Chakim & Andrhea

Chakim & Andrhea
Kecewa



Andra membeku di tempatnya berdiri kini , dia mengerjapkan matanya beberapa kali , dia berharap apa yang dilihatnya tidaklah nyata , namun semakin dia melekatkan pandangannya , seolah membenarkan semua rasa yang dia khawatirkan .



Andra merutuki kebodohan adiknya , bagaimana bisa kini Andra melihat Irvan berada di rumahnya dengan Rhea yang berada di dalam pelukannya .



Tak mau percaya , Andrapun mendekat , sayup-sayup di dengarnya Rhea menangis tersedu dalam pelukan Irvan , begitu juga dengan Irvan , dia menangis dengan suara yang sangat pilu dengan mengucap kata maaf berulang kali .



Andra tidak ingin adiknya terluka lebih dalam lagi , dia akan memisahkan mereka berdua bagaimanapun caranya .



Dengan amarah yang meluap-luap , Andra menarik Rhea dengan paksa dan kasar , hingga Rhea berjerit kesakitan , namun Andra seolah tuli akan jeritan Rhea , Andra menarik tangan Rhea dengan kuat dan menyeretnya masuk kedalam rumah .



Semua penghuni rumah seketika terkejut , namun juga tidak ada yang berani mencegah Andra yang sudah seperti kesetanan itu .



Suara jeritan Rhea yang memanggil-manggil namanya tak lagi di hiraukannya . Apalagi suara Irvan yang berusaha agar Andra menghentikan aksinya yang menarik tangan Rhea .



Dengan gerakan cepat Andra mendorong paksa Rhea masuk kedalam kamarnya dan menguncinya dari luar .



Bunda Anjani yang tidak tahu bagaimana kejadiannya begitu terkejut saat melihat Andra yang di penuhi dengan amarah , namun bunda Anjani tidak berani melakukan apa-apa karena melihat wajah Andra yang memerah dengan urat-urat wajahnya yang mengerat menahan amarah . Siapapun yang melihatnya pasti akan ketakutan .



Irvan yang berdiri tak jauh dari pintu kamar Rhea seketika membeku saat Andra berjalan kearahnya dengan seringaian yang menakutkan . Irvan berjalan mundur beberapa langkah saat Andra mulai mendekat , Irvan menjaga jarak jika saja nanti Andra tiba-tiba saja menyerangnya .



" Mulai detik ini jangan pernah menemui Andrhea ". Suara dingin Andra yang membuat nyali Irvan semakin menciut .


" Peringatan terakhir buat kamu , saya tidak ingin melihat kamu mendekati Andrhea , mengerti ". Sambungnya dengan gertakan .


Irvan mencerna setiap kata yang di ucapkan Andra , menelan ludahnya dengan tubuh gemetar , kemudian mengangguk patuh . Dengan gerakan tangan Andra mengusir Irvan agar segera pergi dari rumahnya . Irvanpun tanpa permisi dan pamit langsung begitu saja pergi dari kediaman Rhea .



Dengan rasa kecewa dan marah Irvan melangkahkan kakinya kembali kerumahnya yang masih satu komplek dengan kediaman Rhea , dengan sesekali melihat pintu rumah Rhea dengan sesekali menendang angin yang tak bersalah .



Rhea meraung-raung dari balik pintu , memohon agar kakaknya membukakan pintu .



Andra mencoba mengontrol emosinya sesaat , menarik nafas panjang dengan mata terpejam , dilakukannya berulang kali sebelum Andra masuk kedalam kamar Rhea .


.


.


.


Beberapa saat yang lalu .


Rhea berusaha mendorong Irvan menjauh dari kakinya , namun Rhea tidak mempunyai kekuatan mendorongnya dengan satu tangan .



" Rhe maafin aku , aku tau aku salah , aku bener - bener minta maaf rhe ". Racau Irfan memohon .



" Aku akan lakuin apapun itu demi kamu mau maafin aku rhe , aku berjanji " . Tambahnya , namun Rhea masih diam enggan mengatakan apapun .



