Chakim & Andrhea

Chakim & Andrhea
Mendekati Andrhea



Remon keluar dari rumah makan dengan hati yang entahlah , sebelumnya dia sudah pernah merasakan seperti ini saat di kerjain oleh Andra yang mengaku menjadi kekasih Shanti , dan Remon sekarang berharap jika apa yang dia lihat dan dia dengar barusan jugalah bercandaan Shanti , tapi atas dasar apa Shanti mengerjainya seperti ini .



Remon masuk kedalam mobil , dan menutup pintu mobil dengan sekuat tenaga hingga mobilnya bergerak begitu kasar .


Di memukul-mukul setir di depannya yang tak bersalah , seolah karena setir di depannya dia kehilangan cintanya , Remon melampiaskan kemarahannya memukul-mukul setir dengan berulang kali hingga tangannya memerah .


Setelah lelah dengan apa yang dia lakukan , Remon menjatuhkan kepalanya di atas setir itu , dadanya semakin sesak , memejamkan matanya nafasnya naik turun tak beraturan .



Hingga beberapa menit Remon masih menundukkan kepalanya di atas setir , setelah sedikit tenang Remon melajukan dengan perlahan mobilnya entah kemana tujuan Remon setelah ini .


.


.


.


Setelah berganti pakaian , Rhea pergi kebelakang rumah , melihat bibinya yang sedang memanen buah belimbing yang terlihat mengkilap dan segar di terpa cahaya matahari sore .



Rhea mendekat , membantu bibinya memetik buah belimbing dari atas pohon yang tidak terlalu tinggi namun berbuah lebat .



" bibi Yuan , kenapa buah belimbingnya di bungkus plastik kayak gini sih bi ". tanya Rhea , dia tidak pernah melihat sebelumnya bagaimana proses menanam hingga memanen buah belimbing , dan sekarang dia memetik buah belimbing yang sudah siap panen yang anehnya buah itu sudah di bungkus plastik bening saat masih di pohonnya .



" biar enggak di gigit tawon sayang , biar buahnya enggak gampang busuk ". jawab bibi Yuan menerangkan . Rhea membulatkan bibirnya membentuk huruf o .



Salah satu pelayan berlari dari dalam rumah mendekat kearah bibi Yuan dan Rhea yang masih memanen buah belimbing.



" nyonya , maaf itu di depan ada tamu , katanya temennya non Andrhea ". seru pelayan tersebut saat sampai di dekat bibi Yuan dan Rhea .



" kamu ngundang temen ya sayang ". tanya bibi Yuan pada Rhea



" enggak bi , Rhea juga enggak tau siapa yang dateng". jawab Rhea jujur .



" siapa ya ". gumam bibi Yuan pelan . kemudian meminta pelayan tersebut meneruskan memanen buah belimbing dan bibi Yuan mengajak Rhea masuk kedalam rumah melihat siapa tamu yang di maksud pelayanannya tersebut .



Rhea menyipitkan matanya melihat pemuda yang kini berdiri di depannya. Dia salah satu keempat pemuda yang saat hari pertama dia masuk sekolah dan mengajak Rhea berkenalan , tapi Rhea tidak ingat siapa nama pemuda tersebut .



Bibi Yuan mempersilahkan pemuda itu masuk dan duduk di kursi teras di depan rumah , Rhea berdiri di belakang kursi yang di duduki bibinya , posisi mereka saat ini seperti sedang mengintimidasi pemuda tersebut .



" dia bener temen kamu rhe ?". tanya bibi Yuan pada Rhea



" kayaknya sih iya bi , tapi Rhea lupa siapa namanya". jawaban Rhea yang membuat pemuda duduk di hadapan bibi Yuan melongo .



" kenalin tante,nama saya Farid saya temen sekelas Andrhea". ucap pemuda yang bernama Farid dengan melirik Rhea yang berdiri di balik kursi bibi Yuan, berharap Andrhea mengingatnya .



" oy iya Farid , maaf ya tadi aku sempet lupa ".ujar Rhea dengan senyum cerahnya saat mengingat nama temannya itu .



" terus kamu ada kepentingan apa nak kemari , apa kamu tadi pagi tidak masuk sekolah ?".tanya bibi yuan , berusaha menjaga keponakan kesayangannya agar tidak di dekati oleh lelaki sembarangan seperti Irvan .



