Chakim & Andrhea

Chakim & Andrhea
Pulang ke Rumah



Setelah sampai di rumah bibi Yuan , teman-teman Rhea tidak langsung pulang , mereka masih bermain-main di dalam kamar Rhea . Bibi yuan yang tadinya khawatir dengan kondisi Rhea kini merasa lega setelah ada teman-temannya yang menemani Rhea.



" gila rhe , kamar kamu luas banget ". kata Aldita dengan takjub. Kamar Rhea di rumah bibinya memang sangat luas , di dalamnya terdapat kamar mandi pribadi yang bersebelahan dengan ruang ganti baju , dan ruang tamu mini dengan meja persegi panjang ukuran normal dan dua kursi panjang yang empuk dan nyaman .



" ini sih kalo di rumah aku jadi ruang tamunya rhe ". tambah Aldita membandingkan kamar Rhea yang luasnya sama dengan ruang tamu di rumahnya , Rhea yang mendengar itu tersenyum dan menatap teman-temannya dengan penuh syukur.



Rhea bisa hidup di dalam keluarga yang berkucukupan , sedang teman-temannya meski mereka juga termasuk berkecukupan namun nyatanya mereka masih jauh di bawahnya . Namun hal itu tak membuat Rhea berbangga diri dan sombong , rhea sendiri lebih suka bergaul dengan orang-orang yang tidak pernah memandang harta dan fisik.



Menurut Rhea teman-temannya itu lebih tulus dalam berteman dari pada memanfaatkan seperti temannya yang dulu.



" kalian bisa main kesini kapan aja kok ". Rhea mengakrabkan dirinya dengan teman-teman barunya , menawarkan untuk berkunjung sesuka hati mereka agar supaya mereka semakin dekat.



" yang bener rhe? " . tanya kompak teman-teman Rhea. Mereka sedikit tidak percaya jika Rhea akan begitu mudahnya mempercayai mereka dan mau mengakrabkan dirinya pada mereka , hingga membiarkan mereka berkunjung kerumah mewahnya setiap saat , jika di lihat dari status sosial jelas mereka jauh di bawah Rhea , dan mereka berfikir jika Rhea orang yang mau berteman dengan setrata sosial yang sepadan.



" iya serius , kalau mau kalian juga boleh kok nginep di sini , nanti kita berlima tidur rame-rame di kamar ini , pasti seru ". Kehidupan Rhea yang sebelumnya tidak pernah mempunyai teman dekat ataupun sahabat.



Hidup di kota besar kebanyakan dari mereka adalah persaingan tidak ada murni persahabatan seperti yang dia harapkan.



Pernah suatu waktu Rhea percaya pada salah seorang temannya mereka akrab di sekolah maupun di luar sekolah namun pertemanan mereka berakhir karena Rhea menyadari bahwa temannya itu hanya memanfaatkan status ayah Rhea untuk melancarkan usaha dari ayah temannya itu .



Tentu saja itu membuat Rhea sakit hati , di tambah dengan penghianatan yang sudah di lakukan Irvan padanya , membuat Rhea semakin enggan untuk menjalin pertemanan dan persahabatan yang serius meski Rhea adalah anak yang humble dan mudah bergaul pada siapa saja.



" Rhea makasih loh kamu baik banget sama kami rhe , lain waktu kita ngumpul bareng-bareng di sini , atau enggak pas weekend gimana ? ". ayu yang awalnya terharu dengan kebaikan Rhea jadi ikut senang saat Rhea menawarkan untuk menginap di rumah bibinya.



" wah ide bagus tuh ". kompak teman yang lainnya.



Mereka semua tampak senang bercerita ini dan itu , saling curhat mengeluarkan unek-unek yang mereka rasa menyesakkan , bercerita hal-hal yang tidak masuk akal hingga menimbulkan suara kegaduhan dari dalam kamar.



" hey para ladies , seru sekali kalian " . bibi yuan yang penasaran dengan suara berisik dari dalam kamar Rhea akhirnya masuk tanpa permisi dan bergabung dengan para gadis itu.



" bibi , berisik ya bi ? maaf ya bi ". Rhea yang tak enak hati karena membuat kegaduhan di rumah bibinya , padahal bibi yuan sangat senang, karena rumahnya terasa hidup saat terdengar suara gelak tawa memenuhi setiap ruangan yang ada di rumahnya .



" kenapa sungkan begitu sayang , bibi itu seneng banget , akhirnya rumah bibi terasa hidup kalau ada kalian ".




Salah seorang pelayan datang , memberi tahu bibi yuan jika ada panggilan telfon dari kakaknya yang tak lain adalah ayah Amir , buru-buru bibi yuan meninggalkan para gadis dan menerima panggilan telfon dari ayah Amir .



" kalian tunggu di sini ya , aku mau bicara sama ayah aku bentar ". Rhea mengikuti bibi yuan yang berjalan tergesa ke lantai bawah untuk menerima telfon dari ayah Amir.



" ya kak , Andrhea sudah pulang kok tadi sore , dia baik-baik aja ".



Meyakinkan ayah Amir jika keponakannya itu baik-baik saja , tentu saja baik-baik saja karena aku merawatnya dengan baik , kurang lebih seperti itulah yang di katakan bibi yuan.



Rhea memberikan dua jempol untuk bibinya , agar ayahnya tak lagi khawatir dengan kondisinya .



" kak sepertinya ada yang kangen sama kakak ". Tak mau berbicara banyak dengan kakaknya karena Rhea sudah menunggunya sedari tadi dan tak sabar ingin menyapa ayahnya . bibi yuan menyerahkan gagang telfon kepada Rhea dan duduk di samping Rhea .



" yah " . Rhea bukan anak cengeng , tapi entah menyapa ayahnya sendiri kini dia sudah berdereaian air mata.



" ya sayang , bagaimana kondisi kamu? ". terdengar nada khawatir di sana .



" Rhea baik kok yah , ayah sama bunda gimana ? baikkan ?" . Meski tangisannya tidak mengganggunya namun ayah Amir tahu jika putrinya itu sedang menangis .



" ayah sama bunda baik-baik saja sayang , kamu jangan sedih ayah selalu jaga bunda kamu dengan baik kok nak " .



" yah weekend besok Andrhea boleh pulang ? rhe kangen bunda sama ayah " .



" nanti biar kakak kamu yang atur ya , sekarang kamu istirahat serahkan telfonnya sama bibi kamu ayah mau bicara ".



" iya yah ".


Rhea mengembalikan gagang telfon kepada bibinya , dan kembali naik keatas dan masuk ke dalam kamar.


Rhea menatap satu persatu temannya , yang di tatap merasa bingung dan aneh dengan tatapan Rhea . Hingga ucapan Rhea mengejutkan mereka yang akan mengajak mereka berkunjung kerumahnya di ibukota.



teman-temannya mengira Rhea hanya bercanda , permintaan Rhea yang memohon mohon agar mereka mau ikut dengannya akhirnya mereka memutuskan untuk ikut Rhea besok .



Rhea meminta kakaknya untuk menjemputnya pagi-pagi , dan Rhea akan mengajak beberapa teman-temannya . Setelah Andra mengiyakan permintaan adiknya , Rhea meminta sopir bibi yuan untuk mengantar teman-temannya pulang kerumah masing-masing .