Chakim & Andrhea

Chakim & Andrhea
Tersakiti



Rhea duduk di depan cermin masih dengan memakai baju mandinya , dengan handuk kecil di kepalanya , menunggu mbak Ida yang mengambil alat pengering rambut .


Menikmati jus alpukat yang di buatkan mbak Ida barusan .


Menautkan alisnya saat merasa ada yang berbeda dengan jus alpukatnya .


Mbak Ida kembali dengan membawa alat pengering rambut di tangannya , dia mulai menggerai rambut Rhea yang basah dan memulai pekerjaannya .


" mbak jusnya di kasih susu ya ?". tanya Rhea sambil melihat pantulan wajah mbak ida di cermin .


" susu baik untuk perbaikan tulang yang retak neng , biar cepet pulih ". jelas mbak Ida .


" tapi aku enggak suka mbak , amis ". protes Rhea .


Mbak Ida tersenyum menanggapi Rhea , tiba-tiba saja dia teringat pada putrinya yang juga tidak terlalu menyukai susu , terselip perasaan rindu di hatinya .


" aah semoga kau bersekolah dengan baik hari ini , mama merindukanmu nak , sangat ". gumam mbak Ida dalam hatinya .


Rhea melihat perubahan wajah mbak Ida yang tiba-tiba sendu , pasti inget putrinya ", gumam Rhea dalam hati .


" mbak kenapa enggak di ajak kesini aja sih anaknya , kan kamar disini banyak , mbak enggak usah enggak enak gitu bawa anak embak kesini , nanti aku bakal seneng banget loh mbak karena punya temen ", ujar Rhea tiba-tiba .


Mbak Ida terheyak dari lamunannya , salah tingkah saat di tatap Rhea dari pantulan cermin . Menarik nafas perlahan sebelum menjawab pertanyaan Rhea .


" dia enggak mau neng , katanya kasihan sama neneknya , kalau di tinggal sendirian ", jawab mbak Ida jujur .


" ya di ajak sekalian neneknya tinggal disini mbak ". ucap enteng Rhea .


" tidak bisa neng , ibu enggak mau nyusahin bunda sama keluarga Eneng , keluarga eneng udah banyak bantuin mbak Ida " .


Rhea mengehala nafasnya kasar , percuma juga dia membujuk mbak Ida jika sudah keras kepala membawa nama ibu nya .


" mbak pernah patah enggak ?". tanya Rhea mengalihkan topik pembicaraan .


" kenapa neng , emang neng lagi patah hati ", tanya balik mbak Ida .


" mbak , aku baru putus sama Irvan ". jelas Rhea dengan nada sedih .


" kog bisa sih neng , emang apa masalahnya bisa sampai putus gitu ".


" Irvan selingkuhin aku mbak , dia ngecewain aku mbak ". dengan nada sedih


Mbak Ida sudah selesai mengeringkan rambut Rhea . Menyisir rambut Rhea dengan penuh sayang , mbak Ida teringat kembali pada putrinya .



Rhea menautkan alisnya saat mbak Ida tidak menanggapinya . Rhea melihat mbak Ida yang tiba-tiba murung , Rhea menghela nafas kasar kemudian tiba-tiba berdiri , membiarkan tangan mbak Ida menggantung di udara dengan wajah terkejut .


" eh , tapikan neng " . ucap mbak Ida menggantung .


" aku mau tidur dulu mbak ". jawab Rhea dari balik selimut tebalnya .


" apa aku salah bicara ya " . gumam mbak Ida dalam hati dengan terpaksa meninggalkan kamar Rhea .


Saat makan malam Rhea tidak keluar dari kamarnya apalagi turun kemeja makan untuk makan malam bersama keluarganya . Bundanya sedikit khawatir , sejak pulang dari rumah sakit Rhea terlihat banyak diam .



Bunda Anjani menyiapkan makan malam Rhea pada nampan dan akan membawanya ke kamar Rhea .



Dengan perlahan bunda Anjani menaipaki anak tangga dengan membawa nampan , sebelum sampai di hujung tangga bunda Anjani melihat Rhea berdiri di sana dan bersiap akan turun kebawah .


" bunda mau kemana ?". tanya Rhea .


" ini maksudnya bunda tadi mau bawain makanan ke kamar kamu , eh nggak taunya kamu udah keluar dari kamar " . jawab bunda Anjani.


" kan Rhea enggak minta bund " . ucap Rhea dengan berjalan menuruni anak tangga mendahului bundanya .


emmmm iya ya , kenapa enggak nanya dulu tadi , gumam bunda Anjani pelan .



Makan malam hari ini hening sekali , biasanya Rhea yang menjadi cerewet jika ada kakaknya di rumah , dan sering terjadi pertengkaran kecil , tapi kali ini Rhea hanya diam dan fokus pada nasi di depannya.



Kedua orang tua Rhea saling pandang , saling bertanya melalui pandangan namun saling mengangkat bahu menjawab pertanyaan tanpa kata .



Kedua orang tua Rhea memang belum mengetahui perihal putusnya Rhea dengan Irvan , Andra maupun Rhea tidak ada yang membahas kejadian itu kepada siapapun .



Andra yang melihat perubahan sikap adiknya menjadi merasa kasihan , Andra tahu kalau adiknya sedang tidak baik-baik saja , namun mau bagaimana lagi memang sebaiknya segera mengetahui keburukan sifat kekasihnya itu .



Rhea merasa tersakiti bertubi-tubi dengan sikap Irvan selama ini yang sudah bermain api di belakang hubungan mereka .