
Sudah hampir sepekan lebih Rhea di rawat , keadaannya pun sudah semakin membaik ,meski masih ada sedikit rasa nyeri di tangannya namun itu tinggal menunggu pemulihan saja .
Dokter mengatakan Rhea pulih lebih cepat dari dugaannya ,dan itu di karenakan Rhea menjalankan terapinya dengan sungguh-sungguh dan benar .
Setelah terungkapnya hubungan terlarang Irvan , pemuda itu tak pernah lagi menampakkan batang hidungnya di Rumah Sakit , mungkin dia benar-benar takut akan ancaman Andra jika dirinya masih terlihat di dekat Rhea .
Berulang kali Irvan menghubungi Rhea , namun tak pernah sekalipun Rhea menjawab panggilan itu , Rhea merasa sangat benci , sudah di bohongi oleh mantan kekasihnya entah sejak kapan , yang pasti Rhea tidak akan pernah memberikan maaf untuk pemuda itu atau bahkan memberinya kesempatan lagi untuk mendekatinya.
Beberapa hari yang lalu teman-teman Rhea dari kelas menari datang menjenguknya , mereka menyayangkan dengan insiden yang menimpa Rhea , mereka berharap Rhea segera pulih sebelum jadwal lomba menari berlangsung , karena Rhea salah satu maskot yang mereka banggakan , mereka berharap banyak kepada Rhea .
Hari ini Chakim tidak lagi menunggu Rhea di rumah sakit , karena beberapa hari kemaren Chakim selalu menunggu dan menjaga Rhea di rumah sakit , kini Chakim berada di dalam pesawat sedang dalam perjalanan menuju ketempat tugasnya . Beberapa hari yang lalu dia mendapat tugas dari atasannya bahwa dia di tugaskan di daerah Yogyakarta untuk menggantikan tugas salah satu rekannya yang mengambil cuti beberapa hari .
Rhea baru saja keluar dari kamar mandi , di tatapnya seluruh ruangan , mengabsen setiap jengkal sudut ruangan , ada yang kurang ada yang kosong dalam ruangan tersebut , tapi entah apa Rhea sendiri tak mengetahuinya , menghela nafas sambil berjalan ke arah kursi dekat jendela , di tatapnya deretan mobil yang berjajar rapi di bawah gedung rumah sakit ,sepi banget , gumamnya pelan di sela helaan nafasnya .
..Rhea beralih ke meja di samping brangkar , mengambil hndphone yang tergelatak di sana , mengetikkan sesuatu di aplikasi hijau yang bergambar televon ,menghela nafas kembali saat pesannya hanya ceklis satu , masih belum sampai ya ? , gumamnya pelan . Berjalan dengan masih perhatian pada televon genggamnya berkutat dengan media sosialnya menggeser - geser layar pipih itu , melirik ke arah kursi , berjalan pelan masih dengan berkutat handphonenya pandangannya teralihkan saat pintu ruangan terbuka dan menyembul kepala sesorang , Rhea tersenyum lebar saat melihat siapa yang datang , berjalan cepat menghampiri orang tersebut .
"hei hei hati - hati , kamu bisa jatoh"
Teriak orang tersebut saat dengan semangatnya Rhea berjalan cepat kearahnya .
" yang sakit itu tanganku ya kak bukan kakiku " . dengus Rhea memberi alasan
" tapi harus tetap hati-hati jika tidak mau kakimu ikut cedera dan tidak bisa berjalan nantinya " . peringat orang tersebut , Rhea menyebikkan bibirnya imut .
" lama banget sih sampainya kak " .
" tadi motor gue ngambek Rhe nggak mau jalan dia "
" gak ada bensin kali " . yang di ejek mendengus tidak suka . Melihat hal itu Rhea tersenyum kearah orang tersebut .
cklek ...Pintu terbuka dan ternyata itu Andra . " loh udah di sini aj loe Rem ?".
hemmm
" udah lama ?".
" baru aja sampai , nih adek loe tetep nyebelin ya meski sakit gini " .
Andra tertawa mendengar ucapan temannya . Sedangkan Rhea menyebikkan bibirkan saja.
" oh ya ndra , kata loe Shanti kerja di sini ya ?" tanya teman Andra .
" iya ". jawab singkat Andra yang duduk di kursi dengan memainkan phonselnya .
" berarti yang rawat loe ya And ?" . kali ini dia bertanya pada Andrhea , Rhea mengangguk .
