Chakim & Andrhea

Chakim & Andrhea
Kebusukan Cinta 3 Tahun



Sudah tiga hari Andrhea dan Irvan di rawat di Rumah Sakit dengan satu ruangan , semenjak kedatangan kedua orang tua Irvan dengan gadis yang entah siapa , Andrhea banyak diam dan gadis itu sudah dua kali menjenguk Irvan , tatapan gadis itupun sangat tidak menyukai Andrhea setiap kali gadis itu ke Rumah Sakit, namun Andrhea masih terdiam dan enggan bertanya pada Irvan , meski begitu Irvan pun tak memberi sedikit saja penjelasan kepada Andrhea mengenai gadis yang menjenguknya di Rumah Sakit .



Hari ini Irvan sudah di izinkan pulang terlebih dahulu , karena memang lukanya tak seberapa , hanya luka gores dan lebam dan tidak ada luka yang serius , sedangkan Andrhea dia harus masih banyak menjalani pemeriksaan karena bahunya yang retak .



" aku pulang duluan ya Rhe , nanti aku akan sering kesini jenguk kamu , kamu gak usah mikir macem-macem , banyak istirahat biar cepet sembuh ". tutur Irvan panjang lebar saat berpamitan dengan Rhea .



Irvan pulang di antar oleh Chakim , karena Chakim juga merasa bahwa ini tanggung jawabnya , dan sudah tiga hari pula Rhea dan Chakim berkenalan , awalnya Rhea marah dengan Chakim , karena salahnya juga yang mengakibatkan tanganya cedera dan harus di rawat dan melewatkan jadwal latihanya .



Andrhea menghela nafas ketika rombongan keluarga Irvan keluar dari ruangan , Andrhea menyandarkan kepalanya dan menengadah ke atas , melihat ubin Rumah Sakit meraba bahunya yang sakit , rasa ngilu masih menjalar tatkala dia menyentuh bahunya . Menghela nafas kasar kembali, melihat jendela kaca yang berembun , ternyata di luar tengah hujan , meski tidak deras namun hawa dingin mulai terasa , memandang jauh di antara rintik hujan dan mengingat kembali percakapan orang tua Irvan dan gadis yang datang bersama mereka .



" Tante , nanti kalau udah sembuh Irvan pindah sekolah aja ya tante, satu sekolahan sama Nita " . ucap Anita dengan antusias .



" kita lahat saja nanti ya nak , Irvannya setuju apa nggak dia pindah ? kalau Irvan setuju nanti biar papanya Irvan siapin semuanya " . jawab ibunya Irvan ramah .



" kamu mau kan Van pindah sekolah satu sekolahan sama aku ?" . tanya Anita dengan bergelayut manja di lengan Irvan .



" hemmm " . jawab Irvan .


Andrhea memejamkan matanya , memaknai setiap kata dari percakapan mereka , bertanya-tanya pada batinnya , siapa gadis itu yang bernama Anita ? apa hubungannya Anita dengan Irvan ? lalu kenapa keluarganya Irvan terlihat sangat dekat dengannya , apa mereka tidak tahu kalau aku ini kekasihnya Irvan , begitulah protes batin dalam fikiran Andrhea .


Tentu saja orang tua Irvan tidak mengetahui Andrhea adalah kekasih Irvan , yang mereka tahu Andrhea adalah sahabat putranya sejak kecil .



Andrhea merasa bodoh , bodoh sekali , dia merutuki kebodohannya , Andrhea berfikir dirinya telah tertipu oleh Irvan , kini dia sedikit menyadari bahwa dia hanya di manfaatkan oleh Irvan. Andrhea menolak percaya , tapi dia juga tidak bisa percaya dengan penglihatannya begitu saja , dia butuh penjelasan langsung dari Irvan .



Andrhea duduk tegap , menghirup udara dalam-dalam dan menghembuskanya perlahan , dia lakukan berulang-ulang , hingga pintu ruangan terbuka dia mengehntikan aktifitasnya .



" kamu kenapa dek ? sesek nafas ? " .Tanya Andra dengan nada mengejek , sayangnya Andrhea sedang tidak ingin bercanda , dia hanya diam mendengar celotehan kakaknya .



