Chakim & Andrhea

Chakim & Andrhea
Bertemu Pengganggu



Pernikahan Chakim dan Shanti tinggal dua Minggu lagi , persiapan masih sekitar delapan puluh persen .



Baik keluarga Chakim maupun Shanti sama-sama di sibukkan dengan berbagai persiapan , pesta pernikahan akan di gelar di kediaman Shanti , karena kediaman Shanti memiliki halaman yang cukup luas , mampu menampung seluruh tamu undangan dengan membagi menjadi dua .



Di hari pertama mereka mengundang sekitar lima ratus tamu undangan tepat di hari ijab qobul , sedang keesokan harinya acara resepsi mereka mengundang sekitar tiga ratus orang yang termasuk atasan dan teman-teman Chakim dan juga Shanti .


* * * * *


Chakim berjalan santai melewati lorong-lorong basecamp para prajurit , dia berjalan kearah kantor pimpinan untuk menyerahkan undangan pernikahannya sekaligus meminta izin cuti .



Berdiri di depan pintu , mengingat jika pimpinannya itu begitu tegas dan berwibawa setiap di depan prajuritnya , Chakim mengangkat tangan untuk mengetuk pintu .



". *Chakim* ". Teriakan seseorang yang memanggil namanya mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu kantor pimpinan.



Chakim melihat seorang Taruni yang memanggilnya sedang berjalan kearahnya , Chakim mendesah malas melihat Taruni yang dia ketahui bernama Mila . Bukan tidak tahu , tapi Chakim malas jika berhadapan dengan Taruni satu ini , dia Mila gadis yang selalu mengganggunya di setiap ada kesempatan , membuat Chakim jengah bila berjumpa dengan Mila .



Sedang Mila memang tertarik kepada Chakim , bahkan ia terang-terangan mendekati Chakim meski di depan prajurit yang lain .



" ada apa ?". tanya Chakim dengan tanpa ekspresi saat Mila sudah berdiri di depannya. Mila menyelipkan rambut hitam sebahunya di sela telinga dengan senyum malu-malu . Hal itu justru membuat Chakim semakin jengah melihatnya .



" kamu mau apa bertemu pimpinan ?". tanya Mila setelah cukup lama bagi Chakim menunggu jawaban gadis itu.



" mau ngasih ini ". jawab Chakim dengan memperlihatkan undangan pernikahannya , setelah itu Chakim tak lagi menggubris keberadaan Mila , Chakim mengetuk pintu kantor pimpinan , setelah mendengar sahutan " masuk " , Chakim pun berlalu meninggalkan Mila yang cemberut , karena Mila ingin berlama-lama dengan Chakim , selain itu Mila juga penasaran undangan apa yang di bawa oleh Chakim , Mila cukup kecewa saat Chakim berlalu begitu saja .


* * * * *


Chakim memberi salam hormat pada pimpinannya , setelah mendapat anggukan dari pimpinan , Chakim memberikan undangannya .



" permisi pak , kedatangan saya kemari untuk menyerahkan undangan pernikahan saya " .



Pimpinan Chakim yang tadinya fokus pada berkas-berkas di depannya kini beralih pada Chakim yang berdiri tegak di depan mejanya . Pak Tamto selaku pimpinan Chakim itu menatap Chakim sekilas , kemudian mengambil undangan yang di berikan Chakim .



Membaca tanggal dan hari serta tempat di selenggarakannya pernikahan Chakim , kemudian mengangguk mengerti . Chakim masih berdiri tegak menunggu respon dari pimpinannya tersebut .



" dokter ?". tanya pak Tamto yang mendapat jawaban tegas " iya ,pak " , dari Chakim .



" baiklah saya usahakan untuk datang ". setelah itu pak Tamto kembali fokus pada berkas-berkas yang tadi sempat dia tinggalkan .



" maaf pak , saya juga mau izin cuti tujuh hari sebelum hari pernikahan saya nanti ". ucap Chakim dengan tegas layaknya seorang prajurit.



" baik saya izinkan , saya beri kamu cuti satu Minggu , tapi sebelum itu kamu lapor dan izin kepada kapten kamu ". interupsi pak Tamto tanpa melihat Chakim , dia masih tetap fokus pada berkas yang dia kerjakan .



Setelah Chakim menjawab " siap pak " , dan di akhiri dengan hormat , Chakim keluar dari ruang kantor pak Tamto .


