
Chakim duduk di ruang tamu menunggu Shanti memanggil papanya yang di ketahui berada di ruang kerja .
Tak lama perempuan paruh baya yang menyapanya di luar tadi kembali dengan membawa segelas air jus jeruk dan beberapa camilan , dan menyajikan di atas meja untuk Chakim.
" silahkan di minum nak Chakim ". ucap mamanya Shanti mempersilahkan .
" iya tante , terimakasih". jawab Chakim sopan .
Suara langkah kaki pelan dari balik dinding pemisah antara ruang tamu dan ruang tengah terdengar , Chakim semakin gugup saat tahu itu suara langkah kaki dari papanya Shanti .
Chakim duduk dengan tegak , merapikan kemeja yang di kenakannya , berulang kali mengatur nafasnya agar tidak terlihat gugup.
Shanti berjalan beriringan dengan papanya menghampiri Chakim dan mamanya yang duduk menunggunya di ruang tamu .
" selamat pagi om ". sapa Chakim dengan mengulurkan tangan menjabat tangan papanya Shanti .
" pagi ". jawab papa Shanti singkat menjabat tangan Chakim. " silahkan duduk ". tambahnya .
Chakim duduk di kursi singgle , sedang Shanti duduk di kursi panjang bersama kedua orang tuanya .
" pah , ini Chakim temen Shanti , dia seorang anggota angkatan pah ". jelas Shanti memperkenalkan Chakim pada kedua orang tuanya .
" oh ya , nak Chakim sudah dapat jabatan apa ?". tanya mamanya Shanti .
" belum tante , masih di Akmil " . jawab Chakim jujur . Mamanya Shanti manggut-manggut mendengar penjelasan Chakim.
" Ayo silahkan di minum nak Chakim ". Ucap papanya Shanti memperkenalkan . " terimakasih sudah mengantar anak saya sampai rumah dengan selamat , sekali lagi terimakasih ya nak Chakim ". tambah papanya Shanti .
" iya om sama-sama , dan maaf ini tante tadi ada titipan dari mama saya untuk tante dan keluarga , mohon di terima ". jawab Chakim dengan menyerahkan kotak kue brownies coklat buatan mamanya tadi pagi .
" apa ini nak ?". tanya mamanya Shanti .
" bukan apa-apa tante , cuma kue brownies buatan mama saya ". jawab Chakim .
" terimakasih banyak loh nak Chakim , harusnya enggak usah repot-repot ". ucap mamanya Shanti sedikit sungkan .
Chakim membalas ucapan mamanya Shanti dengan senyuman . Dan mamanya Shanti meminta salah seorang pelayan untuk membawa kue brownies pemberian Chakim dan memintanya untuk memotong dan menyajikannya di piring .
" kata Shanti , nak Chakim kemari ada tujuan dengan kami , apa kira-kira tujuan dari nak Chakim ini ?". tanya papanya Shanti dengan to the poin.
Chakim yang di tanya seperti itu sedikit gelagapan , dia sampai berdehem beberapa kali menghilangkan kegugupannya.
" iya om , kedatangan saya kemari dengan maksud dan tujuan untuk meminta restu kepada om dan tante selaku orang tua Shanti "
Chakim menjeda ucapannya , mengambil oksigen sebanyak-banyaknya sebelum melanjutkan ucapannya .
" saya berniat memperistri putri om dan tante ". chakim memperhatikan ekspresi wajah orang tua Shanti .
Mamanya Shanti terlihat tersenyum , tapi entah apa arti dari senyuman itu . Sedang papanya Shanti masih diam mendengar penjelasan Chakim .
" hemm , begini nak Chakim , Shanti adalah putri kami satu-satunya , kami sangat menyayangi Shanti ". Kedua orang tua Shanti sebisa mungkin memenuhi kebutuhan Shanti , kedua orang tua Shanti juga mengetahui impian Shanti yang sudah terwujud yakni menjadi dokter , membahagiakan Shanti adalah tanggung jawab mereka , jika sekarang ada seseorang yang berniat mengambil alih tanggung jawab atas Shanti , banyak pertimbangan dan harus mengetahui dan mengenal Chakim beserta keluarganya terlebih dahulu .