" dek , kenapa sih tumben diem aja ? masa baru di tinggal setengah jam udah kangen ? " .


Andrhea masih tak bergeming .


Ucap Andra panjang lebar , namun Andrhea tak sekecappun menanggapi ucapan kakaknya . Membuat Andra frustasi sendiri .


" kenapa sih dek , cerita dong sama abang , mau Abang suntik ?" . Tanya Andra masih dengan candaannya .


" Kak bisa tolongin Rhea nggak ?". tanya Andrhea tiba-tiba.


"bisa adekku sayang , kamu mau apa biar kakak ambilin " .


Andrhea terlihat ragu-ragu mengatakannya kepada kakaknya , beberapa kali dia menghela nafas kecil , melirik kakaknya yang sedang menanti perkataannya selanjutnya .


" kak tolong bantuin Andrhea selidiki Irvan " . pinta Andrhea.


Andra masih diam dengan mengangkat sebelah alisnya , merasa aneh dengan sikap dan permintaan adiknya itu .


Andrhea mengerti jika kakaknya itu tidak memahami permintaan dan maksud Andrhea , maka dengan terpaksa Andrhea menceritakan semua nya kepada kakaknya . Mulai dari kedatangan orang tua Irvan dan Anita , percakapan mereka , dan sikap kedua orang tua Irvan yang tak merespon keberadaannya , dan sikap diam Irvan saat ada Anita dan di ruangan , dan Irvan yg tidak memberikan penjelasan sedikitpun padanya , tentang semuanya Andrhea ceritakan .



Setelah mendengar cerita adiknya , dengan segera Andra mencari tahu tentang siapa Anita itu dan apa hubungannya dengan kekasih adiknya . Tak butuh waktu lama bagi Andra untuk mengumpulkan informasi sereceh itu , Andra orang yang humble , temanya banyak , sosialitas pertemanannya luas dari semua kalangan jenis.



Andra meminta bantuan salah satu temanya yang bekerja di bidang IT , dengan menyebut nama lengkap sasarannya , maka semua data yang dia cari akan muncul di depannya .



Dalam waktu kurang lebih dua jam , Yusril , teman Andra sudah mendapat informasi tentang keluarga Irvan dan keluarga Anita , serta apa hubungan keduanya , setelah mendapat yang di rasa cukup kuat tentang Irvan dan Anita , Yusril menghubungi Andra , dan mengirimkan beberapa bukti hubungan Irvan dan Anita .



Dengan menopang dagu , Andra menggepalkan kedua tangannya , mengeratkan genggaman tangannya saat melihat slide-slide foto Irvan dan Anita yang bermesraan . Kini dia gusar , menghela nafas kasar membanting punggungnya ke sandaran sofa yang dia duduki .



Menyibak rambutnya kebelakang dan menengadah ke atas dengan mata terpejam , berfikir dalam , bagaimana reaksi adiknya jika dia mengetahui semua ini, betapa hancurnya hati adiknya saat tahu dia telah di hianati oleh kekasihnya selama tiga tahun . Andra semakin marah pada dirinya sendiri , bagaimana dia bisa lengah begini menjaga adiknya .



Dia mengambil semua foto yang berserakan di atas meja , Andra memutuskan akan menunjukkanya pada Rhea. Andra yakin Rhea lebih kuat dari apa yang dia lihat , Rhea tidak serapuh itu , maka dengan yakin Andra akan menunjukkan pada Rhea meski nantinya akan terluka .



Andra berjalan dengan langkah lebar menuju ruangan Andrhea di rawat , dengan perasaan entahlah , Andra sendiri juga bingung bagaimana nanti dia menghadapi adiknya .



Menghela nafas berkali-kali di setiap langkahnya , berharap semua tidak seperti yang dia fikirkan. Andrhea gadis yang kuat, begitu terus gumamnya .



Tepat di depan pintu Andra berhenti sejenak , menghirup udara dalam-dalam sebelum dia masuk . Saat Andra musik ke dalam ternyata ruangan Andrhea kosong , dia mencari ke kamar mandi tapi juga kosong , Akhirnya Andra menghubungi temannya yang menangani Andrhea , dan ternyata Andrhea masih menjalani terapi di ruangan khusus , Andra memutuskan untuk menunggu sampai Andrhea selesai terapi .