Chakim & Andrhea

Chakim & Andrhea
Kediaman keluarga Amiru



Bagai terhantam ombak samudra , hati Remon remuk , hancur dan sakit saat mendengar pengakuan Andra . Dia ingin sekali menghajar orang yang duduk di hadapannya dengan tanpa merasa bersalah .


Di tatapnya tajam Andra seolah matanya mengeluarkan laser yang mampu memotong apa saja yang ada di hadapannya.


Namun lagi-lagi Andra tak perduli dengan tatapan membunuh Remon , Andra sama sekali tidak terganggu dengan tatapan sahabatnya itu , dia memainkan handphonenya kembali hal itu membuat Remon semakin naik pitam .


Dengan reflek Remon mencengkeram kemeja yang di pakai Andra , sontak saja Andra terkejut dengan sikap Remon yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya , " penghianat " .


Bugh ....bugh


Ujar Remon dengan kepalan tangan yang sudah mendarat dengan sempurna di pipi dan perut Andra , Andra yang tidak siap dengan serangan tiba-tiba dari Remon langsung saja jatuh tersungkur menghantam meja di hadapannya .


Dokter Shanti dan Rhea membulatkan mata lebar-lebar , mereka terkejut saat melihat Andra yang sudah tepar di lantai . Mereka berteriak histeris memanggil nama Andra .Remon masih tersulut emosi , dia kembali memegang kerah kemeja Andra , Remon hampir saja mendaratkan bogemannya di pipi Andra , namun dengan cepat Shanti menghentikannya .


" Remon cukup hentikan " , pinta Shanti dengan memegang kuat-kuat lengan Remon , melihat Remon yang masih terlihat sangat marah , Rhea dengan segera turun dari brangkar dan menghampiri Andra .


" Kak Remon udah , ada apasih ini kak ? Tolong jangan kayak gini " , teriak Rhea di samping tubuh kakaknya yang setengah bangun sambil memegangi pipinya yang baru saja di hantam kepalan tangan Remon .


" Dasar penghianat" , teriak Remon lagi dengan kembali ingin berusaha menghajar Andra , namun Andra dengan bantuan Rhea segera menggeser tubuhnya mundur kebelakang .


Ssssssst aaaaaaaaaaaaaaah


Rintih Rhea tiba-tiba kesakitan dengan memegangi bahunya yang cedera , seketika mereka semua memandang ke arahnya .


" Andrhea". Teriak Andra


..


..


..


Remon dan Andra berada di depan ruangan khusus ortopedi , Shanti kembali meronsen luka cedera Rhea dengan segera setelah kejadian yang menimpanya .


Remon berdiri dengan gusar , dengan sesekali melirik Andra yang duduk di bangku tunggu dengan memegangi pipinya yang terasa ngilu .


" Bisa-bisanya dia santai saja seperti itu " ,gumam Remon pelan namun masih bisa di dengar jelas oleh Andra . Namun Andra tidak ambil pusing dengan ucapan Remon , dia memilih mengelus - elus pipinya yang memar .


ckleek


Shanti keluar dari ruangan dengan beberapa dokter lainnya , Remon dan juga Andra segera mendekat dan bertanya bagaimana kabar Rhea .


Menghela nafasnya kasar sebelum Shanti memberi tahu keadaan Rhea , hal itu justru membuat Andra dan Remon semakin was-was.


" tulangnya kembali bergeser , sepertinya akan membutuhkan waktu sedikit lama untuk pulih kembali , karena retakan pada tulangnya yang belum pulih kembali terbentur , dan mengakibatkan retakan itu semakin melebar " , jelas Shanti .


" aaaaach sial ", . geram Remon dengan meninju udara .


Sedang Andra diam penuh arti membuat Shanti sedikit melipat alisnya , " ada sebenarnya dengan Andra ", gumamnya dalam hati .


" boleh gue masuk Shan ? ". tanya Andra


Shanti menganggukkan kepalanya , dengan segera Andra masuk kedalam ruangan melihat kondisi adiknya .


" kamu nggak masuk sekalian ? " . tanya Shanti pada Remon .