" Rhe aku mohon , please katakan sesuatu ". Tambahnya lagi .


Rhea memegang pundak Irvan , hingga irvan menatap Rhea . Rhea membantu Irvan agar berdiri .


" Van , gue udah maafin loe , gue sakit gue hancur Van , tapi gue enggak bisa buat benci sama elo " . Ucap Rhea dengan sendu yang membut Irvan tersentak , Rhea sudah berbicara dengan sebutan elo gue itu menandakan bahwa Rhea tidak lagi menerima irvan sebagai sosok lelaki yang dia hargai di hatinya , itu membuat hati Irvan sedikit kecewa .



" Rhe ". Panggil irvan dengan lemah .


" Udah Van , gue cukup sadar diri dengan enggak buat loe tetep jadi cowok gue , gue sadar jika hubungan kita tuh enggak bisa di paksain" . Ucap Rhea ambigu .


" Maksud kamu apa rhe " . Tanya Irvan dengan menggenggam tangan Rhea .



" Maksud gue , jika loe udah enggak nyaman sama gue , elo udah enggak cinta sama gue , gue gak bakal maksa loe biar loe selalu di sisi gue , gue tahu loe udah bosen sama gue " . Ungkap rhea dengan nada lemah .



" Bukan kayak gitu rhe , aku sayang sama kamu , aku tulus sama kamu , please jangan kayak gini , aku cuma khilaf rhe " . Jelas Irvan , namun itu justru membuat Rhea jengah .


" Maaf Van , gue cuma mau berteman aja sama loe untuk sekarang maupun kedepannya , gue enggak mau perasaan gue ke elo semakin dalam dan gue semakin sakit nantinya , jadi biar kita temenan aja ya ". Pinta Rhea panjang lebar . Irvan menggelengkan kepalanya lemah , dia tidak bisa berpisah dengan Rhea , kini dia baru sadar , jika dia sudah terlalu jahat sudah membagi perasaan cinta Rhea yang tulus untuknya kepada gadis lain , mendapat maaf dari Rhea saja sudah sangat beruntung , Irvan tidak akan lagi meminta lebih , maaf darinya saja sudah bagus .


" Aku benar-benar minta maaf rhe , udah ingkari semua janji kita dulu , aku juga makasih kamu udah mau maafin aku ". Ucap Irvan masih dengan menggenggam tangan Rhea .


" Sebaiknya begitu Van , gue enggak mau kita selalu bermusuhan , gue cuma mau kita temenan biasa , gue harap loe ngerti maksud gue " . Lirih Rhea dengan sendu .


Irvan mengangguk , mengeratkan genggaman tangannya , disini memang dia yang salah , dia akan menerima semua keputusan yang sudah di ambil Rhea .


Masih baik Rhea mau berteman dengannya ,hati Rhea terlalu baik untuk Irvan si pendusta .



" rhe , jujur aku masih sangat sangat sangat sayang sama kamu , tapi aku terima semua keputusan kamu , di sini aku yang salah sepenuhnya " . Irvan



Mata Rhea memanas , tiba-tiba saja keluar bulir bening dari kedua matanya , Rhea memfleshback kembali kebersamaannya dengan Irvan , sangat di sayangkan jika mereka harus berpisah karena orang ketiga . Sungguh di luar fikiran Rhea , bahkan tak pernah sedikitpun terlintas di benaknya jika dia harus tersakiti seperti ini .



Rhea terisak , Irvan pun juga demikian , dia menyesal sangat sangat menyesalkan kelakuannya sendiri . Merasa hancur ketika melihat Rhea bersedih karena ulahnya , dia akan membayar mahal atas sikapnya itu dengan kepergian Rhea .



Irvan merengkuh tubuh Rhea dengan sayang , begitupun Rhea , mengeluarkan semua kesedihannya dalam pelukan Irvan .


" ini yang terakhir , setelah ini enggak ada lagi pelukan hangat yang selalu buat gue tenang dan nyaman " . batin Rhea .