
Irvan yang cukup terkejut dengan kedatangan Andrhea secara tiba-tiba di rumahnya hingga membuat Irvan tak bisa lagi menutupi keterkejutannya itu .
Semua teman-teman Irvan yang dulu juga teman-teman rhea mereka semua menyapa Rhea , Ayu , Aldita, Mala dan Fiza . Teman-teman Rhea memperkenalkan diri mereka pada teman-teman Rhea dan Irvan .
Pandangan Irvan lekat menatap Rhea tanpa berkedip membuat Rhea risih dan salah tingkah , bukan berarti kedatangan Rhea kerumah Irvan bukan untuk memaafkan semua kesalahan Irvan , tapi kedatangan Rhea kesana untuk melihat kondisi mantannya yang kabarnya babak belur karena ulah kakaknya , karena merasa tak enak hati maka Rhea menjenguk Irvan atas dasar empati dan tidak lebih rasa bersalah .
Namun kedatangan Rhea membuat Irvan besar kepala dan membuat Irvan terlampau percaya diri , " *akhirnya kamu kesini juga rhe , aku tahu kamu enggak akan bisa tanpa aku , aku yakin itu karena kamu masih sayang sama aku* ". Begitulah Irvan meyakinkan asumsinya mengenai kedatangan Rhea .
" tangan kamu belum sembuh juga rhe ? ". Erik salah satu teman Irvan yang juga mengenal Rhea bertanya ketika melihat tangan Rhea yang masih berbalut gips dan harus di ikat dengan pundaknya .
" ya beginilah rik , kalian semua sehatkan , lama kita gak ketemu " . meski bertanya pada semua temannya, namun dasar pertanyaan Rhea itu di tujukan pada Irvan .
" kami baik rhe , sorry kita-kita baru tau kalau loe pindah sekolah dan udah enggak sama Irvan , sorry masalah yang kemaren ". bagas yang sudah lama ingin mengatakan yang sebenarnya terjadi akhirnya mempunyai kesempatan untuk bertemu dan menjelaskan kejadian sebenarnya pada Rhea , namun Rhea masih belum mengerti .
" rhe sebenarnya kakak loe udah salah paham sama Irvan , waktu itu yang nelpon elo tengah malam itu gue pakek nomernya Irvan , dan saat itu gue juga enggak tau kalau loe sama Irvan udah enggak sama-sama , maafin gue ya rhe ". Bagas menceritakan kejadian yang sebenarnya tanpa terlewat sedikitpun , bagaimana dia bisa menghubungi Rhea di tengah malam , bagaimana dia bisa memakai nomer Irvan untuk menghubunginya , semua bagas ceritakan hingga Rhea menarik garis besar dan kesimpulannya adalah kakaknya sudah sangka dan mengira jika dirinya masih berhubungan dengan Irvan , dan memberi pelajaran kepada Irvan karena sudah berani menyakiti Rhea .
Bagas juga meminta maaf kepada Irvan , karena disini Irvan yang paling di rugikan , wajahnya babak belur karena orang suruhan Andra karena sudah salah paham .
Setelah tahu apa yang sebenarnya terjadi Rhea segera berpamitan , namun Irvan mencegah Rhea pulang , Irvan meminta waktu untuk berbicara empat mata , semua mengerti dengan situasi mereka , lantas semua teman-temannya pergi dan meninggalkan Rhea dan Irvan di ruangan .
" rhe , terimakasih kamu udah mau kesini jengukin aku " , Irvan yang masih merasa jika Rhea masih menyimpan perasaan terhadapnya mencoba mencari celah di hati Rhea , mencoba memasuki hati yang sudah pernah dia singgahi dan berhasil dia porak-porandakan , kini dia berusaha memasuki kembali dan menata kembali hati yang pernah dia patahkan sebelumnya .
Rhea masih tak bergeming , pandangannya lurus menatap tirai yang terhempas angin malam .
" aku harap kamu juga sudah maafin aku rhe , aku bener-bener udah nyesel pernah nyakitin kamu ". sesal Irvan yang sudah sangat terlambat , kini bagi Rhea maafpun sudah tidak guna lagi .
