain. diam-diam dia menggumamkan sebuah kutukan yang ditujukan kepada salah seorang yang berada di atas panggung kerajaan. sihir yang dimilikinya Tidak besar, namun kemampuannya mampu mempengaruhi pikiran seseorang dalam waktu yang cukup lama. korbannya yang sudah menjadi bukti adalah bangsawan Kim.


namun belum selesai nyonya ok mengucapkan mantranya, tiba-tiba ada seorang anak kecil yang berdiri di samping ibunda ratu dan membuatnya terkejut. nyonya ok memandang dengan heran, Tadi Anak itu tidak ada di sana. lagi pula siapa Anak kecil itu? Apakah salah satu keluarga raja?


" Baiklah, Sudah saatnya Pangeran akan mengumumkan siapa putri cantik yang akan menjadi permaisurinya."


mendengar namanya dipanggil pangeran pun melangkah ke depan. melihat hal itu, buru-buru nyonya ok meneruskan rencananya. dan dia segera menembakkan mantra tersebut kepada sosok yang sedang berdiri di atas panggung, sang pangeran.


Wuuusshh...!


seperti suara hembusan angin kencang yang menabrak tubuh sang pangeran sehingga sang pangeran sempat goyah beberapa saat. suasana di atas panggung pun hening. jantung nyonya ok berdebar kencang, menanti-nanti apa sihirnya berhasil atau tidak. dan setelah beberapa saat yang sangat lama, Pangeran kembali menegakkan tubuh dan kepalanya.


"kim sangmin." ucap pangeran.


tidak ada yang bersuara, mereka terheran-heran Kenapa Pangeran hanya menyatakan tinggi buah kata.


" Kim Sangmin." ulang pangeran.


"ahh...," nyonya ok pun bersuara, " itu pasti nama putri saya. saya adalah Kim goo jeong, janda dari bangsawan Kim."


semua hadirin pun langsung menoleh menatapnya. sangmin yang tidak memahami apa yang sebenarnya telah terjadi ikut bangkit mengikuti isyarat nyonya ok. namun tidak dengan jihwa, tahu kalau Pangeran pasti terkena kutukan ibunya. tapi jihwa hanya diam saja. menurutnya bagus, setidaknya dia akan menjadi anggota kerajaan.


" Oh, kau telah menentukan pilihanmu." sahut ibunda Ratu merasa terharu, tadinya beliau khawatir kalau putranya akan mengecewakan seluruh rakyat dengan tidak memiliki siapapun.


tapi tidak ada jawaban dari sung hyun, dia hanya berdiri dengan tegap. sebenarnya tidak sepenuhnya sung hyun berhasil dikuasai oleh ketukan nyonya ok, namun dia merasa sangat bingung dan tidak tahu harus melakukan apa.


nyonya ok dan sanhmin serta diiringi oleh jihwa pun maju ke depan panggung. raja dan ratu menyambut dengan sukacita.


kemudian dengan dibantu oleh beberapa pengawal dan para dayang, dalam waktu singkat, Pangeran sung hyun dan Sangmin sudah berdiri saling berdampingan untuk menerima Restu dari paduka raja dan pengumuman Kapan acara pernikahan akan segera dilangsungkan.


" maaf, paduka raja, kalau boleh saya mengajukan keberatan." ternyata itu adalah suara Tuan han. tuan han merupakan salah satu bangsawan yang cukup terpandang dan disegani karena intelektualitasnya.


" tentu saja, bangsawan Han." jawab Paduka Raja dengan lapang dada.


"nona sangmin bukanlah keturunan langsung dari bangsawan Kim. dia merupakan anak tiri." lanjut tuan Han.


mendengar penuturan tersebut, tentu saja membuat seluruh hadirin terkejut, tidak terkecuali raja dan ratu.


" hal itu bukanlah masalah, karena pengarang sendiri yang memilihnya." jawab raja. namun lain halnya dengan reaksi ibunda ratu, beliau Terlihat agak keberatan.


