Chakim & Andrhea

Chakim & Andrhea
Hari Patah Hati



Dua sosok manusia tengah saling mengejar di taman belakang rumah sakit , setelah pengakuan Andra yang terang-terangan di balik hebohnya kabar Rhea dan Remon , Rhea mengejar kakaknya yang usil itu meski sedikit kesulitan ,mereka menjadi tontonan orang-orang yang ada di rumah sakit tak terkecuali Remon , mereka tertawa melihat tingkah Andra dan Andrhea yang seperti anak kecil .



Andra yang terus saja mengejek Rhea dengan muka menyebalkannya dan Rhea yang terus berusaha menangkap sang kakak , banyak yang terhibur dengan tingkah keduanya dan tidak sedikit pula orang yang mengambil gambar mereka seperti halnya yang di lakukan Remon .



" kalian benar-benar kakak beradik yang konyol " , gumamnya pelan yang di sertai gelak tawa namun masih dengan tetap memvidio tingkah keduanya .



Tanpa sengaja dia melihat dokter Shanti yang juga tengah menikmati tingkah kakak beradik itu , dengan segera Remon beranjak dan menghampiri dokter Shanti yang berdiri tak jauh darinya itu .


" akhirnya ", gumam Remon dengan senyumannya yang penuh arti .


" Hay Shan , jumpa lagi kita ", sapa Remon yang sudah berdiri di samping dokter Shanti , dan itu membuat si punya nama sedikit terkejut , " eh kamu ? bukannya kamu temennya dokter Andra ya ?" , tanya dokter Shanti .


" hemm , aku kesini lagi jenguk Andrhea , eh malah liat mereka lagi kejar-kejaran kayak gitu ,tapi kamu masih ingatkan sama aku " , jelas Remon dengan melihat tingkah kakak beradik yang masih kejar-kejaran sedikit jauh dari tempatnya kini berdiri .


" hemm ingat sih , tapi maaf aku lupa sama nama kamu ", jawab dokter Shanti dengan seutas senyum manisnya .


" kalau gitu kenalin lagi , aku Remon temennya Andra " , modus Remon dengan menjulurkan tangannya bersalaman , di sertai senyum usilnya .


" oh ya baru ingat saya , iya kamu Remon si pemilik cafe Antada ya " , . jawab dokter Shanti dengan menjabat tangan Remon , ada yang sedang bermekaran tapi bukan bunga , ada yang sedang berbunga-bunga tapi itu bukan taman , yaitu hatinya Remon yang diam-diam sangat senang ternyata dokter cantik yang menjabat tangannya kini masih mengenalinya dengan baik , maka dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu .


" haha kamu ingat sekarang sama aku ", jelas Remon di sertai gelak tawa ," tentu saja , meski awalnya sedikit kesulitan ngenali kamu " , jawab dokter Shanti dengan nada bercanda .


" gimana kalau makan siang nanti aku ajak kamu ke cafe aku yang deket sini , anggap aja yaah seperti rasa terima kasih aku karena kamu udah banyak membantu Andrhea , aku udah anggap Andrhea itu seperti adik aku sendiri ", pinta Remon dengan tingkahnya yang sedikit malu-malu dan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal .


" entahlah belum tahu , lihat aja nanti aku sibuk apa enggak , ya kamu tau sendirilah kerjaan aku " , jawab dokter Shanti . Sebenarnya dia ingin menolak ajakan Remon , namun dia bingung bagaimana caranya menolak , sebenarnya dia beralasan kalau dirinya sibuk , agar Remon dapat mengerti penolakannya.


" hemm gitu ya , ya okelah kalau gitu lain kali aja kalau kamu ada waktu , sempetin mampirke cafe aku ya ", pinta Remon .


Dokter Shanti tersenyum canggung menanggapi permintaan Remon . Dengan segera dia berpamitan pergi dengan alasan ada pasien yang harus dia tangani sekarang , dengan berat hati Remon membiarkan dokter cantik itu pergi .


" huuuftt di tolak gue ", . ucap Remon dengan lesu.


..


..


..


Rhea duduk di bangku taman dengan nafas yang memburu , mengibas-ngibaskan tangannya mengipasi wajahnya yang di penuhi keringat .


" huuft capek " , ucapnya dengan nafas yang masih tersengal-sengal .


" loe sih ngapain coba ngejar-ngejar kakak loe segala " , . Tanya Remon yang duduk di sebelah Rhea dengan tangannya yang berusaha membuka penutup botol minuman mineral . " nih minum " , tambahnya dengan menyerahkan botol minum yang sudah terbuka pada Rhea .