Hatinya sudah terlanjur sakit dan hancur , mengingat begitu jahatnya Irvan membalas cinta tulus Rhea dengan penghianatan sungguh berat Rhea memaafkan , kedatangannya menjenguk Irvan hanya rasa empati dan tidak lebih , bagaimanapun yang telah membuat Irvan seperti ini adalah kakaknya sendiri .
Menghembuskan nafas lembut Rhea menghadap sang mantan yang juga menatapnya intens .
" maaf Van , kedatangan gue bukan untuk maafin loe , gue kemari karena gue merasa bersalah sama apa tindakan kakak gue ke loe , gue hanya empati dan gak lebih , kalau loe mikir dengan kedatangan gue kemari karena gue udah maafin loe . Andrhea menjeda ucapannya , detik selanjutnya Rhea tersenyum meremehkan .
" loe salah besar , gue bukan orang pendendam , tapi gue cuma ngerasa apa yang udah loe lakuin ke gue itu terlalu jahat , gue sadar kita masih remaja , masih banyak cinta di hati kita , kita masih bisa menikmati masa remaja dengan berbagai hal positif termasuk juga pacaran , tapi gue gak suka dengan cara loe itu Van ". panjang lebar Rhea mengeluarkan semua isi hatinya .
Irvan tersentak dengan ucapan rhea , dia tak mampu lagi menatap Rhea , tatapan sendu kebawah . Apa yang di ucapkan Rhea memang benar , begitu besar cinta Rhea padanya , namun inikah balasannya, membuat Rhea kecewa dan sedih dengan menduakan cintanya .
" loe masih muda gue juga , tapi kalau loe udah bosen dengan hubungan kita loe tinggal bilang ke gue , jangan duain gue dengan loe selingkuh Van ، gue gak terima , gue sakit hati , harusnya loe.....
Andrhea tak mampu meneruskan ucapannya karena air mata yang sejak tadi dia tahan akhirnya tumpah juga hingga membasahi pipi , suara isakannya pun begitu miris . Irvan yang melihat kesedihan yang begitu mendalam pada Rhea segera turun dari kasurnya dan menghampiri Rhea .
Tanpa bertanya ataupun izin Irvan menarik Rhea dalam dekapannya , Rhea menolak Irvan , mendorong pria itu bahkan memukul dada Irvan , namun Irvan tak mau mengalah , dengan sekuat tenaga Irvan mengunci Rhea dalam pelukannya .
Andrhea semakin terisak , tangisnya semakin pilu , teman-temannya yang berada di luar kamar Irvan sampai mendengar tangisan Rhea , mereka saling pandang , jujur mereka ingin tahu apa yang terjadi di dalam sana , tapi mereka juga enggan ikut campur dengan urusan dua mantan kekasih itu , biarkan mereka mengatasi masalah mereka sendiri , akhirnya mereka diam saja hingga pintu itu terbuka dan Andrhea keluar dari kamar Irvan di ikuti dengan Irvan di belakangnya .
Andrhea berpamitan dengan ibunya Irvan dan teman-teman Irvan , Rhea hanya menatap sekilas Irvan kemudian pergi bersama kawan-kawannya .
Di sepanjang perjalanan Aldita dan yang lainya hanya diam menatap Rhea yang berjalan menunduk , tak berani dari salah satu mereka bertanya pada Rhea apa yang sebenarnya terjadi tadi di kediaman Irvan .
Alih-alih bertanya Aldita malah melempar pertanyaan yang memantik hati Andrhea .
" rhe temen kamu yang sakit tadi ganteng ya , kira-kira udah punya pacar belum ya ?". tanyanya dengan melihat perubahan ekspresi wajah Andrhea .
Kawan-kawannya yang lain menatap Aldita dengan horor , sedang yang di tatap menampilkan deretan gigi putihnya.
Rhea tak bereaksi dan tidak menjawab pertanyaan Aldita , namun beberapa detik kemudian Rhea berucap .
" nanti di rumah gue ceritain semuanya ke kalian ". Rhea percaya pada teman-teman barunya , Rhea percaya jika mereka adalah orang-orang baik , mereka pasti dapat menjaga rahasia , hingga akhirnya Rhea memutuskan akan menceritakan semua masalahnya pada mereka .