Chakim & Andrhea

Chakim & Andrhea
Hari Pertama Jadian



keesokan paginya Chakim bangun kesiangan karena semalaman dia berhayal jika dirinya sudah membina rumah tangga dengan Shanti , mengawali pagi dengan senyuman yang di suguhkan oleh istri cantiknya dan sebelum berangkat bekerja mencium kening istrinya , impian sekali Chakim bisa berumah tangga dengan Shanti .



Padahal baru semalam mereka jadian belum genap dua puluh empat jam Chakim sudah berfikir jauh tentang berumah tangga , memikirkannya kembali membuat Chakim senyum-senyum sendiri .



Sebelum berangkat ke tempat latihan , Chakim terlebih dulu mengirim pesan untuk kekasihnya , Sapaan setiap pagi dari orang terkasih bisa menjadi mood booster tersendiri yang membuat pasangan merasa di cintai .



Dan benar saja , hanya pesan singkat dengan dua kata mampu membuat Shanti tersipu malu , bahkan dirinya sampai menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya karena malu entah dengan siapa , padahal saat ini dia sedang di ruangan dan sendirian karena masih pagi , belum banyak petugas kesehatan yang datang ke klinik .



*Chakim : "pagi* pacar ".


Hanya dua kalimat itu yang mampu jadi penyemangat buat Shanti .


*Shanti : "pagi juga 🤗*". Balasnya dengan senyum-senyum.



Setelah itu mereka berdua di sibukkan dengan aktifitas mereka masing-masing . Hingga waktunya jam makan siang datang , Chakim datang menghampiri Shanti di klinik , sesampainya di klinik ternyata Shanti masih menangani satu pasien , Chakim memutuskan menunggu Shanti di depan klinik dengan sebelumnya memberi pesan pada Shanti jika dirinya menunggu di depan ruang tunggu.



Sekitar dua puluh menit Shanti baru selesai dan dengan segera menghampiri Chakim yang sudah menunggunya sedari tadi .



Shanti melihat dari kejauhan Chakim berbicara dengan rekan-rekan petugas kesehatan yang bertugas hari ini , terdengar suara riyuuh bersorak heboh dari kejauhan , entah apa yang membuat mereka begitu girang , dengan langkah lebar Shanti segera menghampiri Chakim yang di kerubungi teman-temannya itu .


" waah niih dia orangnya , panjang umur , traktirannya dong dok , biar langgeng ". seru tiba-tiba salah satu teman Shanti .


Shanti terlihat kebingungan dengan maksud dari pernyataan temannya itu .


" udah enggak usah bingung , ayok makan siang keburu laper ". ucap Chakim yang tau kebingungan di wajah Shanti dengan menggandeng Shanti pergi dari kumpulan teman-teman tenaga medis.


Sedang teman-teman Shanti menyoraki mereka berdua ciiee ciie , ada juga yang berteriak heboh meminta pajak jadian dari mereka .



" tunggu aja kalian di situ , nanti aku bawain makanan ". teriak Chakim masih dengan menggandeng Shanti .



Shanti membulatkan matanya mendengar ucapan Chakim barusan , " apa tadi Chakim bilang ke mereka kalau mereka baru aja jadian " . gumamnya pelan .



Chakim mengajak Shanti kerumah makan Padang yang sedikit jauh dari basecamp dengan mengendarai motor yang dipinjam Chakim dari temannya .



Memesan banyak makanan untuk di bagikan pada rekan-rekan tenaga medis nantinya , Shanti sempat melarang Chakim memberi terlalu banyak pada mereka , bisa saja mereka cuma bercanda , tapi Chakim bilang jika dirinya sedang bersyukur hari ini , jadi biarkan dia bersedekah dengan cara seperti ini .



Shanti tak mampu lagi mencegah Chakim kalau sudah begitu . Saat menanti semua pesanan mereka di bungkus , Chakim mengajak Shanti duduk di kursi sudut rumah makan sederhana itu .



" terimakasih ya Shan " . ucap tiba-tiba Chakim .



" harusnya aku yang terimakasih ke kamu karena udah beliin temen-temen aku makanan ". balas Shanti



" iya enggak papa , tapi maksud aku bukan itu " . pernyataan Chakim yang membuat Shanti keheranan , lalu Chakim berterimakasih untuk apa begitu fikir Shanti .



