Chakim & Andrhea

Chakim & Andrhea
Rencana Lamaran



Suasana pesta seketika menghening meski dentuman suara lagu dan musik yang terus menggema memenuhi ruangan .



Rhea dan teman-temannya terlihat begitu keren meski dandanan mereka kini sudah acak-acakan tidak karuan , karena baru saja memberi pelajaran pada Riko dan teman-temannya .



Semua anak melihat takjub Rhea yang kini menjadi sorotan karena dia terlihat garang dan \*\*\*\* dengan baju yang di kenakannya , apalagi saat Rhea membanting Riko di hadapan Farid , yang membuat Farid langsung memohon meminta maaf kepada Rhea .



Andra memberi peringatan kepada para pemuda yang sudah membuat ulah kepada adiknya , sama seperti Andra memberi peringatan kepada Irvan waktu itu , semua mengangguk patuh .



Remon membubarkan anak-anak yang lain , sedang Farid dan teman-temannya mereka masih harus menjalankan hukuman dari Remon , karena sudah membuat ulah yang membahayan teman-temannya sendiri .



Andra mengantar teman-teman Rhea sampai di rumah mereka masing-masing , mereka mengucapkan terimakasih berulang-ulang kepada Andra dan Rhea .



Di dalam mobil dalam perjalanan pulang , tiba-tiba Rhea meminta Andra untuk mengantarkannya ke Rumah Sakit terdekat , Rhea merasa bahunya tidak baik-baik saja setelah aksinya yang menghajar Riko tadi .



" kelihatannya kita harus cek dulu ya , saya sarankan bermalam di sini dulu untuk melihat hasil ceknya nanti ". ucap salah seorang dokter setelah memeriksa keadaan Rhea .



" baik dok , lakukan yang terbaik buat adik saya ". jawab Andra



Dokter menepuk bahu Andra pelan , dan meminta perawat untuk membawa Rhea keruangan pemeriksaan ortopedi untuk melakukan foto ronsen .



Andra menghubungi Remon dan juga bibi Yuan , jika dirinya masih di rumah sakit dan harus menginap di sana menemani Rhea , dan mengatakan jika Rhea baik-baik saja dan tidak ada yang perlu di khawatirkan .


Setelah selesai foto ronsen , perawat membawa Rhea keruang perawatan , Andra memilih kelas VIP untuk ruangan perawatan Rhea .


Hari sudah semakin larut , Rhea sudah terlelap dalam tidurnya , Andra masih terlihat sibuk mengerjakan sesuatu di handphonenya , Tiba-tiba suara deringan telpon memcah keheningan dalam ruangan itu yang membuat Andra terlonjak karena terkejut .


Andra melihat handphone Rhea yang berdering di atas meja di sebelah brangkar Rhea ,"*siapa malam-malam gini nelfon* ". gumam Andra mendekat kearah handphone Rhea yang masih berdering dan Rhea yang terlelap tidak mengetahui dan mendengar handphonenya yang berdering berulang kali .



Wajah Andra mencekat marah , rahangnya mengeras mengeratkan gigi-giginya menahan emosi , handphone Rhea di genggamannyapun sampai mengeluarkan suara kemretek seakan akan hancur di tangannya .



Handphone itu kembali berdering setelah beberapa detik mati , lagi-lagi nama yang sama yang tertera dalam layar handphone Rhea , Andra memejamkan matanya , kemudian berjalan cepat keluar dari ruangan dan membuang handphone Rhea yang sudah hancur , bahkan layarnya sudah retak dan pecah .



Andra berjalan ke kantin, untungnya kantin di rumah sakit tersebut buka dua puluh empat jam , Andra memesan satu cangkir kopi .



Andra mengetuk-ngetuk meja di depannya dengan jarinya , dengan fikiran yang entah tidak ada yang tahu , mengambil handphone di saku kemeja yang di kenakannya , menghubungi seseorang di tengah malam begini.



" datangi pemuda itu , bilang sama dia jangan pernah hubungin Andrhea lagi jika tidak mau melihat orang tuanya menderita ". suara Andra yang tegas memrintah orang suruhannya di seberang sana .