" nanti aja ", . jawab Remon singkat dengan memalingkan pandangannya dari Shanti kemudian pergi meninggalkan Shanti yang berdiri bingung melihat kedua sahabat itu .


" ada apasih sama mereka "?, tanya Shanti pada dirinya sendiri.


..


..


..


Dengan terpaksa Shanti memberi izin , asal Rhea mau datang ke rumah sakit saat waktunya kontrol dan terapi .


Dan akhirnya Rhea hari ini bisa pulang ke rumahnya , dengan air muka yang sedih bercampur aduk dengan kecewa karena di pastikan dia tidak dapat mengikuti kontest menari yang akan berlangsung lusa .


Rumah mewah dengan dua lantai dengan tiang-tiang yang kokoh bercat serba putih sudah nampak dari beberapa blok rumah , Keluarga Amiru adalah salah satu keluarga yang cukup terpandang .


Gerbang besi yang kokoh nan indah dengan ukiran bunga-bunga telah terbuka lebar saat mobil yang di tumpangi Rhea dan di supiri sendiri oleh Andra akan memasuki halaman rumah .


Bunda Anjani yang mendapat kabar bahwa putrinya akan pulang hari ini langsung saja memerintahkan mbak-mbak yang bekerja di sana untuk membersihkan kamar Rhea . Dan sekarang bunda Anjani tengah berdiri di teras menyambut kedatangan Rhea dengan cemas .



Salah seorang penjaga dengan berseragam pakaian serba hitam membukakan pintu mobil dengan segera saat mobil sudah berhenti di depan teras .



Rhea keluar dari dalam mobil dengan di bantu Mbak Ida yang juga sudah siap menyambut Rhea sejak tadi , Mbak Ida adalah perawat Rhea sejak kecil hingga sekarang , apa yang di butuhkan Rhea akan di siapkan oleh Mbak Ida , Mbak Ida sudah seperti kakak perempuan Rhea , Rhea tidak pernah menganggap Mbak Ida itu seorang pembantu , Rhea sudah sangat dekat dengan Mbak Ida , tidak akan sungkan-sungkan Rhea bercerita , bermanja-manja dan curhat dengan Mbak Ida .



Mbak Ida sendiri sudah sangat menyayangi Rhea seperti putrinya sendiri , mbak Ida sendiri sudah menikah dan memiliki putra yang masih kecil dan masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar .



Mbak Ida akan pulang kerumahnya setiap akhir pekan .


" pelan-pelan", tutur mbak Ida membantu Rhea keluar dari mobil .


" makasih mbak " , jawab Rhea.


Rhea berjalan ke arah bundanya yang sudah menunggunya, di peluknya putrinya yang beberapa hari ini jarang ia temui .


Andra melemparkan kunci mobil pada penjaga yang membukakan pintu mobil untuk Rhea tadi .


" tolong ya pak " , .pintanya , penjaga tersebut menerima dengan sigap kunci dari Andra dan memarkirkan mobilnya pada bagasi rumah .


" akhirnya". teriak Andra dengan merentangkan kedua tangannya , sambil menghirup udara sore yang sedikit mendung .


Bunda Anjani menggelengkan kepala melihat tingkah putranya itu .


" mbak Ida tolong bantu dan temani Rhea ke dalam kamarnya ya " , pinta bunda Anjani pada mbak Ida .


" baik bu " , jawab mbak Ida , dengan perhatian dan penuh kehati-hatian mbak Ida menuntun Rhea berjalan kedalam rumah di ikuti bunda Anjani dan Andra .


" mbak Ida tolong buatin aku jus alpukat ya , aku mau mandi dulu " , pinta Rhea dengan nada manja .


" siap , mau makan sekalian enggak ? " . tanya mbak Ida .


" enggak usah mbak , nanti temenin aku aja cerita ya mbak , lagi bete nih " , ucap Rhea .


" mbak Ida mah selalu siap neng , mbak bikinin dulu ya jus alpukatnya " .


Setelah itu mbak Ida bergegas membuatkan jus alpukat untuk Rhea , dan Rhea menyegarkan tubuhnya di dalam kamar mandi .