" terimakasih udah mau nerima aku kemaren , jujur aku seneng , bahagia , pokoknya campur aduk rasanya aku kemaren , kayak mimpi ". jelas Chakim yang membuat Shanti tersipu malu , dan hanya bisa mengangguk menanggapi ucapan Chakim .


" oh ya Shan , weekend kamu ada acara kemana ?".tanya Chakim di sela waktu romantis mereka .



" enggak ada sih seharusnya , tapikan kamu tau sendiri , kalau petugas medis kayak aku harus selalu jaga-jaga kalau ada informasi mendesak ". jawab Shanti , Chakim terdiam mendengar jawaban Shanti , ada yang ingin Chakim sampaikan , namun dia masih ragu atau belum siap , tapi seperti ada yang ingin sekali Chakim ucapkan , membuat Shanti bertanya kembali ," ada apa sih Chakim , ada yang mau kamu ucapin ?".



Chakim tersenyum canggung mendengar pertanyaan Shanti .



Baru saja Chakim mau membuka bibirnya untuk menjawab pertanyaan Shanti , tetapi suara seruan seseorang mengalihkan pembicaraan mereka berdua yang memanggil nama Shanti .



" Remon ?" . Ucap Shanti sedikit terkejut .


" siapa ?". tanya Chakim setangah berbisik pada Shanti .



" oowwh itu temennya Andra ". jawab Shanti santai , Chakim tidak bertanya apapun lagi saat Remon mendekati meja mereka berdua .



Remon ragu-ragu mendekat ke meja Shanti , pasalnya Shanti tak sendirian dia bersama seseorang orang yang terlihat cukup dekat dengan Shanti , dan di lihat dari seragam yang melekat di tubuh pria itu sepertinya dia seorang anggota angkatan , Remon takut jika dugaannya itu benar .



Remon berharap tidak ada apa-apa antara Shanti dan pria tersebut , tapi kemungkinan besarnya Remon sendiri takut untuk memikirkannya.



" hey rem , sendirian ?". tanya Shanti menyapa Remon saat Remon sudah berdiri di depannya .



" hey Shan , iya sendirian aja sih ". jawab Remon sebenarnya dia ingin bertanya siapa pria yang berdiri di sebelah Shanti , namun Remon takut mendengar pernyataan Shanti yang akan membuatnya patah hati .



Shanti melihat Remon yang menatap Chakim terus dengan tatapan tak biasa , Shanti lupa mengenalkan mereka berdua .


" maaf sampai lupa , Chakim kenalin ini Remon temennya Andra , Remon ini Chakim kekasih aku ". ucap Shanti memperkenalkan mereka .


Remon mematung mendengar pernyataan Shanti , dia berusaha menolak fakta bahwa apa yang baru di ucapkan Shanti barusan itu tidaklah benar ,kalau pendengarannya itu pasti salah , Remon tak bergerak saat Chakim mau menjabat tangannya berkenalan .


Hal itu membuat Chakim dan Shanti kebingungan , kenapa Remon tiba-tiba melamun .


" rem ". panggil Shanti yang menyadarkan Remon dari lamunannya .


Remon mengerjapkan matanya berulang kali saat berusaha kembali ke kesadarannya mendengar suara Shanti yang memanggil namanya .


" oh ya maaf , saya Remon ". ucap Remon membalas jabatan tangan Chakim .


" maaf ya udah ganggu kalian , aku permisi dulu ". ucap Remon yang berusaha menghindar dari Shanti maupun Chakim .


" enggak makan dulu mas ". tawar Chakim .


" terimakasih mas , saya buru-buru permisi saya duluan ". ucap Remon salah tingkah dan tergesa-gesa pergi meninggalkan Shanti dan Chakim .


" kenapa sih dia , aneh ". seru Chakim pada Shanti . Shanti mengangkat kedua bahunya , entah Shanti sendiri tak tau apa yang membuat Remon menjadi aneh seperti itu , padahal Remon adalah orang yang humble , periang , mudah bergaul tapi kenapa sekarang dia berusaha menghindarinya .



"apa aku ada salah sama dia , kok kayak ngehindar gitu ". batin Shanti melihat perubahan sikap Remon padanya .



Seorang pelayan datang dengan membawa satu kantong plastik besar yang berisi makan yang di pesan Chakim , setelah Chakim membayar semua tagihan mereka kembali ke klinik masih dengan menggunakan motor yang mereka bawa tadi .