"lalu Apakah bangsawan kim ini memiliki anak kandung?" tanya ibunda ratu.


belum tuan han menjawab. nyonya ok langsung menyela, "paduka ratu, saya mohon, bukankah masalah ini terlalu dibesar-besarkan? pangeran sudah memilihnya, Bukankah itu merupakan pilihan yang terbaik?"


"yang sebenarnya ingin dipilih oleh pangeran adalah kim nara, dia merupakan putri kandung dari bangsawan kim." lanjut tuan han merasa diberi angin oleh Paduka ratu.


" dan apakah hal itu berpengaruh? pangeran memilih putri, saya Kim Sangmin!" tegas nyonya ok tidak sabaran.


"Maaf, Paduka Raja, Kalau diberi kesempatan, Bisakah saya berbicara empat mata dengan pangeran terlebih dahulu?" pinta tuan Han sambil membungkukan badannya.


mendengar permintaan Tuhan han yang aneh, tentu saja membuat raja dan ratu curiga. melihat hal ini, nyonya ok pun mengambil kesempatan.


" Apa yang hendak Anda lakukan pada Pangeran, Tuan han? apakah Anda bermaksud mencelakakan beliau?"


mendengar ucapan nyonya ok, tentu saja raja dan ratu langsung terpengaruh, mereka berdua pun langsung waspada.


" Apakah benar apa yang diucapkan oleh nyonya ok itu? apakah Anda bermaksud mencelakakanpewaris sah kerajaan ini?" ucap Raja dengan nada suara yang tegas dan berwibawa, sehingga membuat seluruh tamu yang hadir menjadi tegang dan ketakutan.


Tuan han semakin membungkukan badannya bahkan sampai hampir menyentuh lantai. "maafkan atas kelancangan hamba, Paduka Raja. Tapi demi nama dewa dewi, hamba sama sekali tidak ada niat seperti itu."


"sikap pria ini sangat mencurigakan, Paduka Raja. mohon hati-hati." tambah nyonya ok masih belum puas menuangkan minyak ke dalam api.


Paduka Raja tidak langsung bertindak. sebagai raja yang bijaksana, dia harus memikirkan masalah ini dengan baik dan tidak boleh gegabah, karena ini menyangkut kredibilitasnya di mata rakyat. tapi memangnya siapa yang peduli. dia adalah raja. saat itu seorang raja hampir setara dengan Dewa di Korea.


"kakanda," bisik ibunda Ratu ditelinga raja. raja pun mendekatkan wajahnya ke arah ibunda Ratu. " ada yang aneh dengan Putra Kita. sejak tadi dia hanya diam dan menunduk saja."


Raja pun menoleh memandang ke arah putrannya. dan benar, pengaran sung hyun saat ini hanya tertunduk dengan posisi tubuh yang kaku. akhirnya Raja pun mendapatkan sebuah ide.


"Putraku, Bagaimana menurut pendapatmu? apa yang bisa kita lakukan terhadap Tuan han?" tanya Raja.


mendengar pertanyan raja, tentu saja nyonya ok langsung terkejut. Bagaimana ini, saat ini pengaran sung hyun sudah dalam pengaruh sihirnya. tidak bisa ditarik kembali. tapi nyonya ok tidak bisa bersikap ke gegabah sekarang. dia pun hanya diam saja dengan jantung yang sudah berdebar sangat kencang.


Tentu saja pertanyaan raja tidak dijawab sama sekali oleh pangeran sung hyun. merasa heran dan penasaran, Raja memerintahkan kepada salah satu pejabat untuk mengecek.


sementara itu, Sangmin yang tidak mengerti apa-apa hanya diam dengan perasaan heran dan penuh tanda tanya. Kenapa sih, orang-orang ini untuk sekali mengganggu proses perkembangan dirinya. Apakah tidak bisa diurus nanti saja?


tentu saja pejabat yang sudah berumur 40 tahun tersebut, yang mengecek Pangeran, tidak berani menyentuh dengan gegabah, dia hanya memanggil dan tentu tidak dijawab sama sekali.


