
Rhea berlari keluar cafe , menghampiri kakaknya yang sedang bercanda dengan Remon di atas cup mobil. Andra yang melihat adiknya berlari keluar cafe merasa ada yang tidak beres , dia segera loncat dan turun dari mobil .
Rhea terengah-engah di depan kakaknya dan juga Remon yang membuat mereka berdua semakin khawatir ," rhe ada apa , kenapa lari-larian kayak gini ?". tanya Andra tidak sabaran .
" kak , temen gue hilang , enggak ada di dalem ". ucap Rhea tersengal-sengal nafasnya . " udah gue cari - cari kemana-mana tapi enggak ada ". tambah Rhea.
" siapa nama temen loe ?". tanya Remon .
" ayu sama Aldita kak ". jawab Rhea .
Remon dan Andra saling pandang , kemudian keduanya membantu Rhea mencari keberadaan Aldita dan ayu . Remon memasuki cafe , mengabaikan pandangan setiap anak yang menatapnya heran , Andra dan Rhea mencari di area luar cafe hingga ke belakang cafe .
Remon mencari Aldita dan ayu di kamar mandi , melihat tempat kejadian hilangnya Aldita dan ayu seperti yang di ceritakan Rhea . Namun kamar mandi kosong , Remon berjalan keluar namun dia bersimpangan dengan Mala , Mala yang mencari-cari Aldita dan ayu mengecek kembali kamar mandi dengan raut wajah sedih dengan memanggil-manggil nama Aldita dan ayu .
" kamu temennya Rhea ?". tanya Remon pada mala . " iya kak , kakak siapa ". jawab Mala sedikit ragu dengan Remon .
" gue kakaknya Rhea , ayok gue bantuin nyari temen loe ". ajak Remon pada mala . Mala mengikuti langkah Remon , mereka mencari di setiap ruangan yang ada di cafe tersebut , tapi masih dengan tenang , tanpa membuat panik ataupun gaduh pesta yang tengah berlangsung .
Andra dan Rhea mendengar sayup-sayup suara seseorang merintih meminta tolong , dengan segera Rhea dan Andra mencari sumber suara dari arah belakang cafe , Rhea terkejut saat melihat kedua temannya sudah dalan posisi kedua tangan terikat dengan kedua mata yang di tutup dengan kain seperti seorang tawanan .
Dan ada tiga orang lelaki memakai topeng yang sama di sana seperti seorang penjaga , ketiga lelaki itu seperti tau jika akan ada orang yang datang , mereka bertiga bersiap menyerang siapapun yang datang menolong Aldita dan Ayu .
" hey lepasin temen gue ". teriak Rhea geram .
Aldita dan Ayu yang mendengar suara Rhea berteriak meminta tolong pada Rhea .
Andra masih terdiam , melihat situasi , ada yang aneh di sini , kenapa para penjahat itu menyekap teman Rhea di tempat terbuka seperti ini , kalau mereka mencoba menculik Aldita dan Ayu , seharusnya mereka membawa tawanannya ketempat tersembunyi yang akan sulit di temukan oleh orang lain .
Ternyata Rhea juga berfikir sama seperti yang di fikirkan Andra , Rhea melihat ketiga orang itu yang memakai kostum Hero , sepertinya mereka anak-anak teman sekelas rhea .
Dengan santainya Rhea mendekati ketiga lelaki itu , ketiga lelaki itu tertawa penuh arti saat Rhea terus berjalan mendekat .
Salah seorang dari mereka maju dan berjalan mendekati Rhea , Orang tersebut berkacak pinggang sambil berdecak kagum pada Rhea .
" you it's beautiful". ucap orang tersebut dengan menatap Rhea penuh arti . Rhea masih diam di tempatnya berdiri .
Orang di depan Rhea hendak menyentuh bagian tubuh Rhea , saat tangan itu mendekat dengan gerakan cepat Rhea menarik tangan orang itu dan memelintirnya berlawanan arah jarum jam sehingga orang tersebut tidak bisa bergerak dan berteriak kesakitan hingga orang itu terjatuh ke tanah ,
Rhea masih memegangi dengan kuat tangan orang tersebut , saat orang itu memohon untuk di lepaskan , Rhea malah semakin menarik tangan orang itu hingga jeritan kesakitan semakin terdengar .