Semua keputusan besar tidak dapat di ambil langsung di ambil kesimpulan begitu saja , apalagi ini mengenai proses menuju masa depan , kurang lebih begitulah penjelasan papanya Shanti .
" jadi apa yang harus saya lakukan om ?". tanya Chakim serius .
" begini nak Chakim , kami menghargai tujuan kedatangan nak Chakim kemari , dan saya yakin nak Chakim juga orang baik-baik , untuk lebih memastikannya lagi , maka izinkan kami untuk menemui kedua orang tua nak Chakim , bukan begitukan pah ". penjelasan mamanya Shanti kemudian bertanya kepada suaminya yang duduk di sebelahnya .
" yaaah kurang lebih seperti itulah nak Chakim , setelah pertemuan keluarga secara pribadi nanti , baru kami akan memberikan jawaban atas pernyataan nak Chakim ". jelas papanya Shanti dengan suara tegas .
Chakim semakin yakin , jika dia tidak akan salah memilih Shanti untuk dia jadikan teman menghabiskan masa tuanya kelak , jika dilihat dari lingkungan keluarga , keluarga Shanti sangat baik , dan memberikan jawaban yang cukup puas bagi Chakim , meski belum ada jawaban pastinya .
Namun demikian tak membuat Chakim gentar akan mundur dengan permintaan kedua orang tua Shanti . Chakim menyetujui permintaan kedua orang tua Shanti untuk bertemu dengan mama papanya .
Setelah menentukan waktu untuk pertemuan keluarga untuk pertama kalinya , mereka mengobrol ringan seputar pekerjaan Chakim dan kesehariannya .
Setelah cukup lama Chakim di kediaman Shanti , dan cukup berbincang banyak dengan kedua orang tua Shanti , Chakim berpamitan pulang .
Selama dalam perjalanan Chakim terlihat sangat optimis , jika nanti kedua orang tua Shanti akan memberikan restunya untuknya .
Chakim semakin tidak sabar untuk memberikan kabar baik ini kepada orang tuanya .
" papa sama Mama pasti udah enggak sabar ". gumam Chakim sambil menyetir .
Ketika mobil Chakim memasuki area pelataran rumahnya , terlihat Mama Maya duduk di teras depan sepertinya sedang menanti kedatangan putranya.
Sedang pak Yudha terlihat sedang duduk di lantai bermain bersama anak kucing yang imut , entah kucing siapa yang datang berkunjung bermain ke halaman rumahnya .
Saat Chakim turun dari mobil , mama Maya buru-buru menghampirinya .
" udah kamu nganterin shantinya ?". tanya mama Maya yang sudah tidak sabar mendengar cerita Chakim .
" udah ma , tadi juga ketemu sama mama dan papanya Shanti juga mah ". jawab Chakim dengan berjalan ketempat duduk yang di tempati mamanya tadi .
" terus-terus gi mana ? apa pendapat mama sama papanya Shanti ?". tanya Mama Maya masih dengan tidak sabar .
" mah ?". seru pak Yudha memperingatkan istrinya yang memojokkan Chakim
" ih apa sih pah , mamah tuh penasaran , gimana tanggapan papanya Shanti saat Chakim ngelamar Shanti pah , emang papa enggak penasaran ?". cerosos mama Maya .
" papa juga penasaran mah , tapi biarkan Chakim istirahat bentar mah , kan dia capek baru dateng mah , kita bisa tanya-tanya lagi nanti ". jawab pak Yudha bijak .
" enggak papa kok pah , Chakim juga mau segera cerita kemama sama papa , jadi tadi kedua orang tua Shanti mau ngajak kita semua untuk mengadakan pertemuan keluarga mah pah , tapi intinya mereka belum ngasih jawaban atas lamaran Chakim tadi ". jelas Chakim sesuai dengan yang di sampaikan papanya Shanti tadi .
" lah terus kita nanti ketemuannya bahas apa nak ?" . tanya mama Maya .
" ya pengenalan mah , orang tua Shanti pengen kenalan dulu sama mama dan papa " . jelas Chakim .
Setelah semua sepakat , maka Chakim memneri kabar kepada Shanti jika kedua orang tuanya setuju untuk bertemu dengan kedua orang tua Shanti .