Chakim & Andrhea

Chakim & Andrhea
Jodoh Siapa yang Tahu



Keadaan Andrhea sudah semakin membaik , beberapa hari Setelah kepulangannya dari Jakarta Andrhea tampak lebih ceria , setelah dia memutuskan untuk melupakan Irvan dan berdamai dengan masa lalunya , Andrhea kini lebih fokus pada kegiatan ngedancenya , Rhea menemukan tempat latihan serta club menari di sana .



Sekarang teman Andrhea semakin banyak dan semakin luas pergaulan Andrhea , namun begitu Andra masih tetap menjaga Rhea meski jarak yang cukup jauh , itu bukanlah masalah besar .


Setiap hari Andra menerima laporan dari orang suruhannya yang dia tugaskan untuk mengawasi Andrhea selama di Yogya .


Hari ini Andrhea memiliki jadwal ke rumah sakit untuk melepas gips yang masih menempel pada lengannya .



Setelah pulang sekolah Andrhea dan bibi Yuan pergi kerumah sakit karena mereka sudah membuat janji dengan dokter khusus yang menangani Andrhea .



" semoga lekas membaik ya rhe cedera kamu ". harap bibi Yuan yang menyetir mobil menuju rumah sakit , bibi Yuan sangat berharap Andrhea segera pulih dan dapat beraktivitas seperti biasa .



" iya bi semoga ". Jawab Rhea dengan memandang bibinya , Rhea juga berharap yang sama , agar dia bisa segera mengikuti menari dengan sempurna , dengan menggunakan kedua tangannya .


* * * * *


Bibi Yuan melakukan *Vidio call* dengan kakak iparnya yakni bunda Anjani , sedang Andrhea sudah berada dalam ruang perawatan dan dia sedang di tangani oleh dokter .



" gi mana Yuan keadaan Andrhea ?". meski bunda Anjani tahu keadaan Rhea baik-baik saja , namun bunda Anjani masih tetap cemas jika menyangkut Andrhea .



" mbak tenang ya , Andrhea anak yang kuat kok , apalagi setelah pulang dari sana , Andrhea tampak lebih menikmati hidupnya dan lupa dengan semua yang telah Andrhea lalui .



Bibi Yuan menjeda ucapannya , menatap bunda Anjani melihat bagaimana ekspresi wajahnya saat dia mengatakan jika Andrhea jauh lebih baik setelah pulang dari Jakarta .



Bunda Anjani mengangguk lega dengan kabar yang di berikan oleh adik iparnya itu .



" mbak berdoa saja yang terbaik buat Andrhea dan juga Andra , semoga mereka tumbuh menjadi anak-anak yang hebat seperti impian kakak ".



Bunda Anjani setuju dengan yang di ucapkan bibi Yuan . Saat sedang berbincang kecil dengan adik iparnya , bunda Anjani kedatangan tamu , sehingga harus mengakhiri panggilan itu segera .


* * * * *


Bunda Anjani begitu senang saat dia menemui tamunya yang ternyata adalah orang tua Chakim , kedatangan mereka yang tak lain adalah mengantar undangan pernikahan putranya .



Tentu saja hal itu membuat kedua orang tua Chakim tertawa mendengarnya . " kami sebenarnya juga maunya begitu Anjani , tapi Andrhea kan masih sekolah , masih lama kalau harus berumah tangga . Sedang kami segera ingin mempunyai cucu yang lucu-lucu , kan kami cuma mempunyai putra satu sedang kamu ada Andra dan Andrhea ". ucap mama Maya di sertai dengan candaan di akhirnya .


" iya kalain benar sekali , sebenarnya aku juga ingin segera Andra menikah , tapi anaknya belum mau , masih sibuk dengan dunianya ". bunda Anjani tidak berbohong jika dirinya juga segera ingin menimang bayi kecil dari putranya .



" anak kamu prestasinya bagus , anaknya juga baik , ganteng lagi Anjani , masa dia belum punya calon ?". pak Yudha tidak percaya jika Andra memang benar belum mempunyai kekasih atau bahkan calon istri . Karena Andra yang selalu sibuk dengan pasien dan juga kadang terlibat dengan perusahaan ayahnya membuat Andra sangat jauh untuk tidak memikirkan masalah hal jodoh .



" nanti kalau kalian ketemu Andra kalian tanya aja sendiri , aku sampai bingung dengan maunya Andra ". bunda Anjani memijat pelipisnya saat menceritakan bagaimana Andra yang sangat susah jika harus membicarakan hal tentang perjodohan .


kedua orang tua Chakim tidak menanggapi ucapan bunda Anjani , mereka juga pernah di posisi Bunda Anjani , namun sekarang mereka dapat berbahagia setelah Andra menemukan Shanti yang dia pilih untuk menjadi pasangannya .


Setelah urusan kedua orang tua Chakim selesai , mereka segera pamit pulang , karena tidak dapat menemui ayah Andrhea karena memang masih di kantor , pak Yudha dan mama Maya hanya menitip salam untuk ayah Andrhea sebelum mereka pulang .



Setelah kepulangan mama Maya dan pak Yudha , bunda Anjani duduk di kursi ruang keluarga dengan membaca undangan yang di berikan oleh kedua sahabatnya beberapa waktu lalu .



Bunda Anjani mengerutkan keningnya saat membaca nama mempelai wanitanya . " Shanti prahesmari ". gumam bunda Anjani .



" inikan Shanti , astaga ......



Bunda Anjani menutup mulutnya dengan satu telapak tangannya saat dirinya terkejut jika dia mengenali nama mempelai wanitanya .



" astaga , hemm jodoh memang tidak ada yang tahu ". gumamnya masih tidak percaya dengan kenyataan yang baru saja dia ketahui .



" tapi bagaimana Chakim bisa bertemu dengan Shanti ? apa mereka sudah kenal lama ?". bunda Anjani bertanya pada dirinya sendiri yang tidak dapat dia mengerti .



Banyak spekulasi yang melintas di fikirannya , hingga sampai akhirnya bunda Anjani tidak dapat menemukan hal masuk akal bagaimana bisa Chakim bertemu dengan Shanti bahkan sekarang mereka berdua segera menikah .



Akhirnya bunda Anjani memutuskan untuk pergi kedapur menyiapkan makan malam sebelum suaminya pulang dari kantor .