Andra masih melihat situasi , situasinya masih kondusif , Andra yakin adiknya bisa mengatasi itu sendiri .
Kedua orang teman lelaki itu mendekat berusaha menolong temannya yang tangannya masih di pilintir Rhea , namun teriakan Andra menghentikan niat kedua lelaki bertopeng itu .
" Hey , kalau berani satu lawan satu jangan keroyokan ". suara teriakan Andra yang tegas membuat kedua lelaki bertopeng itu bergetar hingga mereka memutuskan berlari dan pergi dari tempat itu meninggalkan temannya yang masih di tahan Rhea .
" huh Cemen ". gumam Rhea , dengan gerakan cepat membalik pria yang bersimpuh di depannya dan membantingnya .
Dan lagi-lagi terdengar suara teriakan , namun kali ini bukan teriakan lelaki bertopeng melainkan Rhea , Rhea lupa jika bahunya belum bisa mengangkat beban berat .
Andra segera menghampiri Rhea , dan menahan tubuh Rhea yang akan terjatuh ketanah .
" Rhea , lukamu ". seru Andra .
" enggak papa kak masih bisa bertahan ". ucap Rhea menenangkan kakaknya .
Andra mengambil alih pria bertopeng dari tangan Rhea , dan meminta Rhea untuk membantu melepaskan Aldita dan Ayu .
Andra dengan kasar menarik topeng yang di kenakan pria bertopeng itu , seketika pria bertopeng itu menutup wajahnya takut-takut jika Andra akan memukul dirinya.
"Riko ". seru Rhea , Aldita dan juga ayu bersamaan .
Rhea dengan geram berjalan cepat menghampiri Andra yang masih memegangi Riko .
Rhea dengan amarah menghajar Riko , menampar bahkan menonjok wajah Riko .
Begitu juga Aldita dan ayu , bisa-bisanya mereka di jadikan tawanan oleh Riko. Andra menghentikan aksi ketiga perempuan yang dengan brutal menghajar Riko .
Rhea masih dengan amarahnya mencengkeram kerah baju Riko ," apa masalah loe sama temen-temen loe itu ke mereka " . ucapnya dengan menunjuk Aldita dan Ayu.
" gue ,, gue disuruh rhe , gue di suruh Farid buat ngerjain elo ". jelas Riko .
" ngerjain gue ? kenapa ?". tanya Rhea lagi.
"Farid pengen jadi pahlawan buat elo , dengan nanti gue sama anak-anak yang nyekap elo sama temen-temen elo ".jelas Riko yang membuat geram Rhea .
" ayo ikut gue ". ucap Rhea dengan menyeret Riko kembali ke cafe .
Farid begitu terkejut saat Rhea masuk kedalam cafe dengan menyeret Riko yang wajahnya sudah penuh dengan luka lebam . Dengan gerakan kasar Rhea mendorong sekuat tenaga Riko hingga Riko terjatuh terjerembah di hadapan Farid.
Semua teman-teman yang sedang menikmati pesta ketakutan saat melihat kelatan kemarahan Rhea . Aldita dan ayu yang berada di belakang Rhea juga terlihat sangat marah , teman-temannya berbisik apa yang sebenarnya terjadi , sedang Farid wajahnya sudah memucat saat melihat Riko yang babak belur entah ulah siapa , yang jelas farid sudah tamat , disini dia tidak menjadi super Hero untuk Rhea , melainkan menjadi seorang pengecut yang ketahuan kejahatannya .
Farid tidak mampu berkata-kata lagi , dia masih terdiam melihat Rhea yang masih di selimuti kemarahan . Dan disini Rhea menjadi dewa penyelamat bagi Aldita dan Ayu.
Tak berselang lama Mala dan Remon menghampiri kerumunan yang ada di cafe , betapa terkejutnya mereka berdua saat melihat Rhea yang sudah berantakan dengan raut wajah yang begitu marah begitu juga Aldita dan juga Ayu .