Setelah menghabiskan kopinya , Andra kembali keruangan Rhea , Rhea masih tertidur lelap di atas kasurnya . Hari ini cukup melelahkan untuk Rhea hingga dia terpulas sekali dalam tidurnya .



Andra membaringkan tubuhnya di kursi panjang yang ada di dalam ruangan .


.


.


.



Setelah menempuh perjalanan selama tujuh jam , akhirnya Chakim dan Shanti sampai di rumah Chakim , kedua orang tua Chakim menyambut kedatangan mereka berdua dengan bahagia.



Ini kali pertama Chakim membawa seorang gadis kerumah , mama Maya hampir tidak percaya jika yang bersama Chakim adalah kekasihnya .



Setelah berkenalan dan bercerita , mama Maya dan Shanti semakin akrab , mama Maya sangat bahagia



" Ooh jadi kamu seorang dokter , wah hebat ya ". ujar mama Maya , saat Shanti mengatakan pekerjaanny.



" ah tante berlebihan ", jawab Shanti malu-malu .



" eeeits jangan tante dong , mama aja biar cepet akrab kita " . Seru mama Maya


" iya tan...eh mama ". jawab Shanti dengan ragu memanggil mama pada mamanya Chakim . Kemudian mama Maya mengajak Shanti untuk menyiapkan makan malam bersama .


Mama Maya menyiapkan banyak makanan untuk makan malam hari ini , ada ayam goreng tepung kesukaan Chakim , sayur bening , banyak aneka gorengan , dan mama Maya juga mengajak Shanti membuat cake sederhana , Shanti sangat menyukai dan merasa nyaman saat bersama mama Maya .


" ***ternyata mamanya Chakim baik banget*** ". batin Shanti bergumam .



Chakim yang melihat keakraban mamanya dengan Shanti membut senyumnya tidak pernah luntur dari pipinya , papa Yudha memperhatikan Chakim yang terus saja tersenyum ke arah Mama Maya dan juga Shanti yang sedang seru sekali memasak di dapur yang tanpa pembatas itu .



Ruang makan dan dapur di rumah Chakim hanya di batasi meja memasak yang tingginya hanya sepusar orang dewasa dan tidak ada tembok yang membatasi antara ruang makan dan dapur , sehingga aktifitas di dapur dapat dilihat dengan jelas dari ruang makan .



" dokter Shanti orang baik , cantik lagi , pinter kamu cari calon istri ". ucap papa Yudha bangga pada Chakim .



Chakim mendengus senang mendengar pujian dari papanya.



" pah , Chakim baru jadian sama Shanti beberapa hari yang lalu pah , kalau Chakim langsung lamar Shanti papa sama Mama setuju enggak ". ucap Chakim dengan serius meminta pendapat dari papanya , Chakim dan papa Yudha sedang duduk santai di ruang makan sambil menunggu mama Maya dan Shanti memasak .



" kamu sudah yakin ?". tanya papa Yudha memastikan .



" Chakim yakin pah , Chakim cinta sama Shanti , Chakim akan bertanggung jawab sepenuhnya dengan Shanti nanti pah ". jawab Chakim dengan mantab dan yakin , keputusannya sudah bulat , Chakim tidak akan mengulur waktu , Chakim akan segera melamar Shanti .



" ada baiknya kamu bicara dulu sama Shanti , kalau Shanti mau dan setuju , kita langsung saja buat acara lamaran secara resmi , datang kerumah orang tua Shanti ". ucap papa Yudha memberi saran .



" iya pah , nanti Chakim obrolin sama Shanti , do'ain Chakim ya pah , semoga Shanti mau nerima lamaran Chakim nanti ". ucap Chakim



" pasti papa do'akan yang terbaik buat anak papa ". ucap papa Yudha memberi semangat dan dukungan untuk putranya .



Mama Maya dan Shanti membawa masakan yang sudah siap kemeja ruang makan , kini mereka makan malam bersama dengan banyak cerita dan pengalaman baru untuk Shanti .