
Malam ini Andra dan Remon menginap di rumah bibi Yuan karena sudah terlalu larut malam jika mereka berdua harus kembali ke ibukota .
Keesokan paginya Andra yang mengantar Rhea ke sekolah , tentu saja hal itu membuat gempar seluruh sekolah , banyak yang takjub saat melihat Andra , karena wajahnya yang tampan dengan garis wajah yang tegas ,kulit putihnya yang bersinar saat tertempa sinar matahari membuat aura ketampanannya semakin terpancar .
Tidak hanya teman-teman Rhea , tapi juga para staf guru yang juga terpukau melihat ketampanan Andra .
Andra yang tidak nyaman dengan situasi saat ini , dengan segera dia meninggalkan sekolah Rhea sesaat setelah mengantar Rhea masuk kedalam kelasnya .
Setelah pulang sekolah , Rhea bersiap-siap untuk pergi ke pesta ulang tahun Farid , stelah mendapat izin dari Andra setelah mendapat undangan di hari itu Rhea yang awalnya enggan untuk pergi , akhirnya terpaksa pergi karena paksaan dari teman-temannya dan bibi Yuan .
Setelah Rhea sudah bersiap , Rhea turun dari kamarnya menuju keruang tamu , di sana sudah ada Andra dan Remon di sana .
Andra yang akan mengantarkan Rhea ke pesta , sedang Remon entah dia lebih banyak diam dan sedikit aneh dengan sikapnya yang membuat Andra dan Rhea keheranan , mereka berdua belum mengetahui apa penyebab perubahan sikap Remon yang lebih banyak terdiam .
Remon sendiri belum menceritakan apapun kepada Andra selaku sahabatnya yang selalu siap menjadi pendengar setianya.
Remon yang mendengar langkah kaki turun dari tangga melihat siapa pemilik ketukan sepatu tersebut , Remon mengerjap tak percaya dengan penglihatannya , dinlihatnya Rhea dengan kostum cosplay cat woman dengan baju hitam yang tertutup namun sangat ngepas di tubuh Rhea hingga memperlihatkan lengkungan tubuh indah Rhea di usianya yang masih muda .
Dengan rambut yang di kuncir tinggi hingga memperlihatkan leher putih mulusnya , dengan sentuhan make up minimalis dan sederhana namun dengan warna lipstik merah darah membuat Rhea terlihat lebih dewasa .
Andra sedikit terusik dengan kostum adiknya yang terlalu fulgar baginya , meski tertutup tapi kedua bukit kembar Rhea terlihat sangat menonjol di balik pakaian yang polos dan mengkilap yang di kenakannya .
Tapi mau bagaimana lagi , pesta tinggal satu jam lagi , tidak ada waktu harus membeli kostum lagi , maka dengan terpaksa Andra mengizinkan adiknya itu berdandan seperti itu .
Sepanjang perjalan menuju rumah Farid , Andra tak henti-hentinya memberi wejangan dan nasehat untuk adiknya itu .
" rhe denger ya , kamu harus ingat , kamu jangan terlalu dekat sama cowo jangan ganjen pokoknya kamu harus hati-hati, banyak playboy di sana nanti , jangan....."
Dan masih banyak lagi wejangan yang di ucapkan Andra , sedang Rhea mendengarkan dengan santae dan tak membalas satu katapun perkataan kakaknya .
Sesampainya di lokasi pesta yang di selenggarakan Farid di sebuah cafe yang tidak terlalu besar , dengan hiasan sekedarnya lebih terlihat seperti sedang ada pesta ulang tahun untuk anak-anak Sekolah Dasar atau anak-anak sekolah menengah pertama .
Andra dan Remon tergelak melihatnya membuat Rhea jengah dengan sikap kedua lelaki di depannya itu . Setelah puas tertawa , Andra menyuruh Rhea segera masuk kedalam cafe tersebut sedang Andra dan Remon akan menunggunya di depan cafe sampai pesta itu berakhir .