* * * * *


Andrhea berdiri di depan gerbang sekolahnya untuk menunggu jemputan , Andra mengirimkan sopir pribadi sekaligus penjaga untuk mengawasi Andrhea dan melaporkan setiap gerak gerik Andrhea kepadanya .



Andrhea semula tampak keberatan , namun perintah Andra tak dapat di rubahnya , Andra tetaplah Andra , selalu posesif dengan adik satu-satunya itu .


Dia tidak mau mengambil resiko jika terjadi sesuatu lagi pada Andrhea .



Andrhea menggerutu saat jemputannya itu tak kunjung datang , Andrhea berdecak saat melihat jam di pergelangan tangannya .



" nunggu jemputan ?". Tanya seseorang dari belakang Andrhea yang membuat Andrhea berjingkat terkejut .



" eh , iya ". jawab Andrhea singkat . Karena menunggu adalah hal yang paling membosankan bagi Andrhea , sedang yang dia tunggu tak kunjung terlihat . Maka hal itu membuat moodnya buruk .



" mau gue anterin ?". tawar seseorang itu yang ternyata masih disana . Andrhea menggelengkan kepalanya .



" loe masih marah sama gue ? gue kan udah minta maaf rhe ".



Andrhea menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucapan orang itu . " gue udah maafin loe rid , gue lagi suntuk aja nungguin kak Ariel belum datang juga ". jujur Rhea yang memang sejak tadi moodnya buruk karena menanti Ariel , sopir jemputannya .



Dan orang yang menawarkan untuk mengantar Andrhea adalah Farid , akhir-akhir ini Farid tampak mendekati Andrhea , entah karena dia yang masih merasa bersalah atau karena dia merasa nyaman berada di dekat Andrhea , atau bahkan ada maksud lain .



" ya udah ayok gue anterin , gue jamin selamat , dari pada loe nungguin di sini sendirian ?". tawar Farid kembali .



" gue janji deh gak bakal ngapa-ngapain elo , yah itung-itung ini rasa bersalah gue dan rasa terima kasih gue karena elo udah maafin gue ". jelas farid yang masih membujuk Andrhea .



Andrhea menimbang-nimbang apa yang di tawarkan Farid , hari ini dia ada janji dengan teman-teman barunya club' menari untuk melihat konser penyanyi yangsedang viral dan trending , yang akan tampil di salah satu cafe yang cukup dekat dengan kediaman bibinya .



Akhirnya Andrhea menerima tawaran Farid , dengan senang dan segera Farid mengambil motor trailnya yang masih di parkiran .



Entah jaraknya yang memang jauh atau memang sengaja Farid mengendarai motornya dengan pelan , Andrhea merasa dia cukup lama sekali di atas jok motor Farid .



" *perasaan gak Sampe sejam deh perjalanan gue untuk balik* ". gerutu Andrhea yang merasa perjalanan kali ini terasa sangat lamban .



Sedang Farid memang memanfaatkan hal ini untuk lebih lama , lama dan lama lagi bersama Andrhea .



Karena Andrhea sedang terburu-buru karena ada janji , maka dia meminta Farid mengehentikan motornya . Farid pun terheran pada Andrhea yang memintanya mengehntikan motornya di tengah perjalanan .



" loe bisa nyetir lebih cepetan enggak ? gue buru-buru nih soalnya , ada janji sama temen ". Andrhea berkata dengan nada kesal .



" oowwh oke , ya udah loe naik gih ". perintah Farid pada Andrhea , karena Andrhea tadi memang sempat turun , sebenarnya Andrhea malas jika harus melanjutkan perjalanan dengan Farid dan dia akan naik taksi saja .



" buruan naik ". perintah Farid lagi saat melihat Andrhea yang tak kunjung naik . Dengan terpaksa Andrhea naik kembali ke atas motor Farid dengan bibir yang manyun .



" pegangan , katanya di suruh cepet ". perintah Farid lagi dengan menarik tangan Andrhea agar memegangi pinggangnya.



" enggak usah cari kesempatan deh ". Andrhea yang merasa Farid mencari-cari kesempatan , maka dia segera memukul bahunya , namun beberapa detik kemudian Andrhea berpegangan pada jaket yang di kenakan Farid , Farid yang merasa Andrhea berpegangan pada jaketnya tersenyum senang .



" buruan jalan , malah senyum-senyum ". gertak Andrhea dengan judes yang membuat Farid segera melajukan motornya dengan cepat .