"sentuh saja!" Bentak Raja akhirnya tidak sabaran.


maka setelah mendapat izin, pejabat tersebut baru berani menyentuh pangeran. dia pun mendorong tubuh pangeran sung hyun yang sekaku batang pohon, namun anehnya dia melihat mata sang pangeran yang masih terus bergerak gerak.


setelah itu, pejabat tersebut membungkuk, "maaf, paduka raja. ada yang aneh dengan pangeran. tubuhnya sekaku batang pohon, namun mata beliau terlihat hidup dan bergerak gerak."


mendengar penjelasan pejabat tersebut, bukan hanya raja dan ratu yang terkejut, melainkan seluruh tamu yang hadir. mereka semua menahan nafas ketakutan.


" Maaf, paduka raja, mungkin saya bisa membantu. Pangeran telah terkena pengaruh sihir. namun sihir ini masih merupakan sihit yang bisa saya tembus. saya seorang dokter, sedikit banyak saya harus paham tentang sihir macam ini." ucap tuan han. sejak kejadian dengan bangsawan Kim, tuan han yang merupakan dokter dan sangat terpelajar merasa sangat bersalah dan menyalahkan dirinya sendiri kenapa dia sampai tidak mengenali penyakit yang diderita oleh sahabat baiknya. oleh sebab itu, dia pun mulai mempelajari berbagai macam kutukan dan bagaimana untuk mematahkannya.


mendengar itu, seluruh tamu yang hadir pun langsung kaget. sihir merupakan hal yang sangat ditakuti dan dianggap sesat saat itu.


"siapa yang sudah diam-diam berani mempelajari sihir dikerajaan ini!" teriak raja membuat seluruh tamu yang hadir semakin menciut nyalinya.


tidak ada jawaban. semuanya hanya diam, tidak ada yang berani bersuara. sedangkan tuan han masih tetap menunggu ijin dari paduka raja untuk memeriksa kondisi pengeran. namun ternyata tidak semudah itu.


"maaf, paduka raja, apajah tidak sebaiknya paduka raja curiga pada tuan han sendiri? hanya beliau yang mengatakan kalau pangeran terkena pengaruh sihir bahkan tanpa memeriksanya terlebih dahulu. jangan-jangan ini ulah tuan han sendiri." hasut nyonya ok.


"benar, bagaimana kau bisa mengatakan kalau pangeran terkena sihir, tuan han?" tanya raja.


"karena saya sangat mengenali ciri-cirinya. saya pernah melihatnya secara langsung meninmpa pada sahabat saya sendiri. namin sayangnya saat itu saya tidak mengenali tanda-tandanya, sehingga saya telat menyelamatkannya."


lagi-lagi terdengar desah nafas tertahan di seluruh penjuru ruangan.


" dan.... siapakah sahabat tuan han ini?" lanjut paduka raja.


" bangsawan kim ki soon." ucap tuan han singkat.


"bangsawan kim ki soon." gumamnya, "pengawal, segera tangkap janda dari bangsawan kim dan tahan kedua putrinya agar tidak melarikan diri!" lanjut raja tidak mengulur-ulur waktu langsung memerintahkan pengawal untuk menangkap nyonya ok.


puluhan pengawal barisan depan pun langsung bergerak untuk menangkap nyonya ok, namun ternyata nyonya ok sudah mempersiapkan terlebih dahulu langkah apa yang harus dilakukan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.


dengan sedikit tipuan memakai bom gas, nyonya ok pun melarikan diri. sedangkan kedua putrinya, sangmin dan jihwa tetap berada di dalam aula.


" mama! jangan tinggalkan kami!" teriak sangmin dan jihwa.


pengawal pun terbatuk-batuk mencium aroma gas tersebut, mata mereka sangat perih. dan benar saja, nyonya ok sudah tidak ada ditempatnya lagi. semua tamu yang datang langsung merasa ngeri dan ketakutan. paduka raja pun tidak bisa melakukan apa-apa. dia telah kehilangan nyonya ok.