Rhea menjadi pusat perhatian saat dirinya memasuki cafe , Rhea melihat sekeliling saat semua mata tertuju padanya , Rhea mencari-cari seseorang, dia melihat gadis yang memakai kostum power ragers yang berwarna pink tanpa penutup kepala yang memperlihatkan rambutnya yang di warna pirang lurus , namun dari lekukan tubuhnya Rhea mengenal gadis tersebut , dengan langkah lebar dan percaya diri Rhea berjalan membelah kerumunan teman-teman undangan menunju gadis yang memunggunginya .
" Mala ". sapa Rhea yang membuat gadis itu berbalik . Iya gadis itu adalah Mala , yang memakai kostum ala power ragers pink tanpa mengenakan helmnya .
" lagi di kamar mandi , udah dari tadi sih gue dintinggalin sendiri kayak gini ". jawab Mala yang sedikit kesal karena di tinggal sendirian oleh teman-temannya .
" yaudah yuk kita cari duduk , risih gue dilihatin anak-anak". jawab Rhea yang merasa tidak nyaman dengan tatapan anak-anak lain kepadanya . Mala mengikuti langkah Rhea menuju mini bar dan duduk di kursi tinggi .
Si pemilik pesta Farid menghampiri Rhea dan juga Mala dengan ketiga teman lelakinya yang masih satu kelas dengan Rhea .
" Hay rhe , makasih udah mau dateng ". ucap Farid berbasa-basi menyapa Rhea .
" ooh Hay rid , selamat ulang tahun ya , niih buat elo ". sahut rhea menjawab sapaan Farid dengan menyerahkan kantong kertas berwarna coklat dengan ukuran sedang . " apa nih rhe ". tanya Farid saat menerima kado dari Rhea.
Farid membuka kantong kertas yang di berikan Rhea , sebuah topi dengan gambar tulisan ha na ca Ra ka Jawa .
" wah keren rhe , makasih ya , elo udah dateng aja gue udah seneng kok ". Seru Farid senang dengan kadonya .
Rhea tertawa penuh arti mendengar jawaban Farid . tak lama Farid harus dan kawan-kawannya harus meninggalkan Rhea dan mala karena pembawa acara sudah mau memulai acara .
" mana sih ayu sama Dita ". gumam mala yang melihat ke arah kamar mandi namun juga belum terlihat teman-temannya itu terlihat .
" gue lihat dulu deh , loe di sini aja tungguin jangan kemana-mana". perintah Rhea sebelum pergi mencari Dita dan ayu ke kamar mandi .
Rhea sudah mencari teman-temannya di kamar mandi , namun tidak ada , Rhea sedikit cemas karena tidak menemukan teman-temannya , Rhea keluar dari bilik kamar mandi satu ke bilik kamar mandi lainnya namun tetap saja tidak menemukan teman-temannya .
Rhea berjalan cepat menghampiri Mala yang duduk sendirian di mini bar , " Mala , mereka berdua enggak ada di kamar mandi ". ucap Rhea dengan tenang , tidak mau Mala ikut cemas .
" terus kemana mereka ?". tanya balik Mala pada Rhea , " coba deh loe hubungi ". perintah Rhea pada mala .
" Aldita enggak jawab telfon gue rhe ". ucap mala dengan tangan bergetar . " coba ayu ". perintah Rhea yang langsung di tanggapi Mala .
Namun nomer dari kedua temannya tidak ada yang dapat di hubungi . Rhea dan Mala semakin cemas dengan kedua temanya .
" tadi mereka berangkat bareng elu kan ?". tanya Rhea yang di jawab anggukan oleh Mala , Mala terlihat kebingungan . Rhea mencoba menenangkan Mala agar tidak cemas dan tenang terlebih dahulu .
" kita cari mereka di sekitaran cafe , kalo loe nemuin mereka loe kabarin gue , gue cari kedepan , dan elo cari kebelakang sama depan panggung , siapa tau mereka ada di sana , tapi elu jangan panik okey , lue harus tenang ". perintah Rhea pada mala , dan meminta Mala untuk tenang terlebih dahulu , setelah itu mereka berdua meninggalkan pesta yang sudah di mulai untuk mencari Aldita dan ayu .