Rhea mengambil segera botol minum dari Remon , menegaknya dengan rakus , sampai-sampai dia tersedak .



" pelan-pelan dong And ",. ucap Remon dengan menepuk-nepuk punggung Rhea pelan .


" haus banget kak ", . jawab Rhea masih dengan sedikit tersengal , dengan hidung yang memerah .


" loe sih nggak hati-hati , buruan ganti baju sono , entar masuk angin lagi " , . perintah Remon , Rhea pun menurut dia beranjak dan pergi keruangannya dengan di temani Remon yang berjalan sedikit di belakangnya .


..


..


" kamu tuh ya , usil banget sama adik kamu " .


" gue tuh gak usil , gue nyelametin Rhea dari mantannya itu " .


Andra dan Shanti tengah bercengkrama di ruangan rawat Rhea , mereka membahas keusilan Andra pada Rhea .


Setelah aksi kejar-kejaran di taman tadi , Andra membeli minum di kantin dan meninggalkan adiknya yang masih marah-marah di bangku taman bersama Remon . Saat Andra kembali keruangan rawat Rhea ternyata si pemilik ruangan belum ada di dasana , akhirnya Andra menunggu di ruangan Rhea dengan menikmati minuman dinginnya , tak berselang lama dokter Shanti datang untuk memeriksa keadaan Andrhea , namun ia malah mendapati Andra yang duduk sendirian .



Maka inilah yang terjadi , keduanya bercanda ria membahas tingkah lucu Rhea .


ceklek


Pintu ruangan terbuka , tampak Rhea terkejut dengan keberadaan kakaknya dan dokter Shanti yang tengah bercanda di dalam ruangannya .


Sedang Remon sedikit terkejut kenapa Rhea yang berjalan di depannya berhenti mendadak hingga hampir saja dia menubruknya , Remon melongok kesamping Rhea , dia melihat arah pandang Rhea , Remon pun ikut terkejut melihat kedekatan Andra bersama dokter Shanti .



" apa mereka ada some think ya sama mereka" . gumam Remon dalam hati , ada rasa tidak suka melihat pemandangan yang dilihatnya sekarang .


Rhea dan Remon berjalan masuk kedalam ruangan , dengan wajah kesal Rhea berjalan cepat tanpa perduli dengan kakaknya dan juga dokter Shanti yang menyapanya .


Rhea berbaring di brangkarnya menutup sebagian tubuhnya , melirik sekilas kakaknya yang duduk di kursi , mendengus kesal dengan sang kakak . Namun Andra cuek saja dengan tingkah adiknya yang masih kesal dengannya .


Dokter Shanti mendekati Rhea dan memeriksa luka Rhea , dia khawatir setelah aksi kejar-kejaran tadi , tulangnya ada yang kembali bergeser , dengan berhati-hati dokter Shanti memeriksa bahu Rhea yang terbalut oleh gips .


Remon berjalan kearah Andra , dan duduk di sebelah Andra yang sempat di duduki oleh dokter Shanti tadi .


Dia tatap sahabatnya dengan tatapan penuh selidik , sedangkan Andra merasa heran dengan tingkah temannya itu , dia bertanya tanpa suara , " apa ?" .


Tapi Remon tak menjawab pertanyaan Andra , dia malah memicingkan matanya penuh selidik .


" ada hubungan apa kamu sama Shanti ", . tanya Remon dengan berbisik .


Andra mengangkat kedua bahunya , dengan menyebalkannya dia menjawab pertanyaan selidik yang penuh kecemburuan Remon dengan jawaban " entahlah " , membuat Remon semakin curiga padanya .


" hei jawab , lue tau kan gue suka sama Shanti ", . Tanya Remon masih dengan berbisik , dengan sedikit-sedikit melirik kearah Rhea dan dokter Shanti .


Andra menarik nafasnya dalam-dalam , mengeluarkannya dengan kasar . Dilirknya teman sekaligus sahabatnya itu , dengan nada berat dan sedikit kecewa Andra menjawab , " iya maaf Rem , gue udah jadian sama Shanti ", .



Seketika lunglai dan lemas tubuh Remon mendengar pengakuan Andra , tulangnya seperti terlepas dengan sendirinya dari tubuhnya , lemas , itu yang dia rasa sekarang .



Terimakasih yang masih setia ngikutin kisah Andrhea Sampai sini , mohon dukungannya ya dan seribu cinta buat kalian 😘😘😘.