" waaah berarti bakal ketemu dong di sini entar " teriaknya girang ." kak Remon kesini tuh mau jengukin aku apa mau ketemu gebetan kakak sih " . protes Rhea , yang sejak tadi tidak di tanyai kabar oleh Remon , teman sekaligus sahabat Andra , Remon bukanlah seorang dokter , dia pengusaha muda dengan bisnis beberapa cafe di beberapa tempat , cafenya tidak begitu besar , namun dia memiliki beberapa cabang di kotanya .
Remon sudah berteman baik bahkan bersahabat dengan Andra sejak di bangku sekolah dasar dulu , mereka selalu bersama-sama hingga ke jenjang pendidikan tertinggi , meski beda cita-cita dan profesi mereka masih menjalin persahabatan mereka dengan sangat baik , Remon sendiri menganggap Rhea sebagai adiknya sendiri , dia memiliki seorang adik namun dia lelaki , Remon menggap Rhea sebagai adik perempuannya .
Dan kebetulan Remon juga mengenal dokter Shanti , teman seprofesi Andra yang kebetulan juga sebagai dokter yang merawat Rhea . Remon mengenal dokter Shanti ,mereka pernah bertemu beberapa kali .
Lama di rumah sakit Remon tak kunjung bertemu dokter Shanti , dari tadi hanya seorang asisten dokter dan perawat saja yang datang untuk melihat keadaan Rhea , sedang Andra sudah tertidur dari tadi dan tidak mau ambil pusing dengan tingkah sahabatnya yang uring-uringan karena menunggu seseorang namun orang tersebut tak kunjung terlihat batang hidungnya , sedangkan Rhea dia tertawa senang melihat Remon yang uring-uringan seperti ini , dia seperti mendapat hiburan gratis di saat hatinya gundah tak menentu .
Di saat semua tenggelam dengan aktifitas masing-masing , suara deringan phonsel Rhea yang begitu nyaring berhasil membuat Andra kesal , karena phonsel itu terus saja berdering dan si pemilik tak kunjung menjawab deringan phonselnya .
Karena penasaran , Andra pun melihat siapa pengganggu yang terus saja menghubungi Rhea . Mata Andra mengelilingi ruangan , dia tak melihat sosok Rhea di dalam sana , hal itu dia manfaatkan untuk mengambil phonsel Rhea dan melihat siapa yang berulang kali menghubungi Rhea .
Seketika Andra mendengus kesal melihat nama id yang tertera di phonsel Rhea , namun Andra juga tak menjawab panggilan tersebut ketika phonsel itu berdering kembali .
Ketika phonsel itu sudah tidak berdering kembali , Andra mencari-cari sesuatu di galeri phonselnya Rhea , dia mencari sesuatu yang menarik dan akan dia expose di story media sosial Rhea .
Ketika Andra menemukan apa yang dia cari , dengan segera dia mengaploed beberapa foto ke media sosial Rhea , setelah melakukan itu Andra dengan segera mengembalikan phonsel Rhea kembali pada tempatnya .
...****************...
Banyak pesan dari teman dan kawan-kawan Rhea , mereka menanyakan siapa orang yang ada di postingannya , Rhea begitu heran , dia merasa tidak pernah membuat story di media sosialnya , tapi kenapa teman-temannya mengetahui tentang Remon .
" *mereka semua tahu dari mana sih tentang kak Remon* ? " . gumam Rhea dalam hati .
Rhea melihat sosial media akun Remon Elizer , namun Rhea tidak menemukan apa-apa , Rhea masih belum menyadari dengan apa yang sebenarnya terjadi .
Nadyra ". gila ganteng banget keren lagi , siapa sih Rhe ? cowok baru ya ? ".
pesan whatsapp dari sahabatnya.
Rhea membolakkan matanya ketika melihat foto yang dikirim oleh sahabatnya itu .
Dengan segera Rhea melihat story media sosialnya , betapa terkejutnya dia , saat di story nya dia mengunggah beberapa foto dirinya dengan Remon dengan berbagai gaya , tidak sedikit yang mengomentarinya di kolom komentar , tapi Rhea tak perduli dengan hal itu . Rhea bertanya-tanya dan merasa bingung siapa yang sudah membobol akun media sosialnya dan menyebarkan hoax seperti ini . Sungguh Rhea begitu sangat malu ,bukan malu karena wajah Remon atau apapun , Rhea malu kalau sampai ketahuan dia bersimpatik pada Remon dan khawatir orang yang bersangkutan menjadi salah paham padanya .
Di lihatnya waktu pemasangan story , " ini baru beberapa jam yang lalu , tapi kira-kira siapa sih yang tega banget sama gue " . Rhea frustasi sendiri , dengan segera dia menghapus semua foto yang ada di story media sosialnya ," semoga aja kak Remon gak lihat story sialan ini " , gumamya dalam hati .