" emm maaf tante sebenarnya saya kemari mau ngasih Andrhea undangan ulang tahun saya lusa , tadi saya kelupaan ngasih pas di sekolah ". jawab Farid takut-takut saat bibi Yuan menatapnya dengan lekat .



" acaranya di mana ?". tanya lagi bibi Yuan dengan nada yang mengintimidasi.




" ooh ya udah , terimakasih ya undangannya". ucap bibi Yuan menerima undangan yang di sodorkan Farid .



" Andrheanya boleh datengkan tante ?". tanya Farid berharap Andrhea bisa datang memenuhi undangannya .



" kamu berharap banget ya Andrhea datang ke pesta kamu ?". tanya bibi Yuan lagi .


" iya tente ". jawab Farid tidak berani menatap bibi Yuan.


" kenapa ? apa Andrhea spesial buat kamu ? kamu suka ya sama keponakan saya ?". bibi Yuan menggoda Farid yang terlihat tertarik dengan Rhea .



" iya tente". jawab Farid tidak sadar dengan ucapannya. Beberapa detik kemudian ," eh enggak tante, itu maksudnya itu ". jawab Farid gelagapan yang membuat bibi Yuan tertawa terbahak .



" bibi iih , apaan sih bi ". ujar Rhea malu di goda bibinya . " kasihan tuh si faridnya jadi salting ". ucap Rhea yang kasihan melihat Farid dengan wajah yang memerah karena malu .



" dia lucu Rhe ". ucap bibi Yuan di sela tertawanya .


" maaf tante , Andrhea , saya pamit permisi dulu , selamat sore". ucap Farid berpamitan dengan bibi Yuan dan Rhea kemudian dengan buru-buru pergi dari rumah bibi Yuan.


Rhea mengerjakan beberapa pekerjaan rumahnya dari sekolah tadi siang dengan serius , hingga ketukan pada pintu kamarnya dia tidak mendengar .



Tepukan pelan di pundaknya mengagetkannya .



" bibi ". seru Rhea terkejut , bibi Yuan yang mengejutkan Rhea tertawa saat melihat ekspresi wajah Rhea.



" maaf , kamu sih bibi panggilin dari tadi enggak nyaut-nyaut , ya bibi masuk aj ". ucap bibi Yuan dengan menaruh segelas susu hangat di atas meja Rhea .



" maaf bi , Rhea enggak denger tadi ". jawab Rhea .



" emmm rhe , lusa kamu berniat hadir kepesta ulang tahun temen kamu tadi ?". tanya hati-hati bibi Yuan.



Rhea menghembuskan nafasnya kasar mendengar pertanyaan dari bibinya .



" enggak tau bi , izin kak Andra dulu kalau mau dateng , bibi tau sendirikan ". jawab Rhea dengan nada sedih .



" mau bibi bantuin izin ke kakak kamu ?". tawar bibi Yuan.



" enggak usah bibi , nanti bibi malah di marahin sama kakak , nanti biar Rhea aja yang izin sama kak Andra ya ". jawab Rhea menolak tawaran bibi Yuan .



" yaudah deh terserah kamu , tuh di minum susunya mumpung masih hangat ". ucap bibi Yuan.



Rhea meraih gelas susu yang baru saja di buatkan bibinya , menegaknya hingga habis , bibi Yuan tersenyum melihat Rhea yang penurut , bibi Yuan sangat sangat menyayangi Rhea , karena kekurangan bibi Yuan yang tidak bisa melahirkan keturunan , bibi Yuan menganggap Rhea seperti putrinya sendiri , begitu juga stive suami bibi Yuan yang juga sangat menyayangi Rhea .



Keesokan paginya , Rhea berangkat sekolah di antar bibi Yuan seperti biasa , dan bibi Yuan meninggalkan Rhea setelah Rhea masuk kedalam kelasnya , selalu memastikan jika Rhea akan baik saja dan selamat di bawah pengawasannya seperti apa yang di pinta Andra padanya .



Aldita menyambut kedatangan Rhea dengan suara cemprengnya , hingga Rhea harus menutup kedua telinganya.



dit jangan teriak-teriak dong , seru temannya satu kelas . Aldita nyengir menyadari kesalahannya .